Overprotective Asyifa Family

Overprotective Asyifa Family
Episode 36


__ADS_3

...Happy Reading......


...○○•○○...


Setelah makan malam Syifa menonton televisi. Kali ini acara televisi tidak ada yang menarik menurutnya.


Lagipula ponselnya juga tertinggal dikamarnya. Ia tidak diperbolehkan bermain ponsel saat dimeja makan. Jadi ia berfikir tidak usah membawaya kebawah.


Dipikir-pikir, tanpa ponsel pun tidak ada yang bisa dilakukan, hampa.


Syifa cemberut, lalu menghembuskan nafas berat.


Bara yang duduk dikursi single di ruang keluarga, dengan tangan memegang ponsel miliknya, menatap Adiknya yang menghela nafas dan berbaring tidak menentu.


Syifa berguling kekanan dan kekiri di sofa panjang. Lalu duduk dan kembali berbaring lagi. Bara yang melihatnya pun ikut pusing.


Bara tadinya sedang fokus menscroll IG miliknya. Tetapi kini fokusnya berubah pada Syifa yang terlihat gelisah.


"Ada apa Baby?"


"Issh" Syifa merengek sebal dengan wajah memelas.


Bara mematikan Ponselnya dan meletakkannya diatas meja.


Bara berjalan mendekat, lalu duduk disofa yang sedang ditempati Syifa.


Bara pun megelus pucuk kepala Syifa yang berbaring.


"Kenapa sih Baby?"


Syifa belum menjawab, ia hanya memandang Bara dengan tatapan polosnya, bibirnya cemberut maju ke depan.


Bara membantu Syifa untuk duduk dari tidurannya. Lalu memeluk Adiknya yang dalam mode manja.


Bara mengelus rambut Syifa lembut, sedangkan tangan satunya mengelus punggung Syifa teratur.


"Udah tenang? Mau cerita sama Kakak gak?"


Syifa melepas pelukan itu, "Syifa tuh lagi badmood"


Mata Syifa bergulir kesegala arah, kedua tangannya saling meremas satu sama lain.


"Badmood nya kenapa?"


Bara mengelus tangan Syifa yang saling meremas itu.


"Gak ada kuota? Kan ada Wifi" Lanjut Bara menatap Syifa dengan penuh sayang.


"Bukan itu!"


Alis Bara berkerut bingung, "Terus apa dong?"


"Itu, acara TV nya gak ada yang menarik"


"Mending Kamu nonton Drakor aja, suka gak?"


"Sukaa!" Pekik Syifa sedikit keras.


Syifa tidak terpikirkan tentang itu. Aih, itu pasti lebih menyenangkan.


"Yaudah Kamu nonton Drakor aja, Wifi juga kenceng kok"


"Asiiik"


Syifa bertepuk tangan senang.


"Ambil Laptopnya sana, nonton diakamar aja juga gak papa"


Bara mengelus pipi Syifa yang gembil.


"Yaudah Syifa mau ke kamar dulu"


Syifa berdiri dari duduknya.


"Dadah Kak Bar"


Cup


Syifa mengecup pipi kanan Bara, lalu berlari riang menaikki tangga menuju kamarnya.


Bara tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia tahu betul karakter Syifa, Syifa ingin selalu diperhatikan.


Mungkin itu karena sudah 16 tahun lamanya tidak berkumpul dengan keluarga kandung, lagian Keluarga Winata juga tidak mempermasalahkan itu.


Bara kembali memainkan ponselnya, tak lama seseorang datang dan menepuk bahunya keras.


Bugh


"Aww!"


Bara memekik kesakitan, lalu menoleh. Ternyata Adiknya yang paling lucknut.


Revan malah nyengir tanpa rasa bersalah.


Bara berdiri dan menatap tajam lawan didepannya.


"Lo nyari ribut sama Gue?!"


"Wuuiiihh santai"


Revan mengangkat kedua tangannya ke atas dan mendudukkan dirinya disofa, tanpa melihat wajah Bara yang tak enak dipandang.


Mata tajam Bara melotot, dengan alis bertaut, dan rahang mengeras. Bara yang sudah terlanjur kesal, mengangkat tangannya ke atas.


Plak!!


Bara membalas perlakuan Revan padanya, dengan memukul paha Reva yang selonjoran.


"Aduhh!!"


Kaki Revan yang diletakkan diatas meja, langsung diturunkan seketika karena menerima pukulan Bara padanya.


Revan mengelus pahanya yang bisa dipastikan memerah, "Sakit nih!"

__ADS_1


"Bodo amat"


Bara melengos, ia duduk di sofa single. Mana mau ia berdekatan dengan Revan saat ini, bisa-bisa kena pukul lagi.


"Sialan" Umpat Revan kasar.


"Gue denger ya"


Revan tak menjawab, dirinya masih sibuk mengelus dan meniupi pahanya yang terasa panas.


Keadaan seketika hening, mereka berdua masih sibuk dengan pikiran masing-masing.


Vina dan Aditya sudah masuk ke kamar mereka untuk beristirahat sejak makan malam, sedangkan Adnan sedang sibuk dengan pekerjaannya diruang kerja miliknya.


Jadilah hanya tersisa Revan dan Bara diruang keluarga.


Bara menatap Revan dengan pandangan datar, "Lo kesini mau ngapain?"


"Cuma mau nanya"


Alis Bara terangkat, seolah menanyakan Apa?


"Syifa kemana? Kok gak kelihatan habis makan malam"


Bara menghembuskan nafas sabar menghadapi Revan.


"Kalo cuma mau nanyain itu, kenapa harus mukul orang dulu. Bikin Gue kesel tau gak!"


Revan tertawa dengan wajah Bara yang terlihat kesal bukan main.


"Ya Lo juga sedikit-sedikit marah" Balas Revan mengejek.


Bara memutar bola matanya, "Syifa tadi disini nonton TV, karena badmood akhirnya dia ke kamarnya"


"Gue yang nyaranin dia buat kekamar, nonton Drakor dilaptop"


Revan mengangguk, ia mengambil toples cemilan dimeja, lalu memakannya tanpa mempedulikan Kakaknya.


Bara lagi-lagi menahan kesal, Revan tidak membalas ucapannya sedikitpun. Ia pun mengambil ponselnya di meja, kemudian berdiri, berlalu pergi tanpa sepatah katapun.


Revan mengangkat bahunya cuek. Ia masih asik dengan cemilan ditangannya.


...●●●...


Disisi lain


Syifa mengambil Laptopnya, meletakkan diatas kasurnya. Ia pun membukannya lalu mencari Drama yang akan ia tonton.


Sekitar dua jam sudah Syifa menghabiskan waktunya dengan menonton Drakor, sekarang sudah menunjukkan pukul 21.28


Dimenit berikutnya, suara dering ponsel mengalihkan fokusnya.


Syifa menoleh kearah sumber suara ponsel berbunyi, Ponselnya terletak diatas nakas samping ranjangnya.


Syifa mempause Drakor nya, ia segera mengecek ponselnya, siapa yang menelponnya.


Syifa berharap yang menelpon adalah Alfa.


Setelah Ponselnya sudah digenggannya, dan harapannya pun terkabul. Ternyata memang benar, Alfa yang menelponnya.


"Hallo sayang"


"Hallo juga"


"Lagi ngapain? Jam segini kok belum tidur"


Syifa melihat jam didindingnya, "Syifa lagi nonton Drakor, belum terlalu malam kok. Tidurnya nanti aja"


"Kalo Syifa tidur duluan, pasti sekarang gak bisa telfonan sama Kamu" Lanjut Syifa berujar.


Terdengar suara tawa Alfa disebarang sana.


"Kamu bener juga"


"He'em" Syifa mengangguk, walaupun Alfa gak bakalan bisa melihatnya.


"Kamu lagi ngapain? Kok gak istirahat, pasti capek habis kerja" Lanjut Syifa gantian menanyakan pada Alfa.


"Aku baru aja mandi"


"Kok mandinya malem-malem sih?" Syifa protes pada Alfa.


Alfa terkekeh, "Tadi sore udah mandi Sayang, tapi Aku kerja sebentar udah gerah lagi"


"Kamu udah makan malam kan?"


"Udah, Kamu udah? Awas aja kalo belum"


Syifa tertawa dengan ancaman Alfa, "Syifa udah dong"


"Syukurlah kalo gitu"


"Besok jangan lupa" Lanjut Alfa berucap.


"Syifa mana bisa lupa, besok Kita jalan-jalan kan?"


"Iya Sayang"


"Yeeyyy" Syifa terlihat senang sekali sampai memukul-mukul bantal guling.


Alfa takjub dengan pekikan Syifa yang terlalu senang, Alfa pun tertawa ikut merasa senang seperti Kekasihnya.


"Besok pagi jam 5 siap-siap ya"


"Hah? Gak kepagian itu?"


Syifa heran, jam 5 itu masih terlalu pagi kan?


"Enggak kok, Kita jogging dulu. Baru nanti Kita jalan-jalan sepuasnya"


"Ooo, Siap Komandan!"


Syifa berucap tegas, walau gagal. Suaranya justru terdengar lebih imut.

__ADS_1


Alfa tertawa ceria, Syifa sungguh moodbosternya. Semua bebannya terangkat, pekerjaannya memang banyak menyita waktu.


Sehingga, ia dan Syifa hanya memiliki waktu yang terbatas untuk sekedar berkencan.


"Ini udah malam Sayang, sebaiknya Kamu tidur"


"Iya iya, bawel deh" Syifa berucap lirih, berharap Alfa tidak mendengar apa yang ia katakan barusan.


"Aku denger lho"


"Hehe" Syifa menyengir malu.


"Yaudah Aku tutup telponnya, habis ini langsung tidur ya"


"Iya Sayangku"


Alfa tersenyum mendengarnya.


"Dadah Sayang"


"Dadah juga Sayang"


Tuuut~


Syifa meletakkan ponselnya kembali diatas nakas. Ia segera membereskan laptopnya dan menaruh ditempat semula.


Syifa berbaring dan menarik selimut, ia pun memeluk bantal gulingnya, ia tersenyum dan berdoa.


Syifa memejamkan mata, ingin cepat-cepat hari esok. Ia sudah tidak sabar dengan Quality time ini.


Tak lama nafas teratur Syifa terdengar, menandakan gadis itu sudah terlelap dan mengarungi mimpi indahnya.


...●●●...


Pagi menjelang, Ayam peliharaan tetangga Syifa berkokok.


Mansion Syifa termasuk perumahan elit, tetapi masih ada beberapa tetangga Syifa yang memelihara Ayam.


Agar nanti saat ada acara tertentu, misalnya Hari Raya Idul Fitri, Ayamnya bisa disembelih.


Mungkin Keluarga itu masih menjungjung tinggi tradisi seperti itu, justru itu malah bagus. Rasa kebersamaan akan semakin terasa.


Syifa menggeliat, ia membuka matanya secara perlahan. Dirinya masih belum sadar sepenuhnya.


Satu menit kemudian, Syifa bangun dan duduk diranjangnya. Ia mengecek ponselnya.


Ada satu notif yang membuatnya tersenyum-senyum sendiri.


Tunangan❤


Bangun Sayang, udah pagi🌞


Syifa pun segera mengetikkan kata, untuk membalas pesan Kekasihnya.


^^^Iya, Syifa udah bangun ini^^^


^^^Read^^^


Ternyata Alfa meresponnya cepat.


Siap-siap sana biar gak kesiangan


^^^Habis ini langsung siap-siap^^^


Cinta Syifa😘❤


^^^Cinta Alfa juga❤😗^^^


^^^Read✅✅^^^


Syifa mematikan layar ponselnya dan meletakkan kembali diatas nakas.


Syifa berdiri mengambil handuk lalu memasuki kamar mandi untuk segera bersiap.


Dirinya hanya cuci muka dan gosok gigi tanpa mandi. Mandinya nanti saja lah, mau jogging nanti kena keringat lagi, begitu pikir Syifa.


Setelah selesai dengan urusan bersih-bersih dan bersiap. Kini Syifa sudah rapi dengan celana training, kaos hitam polos yang terlihat kebesaran, juga sepatu bertali yang melekat dikedua kakinya. Tak lupa dengan rambut panjangnya yang dikuncir kuda, menambah kesan cantik dan manis.


Syifa mengambil ponsel dan menarunya disaku celana trainingnya. Ia pun keluar dari kamarnya, berjalan turun melewati tangga menuju meja makan.


Disana ia melihat Bi Sari yang sudah mulai bersih-bersih diarea dapur. Seperti mengelap meja makan, mencuci piring dan gelas yang masih tersisa beberapa.


"Selamat pagi Bi"


"Pagi juga Non, pagi-pagi udah rapi aja, mau kemana Non?" Balas Bi Sari dengan tersenyum sumringah.


Syifa duduk dikursi meja makan, "Syifa mau jogging bareng Kak Alfa"


Bi Sari mengangguk lalu tersenyum menggoda, "Jogging sama Tunangan mah beda"


Syifa tersenyum malu karena digoda begitu.


"Bibi jadi pengin muda lagi deh"


Ucapan Bi Sari membuat Syifa tertawa lepas.


...■■♢■■...


1450 Kata.


...Aku lagi ada mood buat nulis, ye ye ye🎉😂😂...


...Kemarin Aku udah daring, cuma kaya pembinaan Kepsek, wali kelas, sama guru BK. ...


...Untung belum pembelajaran, kayaknya disini masih banyak yang terlena akan rebahan santai tanpa memikirkan Daring😂😂😂...


...Semester 2 ini, ayo tingkatkan rasa malasmu😂😂...


..."Selagi bisa santai, kenapa harus serius?"...


...Aku kutip punya orang ya, gini.....


..."Katanya renang bisa bikin tinggi, kenapa ubur-ubur yang setiap hari renang. Tinggi kagak, lembek iya"...

__ADS_1


...Aku sayang Kalian😘...


^^^Selasa, 5 Januari 2021.^^^


__ADS_2