
Hari berganti hari bulan pun berganti bulan setelah kesepakatan bersama untuk menikahkan putra dan putri mereka kini semua orang tengah sibuk mempersiapkan semuanya.
Seperti hari ini semua pihak keluarga Bagaskara kembali ke Indonesia setelah mengetahui Farah akan menikah. Awal nya mereka terkejut dan mengira jika Farah telah melakukan tindakan diluar batas. Namun Danu mengatakan jika ini benar kemauan pasangan muda itu.
"Gimana untuk dekorasi nya udah selesai semua kan?" Tanya fani
"Sudah semua nyonya untuk dekorasi dan tambahan bunga pada pelaminan juga sudah dilakukan" jawab pihak wo
"Okee terima kasih ya" ucap Fani
Lalu Fani berjalan ke arah suaminya yang sedang mengatur posisi meja dan kursi untuk para tamu undangan nantinya. Tidak tanggung-tanggung Danu dan Jhonson mengundang 7ribu orang dalam pesta pernikahan putra dan putri mereka.
"Mas gimana udah selesai semuanya?" Tanya Fani lembut
"Sudah sayang semua sudah siap! Oh iya gimana soal baju mereka udah siap?" Tanya Danu
"Sudah mas,,sudah diantar juga kok. Tinggal baju seragam keluarga saja yang belum" jawab Fani
"Yaudah mas ke ruangan kerja dulu ya ada yang ingin mas bicarakan dengan Jhonson" ucap Danu sambil mengelus lembut kepala istrinya
Danu berjalan ke arah ruangan kerjanya. Ia benar-benar harus turun sendiri untuk keamanan hari pernikahan putrinya. Danu tidak ingin di hari bahagia putrinya malah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Ceklekk!
Danu membuka pintu dan terlihat lah Jhonson bersama 2 pria lainnya.
"Bagaimana?" Tanya Danu sambil mendudukkan bokongnya
"Seperti yang kita duga dia mengetahui jika anak-anak kita akan menikah, aku sudah meminta anak buah Attar untuk memantau pergerakan mereka" sahut Jhonson
"Inilah yang aku takutkan. Mereka akan datang disaat tau anak-anak kita akan menikah. Sudah sejak lama aku ingin pergi kesana dan menuntaskan masalah ini tapi kau tau sendiri bagaimana Kondo Farah dulu!" Ucap Danu sambil memijit keningnya
__ADS_1
"Setelah pernikahan anak-anak selesai kita akan pergi ke Kanada! Kita harus menyelesaikan ini semua sebelum melarat kemana-mana. Aku tidak ingin dia menyentuh keluarga ku" ujar Jhonson
"Apa kau lupa tuan? Jika kau sudah tidak bisa berurusan dengan dunia mafia lagi sesuai perjanjian mu dengan Viana" ucap Danu terkekeh
Jhonson terdiam ya memang dia sudah tidak diizinkan lagi berurusan dengan dunia bawah karena dulu ia hampiri meregang nyawa karena musuh nya. Tapi untuk saat ini ia juga tidak bisa diam saja. Keluarga nya dalam bahaya. Ia tidak akan membiarkan orang licik tersebut menyentuh keluarga nya.
"Aku akan mencoba untuk berbicara dengan nya! Aku tidak mungkin membiarkan kamu sendirian kesana itu akan lebih berbahaya" sahut Jhonson
"Fani memaksa untuk ikut aku bingung ingin mengajak dirinya atau tidak" keluh Danu
"Saran ku tidak usah! Mereka bisa saja menjadikan Fani sebagai kelemahan mu! Kita juga tidak tahu akan sampai kapan berada disana ini bukan masalah sepeleh" saran Jhonson
"Akan aku bicarakan pada Fani. Semoga saja dia mengerti aku juga tidak ingin membahayakan dirinya" ucap Danu
Mereka kembali terdiam dengan pikiran masing-masing. Ada rasa takut dihari mereka masing-masing mengingat jika musuh bebuyutan mereka masih saja mengincar mereka dengan cara melenyapkan agar kekuasaan menjadi miliknya. Danu dan Jhonson bukan memikirkan dirinya tapi mereka memikirkan keluarga nya masing-masing.
•••
Winda memutuskan untuk memanggil tukang spa kemansion mewah milik Bagaskara karena mereka enggan keluar rumah. Pihak salon pun tidak mungkin menolak mereka malah dengan senang hati untuk datang kemansion mewah tersebut.
"Farah, nanti setelah nikah lo bakal tinggal disini kan?" Tanya Winda
"Iya rumah gue kan disini" jawab Farah sambil menikmati pijatan ditubuhnya
"Ck! Bisa jadi aja nanti Attar beli rumah sendiri dan bawa lo dari sini! Ih gue ga mau ya" cetus winda
Farah terdiam mendengar ucapan Winda. Bagaimana jika benar nanti Attar akan membeli rumah sendiri. Tapi tidak ia tidak pisah dengan orang tuanya. Biarlah ia dikatakan egois atau bagaimana pun ia sudah nyaman berada dirumah nya sendiri.
"Gue bakal tetap disini" sahut Farah datar
"Bagus deh kalo kita tu udah terbiasa dari dulu selalu bareng jadi kalo pisah satu pasti ga enak" ucap Winda lirih
__ADS_1
"Sebenarnya kita ga rela lo nikah duluan tapi ngelihat lo sama Attar bahagia kita juga sadar kalo kita ga boleh egois"sambung Chelsea
"Nanti kita masih tetap bisa main kan?" Tanya Devita sendu
"Kakak masih bisa peluk aku kan kalo sedih?" Tanya putri lirih
Farah tak kuat mendengar ucapan sahabat nya ia pun meneteskan air matanya. Apa yang dikatakan Winda itu benar selama ini mereka selalu bersama apapun mereka lakukan bersama. Melihat Farah menangis mereka juga ikutan menangis mereka turun dan ranjang dan memeluk Farah erat.
Bagi Farah mereka bukan hanya sekedar sahabat. Mereka adalah keluarga kedua untuk Farah. Mereka juga yang selalu ada untuk Farah selama ini.
"Gue janji gue bakal selalu ada buat kalian apapun yang terjadi. Jangan pernah sungkan sama gue, kalo butuh apa-apa kabarin gue. Kalian itu keluarga bagi gue" ucap Farah dengan air mata yang masih mengalir
Mereka tidak bisa menyahut ucapan farah, mereka memeluk Farah semakin erat. Para karyawan salon yang ada disana ikut terharu dengan kisah persahabatan mereka. Tidak banyak orang yang bisa setia dalam sebuah hubungan persahabatan. Banyak juga sahabat yang berkhianat kepada sahabat nya sendiri. Mencari sahabat yang benar-benar tulus menerima kita apa adanya memang sulit.
Tak mereka sadari diluar pintu ada Attar dan teman-temannya yang mendengar obrolan mereka. Attar merasa bersalah karena merasa ia merebut Farah dari sahabat nya. Attar terdiam mendengar ucapan Farah tadi.
Ia tidak akan memaksa Farah untuk pindah rumah ia tidak ingin memisahkan Farah dengan orang tua dan sahabat nya. Tak apalah jika nanti mereka membagi waktu dalam seminggu untuk tidur dirumah Jhonson dan Danu.
Attar juga merasa senang rumah nya ramai. Ingat kan dia nanti untuk mengajak sesekali orang tuanya menginap dirumah Danu dan begitu juga sebaliknya.
"Udah muka lo ga usah kusut kek kolor si Steven" ucap Alex saat melihat wajah tak enak Attar
Steven menggeplak lengan Alex kesal. Enak saja dia berbicara seperti itu ya walaupun sebenarnya itu adalah kebenaran nya.
"Lo tenang aja kita juga bakal sesekali main kesini kok! Kan cewek-cewek kita juga dsini" ucap Steven
"Iya sekarang lo harus fokus sama hari pernikahan Lo besok! Ingat bro setelah ini tanggung jawab lo besar,lo harus menjaga Princess keluarga Bagaskara jangan main-main kalo ga mau itu perkutut lo dipotong sama om Danu" kekeh Alex
Attar mendelik ke arah Alex yang berbicara membawa perkutut nya. Ia juga menerima ucapan Alex tentang kebahagiaan Farah.
"Aku janji bakal bahagia in kamu" batin Attar
__ADS_1
Happy Reading ❤️