
Saat ini terdapat sepasang pemuda berada di rooftop sekolah. Entah apa yang mereka lakukan saat ini hanya saling diam.
"Lo mau ngomong apa"? Tanya cewek tersebut
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis disampingnya pria tersebut pun menghela napasnya.
"Gue mau ngomong sama Lo" jawab pemuda tersebut
"Mau ngomong apa"? Tanya cewek tersebut sambil menaikkan satu alisnya
"Gue gak tahu ini perasaan cinta atau gimana yang jelas saat dekat sama lo gue sering deg-degan, gue juga kadang sering mikirin lo, bahkan gue sekarang ga bisa kalo gak ngelihat wajah Lo"jawab pria tersebut yang mana membuat sang gadis terdiam dengan raut terkejut.
"Gue suka sama lo saat pertama kali gue lihat lo waktu pindah kesekolah ini, gue tertarik sama lo" ucap pria tersebut sambil melirik reaksi dari sang gadis disamping nya
"Kenapa? Kenapa bisa Lo suka sama gue? Sedangkan kita baru bertemu beberapa minggu"jawab gadis tersebut setelah lama terdiam
"Gue gak tahu alasan nya dan gue rasa gue gak punya alasan buat suka sama seseorang, yang gue mau sekarang apa bisa kita menjalin hubungan lebih dekat untuk mengetahui satu sama lain"? Tanya pria tersebut
Gadis itu terdiam dia tidak tahu harus menjawab apa. Jauh dilubuk hatinya ia masih belum bisa melupakan mantan nya yang sekarang sudah tenang dan bahagia diatas sana. Tapi jika dia menerima cowok disebelah nya saat ini apakah itu bisa membuat ia cepat melupakan mantan nya yang sudah tiada tersebut? Entahlah dia masih bimbang dengan perasaan nya.
"Gue belum bisa kasih jawaban gue masih bimbang tolong ngertiin gue" jawab gadis tersebut lalu meninggalkan rooftop sekolah itu.
Pria tersebut menghela napasnya pasrah "susah deh keknya gue buat dapetin lu,tapi gue gak akan nyerah" ucap pria tersebut didalam hati.
~~
PERUSAHAAN ROBBERT
Saat ini Erina sedang dalam perjalanan menuju kantor suaminya. Ia berencana akan meminta uang untuk pergi arisan bersama teman sosialita nya.
Sedangkan dikantor ada Robbert yang sedang kelimpungan karna baru mendapatkan kabar bahwa besok Danu akan berkunjung kekantor dan lokasi proyek untuk melihat proyek tersebut.
Mengapa Robbert panik? Ya karena perusahaan itu milik Bagaskara. Ia hanya dipercaya untuk mengelola nya. Mempercayai Robbert bukan berarti melepaskan semuanya. Danu akan tetap datang untuk memantau kinerja perusahaan tersebut. Tidak banyak yang tahu memang jika perusahaan tersebut milik Bagaskara.
"Bagaimana? Sudah kamu perbaiki semuanya kan?" Tanya Robbert pada sekretaris nya
"Sudah bos semua sudah saya perbaiki dan untuk laporan proyek juga sudah saya ubah semua harga barangnya" jawab sekretaris tersebut.
"Bagus semoga saja dia tidak jeli" ucap Robbert yang kini sudah bisa bernafas lega
Mereka tidak sadar jika saat ini pembicaraan mereka terdengar oleh seseorang yang tak lain adalah Farah. Kapan Farah meletakkan alat sadap suara tersebut? Jawaban nya sejak ia datang berkunjung ke kantor. Ia yang tau niat Robbert pun meminta bawahan nya untuk pura-pura mengajak Robbet kerja sama dan disaat itulah bawahan Farah meletakkan alat sadap suara di bawah meja kerja Robbert.
Ceklek!
Pintu ruangan Robbert terbuka dan munculah Erina dengan senyum yang mengembang. Ia mendekat ke arah suami nya dan memberikan kecupan ringan dipipinya.
Robbert yang melihat kedatangan dan tingkah istri nya itu sudah paham bahwa Erina pasti akan meminta uang.
__ADS_1
"Mas aku minta uang ya hari ini aku ada arisan sama temen-temen" ucap Erina dengan nada lembut
"Berapa"? Tanya Robbert
"Eum 50 juta mas" jawab Erina dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajah nya
"Tidak bisa aku baru Sahar merekap semua keuangan karena besok tuan Danu akan datang berkunjung aku akan memberikan kamu 10 juta" ucap Robbert
Seketika senyum Erina hilang berganti wajah masam. Biasanya suami nya itu selalu memberikan ia uang yang banyak tapi apa ini hanya 10 juta? Bayar arisan saja sudah 10 juta.
"Mana cukup mas bayar arisan saja sudah 10 juta gimana dengan makan dan minum aku nanti?" Ucap Erina dengan kesal
"Iya atau tidak sama sekali!" Tegas Robbert
"Ya sudah mana" ucap erina dengan kesal daripada tidak mendapatkan uang sama sekali
"Ingat ya mas bulan depan kamu harus kasih aku uang bulanan 2x lipat dari biasanya" ucap Erina
"Uang,uang saja yang kamu pikirkan aku bahkan sudah memberikan kamu dan anak-anakmu itu uang bulanan yang besar! Tapi apa dalam seminggu uang itu sudah habis! Kalian itu memang tidak bisa mengerti aku!" Ucap Robbert marah
Erina yang mendengar ucapan suami nya tersebut terkejut. Ia tahu suami nya saat ini marah tapi ia juga tak ingin mengalah bagi Erina uang adalah segalanya.
"Itu sudah kewajiban kamu mas buat nafkahin anak dan istrimu lagian juga kamu bekerja dan memegang perusahaan besar seperti ini apa yang kamu takutkan hah!" Teriak Erina emosi
"Aku sudah memenuhi semua kebutuhan kamu dan anakmu! Bahkan aku sudah sering mengambil uang perusahaan hanya untuk melengkapi kehidupan kalian yang glamor! Apa kamu pernah berpikir bagaimana jika tuan Danu tahu tentang semua ini? Dia pasti akan menarik perusahaan nya kembali! Sedangkan anak lelaki mu aku suruh belajar bisnis dan mengurus perusahaan ku dia tidak mau! Tau nya hanya minta uang dan uang!" Bentak Robbert
Erina terdiam mendengar suara keras suaminya. Ia memang tidak pernah berpikir sampai kesana ia hanya tau nya uang dan uang saja. Bahkan ia juga sering mengambil uang perusahaan suami nya diam-diam.
Erina terdiam mendengar ucapan suaminya ternyata selama ini suaminya mengetahui jika ia sering mengambil uang perusahaan. Erina menunduk tidak berani menatap suaminya.
"Maafkan aku mas" cicit Erina
"Pergilah aku ingin melanjutkan pekerjaan ku" ucap Robbert
Tak ingin membuat suami nya marah Erina segera pergi meninggalkan kantor suaminya tersebut.
~~
"Hehehe drama keluarg mereka seru banget ya" kekeh Farah setelah mendengar pertengkaran sepasang suami istri tersebut.
"Gue akan buat kalian semua mengerti dengan artinya kepercayaan!" Desis Farah
Sebagai seorang mafia dari keluarga terpandang Farah akan selalu waspada dengan sekitarnya. Banyak manusia yang menggunakan beberapa muka untuk menjilat nya. Banyak musuh pula yang berkeliaran disekitar mereka. Maka dari itu mansion Farah sangat lengkap dengan cctv. Semua sudut ruangan ada cctv. Terkecuali kamar pembantu ya.
Semua cctv tersebut juga langsung tersambung ke handphone Farah. Jadi jika diwaktu kosong seperti ini Farah akan mengecek semuanya. Bahkan dia juga menaruh alat pelacak kepada kendaraan orang tua nya.
"Hm maaf Queen" ucap Arif yang sukses membuat Farah terjengkit kaget
__ADS_1
Farah menatap Arif tajam sungguh jantung nya seperti melompat ingin keluar. Yang mendapatkan tatapan tajam tersebut hanya menunduk tidak berani menatap ke arah Farah.
Teman-teman Attar dan Farah hanya bisa terkekeh melihat wajah pucat Arif. Putri yang melihat itu pun segera mendekat ke arah Arif dan memberikan Arif air putih. Ia juga menyentuh dahi Arif untuk memastikan pikiran nya itu benar atau tidak.
Tingkah putri terus diperhatikan oleh semua temannya. Arif yang mendapat perlakuan seperti itu dari putri pun terkejut.
"Tidak panas lalu kenapa muka kamu pucat"? Tanya putri
Ternyata ia tidak sadar jika yang membuat wajah Arif pucat adalah tatapan tajam dari Farah. Semua temannya tertawa mendengar ucapan yang keluar dari bibir putri.
"Hahahaha anjir sampe dipegang dahi nya" ucap Winda tertawa ngakak
"Haha kukira dia sudah paham" sahut Chelsea tertawa
"Put lo beneran ga tau kenapa wajah dia bisa pucat gitu"? Tanya Devita
"Kamu naenyaa? Kamu bertaenya tasnya?" Jawab putri dengan mengikuti Vidio yang sedang viral ditiktok
Jawaban putri sukses membuat seisi kelas tertawa terbahak-bahak. Termasuk Farah yang sudah terkekeh. Mereka semua tidak menyangka jika putri juga bisa bersikap random seperti itu.
"Bwahahahaaaa njir putri Kena sindrom tiktok" ucap Steven yang sudah terduduk dilantai dengan terus tertawa
"Hahaha anjir ngakak banget" ucap Bimo dengan masih tertawa
"Kenapa sih orang nanya juga" ucap Putri yang kesal
"Kita ke UKS aja yuk biar kamu bisa istirahat" ucap Putri kepada Arif yang tanpa sengaja menunjukkan perhatian
"Cie cie putri perhatian banget ni" ucap Winda sang kompor
Putri yang tersadar akan ucapan nya pun hanya bisa menahan malu ia pun menutup muka nya dengan telapak tangan nya dan sesekali ia juga mengintip dibalik sela-sela jari tangan nya untuk melihat temannya.
"Ada apa"? Tanya Farah kepada Arif
"Em saya mau bertanya Queen apa hari ini putri latihan"? Tanya Arif
"Iya latihan sama gue nanti, dan oh ya tolong nanti kumpulin semua anggota ya kita latihan bareng dan minta Jojo untuk pesan makanan dan minuman juga untuk kita semua nanti" ucap Farah
"Baik Queen" jawab Arif patuh
"Ah ya Angel Wings nanti kita ada misi kecil" ucap Farah kepada inti angel wings dengan mengedipkan matanya.
"Huhu hari yang sangat melelahkan" ucap Farah dalam hati
"Apa sekeras itu hati Lo sampe kehadiran gue pun ga bisa Lo lirik"? Tanya Attar pada dirinya sendiri
GIMANA? UDAH PANJANG INI MASIH KURANG JUGA? AH ENTAHLAH WKWKW
__ADS_1
HAPPY READING:)
BACA TERUS YAA NEXT BAKAL LEBIH SERU