Overprotective Asyifa Family

Overprotective Asyifa Family
Episode 13


__ADS_3

Karena aku udah selesai nulis part ini, jadi aku Update pagi yawπŸ˜—


...β—‹β—‹β—‹...


"Kak, Syifa pulang sama Pak Joko aja gak papa kok"


"Princess gak papa pulang cuma sama sopir?"


Revan bertanya ragu. Takut membuat Princess sedih karena gak bisa pulang bareng.


Revan tadi sudah bilang jika ia akan mengikuti latihan Basket untuk lomba bulan depan.


"Gak papa dong kak. Lagian juga Syifa habis pulang mau pergi lag-"


"Pergi ke mana?"


Revan bertanya dengan cepat. Lebih tepatnya memotong perkataan Syifa yang belum selesai.


"Syifa mau lihat-lihat Kampusnya Kak Bara. Boleh ya?"


"Ya ya ya"


Syifa merayu Revan dengan tatapannya di polos-polosin yang dasarnya udah polos.


Terus mukanya di imut-imutin padahal itu muka udah imut dari lahir. Jadinya tambah imut dong.


"Hhh iyaa boleh"


Revan menyerah kalau dihadapin sama muka imut Princess. Gak kuat.


"Asyiik"


Syifa memekik senang.


Tiba-tiba mobil jemputan yang di kendarai Pak Joko sudah sampai.


"Ayo Non, mari masuk" Pak Joko membuka pintu belakang untuk Nonanya.


"Syifa pulang dulu Kakak~"


Revan mengecup pipi Chubby Syifa, lalu mengangguk.


Setelah memastikan Nonanya duduk dengan nyaman, Pak Joko memutari mobil lalu duduk di kursi kemudi.


"Dadah Princess"


Revan melambaikan tangannya.


"Dadah Kakak~"


"Pak Joko nanti anterin Syifa ke Kampusnya Kak Bara yah" pinta Syifa pada supir pribadi Keluarga Winata.


"Iya Non, siap"


Mobil berhenti di pelataran Mansion. Syifa turun lalu berlari terburu-buru sampai-sampai tidak seimbang.


Kakinya tersandung dianjakan depan pintu Mansion.


Tubuh Syifa terhuyung kedepan.


Bruk!


"Emm.. hiks hiks Huwaaa!! Mommyy!!"


"Eh Non Syifa!!"


Panggil Pak Joko dengan berlari tergopoh gopoh menghampiri Syifa yang tengkurap di depan pintu Mansion.


"YA AMPUN PRINCESS!! KOK BISA JATUH GINI!!"


Vina berteriak histeris melihat keadaan Putrinya terjerembab di lantai keramik yang keras.


"Hiks hisk s-sakit M-mom huhu~"


"Bangun dulu sayang. Pak Joko Bi Sari tolong bantuin mapah Syifa yah"


Dua nama yang di sebut tadi mengangguk. Membantu memapah Syifa. Tapi Syifa menolak untuk di papah.


"Ga mau! Hiks Syifa mau di gendong hiks" rengek Syifa masih mempertahankan tangisannya.


"Aduh Mommy ga ku-"


"Ada apa ini"


Suara berat di belakang mereka terdengar.


Ternyata Aditya yang tadi berucap.

__ADS_1


"Dad!! Untung ada Kamu di sini. Sekarang tolong gendong Princess ke dalam dulu yah"


"Lho Princess kenapa?!" Aditya menatap Istrinya menuntut penjelasan.


Seakan mengerti tatapan Suaminya, Vina berujar "Nanti aku jelasin Mas. Sekarang yang paling penting bawa Princess masuk dulu"


Aditya mengangguk lalu dengan cepat bergerak untuk menggendong putrinya.


"Ayo sayang, pelan-pelan Daddy gendong sini"


Aditya membalikkan badan Syifa yang setia tengkurap dadi tadi. Menggendongnya pelan ala Bridal Style. Membawa masuk dan mendudukannya pelan di sofa ruang tamu.


Bi Sari yang paham langsung berlari menuju dapur untuk mengambil P3K dan air dingin untuk mengompres dan membersihkan luka Nonanya.


Syifa menatap luka di kedua lututnya, telapak tangan, dan siku.


Tak lupa meraba luka di dagunya. Ia meringis, menahan perih luka-luka itu.


Syifa menggigit bibirnya kuat. Sampai bibirnya luka dan mengeluarkan darah sama seperti siku dan lututnya juga mengeluarkan darah.


"Hiks hiks sakitt Mom"


"Aduh Sayang jangan digigit bibirnya. Jadi berdarah kan"


Vina mengusap pelan bibir Syifa yang berdarah.


Syifa mengulurkan kedua tangannya pada Vina juga bergerak lasah mendekati Vina bermaksud ingin duduk dipangkuan Mommynya.


"Sini Sayang"


Vina menangkap uluran tangan mungil Syifa. Mengangkat Syifa untuk duduk diatas pahanya dengan posisi menyamping.


"Hiks b-berdarah hiks Mommy"


Syifa mengadu pada Vina bahwa lukanya berdarah.


"Iya sayang, Mommy bersihin lukanya yah"


Syifa menggelengkan kepalanya ribut. Ia takut. Gak diapa-apain aja udah perih. Apalagi disentuh sama air.


"Ga mau hiks sakittt!"


Bi Sari meletakkan nampan berisi kotak P3K dan kompresan. Lalu pamit undur diri.


Sedangkan Syifa malah tambah rewel ketika melihat nampan itu. Syifa mengencangkan tangisnya. Menarik-narik ujung baju yang dikenakan Vina.


Vina berusaha menenangkan Syifa yang makin rewel. Aditya langsung mengambil kompresan dan membersihkan luka dilutut Princess.


Vina langsung mengalihkan kepala Syifa yang akan menengok ke arah kompresan itu. Lalu memeluknya.


Tak lama tangisan itu makin kencang setelah Aditya menempelkan kain kompresan itu diatas lutut Syifa.


Syifa mencengkram baju belakang Vina. Menyalurkan rasa sakit pada lututnya.


"Daddy u-udah udah Dad. Syifa gak mau!"


Syifa terus saja berontak sehingga Aditya harus menahan kaki Syifa yang menendang-nendang udara.


"Gak papa Sayang tenang yah. Cuma sebentar kok"


Cup


Cup


Cup


Cup


Cup


Cup


Vina mengecup seluruh wajah Princess. Guna mengurangi rasa sakitnya.


Setelah beberapa saat, Aditya selesai membersihkan luka dan membalutnya dengan kassa.


Vina menengok untuk melihat wajah Syifa. Dan melihat wajah sayu Syifa yang sepertinya kelelahan karena menangis. Vina mengelus lembut rambut dan punggung Syifa.


Tak lama terdengar dengkuran halus keluar dadi bibir mungil Syifa.


Aditya dengan segera bangkit lalu membawa Syifa ke lantai atas. Membaringkan Princess ke atas ranjang dengan pelan.


Vina mengikuti di belakang lalu berjalan menuju lemari pakaian Syifa. Mengambil satu set pakaian milik Syifa.


Aditya keluar kamar untuk memberi ruang istrinya untuk menggantikan seragam Syifa dengan pakaian yang lebih santai.


Setelah selesai menggantikan pakaian anaknya, Vina berniat untuk segera keluar. Tetapi niatnya ia urungkan ketika Syifa bergerak gelisah dengan bergumam lirih.

__ADS_1


"M-mom... Mommy..."


"Syutttss Mommy disini sayang. Princess bobo lagi yah"


Vina mendekat dan mengelus kening Princess yang berkerut. Lalu memeluk Syifa pelan.


Tak terasa mata Vina memberat, ia akhirnya ikut memejamkan matanya tidur disamping Putrinya.


...●●●...


Aditya berjalan menuju kamarnya dengan sang istri. Berniat untuk membersihkan badannya yang terasa lengket. Ia pulang ke rumah karena ingin mengambil berkas penting.


Tapi malah mendapati kejadian yang tak terduga. Princessnya jatuh terjerembab di depan pintu Mansion.


Ia sungguh terkejut melihat hal itu, ditambah rasa khawatirnya. Ia tak memungkiri bahwa ia meringis tadi saat mengobati luka Syifa.


Lukanya lebar dan pastinya itu sangat sakit. Pantas tadi Syifa menangis dengan keras.


Itu pasti karena kesandung saat masuk pintu mansion. Di pintu mansion ada pembatas antara lantai dalam dan lantai teras.


Tidak terlalu tinggi memang, tapi cukup mampu membuat Syifa kesandung.


Setelah selesai membersihkan diri, ia menelfon suruhannya untuk membeli karpet.


"Halo Tu-"


"Siapkan karpet untuk ditaruh didepan pintu Mansion. Agar Putriku tidak tersandung lagi."


"Baik-"


Tuut Tuut~


Tanpa menunggu balasan seseorang di seberang telfon, ia langsung mematikan sambungan telfon sepihak.


Udah biasa sih begitu. Orang suruhan Aditya juga udah memaklumi majikannya ini yang irit bicara dan tak terbantahkan.


...●●●...


Vina sedang berkutat dengan masakannya di dapur. Ia sedang membuat bubur untuk Putrinya.


Saat ia bangun tidur tadi, ia mengecek suhu badan Syifa yang terasa panas. Syifa ternyata terserang demam, seperti dugaannya. Saat dipeluk ia merasa panas dan gerah.


Ternyata karena suhu badan Syifa yang naik.


Yang lain lagi berkumpul di kamar Princess untuk menjaganya. Padahal satu orang aja juga cukup. Tapi 4 orang tersebut kekeuh untuk menjaga Princess sama-sama.


Sekitar jam 16.00, ketiga Putranya itu pulang. Dan reksinya sama seperti Vina.


Histeris mendapat kabar dan melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bagaimana keadaan Syifa yang penuh luka. Ditambah dengan suhu badan Princess ikut naik dan Demam.


Tadi juga sudah panggil Dokter pribadi, Dokter Ferdi. Masih ingat??.


Untungnya keadaan Syifa baik-baik saja. Tidak terlalu mengkhawatirkan.


Oh ya, Syifa sekarang masih anteng terlelap dengan kain kompresan dikeningnya.


"Ini udah jadi buburnya, saya mau naik ke atas dulu ya Bi. Mau nganter bubur buat Syifa" pamit Vina pada Asisten Rumah Tangga di Mansion ini.


"Iya Nyonya, silakan"


...β– β– β™‘β– β– ...


1250 karakter.


Hai hai haiπŸ˜†πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Aku Up lagi


Masih ada yang nungguin aku Up ga??


Semoga suka Part ini


Oh ya untuk nhonthon makasih udah request.


Semoga kamu juga suka part ini.


Aku Doule Up lohπŸ˜‰


Sampai jumpa di Next part.


Jangan lupa VOTEβœ”


COMMENTβœ”


DadahhπŸ‘‹πŸ˜™


Sayang kalianπŸ˜πŸ˜™πŸ˜—

__ADS_1


^^^Minggu, 27 September 2020.^^^


__ADS_2