
Setelah menempuh belasan jam penerbangan kini rombongan attar dan farah sudah tiba dikanada. Attar dan teman-temannya sudah mengganti pakaian,mereka memakai stelan berwarna hitam,tak lupa kacamata hitam yang bertengger dihidung mancung mereka.
"Kita kemana?" Tanya winda
"Cari hotel terdekat dulu,habis itu baru kita cari keberadaan mommy dan daddy"jawab farah
Mereka semua menganggukkan kepalanya,lalu steven mulai mengotak-atik ponselnya untuk mencari hotel terdekat.
"Ayo ga jauh dari sini ada hotel"ucap steven
Tak lama setelah itu taksi yang dipesan oleh alex sudah sampai. Mereka langsung masuk ke mobil dan langsung menuju dimana hotel tersebut berada.
"Sayang kamu istirahat dulu ya,nanti baru kita cari mommy dan daddy"ucap attar
"Engga aku mau langsung cari mereka aja,entah kenapa perasaan aku semakin ga karuan"sahut farah sambil menatap attar dengan mata yang terlihat lelah
"Jangan sampai kamu kelelahan sayang"ucap attar
Farah menganggukkan kepalanya,ia tidak ingin menunda lagi. Yang ia ingin saat ini adalah mengetahui keadaan kedua orang tuanya.
Setelah menempuh 25 menit perjalanan kini mereka sampai dihotel. Farah turun diikuti yang lainnya,winda langsung menuju resepsionis untuk memesan beberapa kamar untuk mereka. Setelah selesai mereka langsung menuju ke kamar masing-masing.
"Lacak keberadaan mommy lewat alat pelacak yang gue taro dijam nya"ucap farah
"Kode?" Tanya winda
"Nanti gue kasih tau"jawab farah
Mereka berpisah didepan pintu kamar masing-masing. Attar langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur. Ia merasa lelah dan ingin tiduran sebentar saja.
Bruk!
"Sayang kamu ngagetin"ucap attar terkejut karena farah baru saja menjatuhkan tubuhnya diatas badan attar
"Kamu kenapa akhir-akhir ini wangi banget"ucap farah sambil mencium tengkuk leher attar
"Ssh sayang jangan seperti itu"ucap attar lirih
"Kenapa emang? Aku lagi suka nyium aroma tubuh kamu. Wangi banget aku suka deh"sahut farah lagi
Set!
Grep!
Attar dengan kecepatan langsung membalikan tubuhnya. Ia menindih tubuh istrinya itu,sedangkan farah tersenyum nakal ke arah attar.
"Kamu kenapa senyum gitu?" Tanya attar
"Aku lagi ngebayangin duda kaya hot ga pakai baju,pasti cakep banget"jawab farah semakin melebarkan senyumannya
Attar melototkan matanya mendengar ucapan istrinya,tanpa aba-aba attar langsung mencium bibir pink milik istrinya. Ia kesal dan sangat kesal ketika mengetahui istrinya membayangkan pria lain.
__ADS_1
Dan berakhirlah kegiatan mereka siang itu dengan bermain jungkat jungkit.
~
Malam harinya setelah makan malam mereka semua kini berkumpul disebuah cafe. Ada dua laptop kini yang berada didepan mereka.
"Kunci"ucap farah
"K4F1 Z"sahut winda
"Klik" ucap farah
Ctass!
"Rumah sakit"ucap farah dan winda bersama
Farah menatap ke arah attar,yang lain juga menatap ke arah farah.
"Rumah sakit mana?"tanya attar
"Kan hospital"jawab winda
"Sayang kita kesana tapi kamu harus tenang okey,kita harus berpikir positif"ucap attar
"Iya"sahut farah singkat
Mereka semua bergerak dan menuju kerumah sakit. Tak ada raut wajah bercanda,mereka semua terlihat samhat serius. Tapi siapa sangka jika saat ini mereka berperang dengan pikiran masing masing.
~
"Apa kata dokter?"tanya benu
"Belum ada perubahan semua masih sama"jawah viana
"Apa tidak sebaiknya kita pindah rumah sakit saja"ucap fani
Benu dan viana menoleh ke arah fani,fani pun membalas tatapan mata mereka.
"Disini juga tidak aman kan? Aku takut orang itu masih berkeliaran disekitar sini,bisa saja mereka menyamar menjadi perawat disini lalu melukai mas danu. Aku,aku takut"lirih fani
Viana mendekap sahabat nya yang kini sudah menjadi besan nya. Benu pun diam,memikirkan semua perkataan fani. Musuh mereka memang masih berkeliaran dimana-mana.
"Akan aku pikirkan,membawa danu pindah kerumah sakit dalam keadaan seperti ini juga tidak memungkinkan. Kamu tenang saja aku akan berusaha untuk selalu menjaga kalian selama ada disini. Yang perlu kita pikirkan saat ini adalah bagaimana cara memberitahu farah dan anak-anak yang lain"ucap benu
"Aku bing-
Tok! Tok! Tok!
Ucapan fani terputus ketika mendengar suara ketukan pintu,mereka saling tatap lalu benu berjalan untuk membuka pintu.
Ceklek!
__ADS_1
Deg!
Benu terdiam ditempatnya saat melihat siapa yang berdiri dihadapan nya saat ini. 10 remaja saat ini berdiri dihadapan benu sambil menatap benu dengan pandangan datarnya.
"K-kalian kenapa bisa sampai disini"ucap benu terbata
"Siapa mas?" Tanya viana
Benu secara kaku memiringkan tubuhnya agar farah dan yang lainnya bisa masuk. Viana dan fani juga terkejut saat melihat kehadiran farah dan yang lain.
"Princess"lirih fani
Farah hanya menatap sekilas ke arah fani,lalu pandangan nya beralih ke arah sosok laki-laki yang terbaring kaku diatas ranjang rumah sakit tersebut.
Farah berjalan pelan ke arah brankar danu,semua orang pun diam. Farah menatap danu dengan pandangan sendu,ia sekuat tenaga menahan tangisnya.
Tes!
Air matanya menetes tanpa permisi,farah menunduk merasa pilu. Cinta pertamanya,hidupnya,orang yang selalu memberikan farah kasih dan sayang,orang yang selalu memanjakannya kini berbaring tak berdaya.
"DADDYYYYYYYYYY"Pekik farah
Hiks! Hiks! Hiks!
Tangisan farah semakin mengeras,ia memeluk tubuh danu dengan erat. Menumpahkan segala rasa yang tertahan dihatinya. Fani dan wanita lainnya tak kuasa untuk menahan tangis mereka.
"Daddy bangun apa yang terjadi dad"ucap farah serak
"Daddy mu koma setelah perang itu terjadi,ia tertembak dibagian kepalanya. Dokter sudah menangani dengan cepat namun ternyata peluru tersebut sudah diolesi racun. Dan racun tersebut menyebar hingga sel syaraf. Kerja syaraf terhenti dan daddy mu koma"sahut benu
"BANGUN DAD BANGUN! DADDY UDAH JANJI SAMA AKU UNTUK TIDAK TERLUKA! DADDY JANJI AKAN SELALU MENGABARI AKU. DADDY JANJI AKAN PULANG AYO BANGUN DAD!"Teriak farah
"Hiks! Bangun dad. Daddy ga mau aku marah kan? Ayo dad bangun! Kita harus bunuh orang itu sama-sama. Ayo bangun dad"raung farah semakin histeris
Attar menarik tubuh istrinya dan membawa farah kedalam pelukannya. Farah semakin mengencangkan tangisannya. Pintu kamar danu yang sedikit terbuka membuat seseorang tersenyum miring.
"Mau sekuat apapun teriakan mu itu tidak akan membangunkan danu! Hihi selamat tinggal danu sampai bertemu dineraka"ucap pria itu lirih
TIT! TIT! TIT!
Semua orang menoleh ke arah ekg yang berbunyi ditambah tubuh danu yang kejang-kejang. Benu belari keluar berteriak memanggil dokter,farah dan fani berada disamping kiri dan kanan danu.
"Mana dokter nya pa? Daddy ayo bangun dad jangan seperti ini"ucap farah
Entah kemana perginya para dokter ini! Sudah 3 kali benu memanggilnya namun tidak kunjung datang.
"Bangsat kemana para dokter ini badebah"murka farah
"M-maaf nona kami terlambat"sahut seorang laki-laki berpakaian dokter
"Jika terjadi apa-apa kepada daddy ku kau harus mati sialan!" Ucap farah dingin
__ADS_1
Glek!
Happy reading