
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka tiba di London. Mereka rasanya juga puas tidur di pesawat tadi.
"Ya ampun akhirnya sampai juga pegel banget badan gue" keluh Winda
"Seger banget mata gue sekarang" kekeh Chelsea
"Mana sih sopir nya gue udah ga sabar mau rebahan dikasur empuk gue" oceh Winda
"Permisi non" ucap seorang pria
"Ih mang Ujang lamaaa ga like ga like" ucap Winda
"Maaf non tadi macet! Mari non tuan dan nyonya besar sudah menunggu" ucap sopir tersebut
Akhirnya mereka pun ikut bersama Winda. Memang selama liburan di London mereka sudah memutuskan untuk menginap di rumah Winda saja. Jarak bandara ke rumah Winda itu memakan waktu 1 jam lebih. Selama diperjalanan putri berdecak kagum melihat bangunan tinggi nan mewah yang ia lewati.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka tiba di rumah mewah winda. Steven sudah deg-degan karena akan bertemu dengan camer nya.
"ASSALAMUALAIKUM WINDA YANG CANTIK NAN BAIK HATI DAN RAJIN MENABUNG INI PULANG" teriak Winda saat memasuki rumah nya
"Astaga! Anak ini tidak ada berubahnya! Masih sama seperti orang hutan" ucap melati maminya Winda
"Mamiiiiiiiiiii" teriak Winda saat melihat maminya
Hup!
Winda langsung memeluk erat maminya! Ah ia sangat rindu sekali dengan maminya ini.
"Ck! Sudah susah nafas ini" ucap melati kesal
"Heheh mangap yaa aku kangen banget ih! Papi mana"? Tanya Winda
"Papi disini" suara berat seorang pria terdengar
"Ah! Sugar Daddy kuuu sugar baby mu pulang" teriak Winda langsung melompat ke pelukan sang papi
"Ck! Kamu berat sekarang, seperti nya Danu memberi kamu makan yang banyak" ucap Joni dengan kekehan nya
"Oh jelas dong 3 kali sehari loh dikasih makan" jawab Winda yang masih berada dalam gendongan papinya
"Ya ampun sayang kamu makin cantik ajaa" ucap melati saat melihat Farah
"Uh mami juga cantik kok awet muda lagi" peluk Farah pada melati
"Ih kok peluk-peluk ga ngajak kita" ucap Devita cemberut
"Sini-sini aduh anak gadis mami cantik semua" ucap melati sambil memeluk ketiga gadis itu
"Eh itu yang satu siapa?" Tanya melati saat melihat putri
"Oh iya mi kenalin dia sahabat baru kita nama nya putri" ucap Farah memperkenalkan putri
"Sini sayang kamu ga mau peluk mami seperti anak-anak manja ini hm" ucap melati lembut
Putri berjalan pelan ke arah melati dan yang lain. Setelah sampai didekat mereka Chelsea langsung menarik putri ikut berpelukan.
Putri senang bisa berada bersama orang-orang baik seperti mereka. Putri sejak dulu sangat ingin mempunyai keluarga seperti teman-teman nya.
"Kamu juga cantik banget sayang aduh jadi insecure" ucap melati
__ADS_1
"M-makasih ya tan,Tante juga cantik kok" sahut putri ia sedikit gugup karena belum terbiasa
"Ih jangan panggil Tante dong! Panggil mami dan panggil om botak itu papi" ucap melati
Joni hanya mendelik mendengar perkataan istrinya. Keluarga nya ini ada saja tingkah nya. Tapi biarpun begitu keluarga mereka adalah keluarga harmonis.
"Ayok duduk yang lain" ucap Joni kepada teman anaknya
Mereka pun akhirnya duduk diruang keluarga. Winda masih bergelayut manja dilengan papinya. Ia memang anak yang manja kepada keluarga nya.
"Ini yang ganteng-ganteng siapa namanya" tanya melati
"Hallo om Tante kenalin saya Bimo yang paling ganteng diantara mereka" ucap Bimo pede
"Saya Alex om,Tante" ucap Alex
"Saya Attar om,Tante" ucap Attar
"S-saya Steven om Tante" ucap Steven gugup
"Oh jadi kamu pacar anak saya?" Tanya Joni
"Em i-iya om" jawab Steven gugup
Teman-temannya terkekeh melihat raut wajah Steven yang gugup seperti itu. Biasanya Steven akan menampilkan wajah tengil nya yang membuat temannya kesal sendiri.
"Bisa bela diri?" Tanya Joni
"Bisa om" jawab Steven
"Besok temui om diruang latihan! Om akan mengetes kekuatan kamu! Ingat ini baru tes dari om belum tes dari kakak nya Winda yang kebetulan hari ini juga pulang" ucap Joni tegas
Steven menelan salivanya susah payah! Baru saja tiba ia sudah diajak adu jontos saja. Melawan papinya Winda saja belum tentu ia menang apalagi melawan Abang nya nanti.
"S-siap om" jawab Steven gugup
"Ck! Papi lihat itu kan pacar aku jadi gugup! Bobby banget bikin anak orang ketar-ketir" oceh Winda
"Sayang! Papi melakukan ini semua bukan hanya main-main saja! Jika dia serius sama kamu maka dia harus bisa bela diri agar bisa menjaga putri bar-bar papi ini" ucap Joni sambil mengelus kepala putrinya
"Papi meremehkan aku heh" cibir Winda
"Bukan meremehkan! Papi hanya belum bisa percaya sama kamu! Orang sama ayam aja takut gimana sih kamu" ujar Joni membuka aib anaknya sendiri
Mereka semua tertawa mendengar ucapan joni. Ah! Jadi gadis absurd dan bar-bar ini takut pada ayam. Winda sudah memasang wajah kesal nya. Papinya ini seenaknya saja membuka aib nya.
"Sudah-sudah ayo sekarang kita makan dulu" ajak melati
Mereka mengikuti langkah kaki melati ke arah meja makan. Disana ternyata sudah banyak sekali terhidang makanan yang membuat cacing diperut meronta-ronta.
"Tahan Steven tahan! Lo harus jaga image didepan camer" ucap Steven dalam hati
Mereka duduk dikursi yang sudah tersedia. Mereka langsung menyantap makanan yang sudah disediakan. Jangan tanya rasanya. Sudah pasti enak.
Setelah makan kini mereka berkumpul ditaman belakang rumah Winda. Taman yang dipenuhi bunga-bunga cantik. Ada kolam ikan dan air pancur nya juga.
"Farah jalan-jalan yuuk" ajak Attar setengah berbisik
"Jalan kemana" tanya Farah yang juga ikutan berbisik
__ADS_1
"Kemana aja kan ini cuaca nya bagus siapa tau kita bisa lihat sunset" jawab Attar
"Ajak putri dan Arif ya! Putri belum pernah jalan-jalan kek gini" ucap Farah
"Boleh" jawab attar
"Em guys gue sama Attar mau jalan sore kalian mau ikut?" Tanya Farah basa basi
"Engga dulu deh gue cape!" Sahut Chelsea diikuti yang lain
"Gimana put mau ikut? Sama Arif juga kok" tanya Farah
"Boleh kak" jawab putri sambil tersenyum
Mereka berempat pun langsung pergi untuk jalan sore. Menggunakan mobil milik winda. Tujuan mereka saat ini adalah pentle bay.
Pentle Bay adalah pantai yang terletak di Pulau Tresco yang dikenal dengan hamparan pasir putih yang membentang dengan air laut yang berwarna biru tosca.
Selain itu, di tempat ini kamu juga akan disuguhkan dengan pemandangan beberapa pulau granit yang bernama Little Ganilly dan Great Arthur.
Saat sore hari suasana dipantai ini sangat indah! Kita juga bisa melihat sunset. Tempat ini juga banyak dikunjungi orang-orang saat memutuskan untuk berlibur di London.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam kini mereka sudah sampai di pantai tersebut. Cukup ramai diwaktu sore hari.
Farah tersenyum senang saat angin sore menerpa wajahnya. Begitu juga putri ia sangat senang bisa menginjakkan kakinya dipantai yang cantik seperti ini.
"Makasih ya kak! Kakak udah mau ngajak aku liburan ke sini. Aku bahagia banget" ucap Putri pada Farah
"Iya santai aja! Maaf ya gue baru sempet ngajak Lo liburan sekarang. Besok-besok kalo bosan dan mau liburan bilang aja mau kemana" sahut Farah sambil tersenyum kearah putri
"Kamu mau foto-foto ga?" Tanya Attar
"Boleh nanti fotoin aku sama putri juga ya" pinta Farah
Farah pun mulai bergaya dengan latar belakang sunset yang indah. Mereka juga giliran untuk berfoto-foto. Senyum merekah dibibir ke empat manusia itu.
Semua penat dan lelah terasa hilang saat sudah sampai disini! Mereka disuguhkan pemandangan yang indah. Mereka juga sesekali bermain air,bermain pasir dan berkejar-kejaran layak nya anak kecil.
Hup!
Attar memeluk Farah dari belakang. Ia meletakkan dagunya diatas bahu Farah. Ia menikmati pemandangan sore hari bersama Farah.
"Dipantai ini gue mau ngomong sesuatu! Gue mau bilang kalo gue mencintai Farah Anindita Bagaskara. Gue sayang banget sama dia! Gue takut kehilangan dia! Bahkan gue ga bisa jauh dari dia. Pantai ini menjadi saksi akan ketulusan cinta gue buat Lo!" Ucap attar tulus
Farah membalikkan badannya lalu ia menatap manik mata milik Attar. Farah seakan sedang mencari kebohongan didalam sana. Namun nihil! Ia tidak menemukan yang namanya kebohongan.
"Gue gatau harus merespon apa! Tapi disini gue juga bakal bilang kalo gue udah mulai ngerasa nyaman sama kehadiran Lo! Jika emang benar Lo serius sama gue,Lo mau kan bantu gue sembuh dari rasa trauma ini? Lo mau kan nunggu gue sembuh?"tanya Farah
"Gue janji bakal bantu lo buat sembuh dari rasa trauma ini! Gue bakal selalu ada untuk Lo! Gue bakal ada disamping Lo!" Jawab Attar tegas
Cup!
Attar mencium puncak kepala Farah. Farah langsung memeluk tubuh kekar Attar. Ia merasa nyaman berada dalam dekapan Attar. Semoga saja semua ini adalah awal perjalanan dia menuju kebahagiaan.
Cekrek! Cekrek!
Arif mengambil foto disaat Attar berpelukan dengan Farah. Ah! Mereka terlihat sangat romantis dengan disaksikan sunset yang indah itu.
HAPPY READING:)
__ADS_1