
Farah terdiam mencerna ucapan Danu. Ia melihat mommy nya yang kini menetap nya dengan sendu.
"M-maksud Daddy apa?" Tanya Farah bingung
"Bantu Attar sayang! Itu sangat menyiksanya! Kalo kamu tidak mau Daddy bisa meminta teman Daddy untuk membawakan perempuan yang ada di club' nya untuk membantu Attar" jawab Danu
Mata Farah melotot mendengar ucapan daddynya. Ia melihat ke arah Attar yang kini bergerak tidak nyaman. Ia memejamkan matanya sejenak mencoba mencari jalan keluar lain.
"Mandi, ya coba kamu mandi! Air dingin pasti membuat obat tersebut kurang bereaksi lagi" ucap Farah
"Tidak ada salahnya dicoba! Jika tidak bisa kamu mau kan sayang? Setelah ini kalian langsung menikah saja" sahut Jhonson
Farah tidak menjawab ia membawa Attar ke dalam toilet. Lalu ia memutar shower agar membasahi tubuh Attar. Attar memejamkan matanya mencoba mengurangi rasa aneh ditubuhnya. Ia membuka matanya dan melihat tatapan mata polos dari kekasihnya.
"Gimana? Udah mendingan kan?" Tanya Farah
"Sedikit berkurang tapi masih terasa sesak sayang" jawab Attar serak
"Aduh gimana dong! Masa iya aku belah duren malam ini! Aku belum siap Lo! Terus itu nanti gimana dong" oceh Farah bingung
"Sayang! Kita kan mau menikah juga! Kita juga mau lulus sayang" ucap attar
"Ck! Bukan masalah nikah nya! Aku itu lagi mikir caranya nanti gimana kalo mau bantu kamu!" Omel farah
"Kamu diam aja nanti biar aku yang bekerja" sahut Attar
"Katanya kamu tersiksa dengan itu semua! Kok kerja sih" ujar Farah
Tak mereka sadari sejak tadi sudah ada beberapa pasang telinga yang menguping pembicaraan pasangan itu. Winda berusaha menahan tawanya saat mendengar pertanyaan polos dari Farah.
"Astaga naga! Itu anak polos banget" kekeh Winda
"Mas kamu yakin dengan ini semua? Emang ga ada cara lain buat membantu Attar" tanya fani
"Aku tidak tahu sayang! Kita tinggal menunggu cara dari Farah ini berhasil atau tidak! Jika tidak ya terpaksa Farah harus membantu attar" jawab Danu lesu
Ceklek!
Pintu toilet pun terbuka keluarlah Attar dan Farah dari dalam. Senyum mengembang diwajah Farah. Mereka semua mengernyitkan dahi melihat Farah tersenyum.
"Gimana tar?" Tanya Alex
"Udah gapapa kok dia udah mendingan! Bagus kan ide gue! Untung gue bisa mikir jadi gue ga jadi deh belah duren" jawab Farah masih tersenyum
Alex dan teman yang lain mengulum senyum melihat wajah frustasi attar. Mereka tahu pasti Attar sangat berharap bisa membobol gawang Farah namun Farah sangat cerdas sehingga harapan' Attar gagal.
"Dad dimana orang tua Fanya?" Tanya Farah kembali ke mode dingin nya
__ADS_1
"Orang tua nya sudah Daddy bawa ke markas kamu! Bersyukurlah Attar kamu selamat dari rencana licik mereka. Setelah Daddy selidiki Fanya sengaja menjebak kamu agar kamu mau menikah dengan nya! Setelah itu dia bisa meminta kamu untuk membantu perusahaan ayah nya yang sedang turun" ucap Danu
"Kurang aja sekali mereka! Berani-berani nya mereka berpikir licik seperti itu" sahut Jhonson marah
"Permisi" ucap seseorang yang masuk dalam kamar hotel tempat mereka kumpul saat ini
"Eh manten ada apa ini" tanya Fani sambil tersenyum
Yah! Yang datang barusan adalah Erlangga dan Bella. Entah apa lagi tujuan mereka datang ke sini.
Bella dan Erlangga berjalan ke arah mereka semua. Attar langsung menarik tubuh Farah agar berada dalam dekapan nya.
"Kami datang kesini ingin meminta maaf kepada Attar dan Farah" ucap Erlangga
Mereka semua masih diam, membiarkan Erlangga menyelesaikan ucapan nya.
"Gue tau selama ini gue salah sama kalian terutama farah! Maaf kalo udah bikin lo risih. Gue ga bisa bohong Kao dulu gue emang menginginkan Lo! Gue terobsesi sama Lo!" Ucap Erlangga
"A-aku juga mau minta maaf sama kak Attar! Maaf kalo selama ini aku sering buat kakak risih! Jujur saat itu aku memang menyukai kakak, bahkan aku ga rela lihat kakak dekat dengan kak Farah. Aku melakukan segala macam cara agar kakak melirik aku! Tapi semuanya sia-sia" ucap Bella tertunduk
Farah menghela napas panjang mendengar ucapan dua manusia didepan nya saat ini.
"Gue udah maafin kalian! Gue minta sama Lo!" Tunjuk Farah pada Erlangga "Fokus sama Bella dan anak yang ada dalam kandungan dia! Stop buat main-main Lo udah mau jadi ayah" ucap Farah
"Gue udah sayang dan cinta sama Bella! Gue serius sama dia! Dan sorry ya kemarin gue yang ngasih obat perangsang itu kepada Fanya! Dia ngajak gue kerja sama lagi,gue iyain aja biar dia kapok! Dia ga tau kalo gue cuman pura-pura nolongin dia" sahut Erlangga
Bug!
"Lo tau ga! Gara-gara obat sialan ini pertunangan gue sama Farah hampir batal! Gue bakal bunuh kalo sampai semua itu terjadi" desis Attar
"Sorry maksud gue saat itu biar Fanya jera! Dari jauh hari dia selalu ngomong buat mau nyingkirin Farah karena beranggapan Farah yang menghalangi dia buat dekat sama lo" ucap Erlangga
"Iya terima kasih untuk niat baik kamu! Terimakasih juga sudah memberi tahu dengan cepat tadi jika Attar telah dalam pengaruh obat tersebut" ucap Danu
"Baik om Tante anggap aja ini sebagai ucapan maaf dari kami! Kalo begitu kami permisi dulu" pamit Erlangga
"Huh! Akhirnya si kadal buntung itu sadar juga ya" ucap Winda
"Kayak nya mak lampir itu berhasil menaklukkan hati kadal buntung" sahut Chelsea
Mereka semua terkekeh mendengar ucapan Winda dan Chelsea.
"Dad,mom Farah mau langsung ke markas" ucap Farah
"Baiklah Daddy ikut" sahut Danu
"Mommy juga ya dad" timpal Fani
__ADS_1
Akhirnya mereka semua memutuskan untuk ikut ke markas Farah. Hanya putri dan Arif yang pulang karena putri sedang tidak enak badan.
1 jam menempuh perjalanan kini mereka sudah tiba di markas milik Farah. Anggota Red Devils yang melihat Queen nya datang langsung membungkuk hormat.
Farah langsung pergi menuju kamarnya untuk mengganti pakaian. Danu membawa semua orang ke dalam ruangan pribadi Farah. Mereka akan melihat dan mendengar apa saja yang nanti akan dilakukan oleh Farah.
"Kita melihat dari sini saja! Aku tak yakin kalian mampu melihat nya" ucap Danu
"Aku memang kejam tapi sepertinya tidak sekejam putri mu" kekeh Jhonson
"Buka" titah Farah
Suara Farah terdengar ditelinga mereka semua. Steven dan Bimo berdecak kagum melihat kecanggihan ruangan milik Farah ini.
"Lepasin gue brengsek!" Teriak Fanya saat melihat Farah datang
"Lepaskan saya dan juga suami saya! Kamu itu masih kecil sudah berani melakukan hal seperti ini! Lihat saja saya akan laporkan kamu kepolisi" murka Erina
"Attar plis tolongin gue! Gue yakin lo datang kesini mau nolongin gue kan! Perlu Lo ingat didalam perut gue ada bayi Lo" ucap Fanya berbohong
Hal tersebut mampu menyulutkan emosi Farah! Farah berjalan ke arah Fanya dengan tatapan tajam dan raut wajah dinginnya.
Plak! Plak!
Bug!
Farah menampar dan menendang tubuh Fanya hingga tersungkur. Ia sudah muak melihat drama wanita didepan nya ini.
"Fanyaaaaa" teriak Erina dan Robbert
"Heh ****** kecil! Berani sekali kamu menyakiti putriku!" Teriak Erina murka
Plak!
Satu tamparan mendarat dipipi Erina. Pelaku nya adalah Attar. Ia menatap Erina dengan wajah dingin nya.
"Berani sekali anda menyebut tunangan saya dengan kata kotor seperti itu! Apa anda tidak sadar diri jika putri anda adalah ****** yang sebenarnya! Melalukan hal menjijikkan hanya untuk mendapatkan uang! Menjebak saya agar mah menikahi diriny" desis Attar
"Lo bilang didalam sini ada bayi? Anak Attar?" Tanya Farah, Fanya dengan bodoh nya malah menganggukkan kepalanya
"Gue penasaran sama bentuk bayi nya! Gimana kalo gue bedah dulu buat ngeliat nya" kekeh Farah yang terdengar mengerikan
"A-apa m-maksud Lo" tanya Fanya terbata
"Bermain bedah-bedahan gimana mau?" Tanya Farah dengan tatapan polosnya
"****! Pengen aku karungin juga kamu sayang!" Batin Attar
__ADS_1
HAPPY READING ❤️