
Pagi ini masih sama seperti kemarin mereka sedang bersiap untuk pergi kesekolah karena masih dalam suasana ujian.
Para ciwi-ciwi hari ini tidak membawa kendaraan karena akan dijemput oleh sang pangeran hati masing-masing.
"Mom,dad nanti Farah izin pulang telat ya Farah mau ke perusahaan" ucap Farah meminta izin
"Iya sayang hati-hati yaa kamu jangan sampai kecapekan" ucap Feni lembut
Farah hanya menganggukkan kepalanya lalu ia dan yang lain pamit pergi kesekolah. Saat mereka keluar ternyata para pria sudah menunggu disana.
"Pagi ayangg" Sapa Steven pada Winda
"Pagi juga ayang" balas Winda centil
Ctak!
Devita menggeplak jidat mulus Winda. Ia kesal pada Winda pagi-pagi begini sudah disuguhi pemandangan yang membuat jiwa jomblo nya meronta-ronta.
"Aduh! Apaan si lo main geplak jidat paripurna gue aja" ucap Winda kesal
"Siapa suruh pagi-pagi ngebucin hah! Baru juga keluar rumah udah bucin aja Lo" sinis Devita
"IRI BILANG BOSS!" teriak Winda dan Steven serempak lalu mereka saling pandang dan tertawa bersama.
Kekesalan Devita bertambah ia sudah menggerutu tidak jelas ditempatnya. Sedangkan yang lain hanya bisa terkekeh melihat tingkah pasangan absurd itu.
"Udah ayok berangkat" ucap Farah
"Let's go!" Teriak mereka bersama
Mereka langsung bersiap naik kemotor pasangan masing-masing. Ya bisa dibilang begitu lah! Walaupun yang baru resmi hanya Chelsea dan Winda.
Attar melajukan motor nya terlebih dahulu. Attar membawa motor nya dengan kecepatan sedang. Ia tidak ingin terburu-buru karena waktu masih ada 30 menit lagi dan jarak kesekolahan mereka tidaklah jauh.
Brum! Brum!
Motor sport milik mereka telah sampai diarea parkir. Masih seperti biasa mereka selalu menjadi pusat perhatian. Diujung koridor ada seorang gadis yang mengepalkan tangannya saat melihat perlakuan romantis Alex kepada Chelsea.
"Lihat aja gue akan buat lo dibenci sama semua orang" ucap gadis tersebut
Ia selama ini diam-diam mengagumi Alex. Namun ia tidak berani untuk mendekati nya. Jadilah ia memantau dari kejauhan.
Kring!kring!
Bel masuk pun berbunyi mereka langsung bergegas masuk ke kelas masing-masing. Tak lama setelah itu guru pun datang. Ujian pun langsung dimulai.
~
"Hari ini jadwal kamu periksa kandungan kan" tanya Erlangga kepada Bella
Erlangga memang meminta Bella untuk merubah panggilan nya menjadi aku kamu. Kata Erlangga biar lebih akrab dan tidak canggung lagi.
"Iya benar nanti aku pergi sendiri saja" jawab Bella
"Tidak aku akan mengantarmu nanti!" Ucap Erlangga
"Em tapi nanti aku ingin mampir dulu ke kedai es krim" cicit Bella
Erlangga terkekeh mendengar cicitan Bella.
"Apapun yang kamu inginkan katakan saja padaku sebentar lagi kamu juga akan menjadi tanggung jawab ku" ucap Erlangga
"Tapi maaf sampai detik ini dihatiku tetap ada nama Farah" ucap Erlangga dalam hati
~
Farah dan kawan-kawan nya saat ini sedang berada dikantin. Setelah mengikuti dua ujian kini mereka akan mengisi tenaga yang terkuras karena sejak pagi sudah disuruh berpikir.
"Guys gue ke toilet dulu ya" pamit Chelsea
__ADS_1
"Mau aku temani ga?" Tawar putri
"Ga usah gue bukan anak kecil bentar juga kok" ucap Chelsea menolak
Setelah itu ia langsung pergi ke toilet. Tak Chelsea sadari jika saat ini seseorang yang memperhatikan dia dari jauh.
"Lihat apa yang bakal gue lakuin dan buat Lo bakal dibenci sama semua orang termasuk Alex" ucap gadis tersebut sinis
Gadis tersebut juga menuju toilet keadaan toilet sepi hanya ada terdengar suara Chelsea yang sedang bernyanyi. Gadis tersebut masuk ke bilik toilet satunya. Ia pun langsung merubah tampilan nya menjadi seorang gadis cupu. Ia juga mengacak-acak rambutnya. Ia juga menampar pipinya agar terlihat memerah. Ia sudah tidak lagi mendengar suara Chelsea seperti nya ia sudah kembali ke kantin. Ketika mendengar ada orang masuk gadis tersebut langsung pura-pura menangis.
"Hei kau kenapa" tanya seorang cewe seperti nya ia kelas 12
"Hiks! Hiks!" Bukan nya menjawab gadis tersebut makin terisak
"Astaga! Siapa yang sudah membuly kamu" ucap gadis tersebut sebut saja namanya Caca
"A-aku t-tidak berani menyebutkan nama nya kak" cicit gadis tersebut
"Nama kamu siapa" tanya Caca
"Feby kak" jawab Feby masih pura-pura terisak
"Katakan padaku siapa yang sudah membuly kamu" ucap Caca lagi
"Tapi kakak jangan marahin dia ya kak! Ini sudah biasa aku terima kak saat dia membuly aku" ucap Feby
"Aku tidak janji! Ini sudah melanggar aturan sekolah cepat katakan siapa yang sudah membuly kamu" cecar Caca lagi
"C-chelsea kak" jawab Feby menunduk
"Chelsea?" Beo Caca
"D-dia anak baru kak temannya Farah" jawab Feby lagi
"Oh jadi dia anak baru! Berani sekali dia membuly siswi disini! Ayo ikut aku kita cari dia" ucap Caca sambil membantu Feby berdiri
"Sudah tidak apa-apa ada aku dan temanku" jawab Caca meyakinkan
"Tunggu dikantin Chelsea" ucap Feby dalam hati
Sedangkan dikantin mereka kini sedang asik makan dan sesekali bercanda gurau. Keadaan masih terlihat biasa saja hingga segerombolan kakak kelas memasuki kantin dengan tatapan marah.
BRAK!
"Anjwingg"
"Bangsat!" Ucap spontan Winda dan Steven
Mereka semua terkejut melihat kedatangan kakak kelas tersebut dalam keadaan marah.
"Heh! Apa-apaan ini main geprak meja kita hah" ucap Winda kesal
Bagaimana tidak kesal ia sedang asik makan bakso lalu dikagetkan dengan kedatangan kakel yang tidak punya sopan santun itu. Untung saja bakso nya tidak nyangkut dileher Winda bisa-bisanya nanti ia tinggal nama saja.
"Mana yang namanya Chelsea" tanya Caca sinis
"Gue" jawab Chelsea singkat
Tanpa aba-aba Caca langsung menarik rambut panjang Chelsea. Tindakan Caca tersebut justru membuat semua orang melototkan matanya.
"Heh! Apa-apaan ini lepasin ga" teriak Chelsea marah
Alex yang melihat kekasih nya diperlakukan seperti itu jelas tidak terima. Ia membantu melepaskan genggaman Caca dari rambut Chelsea.
"Lepasin atau Lo gue patahin" ucap Alex dingin
Seketika Caca langsung melepaskan tarikan nya pada rambut Chelsea. Chelsea langsung menatap tajam caca.
"Maksud lo apa narik rambut gue hah! Kenal juga engga" ucap Chelsea emosi
__ADS_1
"Seharusnya gue yang nanya apa maksud lo ngebuly Feby ditoilet hah! Udah merasa paling cantik disini iya? Padahal Lo itu anak baru!" Ucap Caca uang yang membuat mereka disana bingung
"Feby? Feby siapa anjir! Gue aja ga kenal yang namanya Feby! Dan sejak kapan gue ngebuly dia hah!" Jawab Chelsea tak terima
"Ini buktinya" ucap caca sambil menarik tangan Feby yang bersembunyi dibelakang nya
Farah yang melihat itu pun menyeringai. Ia tahu siapa gadis ini. Ia juga tahu jika gadis ini tadi mengikuti langkah Chelsea ke toilet.
"Oh jadi Lo Feby? Tadi Lo bilanh gue ngebully Lo iya?" Tanya Chelsea langsung
Chelsea bukanlah orang yang sabar. Ia juga tidak suka bertele-tele.
"Mau gue perlihatkan ga cara gue ngebully gimana" ucap Chelsea dingin sorot mata nya pun menajam.
Mereka semua merinding mendengar suara dingin Chelsea. Selama ini Chelsea tidak pernah memperlihatkan siapa dia sebenarnya. Ia masih bersikap biasa saja.
"M-maksud kamu apa" cicit feby sambil melirik ke arah Alex
KRAKK!
Tanpa aba-aba Chelsea mencekram dagu Feby. Sorot mata nya menajam.
"Lo tau gue ga suka diusik! Gue tau sejak tadi pagi Lo selalu memperhatikan gue! Gue juga tau kalo selama ini Lo suka sama Alex! Lo sengaja ngelakuin ini agar gue dibenci semua orang termasuk Alex!" Ucap Chelsea langsung
"Lo mau dibully"? Tanya Winda tak kalah dingin
SRAK!
"Arghhh" teriak Feby saat tangaj dipelintir oleh Winda
Devita tak tinggal diam ia langsung menarik rambut Feby. Sungguh! Kerja sama yang baik.
"Ini gue baru ngebully Lo" sinis Chelsea
"T-tolong g-gue minta m-maaf" ucap Feby terbata ia saat ini sudah menangis menahan rasa sakitnya
"Lepas" ucap Farah dingin
Mereka bertiga menurut dan langsung melepaskan Feby. Feby langsung terduduk sambil menangis menahan sakit.
"Lain kali kalo mau cari lawan harus yang seimbang! Dan juga kalo Lo beneran suka sama Alex ga ngegunain cara bocah kayak gini buat menarik perhatian orang-orang" ucap dingin Farah
"Dan buat lo kakel! Kalo ga tau apa-apa jangan ikut campur! Kalo lo gamau kepala Sama kaki Lo pisah" ucap Chelsea dingin
"Dasar manusia ga jelas! Cari tau dulu siapa lawan kalian kalo ga mau mati sia-sia" sinis Devita
"Bunuh aja sekalian tangan gue udah gatel" sahut Winda dingin
"Ikut dong" timpal putri riang
Mereka semua menganga mendengar ucapan putri. Dengan santai dan riangnya ia mengatakan seperti itu. Orang lain saja sudah merinding mendengar ucapan para most wanted girls itu.
"Ayok pulang" ajak Arif langsung menarik tangan putri
"Ck! Temen siapa si itu" ucap Steven tak habis pikir
"LO" Ucap mereka sambil menunjuk Steven
"Bangsul" gerutu Steven
Feby masih terisak. Alex mendekati Feby. Semua orang terkejut melihat itu termasuk Chelsea.
"Jangan gunain hal murahan kayak gini buat narik perhatian gue! Karna gue ga suka sama cewe yang udah bekas pakai" ucap alex dingin dan lantang lalu pergi menarik tangan Chelsea
Kini semua pandangan tertuju kepada Feby yang kini sudah menegang ditempatnya. Bisik-bisikan pun mulai terdengar ditelinga mereka semua.
"Dari mana dia tahu" ucap Feby dalam hati
HAPPY READING:)
__ADS_1