
Hari ini adalah hari yang mendebarkan bagi seluruh siswa-siswi SMA ADIWIYATA B. Dimana hari ini mereka akan mendapatkan hasil ujian selama 1 Minggu ini.
"Kok gue deg-degan yaa" ucap Winda
Sungguh! Iya benar-benar merasa deg-degan ini adalah hasil pertama setelah ia pindah sekolah disini. Jika dilondon Winda masih memegang 10 besar entah jika disini.
"Pengumuman! Diberitahukan kepada seluruh siswa-siswi SMA ADIWIYATA B untuk berkumpul di lapangan sekarang juga" Suara salah satu staf guru terdengar
Semua siswa-siswi berbondong-bondong menuju ke lapangan. Suara semua murid seperti dengungan lebah ditelinga Farah dan Attar.
Siang ini cuaca cukup panas karena para guru mengumpulkan murid mendekati waktu siang. Attar yang melihat Farah bercucuran keringat pun melepaskan jaket nya. Lalu ia menutupi Farah dengan jaketnya.
Para siswi yang melihat aksi Attar memekik histeris. Baru kali ini mereka melihat sifat Attar yang seperti ini. Farah mendongakkan kepalanya melihat Attar lalu ia tersenyum sangat manis. Attar pun dibuat tertegun.
"Terimakasih ya" ucap Farah sambil tersenyum manis
Deg!
Jantung Attar berdetak kencang melihat senyum yang jarang ditunjukkan oleh Farah kepada orang lain.
"Jantung gue aman kan?" Monolog Attar dalam hati
"Baiklah anak-anak semua! Hari ini bapak akan membacakan hasil untuk Minggu ini! Buat kalian semua yang jangan berkecil hati jika bukan nama kalian yang bapak sebutkan! Perjalanan kalian masih panjang! Banyak cara untuk menunjukkan kecerdasan kalian. Untuk nama yang bapak panggil silahkan maju kedepan. Ini memang baru ujian tengah semester bapak melakukan ini agar kalian semua bisa termotivasi pada siswa/siswi yang meraih nilai tertinggi untuk lebih giat lagi belajar!" Sambutan singkat bapak kepala sekolah
Suasana menjadi riuh saat sang kepala sekolah akan memulai membacakan hasil siswa/siswi tertinggi untuk ujian Minggu ini.
"Baik bapak akan mulai dari kelas 10" ucap sang kepala sekolah
"Dari keseluruhan kelas 10 yang meraih nilai tertinggi adalah Intan marcelino dengan nilai 97,20" ucap kepala sekolah lantang
Prok!prok!prok!
Tepuk tangan bergemuruh saat kepala sekolah selesai membacakan hasil pertama. Intan pun maju kedepan.
"Selanjutnya untuk keseluruhan kelas 11 yang meraih nilai tertinggi adalah.." kepala sekolah tersebut sengaja menggantungkan kalimatnya yang membuat teriakan histeris dari semua murid nya
"Farah Anindita Bagaskara dengan nilai 99.89" ucap kepala sekolah tersebut
Prok! Prok! Prok!
Riuh nya tepukan dan teriakan dari kaum Adam terdengar ditelinga mereka semua. Sedangkan Farah hanya berjalan santai kedepan! Ck! Semua orang dibuat bingung pada Farah! Wajah nya yang datar membuat mereka tak habis pikir.
"Astaga itu mukanya kayak nya udah kembaran sama tembok! Ga ada senyum-senyum nya! Senyum dikit kek" oceh Winda geleng-geleng kepala
__ADS_1
"Kalo dia senyum gue jamin semua orang bakal heboh" kekek Chelsea
"Uwaaaa sahabat gue emang pintar disini aja dia masih bisa meraih nilai tertinggi" heboh Devita
"Apa dilondon dulu dia juga menjadi siswi terpintar?" Tanya putri penasaran
"Iya dia itu pintar + bandel! Kalo ujian dia selalu dapat nilai tertinggi" jawab Winda
Mereka hanya menganggukkan kepalanya saja. Para sahabat attar menoleh pada Attar yang tetap menampilkan raut datar nya.
"Sabar ya bro!" Ucap Alex dengan nada mengejek
"Gila! Baru beberapa bulan dia pindah udah berhasil menggeser posisi Attar hahaha ya walaupun nilai Attar tertinggi nya ga sampai 99" kekeh Steven
Attar hanya terdiam ia cukup kaget namun juga senang. Ah! Ternyata gadis nya adalah wanita yang pintar. Ingatkan Attar untuk memberi nya hadiah.
Setelah selesai mereka langsung menuju kantin untuk menuntaskan rasa haus yamg sejak tadi muncul. Alex dan Bimo memesan makanan dan minuman sedangkan yang lain duduk lesu dimeja mereka.
"Capek hm" tanya Attar lembut pada Farah yang kini merebahkan kepalanya diatas meja
Wajah putih milik Farah kini terlihat memerah karena terkena paparan sinar matahari. Farah hanya menggeleng menjawab pertanyaan Attar. Ia sedang malas berbicara karena haus.
Tak lama setelah itu pesanan mereka pun datang. Attar langsung mengambil jus jeruk untuk Farah dan memberikan nya kepada gadis nya itu.
"Setelah ini kita langsung pulang oke! Kita harus packing buat besok" ucap Winda
"Oke gapapa!"jawab Winda
"Lo juga ke mansion! Ga usah bawa apa-apa semua udah disiapin sama mommy" ucap Farah kepada Arif
"Terimakasih queen" ucap Arif
Attar tidak menghiraukan keributan yang dibuat temannya saat ini. Ia hanya fokus mengusap rambut lebat milik Farah. Kesenangan mereka terhenti ketika kedatangan seseorang.
"Hai attar" sapa Fanya
Attar hanya diam ia malas meladeni orang seperti Fanya.
"Ck! Baru aja si bel bel itu hilang! Sekarang muncul lagi fan fan"ucap Steven sedikit menyindir
Fanya tak menghiraukan ucapan Steven ia kini hanya fokus kepada Attar yang selalu saja bersikap lembut kepada Farah. Ia mengepalkan tangannya emosi.
Fanya tersenyum licik saat ide muncul diotak nya. Kini posisinya Fanya ia berada didepan Farah dan Attar. Ia berjalan pelan ke arah belakang lalu ia sengaja menyenggol siswi yang sedang membawa kuah bakso yang panas.
__ADS_1
Byur!
"Awwwwww" ringis Farah yang merasa perih pada tangannya
Ia menegakkan kepalanya menatap tajam pada dua manusia yang kini berada didepan nya. Kini Mereka bertiga menjadi pusat perhatian. Attar langsung memegang tangan Farah yang kelihatan memerah, ia meniup-niup tangan farah bermaksud untuk mengurangi rasa perih.
"Kak" panggil seseorang pada Farah
Farah menoleh ia mengernyitkan dahinya. Intan langsung menunjukkan handphone nya kepada Farah. Farah melihat itu semua lalu ia tersenyum miring.
"Thanks" ucap Farah
Kini mata nya tertuju pada Fanya! Sedangkan gadis yang disebelah nya sudah disuruh Attar pergi karena ia tidak bersalah.
"Lo bosan hidup ya?" Desis Farah dingin
Fanya bergetar ketakutan! Ia menatap was-was terhadap Farah.
"Bahkan sejak tadi gue hanya diam! Tapi lo seperti nya emang mau main-main sama gue hm" ucap Farah dengan seringai nya
"A-apa maksud Lo" tanya Fanya sok tidak tahu
"Ga usah sok ga tahu! Gue bukan orang baik! Lo udah berani ngusik gue terima akibatnya" ucap Farah sambil mencekram rahang Fanya
Fanya sudah meneteskan air matanya menahan sakit dirahangnya. Walaupun Farah wanita tapi tenaga nya cukup kuat.
"Kebaikan yang gue kasih itu ga lo gunakan dengan baik hm! Lo mau gue bikin hidup lo susah? Oh tenang! Gue bakal ambil alih rumah dan perusahaan keluarga Lo! Biar Lo bisa ngerasain gimana rasanya hidup serba kurang! Biar Lo bisa belajar cara nya untuk menghargai orang lain" ucap Farah masih tetap mencekram rahang Fanya
Fanya menggelengkan kepalanya ia tidak mau jatuh miskin! Hidup seperti sekarang saja sudah membuat dia frustasi apalagi jika ia harus jatuh miskin.
"Gue awalnya mau ngajak perusahaan Daddy Lo kerja sama! Gue tau sampai sekarang ga ada yang mau kerjasama dengan perusahaan itu. Tapi setelah melihat kelakuan lo Hari ini gue mengurungkan niat gue" ucap Farah sinis
Ia langsung mendorong tubuh Fanya hingga terduduk dilantai. Semua tatapan kini tertuju pada dirinya.
"Lo ga ada kapoknya ya! Gue aja muak tau ga ngelihat wajah Lo ini! Apa masih kurang cukup kebaikan Farah selama ini?" Ucap Winda sinis
"Akibat terlalu dimanja jadi gini! Gue tau sejak kedatangan lo tadi tatapan lo tertuju sama Attar. Ngelakuin hal licik biar dapat perhatian gitu? Njis!" Sahut Chelsea
Fanya hanya tertunduk menahan malu. Ia saat ini sedang berpikir bagaimana caranya agar Farah tidak membatalkan kerja sama tersebut. Jika Daddy nya tahu ia pasti akan dimarahi.
"Farah gue mohon jangan batalin kerja sama itu! Tolong bantu perusahaan Daddy gue! Gue janji bakal ngelakuin apapun buat Lo! Gue juga ga akan lagi gangguin kalian. Gue mohon jangan batalin kerja samanya" ucap Fanya memohon
Seisi kantin dibuat tercengang melihat sikap Fanya yang mau memohon kepada orang lain. Selama ini yang mereka tahu Fanya itu adalah gadis angkuh dan sombong!
__ADS_1
"Ada mau nya baru mohon-mohon dasar manusia setengah bunglon" ucap Attar dalam hati
HAPPY READING:)