
Setelah selesai dengan kuliah mereka kini mereka semua sudah bersiap untuk pulang. Steven dan yang lainnya sedang menunggu attar dan farah. Entah kemana pasangan itu.
"Loh attar mana?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul
"Ck lo bisa ga si kalo datang itu kasih aba-aba kek,udah kek jelangkung aja lo"sinis winda
Cici tidak menghiraukan gerutuan winda,matanya masih berkelililng meñcari keberadaan attar. Para sahabat attar dan farah pun hanya diam,mereka merasa engga untuk menimpali cici.
"Eh lo pada dengar info ga sih? Katanya anak dari kampus sebelah mau demo ke kampus kita"ucap mahasiswi yang lewat
"Demo ngapain? Emang kampus kita punya masalah apa sama mereka?" Sahut siswi yang lain
"Gue kurang paham si pokoknya ini tuh ada sangkut pautnya sama kematian siswi beberapa bulan yang lalu. Katanya ni siswi yang meninggal di kampus kita itu punya kakak yang ada dikampus sebelah. Nah intinya si kakaknya ini curiga sama salah satu mahasiswa kita"ucap siswi pertama
"Ah gue gak mau ikut campur,bukannya masalah itu udah ditutup ya masih aja ternyata"sahut siswi
Percakapan mereka sejak tadi didengar oleh beberapa pasang telinga. Salah satunya adalah farah dan attar,mereka sudah tiba beberapa menit setelah percakapan tersebut. Cici masih belum sadar jika saat ini attar sudah ada.
Farah menatap ke arah inti angel wings dengan tatapan yang sulit diartikan. Raut wajah mereka pun terlihat dingin.
"Beberapa bulan yang lalu? Berarti sempat ada masalah besar disini dan tidak ketahuan oleh daddy dan yang lain? Berarti dalang dibalik ini semua bukan orang sembarangan"batin farah
"Ayo pulang"ucap farah
Cici menoleh ke arah belakang dan tersenyum lebar ketika melihat attar. Farah menatap dingin ke arah cici yang tidak tahu malu.
"Attar nanti malam temani aku ya aku jemput kamu. Boleh minta alamat rumah kamu?" Tanya cici tersenyum di akhir
Attar masih diam malah kini ia menatap ke arah istrinya. Attar tahu jika sejak tadi farah terus memikirkan danu dan jordan. Tidak bisa dipungkiri jika perasaan attar juga tidak karuan.
"Attar ih aku disini"rengek cici sambil memeluk lengan attar dengan berani nya
Bruk!
Attar yang sangat tidak suka dipegang oleh wanita lain pun mendorong cici secara kasar. Kejadian itu membuat beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang belum pulang melihat ke arah mereka.
"Ternyata lo benaran murahan ya? Udah cuekin masih aja ngedeketin attar"sinis chelsea
"Urat malu nya dimana mbak? Kok ngejar-ngejar mulu"cibir devita
"Padahal kakak kelas loh! Harusnya si punya harga diri lah ya"sambung winda
"Mukanya tebal sama kayak make up nya"celetuk putri
__ADS_1
Cici mengepalkan tangannya marah,ia merasa tidak terima diperlakukan seperti ini. Ia berdiri lalu menatap sekumpulan remaja tersebut dengan wajah marahnya.
"Brengsek! Lihat aja gue bakal bikin perhitungan sama kalian semua! Gue bakal bikin kaliam ga betah ada dikampus ini"marah cici
"Uuhhh takuttt"sahut winda dengan wajah tengilnya
Steven tertawa melihat wajah kekasihnya,untuk julid bisalah winda maju paling depan. Cici menggeram marah apalagi saat melihat attar seperti tidak memperdulikannya. Ia pergi dari sana dengan marah dan kaki yang dihentakkan.
"Markas ada hal penting yang harus kita bicarakan"ucap farah serius
"Baik queen"sahut mereka semua
Para perempuan naik ke motor pasangan masing-masing. Farah juga langsung nemplok dan memeluk attar. Attar dengan senyuman mengembang melihat ke belakang dan menyempatkan mencium bibir kekasihnya.
~
Berbeda lagi kini dirumah fani menangis mendengar kabar jika suaminya terluka. Inilah hal yang ia takutkan,takut hal seperti ini terjadi kepada orang tersayangnya.
"Aku mau ke kanada via aku mau berada disampung suamiku,dia pasti sedih karena sendirian"tangis fani
"Tunggu kabar dari jhonson dulu ya fan kita tidak tahu apakah sudah aman atau belum disana,kita juga harus memastikan farah tidak tahu hal ini"ucap viana
"Hiks! Apakah orang tersebut sudah mati via?" Tanya fani
"Bagaimana jika farah menanyakan hal ini pada kita? Apa yang harus kita jawab? Aku juga yakin jika pria itu masih hidup farah akan membunuhnya"ucap fani
"Kita pikirkan itu nanti ya sekarang kamu tenangkan diri kamu dulu,hapus air mata kamu. Nanti kalo anak-anak pada curiga bagaimana?"tanya viana
"Baik aku bersih-bersih dulu sekalian packing ya kita berangkat hari ini. Untuk alasan kepada farah aku yang akan memikirkannya"jawab fani lalu berdiri dari duduknya
Viana menghela napas panjang,ia tahu dan amat sangat tahu perasaan besannya itu. Sebenarnya viana juga takut dan khawatir dengan keadaan suaminya kala itu.
~
Dirumah sakit terbaik dikanada Benu tidak tanggung-tanggung ia langsung mendatangkan dokter terbaik untuk menangani sahabat sekaligus besannya.
Ceklek!
Dokter keluar diikuti beberapa suster,benu langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan teman saya dok?" Tanya benu
Dokter tersebut menghela napas sebelum menjawab pertanyaan benu.
__ADS_1
"Peluru tersebut berhasil kami angkat,kami juga sudah memberi penanganan pada pasien. Didalam peluru tersebut terdapat racun yang berbahaya,dan sebagian racun tersebut sudah menyebar pada sel-sel saraf dan membuat kerja saraf terhenti. Dengan berat hati saya mengatakan jika saat ini pasien koma"jawab dokter tersebut
Deg!
Benu terdiam mendengar ucapan dokter tersebut. Tangan nya mengepal kuat mengingat jika penyebab danu koma masih hidup membuat emosi nya menaik.
"Lakukan apapun yang terbaik untuk teman saya! Saya akan bayar berapapun biayanya"ucap benu
"Sudah menjadi bagian kami tuan untuk merawat pasien dengan baik"sahut dokter tersebut lalu pamit
Benu mendaratkan bokongnya pada kursi,matanya terpejam. Ia bimbang apakah ia harus memberitahukan hal ini kepada fani dan farah?
Drtt! Drtt!
"Hallo sayang" ucap benu
"Mas bagaimana keadaan danu? Dia baik-baik sajakan? Aku dan fani akan segera ke kanada mas"sahut viana
"Hati-hati sayang mas tunggu kalian disini ya. Telpon mas tutup dulu mas mau membeli makanan"ucap benu lalu memutuskan panggilan karena ia melihat seseorang yang sedang mengawasinya
Benu mengirimkan pesan kepada tangan kanan nya yang ada dikanada. Ia meminta untuk memberikan penjagaan yang ketat untuk danu dan fani serta istri nya nanti.
~
Dimarkas black devil kini semua orang sedang menunggu farah untuk berbicara. Sejak sampai tadi farah terus saja diam dan jika ditanya ia selalu berkata tidak apa-apa.
"Kalian dengar sendiri bukan obrolan dua mahasiswi tadi,beberapa bulan yang lalu ada seorang mahasiswi meninggal dikampus dan sepertinya motif nya tidak diketahui." Ucap farah
"Menurut dari apa yang gue tangkep tadi kasus ini udah ditutup selama beberapa bulan ini. Dan hari ini sepertinya kasus itu akan dibuka kembali dengan aksi demo"sahut winda
"Dan hebatnya kok bisa masalah ini ga terendus dunia luar termasuk daddy danu"timpal devita
"Apakah ada dalang dibalik ini semua?"tutur chelsea
Semua orang terdiam mendengar perkataan keempat perempuan tersebut. Farah yakin ada yang membantu menutupi masalah ini.
Ting!
Handphone mereka semua kompak berbunyi farah mengambil handphone nya diikuti yang lain.
'TIDAK USAH IKUT CAMPUR JIKA TIDAK INGIN JADI KORBAN SELANJUTNYA'
Happy reading
__ADS_1