
Farah dibawa keuks oleh Attar. Attar sangat mengkhawatirkan kondisi Farah. Lama menunggu akhirnya Farah pun sadar.
"Lo gapapa kan? Ada yang sakit gak? Atau Lo mau minum dulu" Tanya Attar beruntun
"His lo ya gue baru sadar jadi makin pusing dengerin omongan Lo" ucap Farah kesal
"Sorry gue khawatir sama Lo" tatap Attar dengan sendu
Farah yang melihat tatapan sendu dari Attar pun terkejut. Ia tidak menyangka pria kulkas dihadapan nya saat ini begitu mengkhawatirkan dirinya.
"Gue gapapa kok udah santai aja" ucap Farah lembut
"Lo yakin? Kenapa sih lagian pakai acara dipukul segala"? Tanya Attar
"Gue udah biasa kok digituin itu adalah cara biar gue gak lepas kendali,gue kalo udah emosi banget suka gak bisa ngendaliin diri makanya Daddy selalu nyuruh Kevin buat mantau gue dari jauh" jelas Farah
"Emang gak ada cara lain buat ngendaliin emosi Lo"? Tanya Attar
"Sampai saat ini gak ada cuman itu cara satu-satunya" jawab Farah
"Queenn" teriak Winda nyaring
"Apasih lo jangan teriak-teriak gitu" omel Farah
"Hehehe maaf habisnya gue khawatir sama Lo" ucap Winda
"Gue udah gapapa kok kalian kan udah biasa lihat gue kek gini" Ucap Farah
"Iyasih tapi tetap aja khawatir" ucap Winda
"Udah ke kelas yuk" ajak Farah pada teman nya
Semua berjalan menuju kelas sepanjang jalan tidak ada yang berani menatap ke arah Farah. Mereka semua juga tidak berani untuk menganggu putri lagi.
"Gila ya baru kek gitu aja udah gak ada yang berani sama lo Queenn" ucap Winda terkekeh
"Iya gimana kalo dia lihat sifat aslinya elo Queen" ucap Devita
"Emang sifat aslinya Farah gimana?" Tanya Steven
"Beh jangan main-main deh sama Queen bisa pisah kepala sama kaki Lo" jawab Winda
"Anjir serem banget" ucap Steven bergidik ngeri
"Iya makanya lo hati-hati kalo gak mau kepala sama kaki lo pisah" ucap Winda menahan tawanya
Mereka yang mendengar ucapan Winda hanya mengulum senyum menahan tawa. Sungguh sifat oon nya Steven menghibur mereka.
"Emang lo gak ngeri rah pas misahin kepala sama kaki manusia" tanya Steven
"Engga itu adalah kesenangan gue" jawab Farah santai
"****** lo kesenangan macam apa itu mutilasi orang" sahut Steven ngeri
"Kenapa lo mau coba"? Tanya Farah
"Kagak ya gue masih sayang nyawa" ucap Steven
"Emang kalo kepala sama kaki pisah lo bakal mati ya"? Tanya Alex
"Ya jelaslah bego mana ada manusia yang masih hidup kalo kepala sama kaki pisah" jawab Steven
__ADS_1
"Lah berarti kita sekarang hantu dong" ucap Alex
"Hah? Maksud lo"? Tanya Steven
"Ya lo lihat aja kepala mereka semua pisah kan sama kakinya" jawab Alex menahan tawa
Steven terdiam wajah nya melongo sedang memikirkan ucapan Alex. Beberapa menit terdiam Steven melotot.
"Anjir ya lo ngerjain gue bangsul" ucap Steven marah
Ha ha ha ha lepas sudah tawa mereka yang sejak tadi mereka tahan. Bahkan Farah dan Attar pun ikut terkekeh dengan kelemotan temannya ini.
"Anjir perut gue kram" ucap bimo disela tawanya
"Ha ha ha tolong ini kok ketawa gue gak bisa berhenti" ucap Chelsea yang terus tertawa
Memang Chelsea jika sudah tertawa akan sulit dihentikan terkadang sampai matanya memerah berair karena tertawa.
"Bukan teman gue" ucap Alex yang mencoba mereda tawanya
"Hahahaha ternyata ada yang lebih bego dari gue" sahut Winda sambil memukul bahu putri
"Ih kalo ketawa,ketawa aja gak usah mukul-mukul juga" oceh putri
"Hahahaha sorry gue kelepasan" ucap Winda mencoba meredam tawanya
Dari ujung koridor terdapat 4 pasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan. Entah apa yang ada dibenak nya saat ini. Yang jelas raut wajahnya menyiratkan rasa tidak suka.
Orang tersebut adalah Erlangga dan Fanya. Mereka juga tidak sadar jika mereka mengamati objek yang sama. Fanya yang iri karena Farah bisa dekat dengan most wanted sekolahannya menaruh rasa tidak suka semakin dalam. Sejak dulu Fanya menyukai Attar tapi sama sekali tidak dilirik oleh Attar. Itu semua membuat Fanya merasa tertantang untuk mendekati Attar.
Erlangga sedang menatap Farah yang sesekali terkekeh bersama temannya. Sungguh Erlangga tidak menyukai jika gadis nya tersenyum kepada orang lain. Obsesi yang ia miliki seakan itu menyatakan jika Farah hanya boleh tersenyum dengan dirinya.
Kring kring!
Bel tanda pulang berbunyi diiringi pengumuman pemulangan seluruh siswa-siswi cepat karena guru sedang ada rapat dengan pemilik sekolah.
"Girls kita langsung ke mall yuk" ajak Winda
"Ayok sekarang aja" ucap Devita
"Oke" jawab Farah dan diangguki oleh putri
"Kalian mau kemana"? Tanya Alex
"Kita mau jalan ke mall" jawab Chelsea
"Kita boleh ikut"? Tanya Alex
Semua mata memandang kearah farah,sadar jika diperhatikan Farah pun mengangguk tanda setuju.
Mereka bergegas menuju motor dan mobilnya. Didalam perjalanan tepatnya di mobil Farah Winda terus saja bernyanyi.
"Lapor bos gadis itu sekarang menuju salah satu mall" ucap seorang pria yang mengawasi Farah
"Terus awasi dan tunggu aba-aba dari saya" ucap pria disebrang sana
"Baik bos" ucap pria tersebut
Tut
"Anggap saja ini salam perkenalan nona Farah" ucap pria paruh baya
__ADS_1
Farah yang mempunyai kepekaan yang tinggi tentu sadar jika sejak tadi ada yang mengikuti mobilnya. Sudah beberapa hari juga Farah tau jika sedang diawasi seseorang.
"Heh penguntit" ucap Farah dalam hati sambil tersenyum miring
Mereka tiba diparkiran mall. Kedatangan mereka juga menarik perhatian terlebih nya kepada mobil milik Farah.
"Yuhuu belanja" ucap Winda semangat
"Kita makan dulu gue lapar" ucap Farah
"Oke let's go" ucap Winda
Mereka menuju salah satu restoran ternama di mall tersebut. Mereka mencari tempat duduk yang pas dan mulai memesan makanan dan minuman.
Pesanan datang dan mereka makan dengan lahap tanpa ada yang berbicara. Setelah selesai Farah memanggil salah satu pelayan untuk meminta bill.
"Berapa total nya"? Tanya Farah
"Semua nya 1 juta 450 nona" ucap oela8 tersebut
Farah menyerahkan bill nya kepada putri sesuai janji putri akan mentraktir mereka semua hari ini. Attar dan kawan-kawan pun heran mengapa bill itu diberikan kepada putri. Putri segera mengambil dompet nya dan memberikan Black card nya kepada pelayan tersebut.
Steven dan teman-teman terkejut melihat kartu berwarna hitam tersebut. Mereka tak menyangka jika putri mem9 kartu tersebut.
"Thanks ya traktiran nya" ucap Winda sambil mencium pipi putri
Putri yang dicium oleh winda pun terkejut dengan mata membulat itu semua membuat mereka terkekeh.
Mereka melanjutkan perjalanan untuk berkeliling mall. Pria yang jadi penguntit Farah tadi masih setia mengikuti Farah sampai ia tak sadar jika Farah memisahkan diri bersama Attar. Ya Farah memberi tahu temannya jika ada seseorang yang menguntit dirinya.
BUGH!
BRAK!
AKHH teriak pria tersebut setelah mendapat tendangan dan bantingan dari Farah.
"Berani juga ya lo mengawasi gue hm" ucap Farah santai
"Jangan asal nuduh Lo" ucap pria tersebut
"Gimana dengan ini?" Tanya Farah sambil menunjuk rekaman dimana pria tersebut mengikuti Farah
Deg!
"G-gue h-han" belum sempat pria tersebut menyelesaikan ucapan nya ia lebih dulu mendapat tendangan dari Farah.
BUGH!
BUGH!
BUGH!
Pria tersebut terkulai lemah sungguh badan nya rasa remuk semua. Keadaan mall pun menjadi ramai karena melihat kejadian tersebut. Farah menelpon seseorang untuk membawa pria tersebut kemarkasnya.
"Cepat bereskan dan bawa kemarkas" ucap Farah lalu mematikan telpon nya.
"Terlalu ceroboh si tua Bangka itu" kekeh Farah dengan tersenyum sinis
"Kita mulai permainan ini" ucap Farah dalam hati
♡♡
__ADS_1