Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 50


__ADS_3

Mereka semua masih menangis. Mereka belum bisa menerima kenyataan ini. Kenyataan yang sangat menyakitkan.


TIT! TIT! TIT!


"Dokter! Detak jantung pasien kembali" ucap suster tersebut nyaris berteriak


Ia dibuat takjub dengan pasien nya saat ini. Ia juga melihat secara langsung dimana detak jantung pasien' berhenti. Dan sekarang kembali normal.


Semua orang dibuat termenung dengan wajah cengo nya. Mereka masih mencerna semuanya.


"Alhamdulillah ini adalah sebuah keajaiban Allah,kondisi pasien kembali normal dan saat ini tinggal menunggu pasien sadar saja" ucap dokter tersebut tersenyum


Semua orang menghela napas lega. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah karena tidak jadi mengambil berlian mereka.


Tak lama setelah itu Farah mulai menggerakkan tangannya. Perlahan kelopak mata Farah terbuka. Ia sedang mengerjakan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.


"Minum" ucap Farah lirih


Attar yang memang berada didekat Farah pun mendengar suara lirih tersebut. Ia terkejut saat melihat Farah sudsh membuka matanya. Attar segera mengambil minum yang ada dimeja lalu memberikan kepada Farah.


Tak hanya Attar yang lain merasa terkejut sekaligus senang saat melihat Farah telah sadar. Dokter memeriksa kondisi Farah keseluruhan nya untuk memastikan semuanya baik-baik saja.


"Alhamdulillah kondisi pasien sudah membaik tinggal menunggu masa pemulihan nya saja" ucap dokter tersebut sambil tersenyum


"Alhamdulillah"ucap syukur mereka semua


"Sayang, bagaimana keadaan kamu? Apa kamu baik-baik saja? Atau ada yang sakit?" Tanya Danu lembut


"Sayang,kamu mau apa hm?" Tanya Fani lembut sambil mengelus lembut kepala Farah


Pertanyaan yang sama pun terlontar dari semua orang yang ada disana. Farah hanya menatap orang itu dengan pandangan datarnya. Ia tidak merespon ucapan orang-orang disana.


Semua orng pun dibuat bingung dengan sikap Farah. Danu melirik ke arah dokter yang masih ada disana. Dokter itu pun hanya bisa tersenyum kikuk.


"Seperti nya nona Farah sedang menyesuaikan semuanya tuan, akibat koma yang dia alami sistem kerja otak nya pun juga menurun" ucap dokter tersebut seakan tahu isi dari otak orang disana


"Apa anda suda memeriksa seluruh kondisi anakku?" Tanya danu


"Sudah tuan saya sudah memeriksa seluruh kondisi nona Farah dan semuanya baik-baik saja" jawab dokter tersebut


"Farah" panggil Attar lembut


"Kamu siapa?" Tanya Farah membuka mulutnya


Deg!


Attar dan yang lainnya terkejut ketika mendengar ucapan Farah barusan. Bagai dihantam batu besar tubuh Attar langsung lemas seketika. Begitu juga dengan yang lainnya. Apakah Farah amesia? Ah! Tidak

__ADS_1


"S-sayang kamu gak ingat siapaa kita" tanya Danu


Farah menoleh ke arah danu dia tidak menjawab pertanyaan Danu. Ia beralih menatap para sahabatnya yang sedang berdiri dengan wajah cengo nya.


"Buahaaaaahahaaaa" Farah tertawa ngakak ditempat tidurnya


Semua orang yang ada disana terkejut mendengar tawa dari Farah. Mereka bertambah memasang wajah bodoh saat ini.


"Ah! Astaga kenapa wajah kalian seperti itu"kekeh Farah menunjuk sahabatnya


"Lo ingat kita"? Tanya Winda harap cemas


Farah menjawab dengan gelengan ia juga langsung melihat wajah murung sahabat nya.


"Hehehe sorry gue ingat kalian semua kok" ucap Farah cengengesan


Ucapan Farah membuat rahang mereka semu terjatuh. Mereka sudah mengira jika Farah mengalami amesia. Ah! Rasanya mereka tidak sanggup dengan semuanya. Mulai dari kecelakaan lalu kritis, koma dan amesia sungguh berat sekali.


"Sayang kamu beneran kan ingat sama kita semua" tanya Danu lagi


Farah mengangguk kan kepalanya lalu ia merentangkan tangannya meminta untuk dipeluk oleh Daddynya. Dengan senang hati Danu memeluk putrinya. Ah dia rindu putrinya. Dia rindu putrinya seperti ini.


Farah sampai meneteskan air mata saat merasakan pelukan yang beberapa hari ini ia rindukan. Pelukan hangat dari Daddynya. Elusan dikepala yang selalu membuat ia nyaman.


"Mommy ga diajak ni" ucap Fani pura-pura ngambek


Fani pun langsung menghampiri putri dan suaminya ia memeluk erat tubuh putrinya.


"Sayang jangan seperti ini lagi ya! Mommy ga kuat sayang lihat kamu begini. Lebih baik mommy saja yang sakit daripda mommy harus melihat kamu terbaring lemah disini" ucap Fani meneteskan air mata


Farah mengurai pelukan nya. Ia menghapus air mata Fani.


"Maafin Farah ya mom dad udah bikin kalian khawatir. Farah janji ga akan seperti ini lagi" ucap Farah yakin


"Iya sayang mommy percaya sama kamu" ucap Fani sambil mencium kening Farah


"Huwaaaaa hiks hiks lo jahat banget hiks" ucap Winda sambil menangis


"Ga mau peluk gue hm" ucap Farah pelan tubuhnya masih lemas apalagi tadi ia juga tertawa ngakak


Winda, Chelsea,putri dan Devita langsung menghampiri Farah. Mereka memeluk Farah erat sambil menumpahkan tangisan nya. Farah pun juga ikut menangis. Ia bersyukur dikelilingi orang-orang yang sayang pada dirinya.


"Jangan gini lagi ya gue ga sanggup hiks kalo lo beneran pergi" ucap Chelsea disela tangis nya


"Gua janji habis lo sembuh gue bakal buatin brownies yang lo mau" ucap Chelsea


"Kak jangan pergi kayak tadi ya hiks putri udah ga punya siapa-siapa disini selain kakak" ucap Putri sambil menangis

__ADS_1


"Maafin gue ya guys udah bikin kalian sedih makasih ya udah selalu ada buat gue" cicit Farah


Mereka semua tersenyum haru melihat kedekatan mereka. Mereka juga berdoa semoga semuanya selalu dilindungi Allah.


"Daddy janji sayangg setelah ini akan menjaga kamu agar kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi. Daddy juga akan terus memantau siapa saja orang-orang yang berada disekitar kamu" ucap Danu dalam hati


Mereka mengurai pelukannya. Tanpa aba-aba Attar langsung memeluk erat tubuh Farah. Farah yang dipeluk secara tiba-tiba pun terkejut. Farah juga merasakan bahu nya basah. Ah! Apakah Attar menangis?


"Lo nangis?" Tanya Farah


"Jangan tinggalin gue,gue ga sanggup Farah. Gue ga mau kehilangan Lo! Gue sayang sama Lo! Gue cinta sama Lo! Gue mohon jangan tinggalin gue! Gue janji bakal buat Lo bahagia! Gue juga janji akan bantu lo buat sembuh dari trauma sialan itu!" Ucap Attar panjang'


Deg!


Jantung Farah berdetak kencang saat mendengar Attar menyurahkan isi hatinya. Ia tidak tahu harus merespon apa. Apakah ia juga harus membuka hati untuk menerima Attar?


Cup! Cup! Cup!


Attar mencium kedua pipi Farah dan terakhir mencium kening Farah lama. Ah! Sungguh Attar tidak mau hal seperti ini sampai terulang lagi. Dia tidak mau kehilangan Farah nya! Ia farahnya hehe.


Farah yang diperlakukan seperti itu pun pipinya memanas hingga ketelinga. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


"Lo apaan sih main cium-cium aja"ucap Farah sambil bersembunyi didada bidang Attar


Ah! Dia malu sekali. Disini kan masih banyak orang.


"Ck! Baru sadar itu woi udah main cium-cium aja" gerutu Steven kesal


"Hei! Lihat anak kamu! Main cium-cium putriku saja!" Sinis Danu kepada Jhonson


"Anak kamu juga mau kok" jawab Jhonson santai


"Ck! Bapak sama anak sama aja suka nyosor" gerutu Danu


"Apaa! Mau juga sini gue cium" ucap Jhonson sambil memajukan bibirnya ke arah danu


Danu yang melihat itu pun bergidik ngeri. Rekan kerjanya yang satu ini memang sengklek. Mereka semua terkekeh melihat tingkah dua laki-laki paruh baya itu.


Akhirnya! Mereka kembali tersenyum setelah beberapa hari senyum itu menghilang. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain bisa berkumpul dan bercanda gurau seperti ini.


Tak mereka sadari ternyata diluar pintu ada seseorang yang melihat interaksi mereka semua.


"Sialan! Harusnya gue yang disana! Harus nya Gue yang lo lihat saat baru sadar Farah! Gue gak akan biarin siapa pun milikin lo!" Ucap pria tersebut


NAH UDAH LOH YA! UDAH SADAR NI FARAH NYA HIKS JANGAN NGOMONG AUTHOR JAHAT LAGI YA HAHAHA.


SEGINI DULU LANJUT NANTI MALAM! AUTHOR MASIH ADA NOVEL LAIN YANG HARUS DIKETIK! JANGAN LUPA MAMPIR JUGA MAKSA NI.

__ADS_1


HAPPY READING:)


__ADS_2