
Setelah lelah seharian berjalan mengunjungi beberapa tempat wisata kini para anak mudah tersebut sedang duduk santai dihalaman belakang rumah mewah milik winda.
Mereka bercerita dan sesekali bercanda ria hingga menimbulkan gelak tawa diantara mereka. Putri merasa bahagia saat ini,saat ia mempunyai teman yang bisa menerima dirinya.
"Besok hari terakhir kita disini" ucap Winda
"Iya huh! Untung aja libur nya 2 minggu jadi ga singkat banget" sahut Chelsea
"Queen bisa bicara sebentar" ucap Arif yang membuat semua orang menoleh padanya
Farah yang melihat gelagat aneh pada Arif pun mengiyakan dan mereka memisahkan diri sebentar.
"Ada apa?" Tanya Farah langsung
"Ada anggota yang melapor jika beberapa hari ini ada orang yang mondar mandir didepan markas setiap hari dan juga sakti memberitahu jika perusahaan Erlangga mengajak kerja sama" jawab Arif
"Minta mereka perketat keamanan! Jangan sampai kebobolan lagi! Lo cari tau siapa yang sudah berani memata-matai markas gue! Untuk Erlangga biar jadi urusan gue" ucap Farah
"Baik Queen" jawab Arif
Farah melirik ke arah Arif yang kini gusar seperti ingin mengutarakan sesuatu.
"Ada yang ingin Lo omongin?" Tanya Farah menyadarkan Arif
"Ehem Queen saya ingin bertanya Apa anda merestui jika saya menjalin hubungan dengan putri?" Tanya Arif kikuk
"Gue ga ngelarang Lo buat jalin hubungan sama putri. Gue cuman mau bilang jangan sampai Lo bikin dia sakit hati! Gue ga mau ngelihat orang terdekat gue sakit hati! Lo tau kan gimana kehidupan dia? Gimana dia selama ini? Gue yakin lo udah nyari tau semuanya! Bantu gue buat jagain dia ya! Kelak gue bakal sibuk sama markas dan perusahaan!" Jawab Farah tegas
"Saya tidak bisa berjanji tapi akan saya buktikan! Terimakasih karena telah memberi izin untuk saya menjaga putri" ucap Arif
Farah hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum. Jujur ia senang jika ada seseorang yang mencintai sahabat baru nya putri. Walaupun Farah selama ini terkesan datar dan cuek tapi percayalah dia yang paling peduli jika pada sahabatnya.
Setelah selesai berbicara mereka kembali ke halaman yang hanya ada putri,Winda, Steven dan Attar.
"Lama banget sih gue ngantuk" oceh Winda
"Hubungannya sama gue apa?" Tanya Farah heran
"Ck! Ini si putri ga ada teman disini" tunjuk Farah pada putri
"Oh" jawab Farah hanya ber oh ria
Winda yang kesal pun langsung menarik tangan Steven pergi. Kini tinggallah mereka berempat. Arif izin membawa putri sedikit lebih jauh dari Farah dan Attar.
"Put" panggil Arif
__ADS_1
"Iya?" Jawab putri
"Gue mau ngomong sesuatu sama Lo boleh ga?" Tanya Arif
"Ya boleh dong kak! Ga ada yang larang juga kok" jawab putri terkekeh
"Gue ga tau perasaan ini ada sejak kapan,tapi yang perlu lo tau perasaan gue dari awal hingga sekarang ga pernah berubah! Gue cinta sama Lo put,gue sayang sama Lo! Lo mau jadi pacar gue?" Ucap Arif serius
Deg!
Jantung putri berdetak kencang saat mendengar ucapan Arif. Ada perasaan hangat yang menjalar dihatinya. Ia menatap manik mata Arif yang juga menatap dirinya.
"A-aku juga sebenarnya menyukai kakak! Tapi aku selalu berusaha menepis perasaan itu. Maka tau kan gimana kehidupan aku! Aku udah ga ada orang tua lagi! Bahkan Selama aku hidup aku selalu dihina dan dikatai sebagai anak pembawa sial" ucap Putri sendu
Grep!
Arif menarik putri kedalam pelukannya.
Arif memeluk erat tubuh mungil putri. Ia juga mendaratkan kecupan di puncak kepala putri.
"Kisah kita hampir sama! Aku juga tidak mempunyai orang tua. Aku bisa hidup sampai sekarang saja itu karena bantuan dari Queen. Jadi kamu jangan merasa sendiri lagi sekarang ya! Ada aku,ada queen,ada teman-teman dan ada orang tua Queen yang kini juga menjadi orang tua kamu! Biarkan saja mereka yang diluaran sana menghina dan mencaci kamu! Biarkan mereka berbicara sesuai dengan apa yang mereka mau! Nyatanya kamu ga seperti itu! Buktinya saat kamu ada didalam keluarga Bagaskara tidak terjadi apapun kan" ucap Arif meyakinkan putri
Putri semakin memperat pelukan nya. Ia merasa nyaman sekali ada dipelukan Arif. Ia juga merasa senang akhirnya perasaan dia dan arif sama. Jadi tidak istilah cinta bertepuk sebelah tangan yaa mweheh.
"Iya mau" jawab putri malu-malu
Arif mengacak gemas rambut kekasihnya. Ah kekasih? Iya dong mereka udah resmi jadi sepasang kekasih ni mwehehe.
Tidak mereka sadari sejak tadi ada sepasang pemuda yang mendengar obrolan mereka. Siapa lagi kalo bukan Farah dan Attar.
"Mereka udah resmi kita kapan" bisik Attar ditelinga Farah
Farah berbalik badan untuk berhadapan dengan Attar namun sialnya..
Cup!
Bibirnya dan bibir Attar tidak sengaja tersentuh. Farah membelalakkan matanya saat ciuman pertama nya dilakukan pada Attar dan itu tidak sengaja.
"Aaaaaa mommy! Bibir aku udah ga suci lagi huwaaaaaa" jerit Farah dalam hati
"Anjir ni bibir malah tabrakan! Astaga ini ga aman ****" ucap Attar dalam hati
Mereka langsung menjauhkan diri masing-masing untuk menormalkan detak jantung yang berdetak masing-masing. Wajah Farah memerah hingga ke telinga! **** dia malu sekali.
"M-maaf ya gue ga sengaja tadi" cicit Farah
__ADS_1
"E-ehm i-iya gue juga gatau kalo lo mau balik badan maaf ya" ucap Attar kikuk
Mereka pun terdiam dengan pikiran masing-masing. Attar kini tengah tersenyum sendiri. Beda lagi dengan Farah yang masih merasa malu.
~
Niko saat in sedang uring-uringan. Sudah 2 hari ia berada di Bali tapi tidak sama sekali ia menemukan Farah. Semua wisata Bali ia kunjungi tapi tetap saja tidak pernah ia melihat Farah.
"Arghhh ga mungkin kalo Farah ga kesini!" Ucap niko kesal
"Sudah pernah aku katakan tidak mungkin Farah akan datang kesini! Tempat yang ingin ia kunjungi bersama kamu dulu!" Sahut Karina lelah
"Engga aku yakin dia pasti kesini! Ikatan hati kami masih sangat kuat jadi aku merasakan kehadiran dia disini" ucap Niko lagi
Karina hanya diam ia sudah lelah memberitahu Niko. Mau bagaimana pun dia mencarinya jika Farah tidak berada disini mereka tidak akan bertemu. Itulah pikir Karina.
Ia harus banyak mempunyai stok sabar ketika menghadapi Niko yang mulai bertingkah seperti ini. Sangat menguji kesabaran sekali.
~
Saat ini Fanya sedang berada disebuah restoran. Ia sedang ada janji dengan seseorang.
"Maaf ya sudah membuat mu lama menunggu" ucap pria tersebut tak enak hati
"Tidak apa-apa kok" sahut Fanya dengan nada suara yang dibuat manja
"Baiklah! Ada apa sicantik ini meminta bertemu hm" tanya pria tersebut sambil mengelus bahu Fanya yang terbuka karena memakai pakaian yang seksi
"Memang nya tidak boleh ya?" Tanya Farah sendu
"Oh tentu boleh baby! Bagaimana apa uang jajanmu masih ada?" Tanya pria tersebut
"Masih kok" jawab Fanya menunduk
"No! Kamu bohong baby! Jika masih ada kamu akan menatapku!" Ucap pria tersebut
"Aku transfer 100 juta apakah cukup?" Tanya pria tersebut
"Jangan itu terlalu banyak" ucap Fanya sok menolak
"Tidak apa-apa uangku tidak akan habis sayang" ujar pria tersebut sambil mengecup tangan Fanya
"Inilah yang aku mau! Pria kaya raya yang bisa memanjakan ku dengan uang! Ah sayang sekali dia sudah sedikit tua. Tapi tidak apa-apa asal ada uang semua aman" ucap Fanya dalam hati
HAPPY READING:)
__ADS_1