
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh kini mobil sport milik Farah sudah memasuki halaman parkir. Seperti biasa kedatangan Farah akan selalu menjadi pusat perhatian.
Farah keluar dari mobil diikuti oleh teman-temannya. Selama dalam perjalanan tadi temannya tidak ada yang berani mengeluarkan suara. Bahkan Winda yang sangat berisik pun diam. Mereka tahu bahwa hari ini mood Farah sangat jelek.
Farah berjalan menuju koridor sekolahnya dengan tatapan datar dan raut wajah dinginnya. Banyak penghuni sekolah yang berbisik-bisik tentang Farah.
BRUM BRUM BRUM
Perhatian seluruh siswa-siswi sekolah teralihkan oleh suara motor. Siapa lagi kalo bukan para most wanted SMA ADIWIYATA B. Pekikan histeris menggema disekolah tersebut.
"Pagi kak Attar" sapa Bella
Attar hanya melihat sekilas lalu mulai berjalan kekelas nya diikuti oleh teman-temannya. Para siswa-siswi yang melihat Bella dicueki oleh Attar dan temannya pun hanya bisa tertawa mengejek.
"Kak tungguin" teriak Bella mengejar Attar
"Kak kok gak nungguin aku sih" ucap Bella manja dengan suara yang dibuat-buat.
"Kak kok diam aja sih" ucap Bella lagi dengan bergelayut manja dilengan Attar
"BISA DIAM GAK SIH LO!" Bentak Attar yang membuat seluruh siswa-siswi yang ada disekitar mereka terjengkit kaget
"Anjing kaget" ucap Steven
"Gila pagi-pagi gue udah senam jantung" ucap Bimo
Bella pun juga tak kalah terkejut. Baru kali ini ia dibentak oleh seseorang. Mata nya pun mulai berkaca-kaca.
"Kak hiks kok lo bentak gue sih hiks" ucap Bella dengan air mata yang sudah mengalir
Berharap agar Attar peduli? Oh sayang sekali Attar sama sekali tidak peduli ia tetap melanjutkan langkahnya menuju kelasnya
BRAK!
Attar menendang pintu kelasnya yang membuat seisi kelas merasa terkejut.
"Bangsat" ucap Devita spontan
"Anjing ya kaget gue" ucap Chelsea
"Aaaaaaaaa lisptik gue" teriak Winda saat lipstik yang ia kenakan berlepotan
HAHAHAHA semua teman kelas nya tertawa melihat wajah Winda.
"Ayang Winda kok jadi badut sih" ucap Steven
"Ayang ven aku kaget loh" ucap Winda dengan nada manja
Tingkah mereka seperti itu sudah biasa bagi penghuni kelas tersebut. Bagi mereka itu semua adalah hiburan tersendiri.
"Aduh sini ayang ven elus dadanya" ucap Steven
Plakk!
"Awshhhhh sakit goblok" ucap Steven marah ketika kepala belakang nya digeplak oleh Alex
"Kalo ngomong yang bener" ucap Alex kesal
__ADS_1
"Gue udah bener ya salah gue dimana coba" ucap Steven
"Ck lo napas pun salah" ucap Alex datar
Steven tak menjawab ia hanya menggerutu tak jelas dikursinya bahkan ia terang-terangan mengatai Alex.
Tring tring tring!
Bel tanda masuk pun berbunyi semua siswa-siswi balik ke kursinya masing-masing. Tak lama setelah itu guru pun masuk ke kelas dan memulai pelajaran.
Blablabalabala ( anggap aja itu penjelasan materi dari gurunya ya ).
Setelah beberapa jam belajar akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Tanpa banyak bicara Farah berdiri dari kursi nya dan melangkah keluar menuju kantin.
"Queen kemana"? Teriak Winda
"Kantin" jawab Farah datar
Saat akan keluar kelas Farah melihat gadis yang kemarin membuat masalah dengannya sudah berada didepan kelasnya. Farah hanya menatap gadis itu datar. Lalu melanjutkan perjalanan nya.
Saat dipersimpangan langkah Farah terhenti karena didepannya sudah berdiri Marsha dan antek-anteknya.
"Hei lo mau kemana hmm" tanya Marsha sinis
Farah diam dan hanya menatap datar wajah Marsha. Sejujurnya Marsha masih merasa trauma berdekatan dengan Farah. Tapi ia gengsi untuk terlihat takut didepan Farah.
"Kalo gue ngomong itu dijawab" ucap Marsha sambil menarik tangan Farah
Farah yang tidak suka tangan nya disentuh pun menghempaskan tangan Marsha dengan kasar. Sungguh mood nya hari ini jelek sekali jangan sampai ia akan melampiaskan emosi kepada Marsha.
Marsha dan para anteknya tertegun mendengar suara dingin Farah. Ia merasa atmosfer disekitarnya berubah mencekam. Tak jauh dari tempat Farah berdiri Chelsea dan temannya sedang berdiri menatap kearah Marsha. Dibelakang mereka juga berdiri para most wanted dan jangan lupakan ulat keket Bella.
"Hahaha kenapa lo takut hm" ucap Marsha sinis
"Gak usah belagu ya lo,Lo itu hanya murid pindahan disini" ucap Marsha sambil menepuk pipi Farah
Farah masih diam menahan emosinya. Tangannya terkepal kuat ingin rasanya menonjok wajah Marsha saat ini.
"Kenapa lo diam!" Bentak Marsha yang merasa kesal karena dari tadi hanya dicuekin oleh farah
Marsha pun sudah emosi ia membuka air botol yang ada ditangannya lalu menyiramkan ke kepala Farah. Farah memejamkan matanya sejenak. Bella yang melihat itu pun tersenyum sinis.
"Gak perlu gue kotorin tangan gue buat bikin pelajaran sama tuh anak" ucap Bella dalam hati
Farah membuka matanya menatap tajam ke arah Marsha.
Deg!
Marsha dan teman-temannya terdiam dengan tubuh kaku melihat tatapan mata Farah yang tajam dan menusuk. Tubuh teman-teman Marsha sudah bergetar ketakutan.
"Lo berani macam-macam sama gue hah! Sepertinya peringatan gue kemarin lo anggap bualan semata iya? Haruskah gue kasih lo peringatan untuk kedua kalinya"? Tanya Farah sambil berjalan mendekat kearah Marsha.
Marsha dan temannya berjalan' mundur untuk menghindari Farah. Sialnya tubuh mereka mentok didinding.
"Mau kemana"? Tanya Farah dingin
"Aaaaakkhhhhhh" teriak Marsha
__ADS_1
Farah meraih tangan Marsha dan memutar nya kebelakang. Gerakan Farah sangat cepat dan sulit terbaca.
KRAKKK! BUGH!
Aaaaakhhh teriakan histeris siswi yang berada disekitar Farah. Dengan sekali gerakan Farah mematahkan tangan Marsha.
"S-sakit hiks a-ampun hiks" ucap Marsha terbata dengan air mata yang mengalir
"Kalo gue gak mau gimana" ucap Farah
"Hiks g-gue bakal laporin ini ke kepala sekolah dan Daddy gue biar lo dikeluarkan dari sini hiks" ucap Marsha
Bukannya melepaskan Farah semakin mengencangkan pegangan nya pada tangan Marsha. Mereka semua yang melihat itu merasa ngilu. Bella yang sedari tadi tersenyum sinis mendadak terdiam mematung, jantung nya berdetak kencang bahkan ia sulit menelan salivanya melihat kejadian didepan matanya saat ini.
"Silahkan gue gak takut kita lihat siapa yang akan keluar dari sini! Dan ini peringatan terakhir dari gue kalo lo masih berani mengusik ketenangan gue dan orang terdekat gue maka siap-siap nyawa lo habis ditangan gue!" Ucap Farah dingin lalu mendorong tubuh Marsha.
Farah pergi meninggalkan mereka semua berbalik menuju kelasnya. Mood nya sangat berantakan saat ini. Tak sengaja tatapan matanya bersibobrok dengan mata Bella. Farah menatap tajam ke arah Bella sambil tersenyum miring.
Deg!
Bella yang melihat itu semua mematung dengan wajah pucat Pasih. Sungguh ia tak pernah menyangka jika Farah sangat mengerikan.
"Gue bingung ada apa sama Queen" ucap Winda penasaran
"Iya gak biasanya dia bersikap seperti itu" ucap Chelsea
"Gue jadi ngeri buat negur dia" ucap Devita bergidik ngeri
"Apa kita punya kesalahan ya"? Tanya putri
Mereka semua terdiam mendengar ucapan putri. Mereka mencerna dan mengingat semuanya seperti nya tak ada yang janggal.
"Gak ada deh perasaan kita buat salah" jawab Winda
Mereka semua menghela napas kasar. Entahlah lebih baik mereka menghadapi ratusan musuh daripada harus berhadapan dengan Farah jika mood nya sedang buruk.
"Gue harus belajar sama Daddy buat ngontrol emosi gue. Sial gara-gara bajingan itu gue jadi seperti ini! Tunggu saja pembalasan gue" ucap Farah dalam hati
Drttt drttt
Telpon Farah berdering. Farah melihat dan langsung mengangkat telpon tersebut.
"Princess nanti malam ada balapan apa anda mau ikut"? Tanya orang tersebut
"Hadiahnya"? Tanya Farah singkat
"Mobil Lamborghini dan uang tunai 30 juta" jawab si penelepon
"Ambil" jawab Farah singkat lalu mematikan sambungan telepon tersebut secara sepihak.
"Oke kita lampiaskan semuanya dengan balapan ini" ucap Farah dalam hati
Farah sadar jika dari tadi ada seseorang yang selalu memperhatikan dirinya. Namun ia tetap bersikap cuek.
SORRY GUYS BARU BISA UPDATE DISINI LAGI HUJAN DAN JARINGAN JELEK SEKALI:(
HAPPY READING:)
__ADS_1