
Perang masih terus berlanjut kini halaman markas Red Devils tersebut tergelak para musuh yang sudah dihabisi oleh anggota Red Devils.
Farah masih bertarung dengan Cipto. Cipto juga tidak bisa diremehkan kekuatan nya hampir bisa menyamai asisten Daddy nya.
"Kita lihat saja setelah ini siapa yang mati" ucap Cipto disela pukulannya
"Apa anda yakin pak tua"? Tanya Farah dengan nada remeh
"Kau lihat saja gadis kecil akan aku ratakan semuanya akan aku buktikan jika akulah mafia satu-satunya yang pantas untuk disegani setelah menghabisi kamu dan anak buah tidak berguna mu itu aku akan membunuh ketua Lion king" ucap Cipto percaya diri
"Apa anda yakin bisa membunuh saya hm" ucap Attar dingin
Semua orang yang mendengar suara nan dingin tersebut pun serentak menoleh kesumber suara. Alangkah terkejutnya mereka mengetahui jika musuh selanjutnya pimpinan mereka berada disini.
Sama hal dengan Cipto ia juga terkejut melihat keberadaan Attar. Ia tak menduga akan bertemu dengan Attar secepat ini. Bahkan pikiran nya menjadi tak menentu Karna apa yang ia rencanakan tidak berjalan lancar.
"Baguslah jika kau juga berada disini aku tidak perlu memikirkan rencana apapun untuk membunuh mu akan ku pastikan kalian semua mati di tangan ku" ucap Cipto tegas terlihat sekali jika ia sudah sangat emosi
"Sebelum kau ingin membunuhku ada baiknya kau jawab pertanyaan ku pak tua" ucap Attar dingin dengan sorot mata tajamnya
"Dimana kau sembunyikan tuan Alexis"? Tanya Attar dengan sorot mata tajamnya yang selalu memandang ke arah Cipto
Deg!
Napas Cipto tercekat mendengar pertanyaan Attar. Semua yang ada disana juga terkejut. Hanya ada beberapa pengawal nya yang mengetahui tentang tuan Alexis.
Untuk cerita Alexis nanti bakal kita bahas di bab selanjutnya yaa:)
"K-kenapa k-kau mengenal Alexis" tanya Cipto terbata
"Kau tidak perlu tahu mengapa aku bisa mengenal tuan Alexis satu yang harus kau tau jika tuan Alexis sudah ditemukan maka tamat riwayat hidupmu dan keluarga mu"! Jawab Attar dingin
"Bajingan jangan pernah sentuh keluarga ku" ucap Cipto murka
"Dan untuk kalian bawahan dari pria tua ini apa kalian tidak sadar jika kalian itu hanya dijadikan robot saja oleh dia. Tenaga kalian diperas hanya untuk kepentingan dan kesenangan dirinya sendiri. Apa kalian juga tahu bagaimana nasib keluarga yang kalian tinggalkan? Kalian terlalu bodoh! Pria tua ini tidak pernah bertanggungjawab atas apa yang mereka janjikan kepada kalian. Dan apa kalian juga tahu jika keluarga kalian juga dipaksa untuk kerja tanpa digaji. Mereka juga disiksa jika tidak pernah mendapatkan apa yang dia mau" ucap Farah dingin
Deg!
Napas Cipto kembali tercekat mendengar penuturan Farah. Apa yang Farah katakan memang benar ia tidak pernah melakukan apa yang sudah ia janjikan kepada para pengawal nya. Semua yang ia tunjukkan kepada pengawalnya hanyalah tipuan semata.
"Dan oh ya kau juga harus tahu pak tua putri kesayangan mu itu tidak pernah kuliah melainkan ia menjajakan dirinya ke pria hidung belang untuk mendapatkan banyak uang agar dianggap orang paling kaya" ucap Farah yang lagi membuat darah Cipto mendidih
"Brengsek beraninya kau menghina putriku padahal disini kau sendiri yang menjadi ****** gadis kecil" ucap Cipto murka
Farah yang tak terima dirinya dikatakan ****** pun berlari ke arah cipto dan...
BUGH!
BUGH!
BUGH!
BRAK!
__ADS_1
SRAK!
KRAK!
SYUT JLEB!
Farah menghajar Cipto membabi buta ia memukul,membanting,menendang bahkan ia mematahkan tangan Cipto. Sungguh Farah sudah berada dibatas ambang kesabaran nya. Farah sudah diselimuti emosi yang memuncak. Sejak tadi memang Farah menahan semuanya.
Bahkan tidak ada yang berani melerai itu semua mereka tidak mau dijadikan sasaran kemarahan Farah. Tiba-tiba asisten Cipto berlari kearah Farah membawa sebuah pisau berniat untuk menusuk Farah. Farah yang peka pun langsung berbalik dan..
BUGH!
BUGH!
BRAK!
SYUT JLEB!
AAKKHHHHHHHH
Sama seperti yang ia lakukan kepada Cipto. Raungan merdu yang keluar dari mulut tangan kanan cipto pun membuat senyum miring Farah muncul.
Bagaimana dengan para pengawal Cipto? Mereka semua masih terdiam ditempatnya sambil mencerna semua ucapan yang terlontar dari mulut mungil Farah. Jujur saja mereka semua memang tidak diperbolehkan pulang Bahkan sehari pun oleh Cipto. Dan setiap bulannya Cipto akan menunjukkan bukti bahwa ia memberi tunjangan kepada keluarga mereka.
"A-apa y-yang k-kalian akkh sssh l-lakukan c-cepat b-bunuh ssh m-mereka s-semua" ucap cipto terbata
Mereka semua terdiam tidak ada yang bergerak. Farah tersenyum miring melihat semuanya. Ia memang mencari tahu semua tentang Cipto dan ia juga terkejut melihat sikap seorang Cipto yang tidak mempunyai hati dan rasa tanggung jawab.
Farah berjalan mendekati Cipto. Senyum itu masih terukir di bibirnya.
Bagaimana dengan sniper yang dibawa oleh Cipto? Orang itu sudah tidak bernyawa karena ulah para pengawal yang dikirim Danu.
Farah mengeluarkan belati nya ia hendak menusuk Cipto tapi..
WUSHH
BUGH!
Pengawal bayangan yang bertugas untuk menjaga Farah jika emosi nya tidak stabil pun datang dan langsung memukul tengkuk leher Farah. Tidak ia tidak membela Cipto hanya saja kematian Terlalu cepat untuk Cipto.
Attar mengambil alih tubuh Farah ia membawa Farah kedalam mansion dan menuju kamarnya. Sebelum itu ia berbalik dan berbicara.
"Bawa 2 manusia itu keruang bawah tanah dan kalian para pengawal Cipto ikuti anggota Lion king jangan ada bantahan jika tidak ingin keluarga kalian jadi sasarannya" ucap Attar dingin
Mereka semua bergerak sesuai perintah. Para pengawal yang ada di setiap titik juga bergerak menyusuri area sekitar markas untuk memastikan semua keadaan aman.
"Wah akhirnya kita menang" ucap bimo lega
"Aku tidak menyangka dengan kekuatan para anggota Red Devils bukan main-main" ucap Alex yang masih mengagumi kemampuan para anggota Red Devils.
"Mereka semua memang dilatih dengan keras oleh Daddy Danu dan Farah. Untuk masuk kesini pun Mereka banyak mengikuti tes tidak sembarangan orang bisa berdiri membawa nama Red Devils" jawab Chelsea
"Apa kalian juga termasuk Red Devils? Tanya Alex yang juga sedari tadi memperhatikan para ciwi-ciwi tersebut yang kemampuannya juga tidak kalah bagus
__ADS_1
" Ya benar kita juga bagian dari Red Devils tapi tidak ada yang tahu karena kita berempat akan menggunakan nama Angel Wing" jawab Devita
Mereka semua takjub dengan para ciwi-ciwi ini. Sudah cantik jago beladiri lagi.
"Ayang Winda gapapa kan" tanya Steven
"Engga kok ayang ven Winda baik'baik saja jika ada ayang ven disisi Winda" jawab Winda sambil tersenyum centil
Steven yang melihat itu pun bibir nya berkedut-kedut menahan senyumnya. Menurut Steven itu adalah senyuman termanis yang diberikan winda untuknya.
"Ayang ven lucu kayak babi" ucap Winda tersenyum
Bukannya marah Steven malah tersenyum oh lihatlah pipinya memanas ah Steven salting. Hidung nya kempang kempis mendengar pujian Winda.
Teman-temannya yang melihat itu semua memutar bola matanya malas.
"Lebay anjir" teriak Chelsea
"Lihat pipinya murahan dipuji mirip babi langsung merona" ucap Devita
HAHAHAHAH Mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Devita. Entahlah bukannya mereka merasa lelah sehabis perang malah mereka disuguhkan tingkah absurd kedua temannya itu.
Meninggalkan area luar kita masuk kedalam untuk melihat keadaan farah.
"Eunghh" lenguhan keluar dari bibir kecil Farah
"Ini minumlah" ucap Attar yang memberikan air putih untuk Farah
"Terimakasih" ucap Farah tersenyum
"Apa ada yang luka"? Tanya Attar sambil memeriksa tubuh Farah
Farah hanya diam melihat tingkah Attar. Ia tidak mendapatkan luka serius hanya goresan kecil dilengannya.
"Tidak apa-apa hanya luka kecil" ucap Farah
"Tapi ini harus segera diobati jika tidak ini akan infeksi" ucap Attar lalu berdiri mengambil kotak P3K.
Ia membersihkan dan mengobati luka Farah dengan lembut sesekali ia juga meniup luka tersebut. Ah sungguh Farah dibuat meleleh jantung nya sudah berdetak kencang didalam sana.
"Istirahatlah" ucap Attar
"Bagaimana dengan pria itu" ucap Farah bukannya mengikuti perintah Attar untuk istirahat tapi ia malah menanyakan tentang Cipto
"Sudah ada diruang bawah biarkan itu bagian ku hm" ucap Attar menyeringai
"Lakukanlah" ucap Farah tersenyum
"Tentu" balas Attar
Gimana masih kurang gak? Perang nya jangan terlalu kejam dulu yaa ini baru permulaan hehehe
Next bakal kita lihat gimana kejamnya Farah dan Attar jika satukan.
__ADS_1
HAPPY READING:)