
Farah masih terdiam dikursinya ia masih memikirkan kejadian tadi pagi yang sukses membuat jantung nya berdisko. Entah apa yang ada dipikiran nya saat ini Farah hanya merasa senang dan bahagia dekat dengan Attar pun membuat ia merasa nyaman.
"Hm kantin gak" tanya Attar
"Eh ayok ajak yang lain juga" jawab Farah
"Iya ayok" ucap Farah yang berdiri dari duduknya diikuti oleh Attar
"Guys ayok kantin laper gue" ucap Farah
"Baru tau gue ngebucin juga bisa bikin lapar." Ucap Winda sembari tertawa
"Ck diam Lo" gerutu Farah kesal
Mereka semua tertawa melihat wajah Farah yang kesal. Mereka semua berjalan menuju kantin diselingi obrolan random Winda dan Steven.
Dari kejauhan seseorang tersenyum miring mengawasi gerak gerik mereka. Ia pun langsung berjalan menuju kantin.
Attar dan teman-temannya sudah duduk dimeja yang biasa mereka tempati.
"Mau pesan apanih"? Tanya Steven
"Samain aja bakso dan es teh" ucap Farah
"Oke ayo ayang kita pesan dulu" ajak Steven sambil menarik tangan Winda
"Cih lebay banget mereka" ucap Chelsea
"Hahahaha jangan gitu deh ntar lo juga bucin akut gimana" tanya Devita sambil menarik turunkan alisnya
"Gak ak- ucapan Chelsea terhenti saat mendengar suara asing seseorang.
"Permisi" ucap pria tersebut
Mereka semua hanya diam sambil menaikkan satu alisnya sebagai bentuk pertanyaan apa?
"Em maaf boleh gue gabung disini soalnya meja udah penuh semua" tanya Erlangga
Farah dan yang lainnya pun mengedarkan pandangannya keseluruh area kantin dan benar jika semua meja telah penuh.
"Hm" jawab Farah
Erlangga pun sengaja mengambil duduk tepat disamping kiri farah dan Attar berada disamping kanannya. Posisi ini Farah sedang diapit dua pria tampan.
"Nama lo siapa"? Tanya Erlangga basa basi
Farah hanya melihat sekilas lalu tersenyum tipis sangat tipis sampai tidak ada yang menyadarinya.
"Oh mau bermain rupanya" ucap Farah dalam hati
__ADS_1
"Farah" jawab Farah singkat
Tak lama setelah itu makanan mereka pun datang. Winda dan Steven menatap bingung seorang pria yang duduk disebelah Farah. Ia melihat temannya seakan bertanya siapa? Tapi mereka semua mengangkat bahu tanda tak tahu.
Mereka pun tidak memperdulikan hal itu lagi. Mereka makan dengan lahap tanpa melihat keadaan kantin yang kini sedang menatap ke arah meja mereka.
Uhuk uhukk..
Farah terbatuk karena kepedasan hingga kehidungnya. Matanya sudah merah berair. Erlangga segera memberi sebotol air mineral kepada Farah ia pun juga mengelus punggung Farah untuk meredakan rasa perih tersebut. Teman-teman Farah menatap tak percaya dengan sikap pria tersebut.
"Jangan lancang nyentuh gue!" Desis Farah
"Hm s-sorry gue cuma mau bantuin lo aja kok" ucap Erlangga menahan kesalnya
Tak ada jawaban dari Farah meja pun mendadak hening. Mereka melanjutkan makannya.
"Kak Attar" teriak seorang gadis
Mereka semua menoleh kearah suara tersebut berasal dan melihat seorang gadis tengah berlari menuju kearah meja mereka. Tatapan mereka semua hanya datar apalagi inti geng Tirex.
"Kok kakak gak nungguin aku sih ke kantin nya tadi aku juga ke kelas kakak tapi Kakak gak ada" ucap Bella panjang
Mereka semua hanya diam melihat tingkah menjengkelkan bella yang bergelayut manja dilengan Attar. Attar menepis tangan bella yang tidak sopan memegang tangan nya.
"Heh geser dong gue mau duduk ditengah" ucap bella menyuruh Farah geser
Farah sendiri tetap asik dengan baksonya tanpa menghiraukan ucapan gadis tak jelas tersebut. Memangnya di siapa beraninya menyuruh Farah.
"Kalo orang ngomong itu dilihat punya mata kan"? Ucap Bella kesal karena Farah mengabaikan dirinya
SRET! Deg!
Bella terkejut melihat tatapan tajam yang Farah berikan kepada dirinya. Bahkan mereka semua tertegun melihat tatapan tajam Farah.
"Bodoh bisa-bisanya membangunkan singa yang sedang tidur" ucap Arif
"Ck punya nyawa berapa ni bocah berani banget ngomong gitu ke Farah" ucap Chelsea dalam hati
"A-apa lo liat-liat kayak gitu" ucap Bella berusaha menormalkan detak jantung nya
Merasa kesal karena selalu diabaikan oleh Farah, Bella pun mendekat dan menarik rambut Farah kuat. Mereka semua terkejut melihat aksi yang dilakukan oleh Bella. Sedangkan Farah ia tetap diam dengan wajah datarnya.
SRET!
BRAK!
Farah berdiri dari kursinya dan mendorong kuat kursi tersebut terjatuh. Farah memegang tangan bella lalu menarik dan memelintir nya kebelakang. Bella terkejut melihat pergerakan Farah.
"Ssshhh s-sakit" ucap Bella meringis
__ADS_1
"Jangan lancang pegang rambut gue kalo gak mau tangan lo ini gue patahin" ucap Farah dingin
Erlangga yang melihat itu pun segera berdiri berniat membantu Farah. Ia mendekat kefarah dan berdiri tepat di belakang tubuh Farah. Farah yang sudah peka pun langsung memalingkan wajahnya menoleh ke belakang dan melihat senyum miring Erlangga.
BRUK!
DUG!
Tubuh Erlangga terpental kebelakang saat ingin mengelus kepala Farah. Mereka semua terkejut melihat kejadian tersebut. Mata mereka membulat serta mulut menganga melihat kondisi Erlangga. Tak jauh beda dengan bella yang masih dalam genggaman Farah.
Sungguh Farah sangat tidak suka orang asing yang dengan lancang nya menyentuh dirinya. Tatapan Farah beralih ke bella. Ia mencekram dagu Bella cukup kuat.
"Peringatan pertama dan terakhir buat lo jangan berani nyentuh gue kalo emang mau duduk cari kursi sendiri gue gak suka diusik" ucap Farah tegas
Farah melepas dan mendorong tubuh bella. Ia berlari mendekati Attar berniat mengadukan semua nya ke Attar.
"Kak hiks w-wanita i-itu jahat kak hiks" ucap bella terisak
"Tangan Bella sakit kak hiks dagu Bella juga sakit kak hiks hiks" ucap Bella drama
Bukannya merasa prihatin Attar pergi meninggalkan Bella dan berjalan menuju Farah. Ia mengelus lembut kepala Farah dan menarik tangannya untuk pergi dari kantin.
Farah berhenti tepat didepan Erlangga ia berjongkok dihadapan Erlangga. Erlangga menatap Farah dengan pandangan tajam nya.
"Jangan gue pikir gue gak tau siapa lo belum saatnya aja kita bermain-main hm" ucap Farah lalu pergi meninggalkan kantin diikuti teman-temannya.
"Sial kemana Farah gue yang dulu selalu nempel sama gue dimana Farah gue yang selalu manja sama gue brengsek" ucap Erlangga dalam hati dengan emosi
"Kurang ajar lihat saja gadis murahan gue akan buat perhitungan buat Lo" ucap Bella
Tidak tau saja mereka jika saat ini mereka tengah membangunkan sisi lain dari Farah.
MARKAS HARIMAU HITAM
"Bagaimana persiapan untuk besok"? Tanya Cipto
"Semua sudah siap tuan" jawab asisten ny
"Bagus sekali bagaimana dengan mereka" tanya Cipto lagi
"Selama pantauan saya beberapa hari ini markas mereka masih santai saja tuan mereka sepertinya tidak tahu jika kita akan menyerang mereka" ucap pria itu
"Bagus kita ratakan dengan tanah markas dan juga gadis sombong itu" ucap Cipto percaya diri
Mereka tidak tahu saja jika saat ini obrolan mereka pun didengar oleh seseorang. Mereka sungguh percaya diri untuk menghancurkan Farah. Tidak tahu saja bahwa saat ini ia lah yang mengantarkan nyawanya.
"Bodoh sudah bau tanah saja masih banyak tingkah" ucap seorang pria
WAH BESOK BAKAL ADA PERTUNJUKAN PUKUL-PUKULAN YA GUYS HEHEHE
__ADS_1
HAPPY READING:)