
Setelah Attar keluar dari ruang rawat Farah kini para sahabat Farah dan juga Attar sudah tiba dirumah sakit. Mereka juga membeli makanan dan minuman untuk orang tua Farah dan juga Attar.
"Bagaimana keadaan Farah?" Tanya Chelsea
"Masih sama" jawab Attar singkat
"Mending lo pulang dulu tar lu mandi bersihin diri lo juga emang ga malu kalo tiba-tiba Farah bangun terus penampilan lo kek gitu" ucap Steven
Attar pun melihat tampilan nya. Memang sangat miris hehe. Baju yang terkena darah,rambut yang berantakan,muka kusut. Sangat jauh dari bentuk Attar yang biasanya.
"Hm" dehem Attar lalu pergi meninggalkan mereka semua
"Lu temenin Attar lex dia lagi mumet itu ntar malah ugal-ugalan dijalan" ucap Bimo pada Alex
"Oke gue pergi dulu" pamit Alex
Setelah kepergian Alex dan Attar para sahabat Farah pun masuk keruang rawat Farah. Para pria membiarkan saja mereka melihat Farah. Mereka hanya duduk disofa yang ada disana.
"Queen lo tau ga gue benci sama lo, Lo udah buat kita semua sedih gini Lo harus tanggung jawab queen" ucap Winda menahan tangisnya
"Bangun dong queen! Queen kita ikut kuat Lo. Lo harus bangun kita bercanda bareng lagi,kita me time bareng,gue janji bakal bikinin lo brownies kesukaan Lo" ucap Chelsea
Chelsea tentu saja masih teringat keinginan Farah. Farah ingin memakan brownies buatan Chelsea, namun Chelsea sedang dalam mode malas untuk membuat kue.
Ia merasa bersalah tidak memenuhi permintaan Farah.
"Queen lo udah janji sama gue buat ngajarin gue main gitar. Mana buktinya! Gue tagih janji lo sekarang jadi sekarang lo harus bangun queen" ucap Devita dengan suara yang bergetar
"Kak ayo bangun! Kakak harus melatih putri lagi. Putri ga mau latihan kalo kakak masih tiduran seperti ini. Ayo bangun kak bukankah kita harus pergi mengunjungi panti asuhan? Kakak harus bangun kak" ucap Putri yang sudah menangis.
Mereka yang selalu berlima kini hanya berempat. Mereka yang selalu melakukan apapun bersama kini tidak lagi. Mereka tentu merasa kehilangan. Farah orang yang selalu mengomeli mereka jika mereka berbuat salah,Farah yang ngomel jika mereka malas mandi,Farah yang akan marah jika mereka telat makan. Kini Farah nya hanya bisa terbaring lemah diranjang rumah sakit.
Ceklek!
Pintu dibuka oleh Danu dan Fani. Mereka terkejut ketika melihat sudah ada para sahabat putrinya didalam. Fani menatap sendu ke arah anak para sahabat Farah. Ia tau betapa sedihnya mereka.
Fani berjalan ke arah ranjang anaknya. Ia mengelus lembut kepala putrinya yang terbalut perban. Ia mencium kening putrinya lama. Ah! Lolos juga air mata yang berusaha dia tahan sejak tadi.
"Sayang,apa kamu tidak mau bangun hm? Kenapa lama sekali kamu tidurnya" ucap Fani lembut
__ADS_1
"Mommy tahu kamu adalah gadis yang kuat, anak mommy ini gadis yang hebat bukan? Maafin mommy ya sayang maaf karena mommy tidak tahu jika trauma itu masih ada hiks" ucap Fani menangis
Dia tidak sanggup lagi untuk berbicara. Hatinya sakit saat melihat anaknya terbaring lemah seperti ini. Hati ibu mana yang tidak sakit saat melihat putrinya seperti ini.
"Sayang sudah jangan menangis nanti Farah marah jika melihat kamu menangis" ucap Danu lembut
"Maafkan mommy dad" sahut Fani sambil menyeka air matanya
"Mom dad ayo kita makan dulu tadi kita udah beli makanan" ucap Winda
"Kalian ajaklah mommy untuk makan Daddy ingin disini sebentar" ucap Danu
"Baiklah dad,ayo mom dan kalian juga ikut" ajak Winda
Mereka semua melangkah keruangan sebelah. Masih satu ruangan dengan Farah namun berbeda sekat. Saat ini tinggalan Danu seorang diri diruangan tersebut. Ia tidak berbicara saat ini ia hanya menatap putrinya dengan tatapan sendu.
"Maafin Daddy ya sayang jika selama ini Daddy belum bisa membahagiakan kamu. Maaf jika Daddy tidak mengerti akan keadaan kamu" ucap Danu lemah
"Putri Daddy ini anak yang kuat,kamu saja bisa mengalahkan musuh berarti putri Daddy ini juga bisa melewati ini semua" ucap Danu sambil mengelus tangan Farah
"Bangun ya sayang! Daddy rindu teriakan kamu,Daddy rindu pelukan kamu,Daddy rindu saat kamu bermanja dengan Daddy ayo bangun sayang bangun" ucap Danu sambil menangis
Danu lemah jika sudah berurusan dengan keluarganya. Dia bahkan tidak memikirkan dirinya ia hanya memikirkan keadaan putrinya. Bagaimana cara putrinya agar cepat bangun.
"Sayang bukankah kamu mengatakan ingin pergi liburan bersama? Daddy akan wujudkan itu semua sayang! Asal kamu bangun ya! Daddy janji akan memberikan apapun yang putri Daddy ini mau bahkan jika kamu meminta nyawa Daddy pun akan Daddy berikan sayang" ucap Danu dengan suara parau nya.
Siapa pun yang mendengar ucapan Danu akan merasa iba. Orang yang selalu tegar, orang yang kuat sekalipun akan rapuh saat melihat darah daging nya seperti ini.
"Daddy berjanji sayang! Daddy akan membalaskan apa yang kamu rasakan kepada dua manusia itu. Mereka juga harus merasakan apa yang kamu rasakan" ucap Danu dalam hati
Jika sudah mengingat dua manusia itu emosi Danu akan memuncak. Dadanya bergemuruh penuh emosi. Rasanya ia ingin mencabik-cabik tubuh mereka. Lebih baik Danu kehilangan harta nya daripada harus melihat orang yang ia sayang terbaring tak berdaya seperti ini.
Tanpa Danu sadari air mata mengalir dari mata Farah. Alam bawah sadar nya seperti nya sudab merespon. Namun ia masih enggan untuk membuka matanya.
MANSION JHONSON
Attar baru saja tiba dimansion mewahnya dengan diantar oleh Alex. Ia berjalan gontai menuju pintu mansion nya.
Ceklekk!
__ADS_1
"Sayang astaga kamu kenapa nak?" Ucap Viana khawatir
Tanpa menjawab Attar langsung memeluk mommynya. Ia menumpahkan tangisannya didalam dekapan mommynya.
"Sayang kamu kenapa kok nangis" ucap Viana heran
Bagaimana tidak heran jika ia baru kali ini melihat putranya yang datar seperti tembok menangis. Benu yang baru datang pun bingung melihat adegan didepan nya saat ini.
"Ada apa ini" tanya Benu
"Hiks mom dia ga bakal pergi ninggalin aku kan mom" ucap Attar akhirnya membuka suara
"Dia siapa sayang"? Tanya Viana yang tak paham dengan arah pembicaraan anaknya
"Farah mom Farah kecelakaan dan sekarang koma,dia gapapa kan mom? Dia ga bakal ninggalin Attar kan mom? Attar udah membuka hati Attar untuk dia mom" jawab Attar dengan suara serak nya
Ucapan Attar tentu saja membuat Benu dan Viana terkejut. Ia memang belum pernah bertemu dengan gadis yang bernama Farah. Ia tahu dari cerita anaknya. Ia pun awalnya sempat kaget saat tiba-tiba anaknya menceritakan tentang perempuan.
"Sayang dengar mommy ya! Kamu harus berdoa sama Allah kamu harus berdoa agar Farah cepat sembuh. Dia ga akan ninggalin kamu kok ya! Kamu harus banyak bersabar sayang, ini semua sudah takdir Allah" ucap Viana lembut
"Besok kita jenguk dia dirumah sakit ya" ucap benu
"Iya dad besok saja sekarang kamu istirahat ya" ucap Viana pada Attar
"No mom! Attar pulang hanya ingin mandi agar nanti saat Farah bangun dia tidak akan melihat wajah attar yang jelek. Attar juga sudah berjanji sama dia kalo Attar akan menemani dia terus mom" ucap Attar
"Baiklah tapi kamu makan dulu ya! Ajak juga Alex makan kalian pasti belum makan kan? Kamu harus jaga kesehatan kamu kalo kamu gak mau Farah marah! Masa yang jaga in orang sakit juga sakit kan ga lucu" ucap Viana terkekeh
" Iya mom habis mandi Attar makan" ucap attar lalu berjalan ke arah kamarnya
"Baru pertama kalinya mommy lihat kamu seperti ini nak, semoga saja kebahagiaan berpihak pada kamu" ucap Viana dalam hati
APA NI!!! KOK SEPI LAPAK AKU HISS KALIAN GA KOMEN HIKS:(
KALO SEPI GINI AKU BAKAL UPDATE 1 KALI AJA SEHARI! NGAMBEK NI
ATAU FARAH NYA AJA YANG AKU BUAT LAMA SADAR NYA YA HAHAHA.
HAPPY READING:)
__ADS_1