
Setelah kemarin di buat heboh oleh berita Bella. Kini semua orang sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Kabar pernikahan Bella dan Erlangga pun sudah terdengar ditelinga mereka.
"Hoamm" Farah menguap sambil merentangkan tangannya
"Pagi dunia tipu-tipu" kekeh Farah
"Ngapain ya? Ini lah weekend" ucap Farah bingung
"Olahraga aja kali ya! Udah lama juga gue ga olahraga" ucap Farah sambil berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka dan bersiap.
Sedangkan dilantai bawah ada Winda dan Chelsea yang kini berebutan cemilan. Padahal cemilan dikulkas masih banyak.
"Ck! Lo ambil sendiri ih dikulkas masih banyak!" Ucap Winda kesal
Bagaimana tidak kesal ia sedang asik menonton kartun kesukaan nya dengan memakan cemilan kini diganggu oleh kedatangan Chelsea yang langsung merebut cemilannya.
"Gue malas kedapur! Lo aja gih sana yang ambil" ucap Chelsea santai
"Ck! Gue udah dari tadi dsini! Ini juga cemilan gue Lo ambil sendiri kenapa sih" sungut Winda kesal
"Malas jalan" sahut Chelsea
Seperti ia sangat suka membuat sahabat nya ini kesal. Terbukti sejak tadi ia hanya menjawa santai dengan mulut asik mengunyah.
"Apaan sih pagi-pagi dah ribut aja! Malu sama kambing tetangga!" Sahut Devita yang baru datang dari dapur
"Apa hubungan nya sama kambing tetangga"? Tanya putri ikut nimbrung
"Kambing Tetangga aja makan rumput bareng-bareng ga ribut lah ini! Pada rebutan" jawab Devita santai
"Eh anjir! Lu nyamain kita sama kambing gitu?" Sahut Winda semakin kesal
Devita hanya mengangkat bahunya acuh. Yang mana itu membuat Winda kesal. Saking kesalnya ia melempar bantal ke arah Devita. Devita yang tidak terima juga melempar balik. Dan terjadi lah aksi saling melempar.
Putri dan Chelsea hanya melihat saja mereka sedang asik memakan cemilan nya. Farah yang baru turun dari tangga hanya menghela napas. Sudah biasa bagi dirinya melihat pemandangan seperti ini.
"Kamu mau kemana Queen" tanya Danu mengagetkan Farah
"Olahraga dad" jawab Farah singkat
"Ayo! Daddy juga sudah lama tidak berolahraga" ajak Danu
"Ayo!" Seru Farah semangat
Danu dan Farah menuju ke ruang khusus olahraga yang ada dimansion ya. Sedangkan diruang keluarga ada Winda dan Devita yang masih adu bantal.
"Dad kenapa kepala ku sering sakit ya sekarang" tanya Farah disela jalannya menuju ruang olahraga
__ADS_1
"Sakit dibagian mana nya sayang?" Tanya Danu khawatir
"Di bagian belakang! Sakit nya datang sesekali tapi saat datang itu terasa sakit sekali" jawab Farah
"Nanti kita kerumah sakit ya! Kita periksa semua nya!"ucap Danu sambil mengelus kepala putrinya
Ia tentu saja merasa khawatir. Jarang sekali putrinya ini mengeluh,jika sudah mengeluh seperti ini sudah dipastikan ia tidak bisa menahan itu sendirian.
MANSION JHONSON
"Jadi maksud kamu anak nya satria itu ingin menjebak kamu agar kamu mau bertanggung jawab untuk anak yang dikandung nya saat ini?" Tanya Viana
"Iya mom" jawab Attar singkat
"Cih! Kenapa dia bisa berpikir seperti itu! Untung saja kamu tidak terkena jebakan dia. Mommy tidak mau punya menantu seperti dia!" Ucap Viana kesal
Benu dan attar hanya diam mendengarkan Viana mengomel. Ingin dijawab pun nanti ujung-ujungnya mereka yang akan diomelin.
"Jadi mommy ingin nya siapa yang menjadi menantu kita?" Tanya Benu
"Farah dong Dad! Mommy itu udah suka dan sayang banget sama Farah. Tingkah dia itu ga menye-menye seperti gadis yang pernah mommy temuin. Dan juga Farah itu anak yang mandiri terbukti kan jika diusia muda nya ia sudah bisa berbisnis hanya umur saja yang belum mencukupi untuk memegang Perusahaan" jawab Viana panjang lebar
"Yah! Daddy juga suka sama Farah! Dia gadis yang baik. Walaupun ya muka nya datar seperti anak kita" ucap Benu
"Pokoknya ya sayang! Mommy bakal restuin kamu sama Farah! Mommy bakal jadi sponsor diacara pernikahan kamu besok" ucap Viana semangat
"Pacaran aja belum udah bahas nikah" ucap attar dalam hati
"Kamu udah pacaran belum si sayang sama Farah?" Tanya Viana
"Belum mom" jawab Attar sambil merebahkan kepalanya dipaha Viana. Benu yang melihat itu mendelik.
"Kok belum sih? Kamu belum ngatain perasaan ya? Yaudah biar mommy aja yang nembak Farah untuk kamu" celetuk Viana membuat anak dan bapak tersebut melolot
"Biarkan Attar sendiri mom,dia udah besar!" Sahut Benu sambil menggelengkan kepalanya
"Tapi dad! Nanti kalo kelamaan keburu di ambil orang" ucap Viana
Attar terdiam mendengar ucapan mommy nya. Bisa saja apa yang dibicarakan mommy ini menjadi kenyataan. Tapi ia juga tidak bisa memaksa Farah untuk menerima nya.
Attar bergerak dari sofa nya. Ia berjalan ke lantai atas pergi ke kamarnya.
"Kamu kemana nak? Mommy kan belum selesai bicara" teriak Viana
"Mau kemarkas ada masalah" jawab Attar ikut berteriak
"Masalah apa?" Tanya Viana serius
__ADS_1
"Ada cicak kejepit" jawab Attar enteng
Viana terdiam mendengar jawaban anaknya. Ia sedang mencerna semuanya. Karena sejak tadi pikiran nya hanya membahas Farah. Benu sudah menahan tawanya melihat raut wajah istrinya.
Brum! Brum! Brum!
Bunyi motor Attar membuyarkan lamunan Viana. Ia tersadar dan langsung melototkan matanya.
"Yakkkk! Anak itu" teriak Viana kesal
Benu sudah melepaskan tawanya melihat wajah kesal istrinya. Ck! Istrinya ini memang sedikit lalo ( lambat loading ).
~
Saat ini para gadis-gadis dimansion Bagaskara sedang melakukan perawatan di mansion nya. Yah! Mereka bilang itu untuk persiapan ujian besok.
Karena malas keluar akhirnya mereka memanggil pihak salon untuk datang kerumah. Orang kaya bebas yaa.
"Habis ujian kita liburan yuu kan lumayan libur nya 2 Minggu" ucap Winda
"Boleh tu! Kita kemana ya bagus nya" tanya Chelsea
"Kita ke Paris,terus ke Kanada, Singapura" jawab Winda antusias
"Boleh,boleh" Jawa mereka semangattt
Putri sejak tadi hanya diam saja. Ia tidak tahu harus berbicara apa. Karena ia belum pernah pergi berliburan. Melakukan perawatan tubuh seperti ini saja baru kali ini.
Semenjak tinggal dengan keluarga Bagaskara kehidupan putri memang berbeda. Mulai dari pakaian keseharian nya pun berbeda. Tapi ia tidak pernah sombong dengan apa yang ia punya sekarang. Ia juga tidak lupa mengunjungi panti asuhan bunda bersama Farah dan yang lainnya.
"Boleh" jawab Farah yang sejak tadi terdiam
"Yeay!" Sorak mereka riang
"Kenapa cuman diam put?" Tanya Farah
"Engga kok heheh aku cuman ga tau aja mau ngomong apa" jawab putri seadanya
"Lo juga bakal ikut liburan kok! Tenang aja kita ga bakal ninggalin Lo" ucap Farah
"Iya benar! Kan sekarang kita sahabat! Kita keluarga jadi kita harus selalu bersama. Senang sama-sama susah pun sama-sama" ucap Winda
Putri terharu mendengar ucapan sahabat nya. Ia merasa beruntung mempunyai sahabat dan keluarga seperti mereka. Mereka sangat tulus menyayangi putri.
"Terimakasih karena sudah memberikan kehidupan dan orang baik kepadaku ya Allah" ucap putri dalam hati.
HAPPY READING:)
__ADS_1