
Sudah terhitung 1 Minggu kepergian Danu dan juga Jhonson. Farah sudah terbiasa tanpa kehadiran Daddynya. Bahkan setiap malam mereka wajib melakukan panggilan telpon.
"Mimu ayo berangkat kuliah hari ini kita ada kuis pagi" ucap Attar
"Iya sudah siap tinggal berangkat" sahut Farah
"Kita pakai apa hari ini?" Tanya Attar
"Pakai motor saja" jawab Farah
Attar menganggukkan kepalanya lalu berjalan ke bawah dengan memeluk pinggang ramping istrinya. Dibawah sudah ada para sahabat attar dan Farah yang memang menunggu pengantin baru itu.
"Ck! Kalian lama banget" gerutu Alex
"Ih Alex Jangan gitu mimu sama pipu kan pengantin baru jadi ya wajar kalo lama" sahut Steven
Plak!
"Bangsul" pekik Steven saat kepala bagian belakang nya digeplak oleh Alex
"Jangan ngomong kayak gitu! Bikin geli kalo lu yang ngomong" sungut Alex
"Mau sampai kapan kalian debat disitu? Ga mau berangkat?" Teriak Chelsea
Alex dan Steven menoleh ke arah Chelsea, semua teman nya sudah duduk manis diatas motor masing-masing. Hanya mereka yang tertinggal. Mereka langsung berlari ke arah motor masing-masing.
Mereka membawa motor dengan kecepatan sedang. Attar menarik tangan Farah yang bertengger di pinggang ia arah kan ke depan seolah Farah memeluk dirinya. Farah hanya menurut ia sedang malas berdebat jika tidak mengikuti kemauan suami gede nya itu.
Lama diperjalanan kini mereka sudah tiba di parkiran kampus yang masih ramai. Kedatangan mereka selalu menjadi pusat perhatian terutama para ciwi-ciwi.
Brum! Brum! Brum!
Kelima motor sport itu memasuki area parkir kampus. Tidak ada yang membonceng angin ya semuanya sudah mempunyai pasangan masing-masing.
'wah Attar makin hari makin cakep ya'
'aaaa babang Steven i love you'
'alexxxx nikah yuuu'
'bimoo jalan yok'
__ADS_1
'arifffff aku padamu'
'farah nanti malam aku kerumah buat lamar kamu'
Dan masih banyak lagi bisik-bisikan untuk mereka. Namun mereka tetap memasang wajah datar nya. Entahlah mereka hanya bisa berekspresi jika sedang berbicara sesama mereka saja. Namun jika berada ditempat umum seperti ini mereka akan menjadi deretan kulkas berjalan.
"Attar" panggil seseorang dari arah depan
Wanita tersebut tersenyum lebar saat melihat Attar dan kawan-kawan berhenti. Interaksi mereka kini masih menjadi pusat perhatian, terlebih karena kehadiran Cici.
"Attar nanti malam lo sibuk gak? Temani gue yuk keacara birthday teman gue" ucap cici tersenyum centil
Attar masih diam bahkan ia tidak menoleh sama sekali ke arah Cici. Pandangan menatap ke arah istri cantiknya yang entah kenapa makin hari makin terlihat cantik apalagi pipinya yang bertambah cubby.
"Attar gue ngomong ih" rengek Cici membuat mereka semua bergidik ngeri
"Lo tu ya padahal kakak tingkat Lo disini, tapi bisa-bisanya bersikap kayak bocah SD gini. Gak malu sama umur?" Cibir Winda
"Gue ga ngomong sama lo ya" sinis cici
"Lah terus lu ngomong sama siapa? Sama Attar? Ngelihat Lo aja kagak" kekeh Winda
Cici menatap kesal sekaligus iri melihat Attar yang seakan begitu memperhatikan Farah. Ia berjalan mendekati Attar berniat meraih lengan Attar. Namun jelas hal itu tak akan dibiarkan oleh Farah.
Gubrak!
'Buahahhahahaa'
Pecah sudah tawa mereka semua saat melihat Cici terjatuh tengkurap karena tidak berhasil meraih lengan Attar. Cici menggeram marah atas perlakuan Farah.
"Ada apa ini?" Ucap seorang pria yang tak lain adalah dosen dikampus ini
Mereka menoleh ke arah dosen muda tersebut. Attar tidak menyukai tatapan dosen tersebut kepada istrinya. Ia menarik pinggang Farah lalu memeluk nya erat. Perlakuan Attar membuat kaum hawa menjerit tertahan. Sedangkan para sahabatnya hanya bisa memutar bola matanya malas.
"Ini semua karena mahasiswi baru itu pak, saya mau jalan tapi dia malah ngehalangin jalan saya hingga saya terjatuh" adu Cici berbohong
Dosen tersebut langsung melirik ke arah Farah yang masih terlihat santai, bahkan kini ia sedang memainkan rambut hitam suaminya.
"Jaga tatapan mata Lo kalo ga mau itu mata gue congkel" desis Attar saat menyadari tatapan mata dosen tersebut
Semua orang terkejut mendengar ucapan Attar yang berani kepada dosen tersebut. Dosen itu juga tak kalah terkejut mendengar ucapan Attar.
__ADS_1
"Saya dosen disini kamu seharusnya bisa bersikap sopan kepada saya" ucap dosen tersebut
"Apakah anda sopan? Menatap istri saya dengan tatapan penuh minat seperti itu" sahut Attar dingin
Deg!
Semua orang terkejut mendengar ucapan Attar yang mengatakan istri. Mereka berdiri dengan wajah cengo nya. Chelsea yang menyadari itu langsung mengambil alih untuk menjelaskan. Sebelum nya ia melirik dulu kepada Farah,setelah mendapatkan anggukan baru ia bersuara.
"Apa yang dikatakan Attar adalah kebenaran nya. Mereka berdua sudah menikah hampir 1 bulan. Jadi kalian yang ada niat buat dekatin Attar atau pun Farah mending mundur deh, kalian ga tau mereka berdua gimana kalo udah marah" ucap Chelsea
"Lo pasti jual diri ya ke Attar biar dinikahi" sinis cici kesal
Jelas saja ia kesal. Niat hati ingin mendapatkan Attar malah gagal karena tahu fakta ini.
"Ngaca dulu kalo ngomong! Oh atau lo sekarang lagi ngomongin diri sendiri? Mau gue beberkan semuanya disini?" Sahut Farah santai
Cici terdiam ditempatnya setelah mendengar ucapan Farah. Farah jarang berbicara tapi sekali berbicara membuat lawan tak berkutik.
"Ayo sayang kita kelas buang-buang waktu aja" ucap Attar lalu menarik tangan istrinya diikuti yang lain
Winda masih disana ia menatap Cici dengan mata tajamnya.
"Jangan berani gangguin mereka kalo lo ga mau hidup Lo berakhir dengan sia-sia" ucap Winda lalu pergi dari sana meninggalkan Cici,Dosen serta mahasiswa dan mahasiswi yang ada disana sejak tadi.
~
Kini di kanada ada Danu dan Jhonson yang sedang mengatur siasat untuk segera menyelesaikan masalah ini. Lawan mereka bukanlah orang biasa. Tidak hanya anak buah Danu tapi bawahan Farah dan Attar juga ada disana untuk membantu Danu dan Jhonson.
"Kita serang mereka besok, menurut pemantauan beberapa hari ini mereka masih terlihat santai" ucap Jhonson
"Kau yakin? Aku tidak ingin mengambil resiko. Putriku akan marah besar jika tahu aku kenapa-napa" sahut danu
"Ya benar mereka memang terlihat santai" ujar Jhonson yakin
Danu hanya menganggukkan kepalanya. Ia justru harus lebih berhati-hati kita tidak tahu ada apa didepan sana. Orang hebat tidak selama nya hebat. Akan ada masanya kita lengah.
Sedangkan dinegara yang sama ada seseorang yang terkekeh. Merasa rencana yang akan ia lakukan berhasil.
"Ternyata benar ya jika mereka itu akan ada masanya menjadi orang lemah, buktinya sekarang mereka paham dan masuk ke dalam rencana kita. Mereka pasti mengira jika kita masih santai-santai padahal kita sedang menyiapkan kejutan besar untuk mereka" kekeh pria tersebut
"Aku yakin ini pasti akan berhasil" batin pria itu lagi
__ADS_1
Happy Reading