
"Ku bukan dokter cinta ku bukan dokter bedah aku hanyalah dokter gadungan hahaha" Steven bernyanyi didalam kamar mandi dengan merubah lirik nya
"Sayanggg bapakku penguasa tambang,Sakit hati dompet tipis,bagiku luar biasa" lagi dan lagi Steven konser dadakan didalam kamar mandi
"Om om tolonglah aku sedang jatuh cinta,cinta pada pandangan pertama uyehhh treng tong tong tang toeng" heboh Steven
"STEVENNNNNN" teriak wanita paruh baya dari depan kamar Steven
Steven yang mendengar teriakkan tersebut terlonjak Kaget. Sampai matanya terasa perih karena shampo.
"APAAAAAAAA" jawab Steven ikutan berteriak
"CEPATLAH HARI SUDAH SIANG" Teriak wanita tersebut menggema
"Haish teriak-teriak saja seperti didalam hutan saja" gerutu Steven
Ceklek!
Pintu kamar mandi terbuka. Terlihat lah Steven keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi area bawah nya saja. Dadanya yang bidang terpampang jelas. Sungguh pemandangan yang indah hehehehe.
Steven segera bersiap lalu turun kebawah menuju meja makan. Disana sudah ada papa dan mama nya yang sedang menunggu dia.
"Apa ini tatapan nya seperti itu aku tau pa ma anak mu ini memang tampan" ucap Steven narsis
"Ck kamu itu ya sudah ditunggu dari tadi cepatlah papa sudah lapar dan harus segera keperusahaan" ucap papa Steven
"Ya ya makan tinggal makan kan kita beda mulut" jawab Steven enteng
Tidak ingin lagi berdebat dengan anaknya mereka segera sarapan karna sudah siang. Beberapa menit mereka sudah selesai sarapan.
Setelah pamit dengan orang tuanya Steven segera melajukan motornya menuju sekolahnya.
PARKIRAN SMA ADIWIYATA B
BRUM BRUM BRUM
Empat motor sport mewah memasuki halaman parkir sekolah. Motor asing tersebut memantik rasa penasaran para manusia yang berada disekolah tersebut.
BRUM
BRUM
BRUM
4 motor sport memasuki area parkir. Mereka yang sudah tahu siapa pemilik motor tersebut tidak merasa heran lagi. Para most wanted tersebut mengernyitkan dahi saat melihat 4 motor asing yang berada tak jauh dari mereka.
Secara serentak kelima manusia tersebut membuka helm semua orang yang melihatnya ternganga. Mereka kira empat motor tersebut adalah murid baru ternyata itu adalah Farah dkk.
Farah memang sengaja hari ini tidak membawa mobil karena ia merasa bosan. Jadilah mereka membawa motor masing-masing dengan putri yang dibonceng oleh Devita.
"Anjir keren banget ya mereka" ucap Steven
"Gila sih kelihatan banget badgirl nya mereka" ucap Alex
"Ya Allah semoga salah satu dari mereka berjodoh sama gue" ucap Bima
__ADS_1
Plak!
"Mana mau mereka sama lu ege banyak minus nya" ucap Steven
"Bangsat lo ngapain geplak gue hah" sahut Bima tak terima
"Na- ucapan Steven terhenti ketika mendengar teriakkan seorang wanita.
"KAK ATTAR" Teriak gadis yang tak lain adalah Bella
"Huh huh huh gila capek banget yak lari sambil teriak" ucap Bella ngos ngos-ngosan.
Attar dan kawan-kawan menatap ke arah Bella dengan pandangan datar nya. Entah kenapa ketika bersama Bella mereka tidak bisa berekspresi kecuali datar.
"Kak Attar nanti pulang antarin ya soal nya Daddy lagi ada urusan" ucap Bella sambil memegang lengan Attar
Attar tidak menjawab ia langsung menghempaskan tangan Bella dari lengan nya. Menurut Attar Bella ini seperti tidak mempunyai malu sudah berkali-kali ditolak masih saja mempunyai muka untuk mendekati dirinya.
Tanpa menjawab Attar langsung meninggalkan area parkir dan menuju kelasnya. Karena Farah dkk juga sudah meninggalkan area parkir. Tak menyerah Bella terus saja mengikuti langkah kaki Attar.
"Kak nanti jajan dikantin barengan ya" ucap Bella dengan nada manja.
Masih dicuekin oleh Attar Bella tidak menyerah ia terus saja berbicara.
"Kak nanti aku traktirin deh" ucap Bella tak menyerah
"Berhenti ganggu gue bangsat! Gue diam bukan berarti gue menerima kehadiran Lo! Gue masih menghargai lo sebagai perempuan! Gue bisa melakukan hal kasar kalo lo masih ganggu gue! Ucap Attar dengan nada tinggi
Bella terdiam mendengar bentakan dari Attar. Lidah nya kelu untuk menjawab ucapan Attar.
DIDALAM KELAS
"Ilfil banget gue sama cewek kek ulet bulu gitu" ucap Winda
"Iya anjir udah ditolak masih aja ngedeketin" sahut Devita
"Bedak nya tebal sama kayak mukanya" celetuk putri yang membuat atensi empat teman nya melihat ke arahnya.
Gluk!
Putri yang mendapatkan tatapan intimidasi dari teman nya pun menelan salivanya. Ia bingung mengapa teman nya menatap dirinya seperti itu? Apa dia salah berbicara?
"K-kenapa kalian melihat ku seperti itu"? Tanya putri
HAHAHAHAH tawa sekumpulan wanita cantik itu menggelegar dikelas tersebut. Semua atensi menoleh ke arah mejanya. Termasuk Attar dan kawan-kawan yang baru masuk dan berada diambang pintu.
Attar tertegun melihat Farah yang sedang tertawa lirih.
Cantik itulah kata yang tepat untuk mendeskripsikan Farah saat ini.
"Lo belajar darimana ngomong begitu" tanya Winda
"Ngomong yang mana"? Tanya putri tak mengerti
"Ck yang Lo bilang bedak nya tebal sama kayak mukanya" sahut Chelsea
__ADS_1
"Iya kan biasanya lo gak pernah mau ikutan ngatain orang" ucap Devita tertawa
Putri pun tersadar dengan ucapan nya. Ia langsung beristighfar. Putri hanya bisa cengengesan melihat kearah temannya.
"Ehmm" dehem seseorang
"Bisa minggir? Gue mau duduk" ucap Attar
"Oke" jawab Winda singkat
Tak lama setelah itu guru pun masuk dan langsung memulai pelajaran nya. 3 jam mereka mendengar penjelasan dari guru tersebut tentang sejarah dimana itu adalah pelajaran yang membuat mereka ngantuk.
Setelah 3 jam pelajaran sejarah dilanjutkan dengan pelajaran kimia lagi.
Kring! Kring!
Bel istirahat berbunyi semua penghuni kelas berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka. Begitu juga dengan Farah dkk.
Mereka memasuki kantin dan duduk dimeja biasanya. Winda memesan makanan dan minuman. Lalu mereka juga mengobrol dan sesekali tertawa karena obrolan mereka.
Makanan yang mereka tunggu pun datang. Mereka langsung melahapnya. Disela mereka makan ada tamu tak diundang datang ke meja mereka.
"Hallo boleh gue gabung sini" ucap pria tersebut
"Meja lain banyak kenapa mesti disini" ucap Winda ketus
Ia memang tidak menyukai kehadiran Erlangga. Menurut Winda Erlangga mempunyai niat terselubung untuk mendekati mereka.
"Gue pengen nya disini biar ada temen ngobrol" jawab Erlangga sambil melirik ke arah Farah yang sama sekali tak menggubris kehadiran nya
Tanpa menunggu persetujuan dari pemilik meja ia segera duduk tepat disamping Farah. Ia berusaha menarik perhatian Farah. Namun Farah tetap bersikap cuek.
"Em far gue boleh minta nomor Lo gak? Soalnya gue pindahan disini gue gak tau daerah sini" ucap Erlangga mencoba mengajak Farah ngobrol
"Gak" jawab Farah singkat
"Plis dong gue janji gak akan sebarin nomor Lo kok" ucap Erlangga
"Gimana?" Tanya Erlangga saat tidak mendapatkan jawaban dari Farah
Farah masih diam dia tidak menggubris perkataan Erlangga.
"Eh atau kalo engga gue kerumah lo aja ya main gue tau kok rumah Lo" ucap Erlangga keceplosan
Seketika Farah menatap kearah nya dengan pandangan tajam. Erlangga terkejut saat melihat tatapan Farah dan ia juga baru sadar dengan ucapan nya.
"Bajingan kenapa gue keceplosan" ucap Erlangga dalam hati
"Jadi selama ini lo yang menguntit kehidupan gue! Lo yang mencari tau semua tentang gue! Dan Lo juga yang selama ini mengirim mata-mata disekitar gue!" Ucap Farah dengan pandangan tajam dan aura yang dapat mengintimidasi
Deg!
HALLO SEGINI DULU YA LANJUT BESOK DISINI HUJAN. NANTI KALO ADA JARINGAN AKU UP LAGI
HAPPY READING:)
__ADS_1