
Teriakan dari sahabat dan orang-orang terdengar saat truk Fuso tersebut menabrak tubuh Farah. Farah terpental sejauh 600 meter.
Para pengawal bayangan yang melihat nona muda nya tertabrak truk pun langsung keluar dari persembunyiannya. Attar belari kencang ke arah Farah diikuti yang lainnya.
"Farah" lirik Attar ketika sampai didekat Farah
Tubuh Farah yang dipenuhi oleh darah. Dari kepala Farah juga mengalir darah.
"Cepat bawa ke mobil" teriak Winda
Attar langsung mengangkat tubuh Farah menuju ambulans yang entah sejak kapan ada disana. Tangan nya gemetar ia takut saat melihat Farah seperti ini.
Para sahabatnya pun langsung menuju rumah sakit. Mereka semua terdiam dengan pikiran yang kalut.
~
PRANG!
Fani tidak sengaja menyenggol bingkai foto keluarga nya. Perasaan nya mendadak tidak karuan.
Sedangkan diruang kerja Danu sejak tadi ia merasakan perasaan yang entah seperti apa. Hingga dering telpon membuyarkan lamunan nya.
Drett..dret..drett.
"Ada apa?" Tanya Danu
"Tuan saya ingin mengabarkan bahwa nona Farah mengalami kecelakaan kondisi nya kritis dan sekarang sedang berada dirumah sakit Via hospital" ucap orang tersebut
Deg!
Jantung Danu berdetak kencang! Dadanya sesak! Matanya memanas saat mendapatkan kabar jika putrinya kecelakaan.
Tanpa aba-aba Danu langsung mematikan telpon nya dan ia berjalan keluar ruangan nya. Sampai diluar ia disambut dengan tangisan dari istrinya.
"Mas a-anakku m-mas hiks" ucap Fani sambil memeluk suaminya
"Sayang sabar ya! Kita kerumah sakit sekarang" ucap Danu menenangkan padahal dirinya juga sangat rapuh
Tanpa banyak bicara Danu dan Fani langsung menuju rumah sakit. Disepanjang perjalanan Fani terus saja menangis. Begitu juga Danu yang merasa terpuruk akan kejadian yang menimpa putrinya. Ia merasa gagal menjaga putrinya. Ia juga merasa marah karena pengawal yang ia suruh untuk menjaga putrinya sudah lalai.
~
VIA HOSPITAL
Saat ini semua orang sedang berdiri dengan raut wajah yang tidak bisa artikan. Tegang! Khawatir! Takut! Semua menjadi satu. Sejak tadi juga para sahabat Farah menangis.
Ceklek!
Mereka semua langsung menghampiri dokter yang sejak tadi berada didalam memeriksa keadaan farah.
"Dokter bagaimana keadaan Sahabat saya" ucap Winda langsung
"Iya dok bagaimana keadaan sahabat kita? Dia tidak apa-apa kan dok" tanya Devita
Begitu juga dengan yang lain pertanyaan yang sama terucap dari bibir mereka membuat dokter menghela napasnya.
__ADS_1
"Keadaan pasien kritis karena pendarahan pada kepalanya mengakibatkan dia kekurangan banyak darah" jawab dokter tersebut
Deg!
Mereka lemas seketika mendengar ucapan dokter tersebut. Tangisan mereka semakin menjadi. Mereka tidak pernah membayangkan jika kejadian seperti ini akan terjadi pada sahabatnya.
Balik lagi ke pada takdir. Ini semua sudah menjadi takdir tuhan! Kita tidak bisa melakukan apa-apa jika tuhan sudah berkehendak.
"Tidak! Hiks putriku mas" suara wanita paruh baya mengejutkan mereka semua
Mereka menoleh secara serentak dan mereka melihat orang tua Farah sudah tiba disana.
"Mom"panggil Winda langsung memeluk Fani diikuti yang lainnya
"Hiks f-farah hiks" ucap Fani terbata
Bruk!
"Mom" teriak Winda dan yang lain saat Fani jatuh pingsan
Danu dengan sigap langsung mengangkat tubuh istrinya menuju ruang perawatan. Danu masih belum sadar jika saat ini ada Niko dan Karina yang berada disana.
"Bangun Farah! Jangan buat gue makin merasa bersalah sama lo" ucap Karina dalam hati
"Maafin gue far, gara-gara gue lo jadi ngalamin ini semua. Maafin gue tolong" ucap Niko dalam hati
Setelah memastikan keadaan istrinya. Danu langsung melangkah keruang ICU untuk melihat putrinya.
"Maaf tuan kami membutuhkan stok darah 3 kantong lagi untuk nona Farah,stok dirumah sakit ini sudah habis" tutur dokter tersebut setelah tadi mengecek kembali keadaan Farah.
"Golongan darah A+ tuan" jawab dokter tersebut
"Kebetulan darah saya sama dok dengan Farah ambil darah saya saja" ucap Attar
"Darah saya juga sama dok" sahut Alex
"Darah saya juga dok" timpal Arif
"Baiklah tolong ikuti suster ini untuk menuju ruang transfusi darah" ucap dokter tersebut
Mereka pun melangkah mengikuti dokter tersebut. Danu menatap ke arah ruang putrinya. Dadanya sakit saat melihat berbagai alat menempel ditubuh putrinya.
"Cepatlah sadar princess maafkan Daddy yang sudah gagal menjaga putri Daddy" ucap Danu dalam hati
Danu pun berbalik menatap ke arah sahabat farah. Ia akan meminta penjelasan bagaimana bisa putrinya sampai kecelakaan.
Deg!
Mata Danu membulat saat melihat dua manusia yang telah membuat hidup putrinya hancur. Rahangnya mengeras dengan kilatan amarah yang terpancar dari matanya. Aura pun berubah menjadi mencekam. Niko dan Karina tidak berani menatap ke arah danu.
Sahabat Farah pun hanya terdiam. Mereka juga emosi saat melihat Niko dan Karina. Ini semua karena mereka! Jika mereka tidak bertemu dengan Farah dan tidak mengingatkan Farah dengan luka lamanya semua ini tidak akan terjadi.
"Kenapa kalian berdua ada disini" ucap Danu dingin
Glek!
__ADS_1
Niko dan Karina tercekat mendengar suara dingin danu. Mereka tak mampu menjawab pertanyaan Danu.
"Jawab!" Desis Danu
"S-saya kemari memang ingin menemui Farah om untuk meminta maaf"jawab Niko gugup
"Cih untuk apa kamu datang kemari dan meminta maaf? Bukankah sudah saya katakan dulu untuk tidak menemui putri saya lagi!" Sinis Danu
"Winda ceritakan pada Daddy apa yang sebenarnya terjadi" ucap Danu pada Winda
Winda pun menarik napas dalam-dalam sebelum menceritakan semuanya.
"Jadi dad..." Winda pun menceritakan semuanya tanpa ada yang dilebih-lebihkan atau pun dikurang-kurangi.
Danu menggertakkan giginya menahan emosi. Tapi tidak bisa! Danu sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
BUGH!
Satu Bogeman mendarat diwajah Niko. Ia menatap Niko dengan kilatan amarah yang memuncak!
"Apa kamu tidak puas telah menyakiti putri saya! Sejak kejadian dimana kamu berselingkuh dengan wanita ini hidup putri saya terus diliputi rasa takut! Putri saya mengalami trauma yang dalam! Dia akan terus berteriak bahkan menangis jika ia teringat dengan kejadian menjijikkan tersebut! Dan perlu kamu ketahui! Putri saya harus melewati masa-masa yang sulit! Ia tidak bisa bersekolah seperti biasanya! Ia selalu menolak bertemu orang! Ia akan berteriak histeris! Bahkan sampai memukul kepalanya sendiri berharap kejadian itu hilang dari pikirannya. Bahkan ia sudah tidak bisa lagi mempercayai laki-laki manapun karena penghianatan yang telah kamu berikan pada putri ku!" Teriak Danu emosi
"Dan sekarang berani sekali kamu muncul dihadapan putri saya! Setelah sekian lama putri saya mencoba melepaskan semua rasa traumanya. Da sekarang lihatlah! Lihat! Gara-gara kamu putri saya mengalami ini semua! Saya dan istri saya sudah mati-matian untuk menjaga agar trauma itu tidak kembali lagi! Agar putri saya bahagia! Agar putri saya memiliki kehidupan yang baru tanpa dihantui rasa traumanya!" Ucap Danu dengan nada tinggi
Semua terdiam mendengar ucapan Danu. Attar dan temannya pun baru mengetahui ini semuanya. Attar tak kalah emosi mendengar ucapan Danu. Jadi pria ini adalah penyebab Farah memiliki trauma.
"Maafkan saya om saya menyesal" ucap Niko sambil berlutut dihadapan Danu
Ia benar-benar menyesal akan perbuatannya. Ia juga baru mengetahui jika Farah mengalami trauma hebat akan penghianatan dirinya. Memang semua itu tidak mudah! Mungkin bagi sebagian orang itu adalah hal biasa. Tapi tidak dengan Farah! Ia yang sejak kecil selalu diberi kebahagiaan oleh keluarga nya tentu saja merasa sakit saat orang yang ia percaya,orang yang ia sayang melakukan penghianatan bahkan melakukan hal menjijikkan dirumahnya.
"Tidak ada maaf untuk pria bajingan seperti anda!" Desis Danu dingin
PLAK!
Semua orang terkejut saat tiba-tiba Fani menampar wajah karina. Entah sejak kapan ia sudah berdiri disana.
"Berani-berani nya kamu muncul dihadapan putriku ****** kecil" ucap Fani emosi
"Apa tidak cukup selama ini kamu memberikan rasa sakit kepada putriku hah! Saya menyesal pernah menganggap kamu sebagai anak saya dahulu! Saya menyesal telah mengizinkan suami saya membawa kamu masuk kedalam rumah kami! Rumah yang seharusnya memberikan kebahagiaan bagi penghuni nya,tapi malah membuat penghuni nya merasakan sakit batinnya." Ucap Fani dingin
Semua orang kembali terdiam mendengar lontaran kalimat dari Fani. Fani orang yang terlihat lemah lembut akan berubah menjadi sosok wanita garang saat ia dihadapkan dengan kehidupan anaknya. Kehidupan yang selama ini ia jaga! Ia memberikan seluruh kasih sayang nya kepada anaknya! Memberikan kebahagiaan pada anaknya! Tapi! Orang baru yang msuk dalam hidup anaknya malah membuat anaknya merasakan trauma. Trauma yang membuat kondisi mental anaknya terguncang. Karena orang yang ia anggap istimewa menyakiti nya.
"Kamu! Saya menyesal telah menerima kamu untuk masuk kedalam kehidupan putriku! Apa kamu tau hah! Setiap hari putriku akan menangis dan mengatakan jika Niko nya tidak mungkin menghianati nya! Niko nya tidak mungkin melakukan hal menjijikkan tersebut dengan orang yang ia anggap sahabat nya! Bahkan setelah kejadian putriku masih memeluk boneka yang sudah kamu berikan padanya! Sesakit itu putriku! Sesakit itu hatinya saat orang yang ia anggap pangeran dalam hidupnya melukai batinnya" ucap Fani panjang kepada Danu.
Niko terdiam dan ia makin merasa bersalah akan semuanya. Ia merasa sesak didadanya saat mendengar semuanya. Ia tidak tahu begitu sayangnya Farah kepada dirinya. Ia bodoh! Ia bodoh! Telah menyia-nyiakan orang yang tulus mencintai nya hanya karna rayuan semata dari gadis yang baru ia kenal.
Saat keadaan tegang suster berlari keluar ruangan dengan tergesa-gesa. Melihat itu semua Danu dan semua nya merasa khawatir.
"Suster apa yang terjadi" tanya Danu cemas
"Kondisi pasien semakin kritis dan denyut jantungnya melemah" jawab suster Tersebut langsung meninggalkan semua orang disana
Deg!
HALLO HALLO GIMANA HEHE? JANGAN LUPA KOMENYA! MAKSA LOH INI HIHI
__ADS_1
HAPPY READING:)