Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 43


__ADS_3

Hari ini adalah hari libur. Farah dan keluarganya sedang bersantai ria dihalaman belakang mansion mereka.


"Ck! Siniin deh itu punya gue ya njir" ucap Winda kesal


"Udah deh itu banyak ngapain si ribut Mulu" timpal Chelsea yang sudah kesal dengan perdebatan antara Winda dan Devita


"Enak aja! Itu gue yang ambil sendiri tadi ya" sahut Winda kesal


"Berisik" ucap Farah datar


Farah saat ini sedang berbaring dengan beralaskan paha Daddy nya. Fani dan Danu dari tadi hanya menyimak saja perdebatan anak-anak mereka. Ya! Mereka sudah menganggap sahabat Farah itu anaknya.


"Permisi tuan" ucap pembantu rumah tangga


"Ada apa bik" tanya Fani


"Didepan ada teman nona muda nyonya" jawab asisten rumah tangga tersebut


"Siapa"? Tanya Farah


"Yang kemarin jemput nona" jawab bibik itu


"Suruh masuk saja buk dan bawa mereka kesini" ucap Fani


"Baik nyonya" sahut nya


"Perasaan gue ga ada deh nyuruh mereka kesini. Ngapain juga mereka kesini" gerutu Farah kesal


"Attar kangen sama lo kali" timpal Winda sambil mengunyah cemilan yang ada dipangkuan nya saat ini


"Ck! Kangen bapak Lo" sungut Farah kesal


"Assalamualaikum" ucap mereka yang baru datang


"Waalaikumsalam" jawab mereka semua


"Sini-sini duduk" panggil Fani lembut


"Ada apa kesini?" Tanya Farah datar


"Yaelah kalo ada tamu tu dikasih minum kek atau cemilan ini malah ditanya ada apa" gerutu Steven


"Tamu tak diundang" ucap sarkas Farah


JLEB!


Bagaikan pedang yang menancap di ulu hati. Steven merasakan nyeri dihatinya mendengar ucapan pedas dari mulut farah.


"Gue kesungging Farah" ucap Steven dengan nada lebay nya


"Kesinggung bodoh!" Sahut Alex sinis


"Oh udah berubah ya" ucap Steven sok polos


"Otak lu yang berubah" sungut Alex


"Diem deh kalo ada kalian tu jadi berisik kek dipasar" oceh Winda


"Guys ini kan weekend gimana kalo kita ke mall aja buat refreshing otak" usul Winda


"Boleh juga tu gue juga bosen ni" sahut Devita


"Iya gue juga,gue juga mau beli baju ah" timpal Chelsea berbinar


"Gimana lo Queen" tanya winda


"Yaudah ayok" jawab Farah pasrah


"Bentar gue telpon Arif" ucap Farah


"Lah ngapain?" Tanya winda


"Ngajak dia lah! Dia juga harus beli belanja keperluan sekolah nya" jawab Farah


"Yaudah gue siap-siap dulu" teriak Winda heboh


Mereka semua pun kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap. Attar dan teman-temannya menunggu diruang tamu. Walaupun tidak diajak mereka juga akan tetap ikut.


Winda, Chelsea,Devita dan Putri sudah selesai bersiap. Tampilan mereka sangat cantik. Tinggal menunggu Farah yang belum turun juga.


Tap! Tap!


Suara langkah kaki terdengar. Mereka memusatkan perhatian kepada orang yang sedang berjalan. Attar tertegun saat melihat sosok gadis cantik didepan nya saat ini.


"Ayo" intrupsi Farah

__ADS_1


"Queen" panggil Danu


"Yes dad" jawab Farah


"Kemarilah" ucap Danu


Walaupun bingung Farah tetap melangkah ke arah danu. Saat telah tiba dihadapan Danu. Danu langsung memeluk putrinya. Mereka semua dibuat bingung oleh sikap Danu saat ini.


"Are you okay dad" tanya Farah


"Yes I'm okay" jawab Danu


"Pergilah dan hati-hati" ucap Danu sambil tersenyum


"Siap" ucap Farah


"Pakai mobil aja ya ini panas banget gue males" ucap Farah


"Ngikut aja" jawab Winda diangguki yang lain


"Em aku boleh ga naik motor bareng Arif" cicit putri


Mereka semua pun mengulum senyum melihat tingkah putri. Ah! Sepertinya dugaan mereka benar jika putri memiliki rasa terhadap Arif.


"Iya hati-hati dan jangan ngebut Rif" ucap Farah datar


"Baik Queen" jawab Arif tegas dalam hati nya ia sedang bersorak kegirangan saat putri ingin naik motor dengannya.


~~


"Huh ayo kita ke mall kita harus membeli baju dan kebutuhan lainnya" ajak Karina


"Hm ayo" jawab Niko datar


Mereka segera bersiap dan menuju mall yang ingin mereka kunjungi. Wah! Apakah Farah dan Niko akan bertemu?


~~


"Dad kenapa?" Tanya Fani yang dari tadi memperhatikan suami nya seperti orang yang gelisah


"Aku tidak tahu sayang hanya saja saat ini perasaan ku tidak enak" jawab Danu lesu


"Hm seperti nya Daddy sedang banyak pikiran saja istirahat saja ayo dikamar" ajak Fani lembut


Tak menutup kemungkinan jika ia juga sejak tadi pagi memikirkan putrinya. Tapi ia dengan pandai menutupi nya dengan senyuman.


~


"Kita mau kemana dulu ni" tanya Winda


"Em kita ke toko langganan gue dulu" jawab Farah


Akhirnya mereka pun mengikuti langkah kaki farah. Hingga mereka sampai disebuah toko ternama di mall ini. Farah meminta putri dan Arif untuk memilih baju yang mereka mau. Sedangkan sahabat Farah yang lain sudah berpencar mencari barang yang mereka mau.


Attar dan teman-temannya hanya mengikuti saja kemana mereka pergi.


Tidak mereka sadari jika saat ini mereka berada di toko yang sama dengan Niko dan karina. Niko dan Karina pun juga tidak menyadari itu.


"Coba deh lu coba dulu bajunya cocok atau engga di badan" ucap Farah kepada putri


"Ga usah kak nanti baju nya bau lagi" ucap Putri


Farah memutar bola matanya malas mendengar ucapan putri. Ck!


"Udah cepat ayo gue temani" ucap Farah sambil mengambil beberapa baju untuk ia bawa dan dicoba oleh putri


Saat Farah dan Putri berjalan ke arah ruang ganti tiba-tiba datang seorang anak kecil yang menabrak kaki farah.


Bruk!


"Eh eh maafin kakak yaa" ucap Farah saat melihat anak kecil tersebut terdidik dilantai


"Hiks a-atit" ucap bocah tersebut terisak


"Sayang kamu kenapa" tanya seorang wanita dari belakang


" Ya ampun sayang kok bisa jatuh sih" ucap seorang pria lagi


"Eh ma- ucapan Farah terhenti ketika ia berbalik badan dan melihat orang yang saat ini berada didepannya. Begitu juga dengan orang tersebut sekarang mereka sudah berdiri mematung melihat orang yang mereka cari.


Deg!


"Farah" ucap Niko dan Karina serempak


Winda dan yang lain pun mencari keberadaan Farah dan putri. Saat Winda melihat Farah mereka segera menyusul diikuti yang lainnya. Saat sudah sampai didekat Farah tubuh Winda, Chelsea,dan Devita mematung.

__ADS_1


"F-farah" ucap Niko dengan terbata ia juga menahan air mata yang ingin lolos dari pelupuk nya


Farah? Jangan ditanya saat ini ia masih mencerna kejadian didepan nya saat ini. Ia masih berdiri mematung dan degup jantung yang kencang. Bayangan masalalu nya kembali terngiang-ngiang dipikirannya. Suara dan ******* laknat itu memenuhi rongga telinganya.


Bayangan Niko dan dirinya yang sedang tertawa bahagia kembali berputar diotaknya. Bayangan dimana ia dan karina bersama pun juga muncul diotak nya. Ia merasakan sakit yang amat luar biasa. Dadanya sesak! Pikiran nya kacau! Lidahnya kelu untuk berucap.


Winda yang tersadar dari keterkejutan nya pun segera mendekati farah. Mereka semua masih belum paham apa yang sedang terjadi saat ini.


"Queen" panggil Winda lembut yang mana membuat Farah tersadar dari lamunannya.


Ia menatap ke arah Winda dengan tatapan kosong nya. Winda pun merasakan sakit saat melihat Farah seperti itu.


"F-farah hiks" ucap Karina langsung memeluk tubuh Farah


Farah yang dipeluk secara tiba-tiba oleh seseorang yang sangat amat ia benci pun mematung. Ia bahkan tak membalas pelukan itu. Pikiran nya semakin dipenuhi dengan penghianatan orang yang ia anggap sahabat dengan tunangan nya.


"Farah hiks m-maafin gue hiks" ucap Karina menangis


"Maafin gue yang udah jahat sama Lo hiks" ucap Karina lagi


Farah mendorong kasar tubuh Karina. Sehingga Karina terhuyung kebelakang untung saja ada niko yang langsung menahan nya.


"Jangan pernah sentuh gue!" Desis Farah


"F-farah kita datang kesini ingin minta maaf" ucap Niko


Farah memandang ke arah Niko dengan tatapan jijiknya. Ia menyesal pernah kenal dengan pria seperti Niko.


"Farah" panggil Niko sambil berjalan mendekati Farah


"STOP!!" Teriak Farah yang membuat semua orang didalam toko tersebut terkejut


"JANGAN MENDEKAT BAJINGAN!" Teriak Farah dengan dada yang bergemuruh


"F-farah g-gue cuma mau minta maaf! Gue mohon maafin gue" ucap Niko sendu


Karina saat ini sudah menangis tersedu. Hatinya sakit saat melihat Farah menolak dirinya. Ia menyesal! Ia telah kehilangan sosok sahabat yang baik.


"Gue ga butuh permintaan maaf dari kalian berdua! Gue ga kenal sama kalian! Pergi kalian dari sini!" Ucap Farah dingin


Hati Niko sakit saat gadis yang dulu selalu menanti kehadirannya kini malah mengusirnya. Hati nya nyeri! Ia menyesal! Ia ingin meminta maaf tapi ditolak oleh Farah.


"Farah gue mohon maafin gue dan Karina" ucap Niko sambil meraih tangan Farah


"LANCANG!" teriak Farah


Plak!


Farah menampar wajah Niko dengan kuat. Niko merasakan kebas di pipinya. Ia terkejut melihat reaksi Farah.


"Farah dulu lo ga kek gini" ucap Karina sendu


"Gue bukan Farah yang dulu! Gue bukan farah yang baik seperti dulu! Yang dimana gue menerima orang asing masuk kerumah gue! Orang asing tersebut diberi kenyamanan,kasih sayang yang tulus! Tapi apa! Orang tersebut malah berkhianat dengan orang yang sudah menjadi tunangan gue! Dan bodohnya! Tunangan gue juga mau diperdaya dengan diiming-imingi tubuh lo ini!" Desis Farah dingin


Deg!


Karina dan Niko tercekat dengan penuturan Farah. Mereka tidak bisa lagi mengucapkan satu patah kata. Mereka saat ini hanya diliputi rasa menyesal.


"F-farah gue minta maaf" ucap Niko lalu menarik Farah kedalam pelukannya.


Pelukan yang selama ini Niko rindukan. Bahkan ia sampai meneteskan air mata.


BUGH!


Farah menerjang tubuh Niko. Ia tidak Sudi dipeluk oleh pria kotor seperti Niko!


Farah berlari keluar dari toko sambil berderai air mata. Pikiran nya kalut! Dadanya sesak seperti diganjal oleh batu yang besar. ******* dan lenguhan menjijikkan itu terngiang di telinganya. Gambaran Niko dan Karina yang sedang memadu kasih diatas ranjang tersebut muncul diotak Farah.


Mereka semua berlari menyusul Farah. Bahkan Attar berlari sangat kencang mengejar Farah. Diikuti Niko dan Karina. Anaknya ia titipkan pada baby sister yang ia sewa kemarin.


Farah terus berlari entah kemana yang jelas saat ini ia sudah keluar dari mall tersebut. Farah berlari dengan dada yang sakit! Air mata tak henti keluar! Trauma nya kembali! Rasa takut nya kembali!


Dari arah kanan sebuah truk Fuso melaju dengan kecepatan tinggi. Farah yang sedang kalut pun tak sadar jika saat ini ia sudah berlari ke tengah jalan.


Teman-teman Farah berteriak memanggil Farah dengan kencang. Tapi tak didengar oleh Farah. Attar terus belari untuk menyelamatkan Farah.


Dan....


BRAKK!


"QUEENNNNNN" TERIAK PARA SAHABAT FARAH


"FARAHHHHH" TERIAK NIKO


HAYOLOH HIHI GIMANA BAB INI? WAH APA FARAH KECELAKAAN? LALU BAGAIMANA NASIB NIKO DAN KARINA JIKA DAN TAHU INI SEMUA KARENA MEREKA?

__ADS_1


HAPPY READING:)


__ADS_2