
"maaf bos sepertinya kita tidak bisa untuk masuk ke ruangan itu karena saat ini ada 5 bodyguard berbadan kekar menjaga ruangan tersebut" lapor orang tersebut
"APAA! BAGAIMANA BISAAA! ARGHHH SIALAN!"Teriak wanita tersebut
"Bahkan aku belum beraksi tapi sudah seperti ini. Ini semua karena kalian tidak becuss! Bagaimana bisa kamu sampai ketahuan oleh Attar" ucap wanita tersebut emosi
"Arghh! Bahkan disaat lo koma aja gue masih ga bisa nyentuh lu sialan! Sebegitu berharga nya kah diri Lo" ucap perempuan tersebut dalam hati
~
"Dad apa kamu tidak mengabari papi dan yang lain tentang keadaan Farah saat ini" tanya Fani pada suaminya
"Seperti nya tidak usah mom aku yakin mereka pasti akan khawatir saat mendengar kabar ini dan mereka akan langsung terbang kesini. Aku juga tidak ingin membuat papi kepikiran cucunya" jawab Danu
Ia sudah mempertimbangkan semuanya. Apalagi papinya itu mempunyai riwayat jantung. Ia takut jika memberi kabar tentang Farah alam berakibat fatal untuk papinya.
"Baiklah mommy tau apapun jalan yang Daddy ambil saat ini adalah yang terbaik" ucap Fani
Danu hanya tersenyum membalas ucapan istrinya. Ia sangat bersyukur mempunyai istri seperti Fani. Lemah lembut, pengertian,selalu mengutamakan keluarganya daripada pekerjaan nya. Dan ia juga berhasil menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anaknya.
Para sahabat Farah saat ini sedang istirahat dimansion. Mereka akan kerumah sakit nanti malam bersama dengan Attar dan temannya.
Attar dan temannya juga pamit pulang karena mereka akan menyelesaikan tikus kecil yang berani mengusik ketenangannya. Sejak Farah koma wajah Attar bertambah kaku dan ketat seperti kolor yang baru dibeli. Tidak ada senyuman yang ia tunjukkan hanya wajah dingin yang terus terpancar.
"Kita langsung ke markas kan?" Tanya Alex
"Markas dragon" jawab Attar datar
"Lo mau langsung nyerang mereka ketempat nya?" Tanya Alex lagi
"Gue ga suka buang-buang waktu!" Ucap Attar datar
Tanpa banyak bicara mereka pun langsung mengendarai motornya menuju markas dragon. Geng motor baru yang berani mengusik ketenangan geng Tirex.
~
"Hah! Gue kangen banget sama Farah, kapan si dia sadarnya. Apa ga capek ya merem mulu" ucap Winda sambil menatap sendu gitar milik Farah
"Gue juga kangen dia! Gue janji deh bakal bikinin dia brownies" ucap Chelsea
"Hah emang bajingan ya tu orang! Bisa-bisanya ada manusia kayak dia didunia ini" gerutu Winda
Putri yang sejak kemarin merasa penasaran pun bertanya.
"Aku belum tau ceritanya yang sebenarnya. Ada apa emang kak Farah sama dua orang kemarin" tanya putri
Mereka bertiga menoleh ke arah putri yang menanti jawaban dari mereka. Mereka menghela napas panjang.
"Oke gua bakal ceritain jadi gini..." Winda menceritakan semuanya.
Putri pun menutup mulutnya. Ia tak menyangka perempuan yang ia lihat kemarin adalah orang yang menyebabkan Farah mengalami trauma. Wajar saja jika Farah trauma jika ia melihat semua itu didepan matanya sendiri.
"Aku ga nyangka ternyata mereka sekotor itu" ucap Putri
"Dan lo tau sejak kejadian itu Farah selalu mengurung diri di kamarnya. Ia bahkan ga mau berinteraksi dengan orang-orang" cerita Winda
"Lalu bagaimana kalian bisa bertemu dan menjadi sahabat?" Tanya putri yang penasaran dengan kisah persahabatan antara Farah dan 3 orang didepannya ini
"Waktu itu Farah Barus selesai menemui dokter psikolog, dan saat ini ia pengen main ketaman. Disaat yang sama juga kita bertiga juga berada disana. Farah selalu memperhatikan kita saat bermain boneka dengan riang nya gue nyamperin dia dan ngajak dia main" ucap winda
"Baru pertama kali juga orang tua Farah melihat senyum yang selama ini hilang dari wajah cantik anaknya. Sejak itu juga gue selalu minta buat main sama Farah hingga gue dewasa" cerita Winda
Putri pun mengangguk kan kepalanya. Mereka sangat beruntung bisa mempunyai teman main saat kecil. Berbeda dengan dirinya yang hanya disibukkan dengan caci makian orang-orang.
~
"Kamu ingin kesana lagi?" Tanya Karina
"Iya aku belum bisa tenang jika belum melihat secara langsung kondisi Farah" ucap Niko
"Aku ikut ya ciko bisa kita titipkan sama baby sister" ucap Karina
"Iya bagaimana baik nya saja" jawab Niko lesu
Sejak kemarin ia kurang tidur. Ia selalu memikirkan kondisi Farah. Bagaimana jika kondisi Farah drop. Dia akan menjadi orang yang paling jahat jika itu semua sampai terjadi.
Permintaan maaf untuk kesalahan yang dulu saja belum dimaafkan sekarang ia malah menambah masalah dengan berani datang menemui Farah. Apakah sesulit itu untuk mendapatkan maaf?
"Hah! Sulit sekali untuk dapat maaf. Lagian apa benar ya Farah trauma? Atau ini hanya dijadikan alasan oleh Farah karena dia beluk move on dari aku?" Ucap Niko sangat percaya diri
"Hais mikir apa aku ini" gerutunya sendiri
~
Saat ini dimansion Bagaskara sudah kedatangan Attar dan teman-temannya. Danu memang meminta mereka semua untuk pergi bersama dengan para perempuan.
Sedangkan para perempuan sedang bersiap-siap dikamar nya masing-masing. Mereka juga membawa baju untuk besok karena besok adalah weekend jadi mereka memutuskan untuk menginap saja dirumah sakit.
Mereka juga meminta bibik pelayan memasak makanan untuk dibawa kerumah sakit. Mereka juga memperhatikan kesehatan Danu dan Fani.
"Udah siap?" Tanya Alex saat melihat keempat wanita tersebut turun
__ADS_1
"Udah kok, oh ya bentar. Bibikk" panggil Winda
"Ini non makanannya" ucap bibi pelayan tersebut
"Makasih ya bik titip mansion yaa" ucap Winda
"Iya non tenang saja semoga nona muda Farah lekas sembuh ya non agar bisa berkumpul bersama lagi" doa bibi pelayan tersebut
"Aamiin" jawab mereka serempak
"Kalian ga usah bawa motor bareng kita aja" ucap Alex yang langsung diangguki oleh para perempuan
Mereka pun segera berangkat menuju rumah sakit. Jarak mansion ke rumah sakit itu memakan waktu sekitar 1 jam setengah.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam lebih akhirnya mereka tiba dirumah sakit. Mereka langsung berjalan menuju ruangan Farah. Mereka juga sesekali mengobrol.
Ceklekk!
Suara pintu dibuka mengalihkan perhatian Danu dan Fani yang sedang duduk disofa. Mereka tersenyum menyambut kedatangan sahabat putrinya.
"Mom ini tadi aku udah minta bibi pelayan buat masakin masakan untuk mommy dan daddy dimakan ya" ucap Winda sambil menyerahkan paper bag kepada Fani
"Terimakasih sayang kamu selalu memerhatikan kami" ucap Fani sambil tersenyum
"Udah jadi kewajiban kita kok mom untuk memperhatikan mommy dan Daddy kalian udah kita anggap sebagai orang tua kita sendiri" sahut Chelsea
Attar sejak masuk tadi langsung berjalan ke arah ranjang rawat Farah. Ia menggenggam tangan pucat milik farah. Ia menatap wajah putih pucat Farah dengan pandangan sendu.
Drt..drt..
Bunyi nada ponsel Attar mengambil alih perhatian mereka semua. Attar melihat siapa yang sudah menelpon nya. Disana tertera nama mommy nya.
"Hallo mom" ucap Attar setelah menerima telepon tersebut
".........." Mommy Attar
"Baiklah nanti Alex akan menjemput dilobby" jawab Attar
"Hati-hati dijalan" ucap Attar lalu mematikan telpon tersebut
"Siapa tar"? Tanya
"Nanti jemput mommy dilobby dia sama Daddy mau kesini jenguk Farah" ucap Attar
"Boleh kan mom dad" tanya Attar pada Danu dan Fani
"Boleh boy" jawab Danu
Setelah obrolan singkat itu Winda dan perempuan lainnya pun mulai menata makanan yang dibawa dan yang dibeli oleh Danu Sebelumnya. Sedangkan teman-teman Attar sedang duduk disofa ujung sambil mengobrol santai.
"Lex jemput mommy dibawah" titah Attar pada alex
"Oke" jawab Alex lalu mengajak bimo untuk ikut menemani nya
"Assalamualaikum" ucap orang tersebut yang tak lain adalah orang tua Attar
"Waalaikumsalam" jawab mereka semua
"Loh jeng Viana" ucap Fani terkejut
"Loh jeng Fani kok ada disini"? Tanya Viana heran
"Iya anak saya koma jeng" ucap Fani sendu
"Jadi kamu jeng orang tua dari Farah? Gadis yang selalu diceritakan oleh Attar" ucap Fani
"Iya jeng kamu orang tua Attar? Astagaaa dunia memang sempit sekali ya kekeh Fani
"Aku baru tau juga loh jeng kalo Farah itu anak kamu" ucap Viana senang
Mereka asik berbicara sampai lupa dengan orang disekitar yang kini sedang menatap mereka dengan raut wajah bodohnya.
"Ehm" dehem Benu
"Eh astaga maaf kan kita ya saking asiknya sampai lupa sama kalian" kekeh Fani tak enak hati
Viana pun meminta izin untuk melihat Farah. Ia menatap sedih ke arah farah. Viana juga mengagumi kecantikan Farah. Walaupun terlihat pucat tapi Farah masih terlihat cantik.
Ceklek!
Pintu dibuka dari luar. Masuklah Danu dan ia terkejut saat melihat rival bisnis nya ada diruang anaknya.
"Loh kamu disini Jhonson" ucap Danu
"Iya aku ingin menjenguk calon menantu ku" kekeh Jhonson
"Calon menantu?" Beo Danu
"Ck! Itu anak mu farah" ucap Jhonson sedikit kesal
"Jangan bilang kamu orang tua nya Attar?" Tanya Danu
__ADS_1
"Itu kau tau" kekeh Jhonson
Danu hanya mencibikkan bibirnya kesal. Ia baru tahu jika orang tua Attar adalah rekan bisnisnya sendiri. Begitu juga dengan Benu ia juga baru tahu jika Farah adalah putri dari orang yang paling berpengaruh didunia ini.
Mereka semua asik mengobrol. Mereka juga sesekali bercanda tapi tak menutup kemungkinan jika mereka masih memikirkan Farah.
"Lo kenapa betah banget si tiduran nya?" Ucap Attar
"Apa lo ga capek tiduran terus? Bangun dong! Lo ga kangen ngumpul bareng keluarga dan sahabat lo hm" ucap Attar lembut
Semua perlakuan attar diperhatikan oleh orang yang ada disana. Mereka pun sama seperti Attar. Mereka juga menunggu Farah sadar.
"Tar kesini lah kita makan dulu" ajak Viana pada anaknya
Tanpa membantah Attar langsung berdiri mendekat ke arah mereka semua. Saat ini mereka semua sedang duduk lesehan dilantai sambil makan malam.
Mereka asik makan dan sesekali berbincang ria. Hingga suara nyaring menghentikan aktifitas mereka.
TIT! TIT! TIT! TIT!
Semua orang berdiri saat melihat monitor yang memantau perkembangan jantung Farah berbunyi. Attar langsung memencet bel yang ada diatas kepala Farah. Semua orang sudah tegang dengan pikiran yang berkecamuk.
Dokter langsung masuk diikuti 2 suster dibelakangnya.
Dokter segera memeriksa kondisi Farah. Suster juga memeriksa kondisi detak jantung Farah.
"Dokter detak jantung pasien melemah!" Ucap suster tersebut
Mereka yang mendengar pun sudah menangis histeris. Tidak mungkin kan? Tidak mungkin Farah pergi meninggalkan mereka semua.
Danu sendiri sudah tidak kuat menopang tubuhnya. Ia merosot kelantai dengan air mata yang sudah mengalir deras. Disaat itu pula Niko dan Karina sampai diruang rawat Farah.
Mereka juga tidak bisa berkata apa-apa selain menangis.
TIT! TITI! TIT!
Bunyi monitor tersebut semakin nyaring dan disana menunjukkan garis lurus yang artinya Farah telah pergi meninggalkan mereka.
"TIDAKKKKKKKKK! PUTRIKU TIDAK MENINGGAL PUTRI KU MASIH HIDUP! ALAT ITU YANG RUSAK! ALAT ITU TIDAK BERGUNA! FARAHHH" teriak Danu pilu
Semua orang menangis histeris. Mereka tidak percaya ini semua! Ini hanya bohong kan!
"Sayang! Bangun! Kamu jangan seperti ini kamu lagi prank mommy kan? Iya kan sayang? Jawabbbb!" Teriak Fani sambil menangis histeris
"Bangun sayang bangun! Kamu tidak boleh meninggalkan Daddy nak bangun! Jika kamu pergi Daddy juga akan menyusul kamu sekarang juga!" Ucap Danu menangis
Danu sudah tidak bisa berpikir jernih lagi ia mengambil pistol yang ia simpan dipinggang nya. Mereka uang yang melihat itu semua melotot. Benu menepis tangan Danu yang ingin menembak kepala nya sendiri.
"JANGAN BERTINDAK BODOH DANU!" TERIAK BENU
"APA AKU HARUS DIAM DISAAT PUTRIKU PERGI DARI HIDUPKU HAH! KAU TAK TAHU SEKUAT APA AKU MENJAGA IA DARI KECIL HAH! MENJAGA AGAR DIA SELALU BAHAGIA HIKS" Isak tangis Danu terdengar pilu
"O-om" ucap niko
Danu yang melihat kehadiran Niko pun merasa emosional. Ia berjalan ke arah Niko lalu...
BUGH!
BUGH!
BUGH!
Niko mendapatkan 3 Bogeman dari Danu. Ia hanya terdiam tidak melawan.
"INI SEMUA KARENA KAMU! KARENA KAMU ANAK SAYA PERGI MENINGGALKAN SAYA! DASAR PRIA BAJINGAN! ENYAHLAH KAMU DARI DUNIA INI" MURKA DANU
Setelah berteriak Danu pun merosot dengan Isak tangis yang terdengar pilu. Semua orang menangis histeris.
"Lo jahat Farah! Lo jahat! Lo ninggalin gue disaat gue udah sayang sama Lo! Disaat gue udah buka hati gue buat Lo! Lo malah pergi! Ini yang namanya ketua mafia? Ga ada ketua mafia yang lemah seperti Lo! Gue benci lo Farah! Ucap Attar dengan nada tinggi
Ia sama rapuh nya dengan Danu. Ia bahkan sudah menangis. Ia memeluk tubuh dingin Farah. Ia masih tidak percaya ini semua! Ia tidak percaya!
"Bangun nak! Bangun! Jangan buat Daddy seperti ini. Daddy merasa dunia Daddy berhenti nak. Ini semua bohong kan? Iya kan sayang hiks" ucap Danu dalam hati
Ia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. Ia lemah! Penyemangat nya telah hilang. Ia rasanya ingin pergi menyusul putrinya.
"Bangun sayang! Jangan tinggalin mommy hiks! Mommy udah ga punya siapa-siapa lagi selain kamu nak. Ayo bangun sayang! Atau kamu mau mommy menyusul kamu saja" ucap Fani dalam hati
Hatinya sakit sekali! Saat melihat anak satu-satunya nya pergi meninggalkan dirinya. Penguat hidupnya telah pergi. Ia merasa gagal menjadi seorang ibu! Ia gagal melindungi putrinya.
"Lo jahat queen! Lo pergi ninggalin gue!" Ucap Winda sambil menangis
"Ini prank kan queen? Iyakan? Sumpah kalo ini prank ga lucu banget"ucap Devita
"Lo ngingakarin janji lo buat ga pergi dari kita Queen" ucap Chelsea
"Kak Farah jahat! Katanya mau selalu ada buat aku! Tapi apa ini! Kakak malah pergi ninggalin kita semua" ucap putri
"Bangun Farah! Gue sayang sama Lo! Gue janji bakal buat lo bahagia" ucap Attar dalam hati
WAH BAB TERPANJANG LOH INI! HIKS MAAFIN AUTHOR YAAA:(
__ADS_1
JANGAN LUPAAA KOMENNYAAAA HUAAAAAA.
HAPPY READING:)