
Farah hanya melukai sedikit saja fisik fanya dan kedua orangtuanya. Belum saat nya mereka untuk mati.
"Sampai jumpa besok" ucap Farah sambil melambaikan tangannya
Lalu ia pun segera pergi dari ruang bawah tanah tersebut diikuti Attar. Farah langsung menuju ke ruangan pribadi nya karena semua anggota keluarga nya ada disana.
Ceklek!
"Sayang! Kamu kenapa ga mandi dan ganti baju dulu" ucap Fani saat melihat putrinya datang dengan baju dan bercak darah
"Nanti saja mom! Ada yang ingin aku selesaikan" ucap Farah lalu menekan tombol kecil di tangan nya
Tak lama setelah itu para pria berbaju hitam datang keruangan tersebut diikuti para inti angel wings yang langsung berkumpul dihadapan Farah. Para anggota keluarga mundur beberapa langkah memberi jarak kepada orang-orang nya Farah.
"Laporan" ucap Farah
"Lapor unit 1 aman!" Jawab salah satu pria tersebut
"Unit 2 aman"
"Unit 3 aman"
"Unit 4 aman"
"Unit 5 bermasalah" ucap pria terakhir
Tatapan Farah tetuju pada pria terakhir. Farah masih diam sambil menatap wajah pria tersebut.
Dor!
Dengan gerakan cepat Farah langsung menembak kaki pria tersebut hingga membuat pria tersebut terduduk dilantai.
Semua orang terkejut melihat gerakan cepat dari Farah. Inti angel wings yang melihat itu langsung memegang pria yang ditembaki oleh Farah.
"Gede juga nyali Lo buat nyusup dired Devils" kekeh Winda
"Stok nyawa nya banyak" sahut Devita sambil terkekeh
"Bawa keruangan bawah tanah" titah Farah
4 pria tadi langsung membawa pria tersebut keruangan bawah tanah. Setelah itu Farah pun izin untuk bersih-bersih. Farah menyuruh mereka semua untuk berkumpul diruangan tengah dilantai 3.
30 menit Farah berkutat dengan mandinya kini ia sedang melangkah menuju ke lantai 3 dimana semua orang berada.
Bruk!
Farah langsung menjatuhkan tubuhnya disofa kosong tak jauh dari Danu. Ia memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan pikirannya dan rasa lelah yang kini hinggap ditubuhnya.
__ADS_1
"Queen are u okay?" Tanya Danu lembut pada putrinya
"Hm" jawab Farah berdehem
"Siapa pria tadi nak? Bukan orang kamu?" Tanya Fani
"Bukan mom" jawab Farah
"Lalu?" Tanya Fani lagi
"Dia penyusup mom! Beberapa hari yang lalu Farah memerintahkan bawahannya untuk mengawasi markas seseorang yang sudah berani mengusik ketenangan red Devils, pria yang ditembak Farah tadi adalah orang suruhan pihak musuh! Dia sengaja melakukan itu agar kita meninggalkan markas dan mereka bisa menghancurkan markas ini" bukan Farah yang menjawab tapi Chelsea
"Lalu sekarang bagaimana?" Tanya Danu
"Sudah ditangani dad! Tinggal menunggu waktu dimana kita lebih dulu menghancurkan markas mereka" jawab Winda
"Baiklah satu pesan Daddy jaga diri baik-baik! Kalian perempuan walaupun kalian pandai bela diri dan menggunakan berbagai macam senjata tidak menutup kemungkinan bahaya akan selalu mengintai kalian" ucap Danu
Mereka hanya menganggukkan kepalanya. Farah masih memejam matanya,entah tidur atau hanya sekedar memejamkan mata mereka juga tidak tahu.
"Queen" panggil Danu
"Hm dad" jawab Farah
"Jika lelah beristirahat lah! Kita menginap disini saja malam ini" ucap danu
"Oh iya 3 hari lagi adalah acara kelulusan kita ni" ucap Winda
"Iya bener aduh ga nyangka udah mau lulus aja kita" kekeh Chelsea
"Kalian mau kuliah dimana?" Tanya Jhonson
"Em kalo soal itu kita belum tau om! Kita bakal tetap kuliah satu kampus kok" jawab Winda
"Nikah" ucap seseorang yang baru saja berbicara
Semua atensi kini menoleh ke arah Attar yang baru saja berbicara. Mereka mengernyitkan dahi karena tak mengerti maksud ucapan Attar.
"Apa maksudmu boy?" Tanya Jhonson
"Nikah sama Farah" jawab Attar
"Siapa?" Tanya Viana
"Ck! Aku nikah sama Farah sebelum masuk kuliah" jawab Attar sedikit kesal
Farah membuka matanya saat mendengar ucapan attar. Ia melirik ke arah Attar yang hanya menampilkan wajah datar nya itu.
__ADS_1
"Jadi kalian mau menikah?" Tanya Danu
"Iya"
"Belum"
Jawab Attar dan Farah barengan tapi dengan jawaban berbeda. Mereka melirik ke arah pasangan itu.
"Nikah sayang! Dikampus besok pasti banyak cowok aku ga mau ya kalo nanti kamu dilirik cowok lain,apa kamu siap jika aku dilirik cewe lain juga?" Ucap Attar panjang
Farah melolot kan matanya mendengar ucapan attar. Ia pun mendengus kesal melihat wajah kekasihnya yang terlihat menjengkelkan.
"Serah" ucap Farah singkat lalu memejamkan matanya
"Oke deal 1 Minggu lagi dad,mom!" Ucap Attar tegas
"Baiklah akan kami persiapkan! Besok kalian harus fiting baju" ucap Fani
Sebenarnya ia tidak rela melepaskan putri nya untuk menikah muda. Tapi ia juga tidak boleh egois setelah ini ia dan suami akan melakukan perjalanan jauh entah sampai kapan. Setidaknya saat ini ada sosok pria yang selalu menjaga putrinya dengan baik.
Pembicaraan itu pun berakhir dengan keputusan Farah dan Attar akan menikah 1 Minggu lagi. Attar pun tersenyum lebar ia sudah tidak sabar menantikan dimana nanti ia akan mengucapkan ijab Kabul dan sah sebagai suami Farah.
"Huh! Masa kesendirian gue akan berakhir! Siap-siap deh diposesisifin tapi yaudah gapapa gue juga suka kok" kekeh Farah saat berada didalam kamar nya
"Ga ada dalam kamus gue buat nikah muda! Gue juga belum siap kalo nanti Attar minta anak! Jangankan minta anak buat anak nya aja gue ga siap" monolog Farah lagi
"Ah gatau ah gue pusing" keluh Farah lalu mulai memejamkan matanya
~
Masih ditempat yang sama namun ruangan yang berbeda. Kini ada satu keluarga yang sedang meratapi nasibnya.
"Bagaimana ini pah! Sampai kapan kita akan berada disini" ucap erina sendu
"Tanyakan ini semua pada anakmu! Bisa-bisanya dia membohongiku! Malah dia bertingkah kurang ajar seperti itu" ucap Robbert marah
"Aku melakukan ini semua juga demi keluarga kita pah! Papa sudah tidak mau memberikan ku uang seperti biasanya! Harapan ku satu-satunya adalah menjadikan Attar milikku! Dengan cara apapun itu. Aku hampir berhasil jika saja wanita tidak tahu diri itu tidak masuk kekamar kami! Attar itu pasti tergoda dengan tubuhku ini" bela fanya
"Kau pikir kau saat ini berhadapan dengan siapa hah! 2 keluarga itu bukanlah orang sembarangan! Kau berani sekali bermain-main dengan nya! Lihat apa yang sudah kita dapatkan saat ini! Kau pikir kita bisa keluar dari sini dengan begitu mudah iya?" Bentak Robbert
"Lalu aku harus apa? Apa aku tetap melanjutkan rencana ku yang akan mengatakan jika aku sedang hamil anak Attar! Aku yakin mereka tidak akan berani melukai aku pa" sahut fanya
"Aku tidak ingin lagi ikut campur rencana bodohmu itu! Jika tahu begini kenapa tidak sejak dulu aku buang kalian ke jalanan! Kalian benar-benar membuat hidupku hancur! Aku menyesal menerima kalian dalam hidupku! Bukannya membuat hidupku bahagia kalian malah menambah derita hidupku! Aku sudah bekerja keras hanya demi kalian tapi kalian sama sekali tidak menghargai apa yang sudah aku lakukan" ucap Robbert tegas
Erina yang mendengar ucapan Robbert pun menitikkan air mata nya. Rasanya sangat sakit sekali saat mendengar semua ucapan itu.
"Maafkan aku mas aku tidak bisa memenuhi janjiku dulu saat ingin menikah dengan mu" batin Erina
__ADS_1
Happy Reading ❤️