
Attar yang berada didalam kamar mandi terkejut mendengar pekikan istrinya. Buru-buru ia keluar dari kamar mandi.
"Astagfirullah sayang"ucap attar kaget
"Kamu kenapa kaget? Emang aku setan hah"omel farah
"Aku cuma kaget aja sayang kok kamu tiba-tiba ada disini"ucap attar
"Kamu kenapa lama banget didalam? Aku tadi lagi pengen ninuninu tapi sekarang udah ga pengen lagi"sahut farah lalu meninggalkan attar yang terbengong didepan pintu
"Yaudah kalo kamu pengen sekarang aja gimana?" Tanya attar semangat
"Ga mau ah aku mau tidur aja,lagian pengen nya tadi bukan sekarang"jawab farah yang sambil menyembunyikan kepala dibawah selimut
Attar menatap tak percaya ke arah istrinya itu. Ia menghela napas panjang merasa kasian kepada pupu yang tidak bisa bertemu mumu.
"Yaudahlah tidur aja lah"ucap attar lirih
~
Pagi harinya seperti rencana mereka kemarin,hari ini mereka akan berangkat ke kanada. Tidak ada yang mengetahui keberangkatan mereka saat ini,karena memang farah tidak mengizinkan untuk memberitahu siapapun.
"Gimana semua udah siap?" Tanya steven
"Udah tinggal nunggu farah sama attar aja kok belum turun"ucap winda
"Heh kebiasaan banget si pasangan itu" Sahut devita
"Habis kecapekan kali semalam"kekeh steven
"Ngapain emang?" Tanya bimo mode polos
"Main jungkat jungkit"jawab steven
"Emang mereka bawa jungkat jungkit ke kamar ya?" Tanya bimo lagi
Semua mata menoleh ke arah bimo yang menatap mereka semua dengan pandangan polosnya. Steven rasanya ingin menjitak kepala bimo karena kesal.
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah kaki mulai bersahutan,mereka semua menoleh ke arah tangga dimana pasangan muda baru saja turun. Namun ada hal yang menarik perhatian mereka semua.
Attar? Ya attar,pria itu kini sedang berjalan disamping sang istri,dan hal yang menarik perhatian mereka adalah pakaian attar. Attar saat ini menggunakan kaos berwarna kuning cerah dipadukan celan pendek sebatas lutut berwarna hijau.
Steven dan yang lainnya mengulum bibir menahan tawa melihat penampilan attar. Attar hanya bisa menunduk lesu melihat ke arah teman-temannya seakan ingin minta pertolongan.
"Ehem lo ga salah pakaian tar?" Tanya bimo
"Engga itu pilihan gue bagus kan"jawab farah tersenyum
"I-iya bagus"sahut bimo
__ADS_1
"Nah karna lu bilang bagus jadi kalian juga harus pakai,bentar gue ambil dulu dikamar"ucap farah semangat
Mereka semua ternganga mendengar ucapan farah. Sedangkan attar saat ini sudah tersenyum mengejek ke arah sahabat nya itu.
"Bini lo kesambet apa?" Tanya steven lirih
"Penunggu pohon kali"jawab bimo asal
"Gue juga ga tau dari semalam dia bersikap aneh"ucap attar
"Siapa yang aneh pipu?" Tanya farah
"Steven sayang dia aneh masa lubang hidung nya ada dua"jawab attar cepat
Steven melotot saat mendengar ucapan attar,lubang hidung nya kan memang dua aneh dari mana coba.
"Ga penting ah,nah sekarang kalian ganti baju ya ini gue udah siapin masing-masing untuk kalian"ucap farah sambil memberikan tas kecil kepada teman-temannya
"Ehem queen kita udah siap jadi kalo mau ganti baju lagi gue rasa bakal buang-buang waktu deh"ucap winda
"Tenang aja kita berangkat pakai jet pribadi daddy"sahut farah tersenyum
"Hah! Jadi gue pesan tiket untuk apaan?" Tanya winda melotot
"Ga untuk apa-apa itung-itung memberikan rezeki buat mereka"jawab farah
Winda dan yang lain nya menatap farah dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan. Farah yang tidak melihat pergerakan para sahabatnya pun merasa kesal.
"Anj*ng"
"Bangsat"
"Ayam ayam"
Mereka terkejut mendengar pekikan farah hingga mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas. Winda dan para perempuan lainnya langsung berlari ke arah kamar tamu untuk mengganti pakaian. Para pria pun juga seperti itu mereka langsung berlari ke kamar satunya.
Attar menghela napas saat melihat penampilan nya saat ini. Ia yang biasanya memakai pakaian warna gelap tidak terbiasa dengan pakaian yang ia kenakan saat ini.
"Kamu kenapa ga ikutan ganti juga sayang?" Tanya attar
"Engga ah aku males,ngeliat kalian udah pakai baju gini aja aku udah seneng"jawab farah
"Untung istri sendiri"ucap attar lirih
"Kamu ngomong apa sayang?" Tanya farah
"Ga ada sayang kamu salah dengar aja itu"jawab attar
Farah hanya menganggukkan kepalanya,tak lama setelah itu para sahabat farah pun telah selesai berganti baju. Farah tersenyum lebar menatap suami dan sahabatnya. Mereka saat ini sudah seperti pohon pelangi berjalan.
"Ayo berangkat"ucap farah semangat
__ADS_1
Para sahabat mereka hanya bisa pasrah saja,entah ada apa dengan farah hari ini. Ia sangat menyebalkan lihatlah dengan tanpa dosa nya ia terus tersenyum. Sangat jarang bahkan tidak pernah farah memberikan senyuman nya itu kepada orang.
"Queen ini sampai kapan kami pakai baju seperti ini?"tanya winda
"Sampai kita tiba dikanada kalian diem deh gue lagi males denger suara kalian"jawab farah dingin
Mereka semua ternganga mendengar ucapan farah,mood wanita itu berubah-ubah. Tadi saja terus cengengesan dan sekarang kembali ke stelan awal.
"Itu orang kenapa sih kesambet dimana dia coba? Tadi aja cengengesan sampai kering tu gigi dan lihat sekarang malah balik ke stelan awal"sungut winda kesal
Yang lain hanya diam. Mereka hanya bisa pasrah saat ini menerima nasib.
Attar pun hanya diam dia sejujurnya juga tidak paham akan sifat istrinya itu. Daripada menimbulkan kemarahan lebih baik ia diam saja.
"Sayang"panggil farah berbisik
"Iya bee ada apa hmm" sahut attar lembut
"Nanti dijet kita ninuninu yu aku pengen ngerasain bulan madu diatas awan"ucap farah berbinar
"Boleh sayang aku ikutin mau kamu"sahut attar dengan hati yang memekik senang
"Okee aku mau tidur dulu ngantuk soalnya"ucap farah lalu merebahkan kepalanya dipundak attar
Yang lain pun juga begitu,mereka memilih dian dengan kesibukan masing-masing.
"Dia kenapa sih? Gue harus cari tahu ni! Tapi gimana caranya ya"batin winda masih memikirkan keanehan farah
~
Dikanada kini masih sama fani masih setia berada disamping suaminya yang masih belum ada tanda-tanda untuk sadar.
"Besok aku tidak bisa menemani kalian disini,aku harus mencari tahu dimana saat ini keberadaan si tua bangka itu"ucap benu
"Dia kabur mas?" Tanya viana
"Sepertinya tapi mas juga belum tahu pasti,setelah kemarin mayat anak buah nya mas kirimkan pada dia bawahan mas mengatakan jika pria tua itu berpindah posisi"jawab benu
"Dia harus mendapatkan balasan atas apa yang terjadi pada suamiku! Aku tidak ingin dia hidup senang diluar sana"sahut fani
"Kamu tenang saja,yang perlu kita pikirkan saat ini adalah bagaimana cara memberi tahu farah. Tidak mungkin kita menutupi ini terlalu lama"ucap benu
Fani terdiam sambil menatap ke arah suaminya,ia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada putrinya itu.
"Aku takut farah akan marah"cicit fani
"Semakin lama memberitahu itu juga akan membuat ia marah"sahut benu
"Aku harus bagaimana mas"lirih fani
Happy reading
__ADS_1