
Deg!
Attar terkejut mendengar ucapan Danu. Danu sangat menyayangi putri semata wayangnya. Apapun akan ia lakukan untuk putrinya.
"Saya yakin om" jawab Attar tegas setelah mengumpulkan keyakinan nya
"Baiklah saya izinkan tapi tentu tidak akan semudah itu" ucap Danu
"Maksud nya om"? Tanya Attar bingung
"Farah bukanlah gadis yang dengan suka rela memberikan hatinya kepada pria lain. Ia juga memiliki sifat keras tak tersentuh. Jika kamu memang yakin berusaha lah untuk mencairkan hati Farah" jawab Danu
Attar terdiam mendengar ucapan Danu. Apakah benar kalo Farah tidak semudah itu untuk membuka hatinya? Kalo benar maka Attar akan berusaha.
"Saya akan berusaha om" ucap Attar
"Istirahatlah" ucap Danu
Attar keluar dari ruangan Danu dan menuju ke kamar yang telah disiapkan oleh maid dimansion Farah.
KAMAR FARAH
Setelah membersihkan diri Farah duduk didepan meja riasnya ia akan melakukan rutinitas malam nya yaitu skincare an.
Setelah selesai menggunakan beberapa skincare Farah lantas duduk di balkon kamarnya. Entah apa yang Farah pikirkan sampai membuat ia melamun.
"Kenapa perasaan ini masih sama seperti dulu sakit" ucap Farah dalam hati
"Sesakit inikah rasanya sampai membekas hingga sekarang" ucap Farah
"Sudah sangat lama namun bayangan nya masih bernyanyi dipikiranku" ucap Farah dalam hati
Arghhhhhhhh!
Farah berteriak kencang untuk meluapkan semuanya. Dada nya terasa sesak,mata nya memanas, sungguh mengingat semuanya sangat membuat Farah sakit.
Tak terasa buliran bening menetes di pipinya. Ia tak sanggup untuk pura-pura kuat. Farah menangis terisak.
"Hiks..hiks.hikss kenapa sakit sekali" ucap Farah tersedu
"Hiks kenapa ini terjadi hiks hiks" lanjut Farah
GREP!
Farah terkejut ketika ada yang memeluknya ia menoleh ternyata Daddy nya lah yang memeluk dirinya. Farah menenggelamkan wajahnya didada bidang Danu.
"Hiks dad s-sakit hiks" ucap Farah terbata
"Menangis lah sayang luapkan semuanya Daddy tahu kamu tidak sekuat yang dilihat orang-orang" ucap Danu dengan lembut
Danu tahu bahwa putrinya selama ini menggunakan topeng untuk menutupi kesedihannya. Danu tahu bahwa putrinya sama seperti gadis kecil lainnya.
"Hiks dad ini sudah lama tapi sakit nya masih terasa hiks" tangis Farah terdengar pilu
"Bukankah Daddy sudah bilang lupakan secara perlahan jangan pernah mengingatnya lagi Daddy tidak mau putri Daddy menangisi hal yang tidak penting" ucap Danu sambil mengelus kepala putri nya
"Berjanjilah pada Daddy jangan pernah menangis lagi seperti ini belajar lah untuk membuka hati jangan berlarut dalam kesedihan" ucap Danu
"Daddy kan tahu setelah kejadian itu aku seperti mati rasa hanya saja" ucap Farah terhenti
"Hanya saja apa hm" tanya Danu
__ADS_1
"A-ah t-tidak dad" ucap Farah berkilah
"Istirahatlah bukankah hari ini sangat melelahkan" ucap Danu
"Daddy juga istirahat jangan sampai kelelahan" ucap Farah
Mereka melangkah masuk kekamar Danu mengantarkan putri nya kekasur membantu memakaikan selimut.
Cup
Danu mengecup kening putrinya sayang.
"Tidurlah good night honey" ucap Danu
"Night" jawab Farah
Tanpa mereka sadari jika dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka tidak jauh dari kamar Farah.
"Gue gak tahu ada apa dengan masalalu lo tapi satu yang harus lu tahu gue janji akan ngebahagiin Lo" ucap Attar dalam hati
PAGI HARI DIMANSION MOLVIN
Pagi hari dikediaman molvin terasa berbeda. Karena Fanya sejak pulang kemarin lebih banyak diam. Itu semua tak luput dari perhatian seluruh anggota keluarganya.
Tap tap tap!
Suara sepatu menggema dirumah molvin. Fanya turun dan langsung menuju meja makannya. Bahkan ia pun tidak menyapa orang tua serta abangnya. Raut wajah Fanya pun datar
"Sayang kamu mau makan pakai apa" ucap Erina lembut
Jujur saja Erina merasa tidak enak hati dengan sikap putrinya saat ini. Biasanya putri nya itu akan bersikap manja kepada dirinya.
"Kamu kenapa nak"? Tanya Robbert
Ia pun juga merasa bingung dengan sikap Fanya.
"Tidak apa-apa" ucap Fanya singkat
"Minta uang mom aku mau jalan-jalan hari ini dengan teman" ucap Fanya
"Bukannya Minggu lalu kamu sudah Daddy berikan uang? Lalu kemana uang itu"? Tanya Robbert
"Habis" ucap Fanya singkat
"Kamu apakan? Uang segitu langsung habis dalam beberapa hari" ucap Robbet dengan nada agak tinggi
"Apa mentang-mentang kamu berada dalam keluarga kaya kamu seenaknya menghamburkan uang" marah Robbet
"Apa kamu tidak berpikir saya capek mencari uang untuk kamu hah seharusnya kamu itu sadar di- ucapan Robbert terhenti ketika mendengar ucapan Fanya
"IYA AKU HARUS SADAR DIRI KARENA AKU BUKAN ANAK KANDUNG ANDA! SEHARUSNYA DARI DULU AKU SADAR DIRI BUKAN? SETELAH APA YANG ANDA LAKUKAN KEPADAKU!" Ucap Fanya dengan nada tinggi
Deg!
Jantung Erina dan Robbert berdetak kencang. Mereka terdiam dengan tubuh kaku. Narendra yang mendengar ucapan sang adik juga terdiam.
Setelah mengucapkan itu semua Fanya pergi meninggalkan meja makan dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
"Hiks gue benci kenyataan ini hiks" ucap Fanya
"Gimana kalo orang tahu gue bukan anak kandung Daddy hiks dan bahkan gue juga gak tahu siapa ayah kandung gue hiks hiks" ucap Fanya dengan terisak
__ADS_1
Fanya menjalankan mobilnya entah kemana yang jelas bukan kesekolah nya.
"Apa maksud ucapan Fanya mom"? Tanya Narendra
Erina yang mendapat pertanyaan dari putranya terdiam ia masih memikirkan semuanya dari mana putri nya tahu jika ia bukan anak kandung Robbet.
"Jangan dengerin omongan adikmu dia hanya sedang banyak pikiran jadi ucapan ngelantur" jawab Robbert
Sama seperti Erina Robbert pun juga bingung dari mana Fanya tahu kenyataan ini. Robbert tak menampik sebenarnya ia sayang pada kedua anaknya tersebut walaupun bukan darah dagingnya. Tapi ia juga merasa marah ketika anak-anaknya menghamburkan uang dengan tidak jelas. Fanya yang terlalu manja semua j
Keinginan nya selalu harus dipenuhi dan Fanya juga berani menyentuh anak Bagaskara.
Robbert tidak mau apa yang ia capai hingga saat ini harus hilang karena kesalahan anaknya. Robbert tidak mau menjadi miskin.
MANSION BAGASKARA
Saat ini para anak-anak muda tersebut sedang duduk dimeja makan. Mereka sarapan sebelum berangkat kesekolah.
Hari ini tidak ada aksi bonceng-boncengan karena Farah tidak ingin mood nya yang belum baik membuat ia enggan mengeluarkan suaranya.
Semenjak tiba dimeja makan pun ia tidak berbicara, hanya wajah datar dan dingin yang ia tunjukkan kepada semua orang. Temannya juga merasa bingung.
"Farah berangkat mom dad" Farah lalu menyalim tangan mommy dan Daddynya
Melihat Farah sudah pergi merek semua pun mengikuti langkah Farah. Farah sudah stay didalam mobilnya menunggu keempat temanya.
"Lo gapapa queen"? Tanya Winda
"Gapapa" jawab Farah singkat
Mereka semua kembali diam saat mendengar jawaban Farah. Putri pun bahkan merasa takut. Tak biasanya Farah bersikap seperti itu.
"Apa aku ada buat salah ya? Kok kak Farah jadi berubah dingin gitu" ucap Putri dalam hati
Sama seperti putri Attar dan temannya pun juga merasa bingung dengan sikap Farah.
"Tu bocah kenapa y" tanya Alex
"Kesambet kali" jawab Steven asal
Plakk!
"Anjir ya lo" ucap Steven marah
"Kalo ngomong tu yang benar bangsat" ucap Alex kesal
"Ck gue udah bener kok" jawab Steven
BRUM BRUM BRUM
Mereka semua terkejut mendengar suara motor seketika mata mereka terbelalak saat Attar,Arif dan Bimo sudah pergi meninggalkan mereka berdua.
"Gara gara loh ini" ucap Alex marah
Mereka semua bersiap naik kemotor dan meninggalkan halaman luas mansion Bagaskara.
"Apa karena semalam lo jadi berubah dingin seperti ini? Walaupun sebenarnya lu udah dingin dari awal tapi gue yakin gara-gara ingtan lo tentang masalalu yang buat lo jadi gini" ucap Attar dalam hati
KITA LANJUT NANTI MALAM YA GUYS:)
HAPPY READING:)
__ADS_1