Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 95


__ADS_3

Prang!


Prang!


"Brengsekkkkk"teriak seorang pria didalam kamar rawatnya


"Kalian kemana saja hah! Kenapa bisa mereka masuk kesini"bentak pria tersebut


"M-maaf tuan kami sepertinya diberi sesuatu hingga tak sadarkan diri"sahut asisten pria itu


"Aku tidak mau tahu lexis cepat kau cari orang yang sudah berani bermain-main denganku! Dia harus mati ditanganku"geram pria itu


"Baik tuan saya permisi dulu"pamit lexis


Sepeninggalan lexis tangan kanan pria tua itu,kini pria yang sudah berumur itu sebut saja namanya Handoko. Handoko kini duduk diatas brankarnya,matanya menatap ke luar. Entah apa yang ada dibenak pria itu.


"Aku tidak mau mati! Mereka harus mati,ya mereka harus mati"desis handoko ketakutan


Ketakutan pria itu semakin menguat ketika mendengar jika sebagian anak buahnya telah mati. Ia berpikir dengan menyusupkan seseorang dirumah sakit tempat danu berada itu akan membuat kemenangan untuknya. Namun sepertinya ia salah,ada orang yang lebih kuat saat ini.


~


Sedangkan kini disebelah ruangan tempat danu dirawat semua orang sedang berkumpul. Beruntung danu cepat ditangani sehingga racun yang masuk kedalam tubuhnya sudah dikeluarkan.


"Maafkan papa karena lalai hingga membuat danu dalam bahaya"ucap benu memulai pembicaraan


"Papa mengira penjagaan disini sudah sangat kuat,namun papa salah. Papa malah kecolongan dan membuat masa kesadaran danu semakin lama"sambung benu lagi


Semua orang masih diam termasuk farah yang kini sedang mendusel dibawah ketiak attar.


"Papa sudah melakukan yang terbaik,aku tahu papa juga pasti kelelahan,papa butuh istirahat namun papa juga tidak bisa meninggalkan daddy dan yang lain"sahut attar


"Mommy kenapa membohongi aku?" Tanya farah yang kini sudah menegakkan duduknya


Semua mata menatap ke arah fani dan farah bergantian. Viana mengelus punggung fani,fani menoleh dan tersenyum.


"Maafin mommy sayang,bukan maksud mommy membohongi kamu. Mommy pikir daddy kamu hanya luka biasa"jawab fani


"Jika kalian memberitahukan ini semua dari awal,kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Jika saja aku dan yang lain tidak kesini entah apa yang akan terjadi pada daddy. Mommy lupa jika aku memasang alat pelacak pada mobil dan jam tangan mommy? Jika aku tidak mengecek semuanya entah sampai kapan kalian akan memberitahukan ini semua padaku"ucap farah menggebu


Attar mengusap punggung istrinya,tak bisa dipungkiri siapapun juga akan merasa kecewa.


"Mommy minta maaf sayang,mommy tahu mommy salah dengan menyembunyikan ini dari kamu"ucap fani


"Maafin farah juga mom,farah bukan maksud berbicara kasar hanya saja memang kita sudah berjanji untuk selalu terbuka. Tolong untuk kedepannya jangan tutupi apapun dari aku"sahut farah


"Iya sayang mommy janji"ucap fani tersenyum


Hoekk! Hoekk!


Farah langsung berlari kekamar mandi,perutnya terasa diaduk-aduk. Attar dan yang lain juga ikut berdiri ketika melihat farah seperti itu.


"Sayang kamu kenapa? Kamu gapapa kan sayang?" Tanya attar cemas

__ADS_1


"Gatau perut aku rasanya ga enak"jawab farah lirih


"Coba kamu kasih minyak angin ini nak,mungkin farah masuk angin"ucap fani


Attar mengambil minyak kayu putih tersebut,hendak ia oleskan ke tengkuk leher farah.


Ctakk!


Farah menepis minyak kayu putih tersebut,semua orang terkejut.


"Sayang kenapa?" Tanya attar


"Aku ga suka aromanya,bau nya kayak kentut steven"jawab farah sambil menutup hidungnya


Steven yang mendengar namanya disebut pun melototkan matanya.


"Emang lo pernah dengar kentut gue hah"sungut steven


"Pernah"jawab farah singkat


"Kapan?" Tanya steven penasaran


"3 bulan yang lalu"jawab farah yang merentangkan tangannya minta digendong


Steven ternganga ditempatnya,setelah itu mendengkus kesal. Entah kenapa sejak kemarin melihat tingkah farah yang berbeda dari biasanya membuat ia kesal.


"Kamu gapapa nak?" Tanya fani khawatir


"Aku gapapa mom kayaknya itu karena aku belum sarapan deh"jawab farah


"Pengen nasi goreng jengkol"sahut farah


Semua mata langsung menatap ke arah farah yang masih betah memeluk suaminya. Farah sangat tidak menyukai jengkol dan lihatlah kenapa bisa wanita itu kini menginginkan jengkol.


Fani dan viana saling tatap,kedua wanita paruh baya itu tersenyum. Entah apa maksud senyuman mereka.


"Cari aja siapa tahu ada hahaha"ucap steven tertawa


"Kalo ga ada ga usah marah ya ingat ini kanada bukan warung mbok usi"sahut winda lalu berdiri diikuti yang lainnya


Kini diruangan itu hanya ada benu,attar,farah,fani dan viana. Kelima orang tersebut diam dan berkelana dengan pikiran masing-masing.


"Jadi apa kamu sudah mengetahui dimana orang itu berada nak?" Tanya fani


Farah mendongakkan kepalanya,ia menatap fani yang menatap dirinya.


"Sudah,saat kami dalam perjalanan ke kanada aku sudah mencari dimana pria itu berada,sebenarnya papa bisa menemukan pria itu dengan cepat namun mereka terlalu licik. Mereka menggunakan cara lain agar perhatian papa teralihkan"jawab farah kembali ke mode datarnya


"Jika ia licik maka kita harus lebih licik. Papa juga tidak sadar kan jika penjaga didepan bukan anggota papa? Papa juga tidak sadar kan jika dokter yang masuk silih berganti itu juga bukan dokter sebenarnya"sambung farah lagi


Benu terdiam,ia benar-benar meràsa bersalah karena telah lalai.


"Maafkan papa nak"ucap ben

__ADS_1


"Papa ga usah minta maaf,tidak selamanya orang kuat akan terus kuat. Kami semua tahu papa juga merasa terpuruk kan? Namun papa pandai menyembunyikannya"sahut farah sambil menatap benu yang tersenyum ke arahnya


Mereka semua juga sama-sama kalut,sehingga tidak bisa berpikir jernih. Dipikiran mereka saat itu memang bagaimana caranya danu bisa sadar.


~


Malam harinya ditepi hutan gelap ada sekumpulan pemuda yang sedang berdiri menatap ke arah bangunan besar nan luas didepan sana.


"Sudah cek cctv?" Tanya fara


"Udah gue bekuin semua,aman"sahut devita


"Situasi?"tanya attar kepada sahabatnya


"Penjagaan disekeliling rumah sakit ini sangat ketat,bukan hanya diluar didalam tepatnya didepan ruangan handoko juga banyak pengawal yang berkeliaran"jawab steven


"Waw apakah seperti itu kerjanya seorang pemimpin? Berlindung dibawah ketiak pengawal"kekeh farah


"Seperti nya dia sedang dalam sikap waspada,waspada akan kehadiran kita"sahut attar datar


"Baguslah! Aku semakin tidak sabar untuk bermain-main"kekeh farah


"Bermain mental pasti seru,kita akan membuat dia ketakutan. Kita akan membuat dia hidup tapi mati,mati tapi hidup"sambung farah


"Hancurkan markas mereka,naikan berita terpanas tentang keluarga handoko. Dia pasti selalu memantau keluarganya! Kita akan lihat diluar sana berita tentang keluarganya muncul,lalu kita masuk dan mengobrak abrik mental nya"ucap attar dingin


"Pantau dari sini saja"ucap farah lalu keluar dan berjalan ke arah rumah sakit bersama attar


Langkah mereka sangat santai,mereka juga menenteng tas belanja. Untuk menjiwai peran mereka saat ini.


"Sebelah kanan 10 langkah ke kiri ada asisten handoko"ucap steven memberi tahu dari alat suara nya


Farah dan attar masih berjalan santai,saat sudah melihat target attar memelankan langkahnya. Ia menunggu detik-detik dimana lexis lewat.


Bruk!


"Sorry gue ga sengaja"ucap attar


"Hmm"dehem lexis tanpa rasa curiga


Sedangkan kini farah berjalan ke arah belakang,ruangan handoko berada ditepi kaca. Sangat memudahkan fadah bukan.


"Hehe dia benar-benar sangat waspada"lirih farah terkekeh


"Sayang seseorang mengikuti kamu"ucap attar dari alat suaranya


Farah masih berjalan dengan santai,hingga diujung farah berbelok ke salah satu ruangan. Tujuan nya adalah untuk memancing orang yang mengikutinya.


Ceklek!


Pintu terbuka suasana gelap,pria itu menatap kiri dan kanan untuk memastikan penglihatannya.


Ctasss!

__ADS_1


Gludukkk!


Happy Reading


__ADS_2