
Farah jengah melihat 1 keluarga didepan nya saat ini. Dari tadi hanya menangis saja. Buat apa mereka menangis? Menyesel? Ck telat!
"Ck berhenti lah menangis gue pusing anjir" ucap Winda kesal
"Dan anda tuan Robbert! Anda mengetahui jika istri anda sering mengambil uang perusahaan secara diam-diam tapi anda tidak menegurnya sama sekali! Bahkan anda juga sering menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan keluarga dan urusan pribadi anda! Gaji karyawan hanya anda berikan setengah! Bahan bangunan semuanya anda beli dengan barang yang berkualitas rendah! Begini cara Anda memimpin perusahaan hah!" Ucap Farah emosi
Habis sudah kesabaran Farah. Sejak tadi ia menahan untuk tidak mengeluarkan semua emosi. Ia menatap empat orang didepan nya ini dengan sorot mata tajamnya.
"Anda sudah diberi kepercayaan oleh tuan Danuarta Bagaskara tapi apa yang anda lakukan? Anda malah menggelapkan dana perusahaan! Dimana letak tanggung jawab anda! Sudah diberikan kepercayaan malah seenaknya saja berbuat sesuka hati" ucap Farah dingin
Semua terdiam tidak ada yang berani membuka suara. Aura yang dikeluarkan oleh Farah mampu mengintimidasi mereka semua.
"Mulai hari ini anda saya berhentikan untuk dari perusahaan ini! Dan ini ambilah gaji terakhir anda!" Ucap Farah tegas
Robbert dan keluarga nya membulatkan mata mendengar ucapan Farah. Apa yang mereka takutkan akhirnya terjadi juga. Robbert memejamkan mata dan menahan segala rasa yang kini sedang berkumpul didadanya.
"Maaf nona anda tidak berhak untuk memecat saya, yang berhak memecat saya adalah tuan Danu" ucap Robbert
"Putriku berhak untuk memecat tikus seperti anda tuan Robbert, karena perusahaan yang anda pegang itu adalah perusahaan yang sudah saya wariskan untuk putri saya Farah Anindita Bagaskara" ucap Danu tegas
Robbert dan keluarga nya pun terkejut mendengar suara Danu. Ya itu suara Danu sejak masuk ke area kantor ini Farah sudah mengaktifkan alat penyadap yang ada diruangan ini otomatis semua pembicaraan mereka tadi terdengar oleh Danu.
"Bagaimana? Masih ingin mengatakan saya tidak berhak memberhentikan anda"? Tanya Farah sinis
Sudah tidak ada lagi yang bisa Robbert harapkan. Hancur! Semua nya hancur dalam sekejap. Hayalan ia yang tinggi gugur begitu saja. Ia akan mulai merintis bisnis dari nol lagi.
"Keluarlah dari sini mau apa lagi? Mau diantarkan juga untuk keluar? Atau lupa dimana letak pintu kantor ini? Oh atau ingin memberikan salam perpisahan dulu dengan para karyawan"? Ucap Winda sinis
"Maafkan saya nona jika selama bekerja disini saya membuat masalah kalo begitu saya permisi" ucap Robbert
1 keluarga itu berjalan keluar ruangan dengan wajah yang sudah tidak dapat diartikan lagi.
"Brengsek awas saja lu Farah akan gue balas disekolah!" Ucap Fanya dalam hati
"Sial! Kenapa semua jadi seperti ini" ucap Erina dalam hati
"Bajingan! Dapat dari mana lagi aku uang untuk membayar rumah sakit itu" ucap Narendra
"Aku harus mulai dari bawah lagi! Aku tidak terima dengan semua ini. Dan kalian bertiga tunggu kejutan dirumah!" Ucap Robbert dalam hati sambil menatap tajam 3 orang didepan nya ini.
~~
__ADS_1
BANDARA SOEKARNO HATTA
Setelah 15 jam lebih berada didalam pesawat akhirnya Niko dan Karina tiba dijakarta. Mereka keluar dan menghirup udara Jakarta.
Tak jauh dari tempat mereka sudah berdiri seorang pria dengan membawa kertas bertuliskan NIKO DAN KARINA. Karina yang melihat itu pun segera berjalan kearah pria tersebut diikuti oleh Niko.
"Apa benar ini dengan nona Karina dan tuan Niko"? Tanya pria tersebut
"Iya benar pak" jawab Karina
"Baiklah perkenalkan nama saya Eko saya yang akan menemani nona dan tuan Selama berada di Indonesia" ucap Eko
"Terimakasih pak Eko" ucap Karina dan diangguki oleh Niko
"Mari tuan nona kita berangkat menuju apartemen yang sudah disiapkan untuk anda" ucap pak Eko
Niko dan Karina pun mengikuti pak Eko menuju mobilnya. Mereka langsung masuk mobil dan pak Eko pun mengantarkan tuan dan nona nya menuju apartemen.
Dalam perjalanan pandangan Niko terus melihat keluar jendela. Ia juga sesekali tersenyum entah apa yang ia pikirkan. Saat melintasi sebuah bangunan yang menjulang tinggi pandangan Niko terhenti pada objek yang membuat dadanya bergemuruh.
Deg!
Pak Eko terpaksa mengerem mendadak mobil nya. Niko masih terus melihat keluar. Karina yang bingung pun mengikuti arah pandang Niko.
Deg!
Jantung Karina berdetak kencang saat melihat seseorang yang sudah sangat lama tidak ia lihat. Tanpa terasa air matanya menetes ketika melihat senyum bahagia dan canda tawa orang tersebut.
Yah! Yang mereka lihat adalah Farah dan teman-temannya nya yang kini sedang tertawa lepas di halaman corp. Farah tidak menyadari jika saat ini ada orang yang sedang memperhatikan dirinya.
"Jalan pak" ucap Niko dengan suara serak nya
Pak Eko pun bingung ketika melihat kedua orang yang ia bawa saat ini menangis. Entahlah dia tidak ingin ikut campur.
Setelah kurang lebih menempuh perjalanan sekitar 1 jam akhirnya mereka pun tiba di apartemen mewah. Daddy nya memang tidak main-main memberikan fasilitas untuk dirinya dan keluarganya.
Koper mereka dibawa oleh pak Eko. Saat ini Niko dan Karina tidak ada yang mengeluarkan suara sejak tadi. Mereka diam dengan pikiran nya masing-masing. Anak Karina pun sudah tertidur lelap digendongan Niko.
"Ini non tuan kamar nya" ucap pak Eko
"Ah iya terimakasih banyak pak" ucap
__ADS_1
Niko
"Iya tuan jika anda butuh sesuatu atau ingin pergi kemanapun silahkan hubungin saya dan ini kartu nama saya" ucap pak Eko sambil memberikan kartu namanya pada Niko
"Iya pak tenang saja" jawab Niko
Lalu pak Eko mulai melangkah meninggalkan apartemen tempat Niko tinggal. Niko dan Karina pun segera masuk ke apartemen nya. Niko segera berjalan kearah kamar mandi setelah merebahkan tubuh mungil anaknya dikasur. Sedangkan Karina saat ini memutuskan untuk pergi ke balkon apartemen.
Niko termenung didalam kamar mandi ia masih teringat jelas wajah Farah. Senyum Farah yang selama ini ia rindukan.
"Aku merindukan kamu beib" ucap Niko dengan sendu
"Aku tidak tahu harus berbuat apa ketika bertemu dengan mu nanti" ucap Niko dalam hati
~~
"Mommyyyyyyy" teriak Winda ketika sudah sampai di mansion Bagaskara
Gedubrak!!
"Aaaakhhhhhhh sakit bangsat" ucap Winda setelah pantat nya mendarat sempurna dilantai
Farah dan ketiga temannya sudah tertawa ngakak didepan pintu. Bukannya menolong mereka malah menertawakan nasib Winda.
Fani dan Danu yang baru tiba diujung tangga pun terkejut ketika melihat Winda terduduk dilantai. Fani juga menatap ke arah putrinya yang kini sedang berdiri didepan pintu dengan masih tertawa.
"Buahahahahha anjir rajin banget lo win baru datang udah bantu bibik ngepel lantai" ucap Devita yang masih tertawa ngakak
"HAHAHAHA saking capek nya langsung duduk ya win" ucap Chelsea yang tertawa sambil menggeplak lengan Farah.
"Kamu ngapain sih win" tanya putri polos
Seketika keheningan terjadi dan mereka semua kembali tertawa terbahak-bahak.
"Awas aja kalian tunggu pembalasan gue! Aduh anjir sakit banget pantat gue hiks" ucap Winda dalam hati
UDAH YA GUYS HARI INI SEGINI DULU KITA SAMBUNG BESOK LAGI.
FOLLOW INSTAGRAM AKU YA BEBEY_YYY
HAPPY READING:)
__ADS_1