
Hari ini Farah sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Danu dan Fani masih setia menemani putrinya. Bahkan mereka pun belum sempat untuk mengisi perut karena Terlalu fokus pada sang anak.
"Kalian pulang saja dulu istirahat lah nanti giliran sama Daddy dan Mommy" ucap danu pada keempat gadis yang ada didepan nya
"Kami disini saja dad" jawab putri lesu
Sejak kejadian itu ia hanya terdiam. Ia tidak tau harus bereaksi seperti apa. Ingin marah! Marah pada siapa? Sedangkan ia tidak mengenal Niko dan Karina.
"Pulanglah nanti bisa giliran jaga dengan Daddy dan Mommy kalian juga harus mandi dan bersih-bersih ingat Farah selalu menyuruh kalian untuk menjaga kebersihan tubuh kalian" ucap Danu
"Baiklah dad kami akan pulang dan jangan larang kami untuk datang kemari" timpal Winda
"Daddy dan Mommy juga harus makan dan jaga kesehatan kalian jangan sampai Farah marah karena melihat kalian juga ikutan sakit" ucap Devita
"Iya nanti Daddy dan Mommy akan makan terimakasih perhatian Kalian ya" ucap Danu tersenyum
"Ehm apa om bisa minta tolong untuk antarkan anak gadis om ini pulang?" Pinta Danu pada teman Attar
"Bisa om" jawab Alex
"Terimakasih kalian juga pulang dan istirahat lah" ucap Danu tersenyum
Mereka semua pun meninggalkan rumah sakit dengan langkah yang berat. Mereka merasa enggan untuk meninggalkan Farah. Mereka selalu ingin berada didekat Farah. Mengajak Farah berbicara, mengajak Farah bercanda mereka ingin melakukan itu semua! Tapi mereka harus bisa sabar entah sampai kapan.
Kini tertinggal lah Attar,Danu,Niko dan Karina. Sedangkan Fani sudah disuruh istirahat oleh Danu. Attar memang tidak beranjak dari tadi. Pikiran nya saat ini hanya memikirkan Farah. Ia ingin Farah cepat sadar.
Niko dan Karina juga merasa berat untuk pergi. Mereka merasa bersalah seharusnya mereka tidak datang kesini. Seharusnya mereka tidak nekat untuk menemui Farah. Bukannya mendapatkan maaf mereka malah menambah beban Farah.
"O-om Karina minta maaf untuk semua yang sudah Karina lakukan selama ini" ucap Karina memecah keheningan
"K-karina tau Karina salah om Karina sadar dan Karina menyesal tolong maafkan Karina om" ucap Karina sambil bersimpuh dikaki Danu
Danu hanya diam tanpa ekspresi. Entah mengapa ia merasa malas untuk menjawab ucapan Karina. Hatinya sakit saat mengingat apa yang sudah ia lakukan pada putrinya. Sudah pernah ia katakan dahulu jika ia bukan orang baik! Ia tidak akan memaafkan kesalahan orang tersebut jika sudah berhubungan dengan keluarganya.
__ADS_1
"Om maafin aku juga karna aku Farah jadi seperti ini. Karna aku juga Farah jadi mengalami trauma" ucap Niko yang juga meminta maaf
Namun Danu masih tetap pada pendiriannya. Ia enggan untuk membuka mulut.
"Om sebaiknya om temani Tante istirahat om juga harus istirahat nanti om sakit" ucap Attar membuka suara
"Kamu juga Attar om tahu kamu juga lelah" jawab Danu
"Tidak apa-apa om Attar disini saja. Biar Attar yang jagain Farah selagi om istirahat" ucap Attar
"Baiklah jika kamu ingin menjenguk Farah maka lihatlah om ingin melihatnya tapi om belum siap"ucap Danu sendu
"Iya tenangkan hati dan pikiran om dulu" ucap Attar direspon dengan anggukan kepala oleh Danu
Danu dan Attar tidak menganggap Karina dan Niko ada. Mereka hanya berbicara berdua. Bahkan Danu saja belum menjawab permintaan maaf dari Niko dan Karina.
Danu melangkah menuju kamar yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit. Setelah kepergian Danu Niko memandang ke arah Attar.
"Lo siapa nya Farah?" Tanya Niko datar
"Kalo gue ngomong itu dijawab! Lo siapa nya Farah? Gue peringatin ya ke elu untuk ga sok peduli sama Farah" ucap Niko sinis
Attar terkekeh geli mendengar ucapan Niko. Apa Niko tidak sadar diri? Memang nya dia siapa yang berani mengatakan seperti itu.
"Lo siapa?" Tanya Attar
Niko terdiam mendengar ucapan Attar. Ia juga berpikir kenapa dia sampai berbicara seperti itu. Tak ingin mengelak sebenarnya ia masih sangat mencintai Farah. Ia ingin memeluk Farah! Ia ingin memegang tangan Farah! Ia rindu celotehan Farah! Ia rindu aroma parfum Farah! Ia rindu semua tentang Farah. Apakah benar tidak ada kesempatan kedua untuknya? Jika Allah memberikan kesempatan kedua untuknya maka ia berjanji untuk tidak menyakiti Farah lagi. ****! Dia melupakan Karina dan Ciko. Sial!
"Gue emang bukan siapa-siapa nya farah,kalo Lo lagi berusaha untuk dekatin Farah mending lo mundur! Gue gak mau Farah sampai ngerasain sakit hati lagi" ucap Niko datar
"Emang lu siapa sok ngajarin gue? Apa lu udah merasa kalo diri lu ini bener hm? Apa lo ga sadar juga dengan apa yang sudah terjadi saat ini? Lu ga sadar kalo elu yang udah nyakitin Farah! Elo ga sadar kalo elo yang udah buat Farah ngerasain yang namanya trauma! Bajingan Lo!" Ucap Attar dingin
Deg!
__ADS_1
Niko terdiam tak bisa berkata-kata lagi. Ia tidak tahu harus berbicara apalagi. Itu semua benar! Ia yang sudah menyebabkan Farah seperti ini. Ia bodoh!
"Niko Lo brengsek" maki Niko pada diri sendiri
Setelah berbicara panjang attar pun masuk keruang perawatan Farah. Attar menatap sendu ranjang rumah sakit tersebut. Attar menatap Farah dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Lo tau ga baru kali ini seumur hidup gue, ngerasain sakit saat ngelihat cewe terbaring lemah disini" ucap Attar mencoba mengajak Farah berbicara
"Apa lo tahu baru kali ini juga gue mencoba buka hati buat wanita. Dan Lo tahu itu berhasil! Gue berhasil buka hati gue buat wanita dan wanita itu Lo Farah" ucap Attar sendu
"Gue pertama kali ngerasain jatuh cinta! Gue pertama kali bersikap seperti ini! Gue khawatir! Gue takut! Gue takut Farah! Gue takut lu pergi dari hidup gue! Disaat gue udah membuka hati,disaat gue udah ngerasain nyaman,disaat gue udah ngerasain sayang sama Lo gue takut! Gue takut kalo lo pergi" ucap Attar tanpa sadar meneteskan air matanya
Baru kali ini seorang Attar menangis dan itu karena wanita. Attar yang tegar! Attar yang dingin! Attar yang cuek! Attar yang kejam! Dia akan rapuh,rapuh saat berhadapan dengan wanita dan wanita itu adalah Farah.
"Lu tau ga waktu lihat lu penuh dengan darah gue ngerasa hidup gue berhenti. Dan disaat dokter bilang lo kritis dan denyut jantung lo melemah gue ngerasa dunia gue berhenti berputar." Ucap Attar sambil terus menggenggam tangan Farah
"Bangun Farah! Bangun! Apa lo ga kasian sama orang tua Lo hm. Daddy Lo terpuruk saat tahu Lo kecelakaan. Mommy Lo udah berkali-kali jatuh pingsan karena ga kuat lihat keadaan lo, sahabat lo semua nangis ngeliat kondisi Lo! Apa lo tega hm buat mereka sedih? Lo harus bangun lo harus sembuh. Gue janji gue akan bantu lo untuk sembuh dari rasa trauma Lo" ucap Attar sambil mencium tangan Farah.
"Gue tunggu lo sadar gue ada disini buat nemenin lo" ucap Attar sambil mencium kening Farah.
~
"APAA!" Pekik seorang gadis
"Jadi dia kecelakaan? Dan sekarang koma?" Ucap orang tersebut
"Iya bener gue lihat sendiri kemarin waktu gue ngantar nyokap kerumah sakit! Dan gue tanya sama suster nya dan itu benar si Farah" jawab orang tersebut
"Bagus dong kalo dia kecelakaan bahkan gue pengen dia mati aja! Biar ga ada yang menghalangin gue buat dekat sama Attar" ucap gadis tersebut tersenyum miring
"Waktu yang tepat" batin orang tersebut
HALLO MAAF BARU UPDATE HEHEHE:)
__ADS_1
LANJUT NANTI MALAM YA:V
HAPPY READING:)