
Pagi ini keadaan diruang perawatan sepi karena para sahabat Farah diminta oleh Danu untuk pergi bersekolah. Dirumah sakit saat ini hanya ada Fani dan Danu. Danu sengaja meninggalkan pekerjaan nya hanya demi menemani putrinya dirumah sakit. Begitu juga dengan Fani ia juga selalu berada dirumah untuk menemani anaknya.
"Apa yang akan Daddy lakukan kepada Niko dan Karina?" Tanya Fani
"Membuat mereka merasakan apa yang sudah Farah rasakan! Bermain dengan perusahaan orang tua nya mungkin! Ehm atau membuat ia jatuh miskin" jawab Danu santai
"Daddy tidak akan melibatkan anak merek kan?"tanya Fani lagi
"Daddy masih mempunyai otak mom,Daddy tidak Setega itu juga. Daddy tahu disini memang kesalahan nya ada pada orang tua nya tapi tidak mungkin kan jika Daddy juga membalas kan semuanya kepada anaknya" jawab Danu bijak
"Baguslah dad, mommy tidak setuju jika Daddy melibatkan anak mereka. Biar bagaimanapun anak itu tidak tahu apa-apa"ucap Fani
Obrolan mereka terhenti karena dokter masuk untuk memeriksa kondisi Farah. Danu dan Fani berharap bakal ada kemajuan dalam tubuh Farah.
"Bagaimana dok" tanya Danu
Dokter tersebut menghela napasnya.
"Masih sama tuan nona Farah belum memberikan respon. Tolong ajak pasien berbicara terus saya yakin alam bawah sadar ny akan segera merespon" jawab dokter tersebut
"Untuk kondisi lainnya tidak perlu ada yang dikhawatirkan hanya saja mungkin jika nona Farah sadar ia akan mengalami amnesia sementara" ucap dokter tersebut
"Amnesia dok? Apa putri saya tidak akan mengingat kami keluarga nya dok"? Tanya Fani cemas
"Bisa jadi nyonya,tapi kita juga tidak bisa menyimpulkan secara langsung itu hanya perkiraan saya. Bisa jadi juga pasien akan kehilangan setengah ingatan nya" jawab dokter tersebut
"Lalu kapan putri saya sadar dok? Ini sudah 3 hari putri saya belum sadar" ucap Fani sendu
"Saya tidak bisa memastikan kapan nona Farah sadar itu semua tidak menentu ada yang cepat ada yang lama bahkan sampai bertahun-tahun" sahut dokter tersebut
"Kalo begitu saya permisi dulu nyonya tuan" pamit dokter
Setelah kepergian dokter tersebut Fani dan Danu mendekat kearah putrinya.
"Sayang kenapa kamu betah sekali tidur hm? Apa badan kamu tidak capek sayang? Ayo bangun nak mommy rindu" ucap Fani sambil menangis bahkan air matanya lun5 menetes ditangan Farah
"Setelah kami sadar kita akan konsultasi kan semua kedokter ya sayang sampai kamu benar-benar sembuh" ucap Fani
Cup!
Fani mencium kening putrinya. Ah! Dia sangat merindukan putrinya. Rindu semua tentang Farah.
~
Sedangkan disekolah berita kecelakaan Farah sudah tersebar ke seluruh siswa-siswi SMA ADIWIYATA B. Berbagai respon mereka berikan. Mulai dari yang mendoakan Farah agar cepat sembuh,ada juga yang mendoakan Farah agar koma lebih lama.
Saat ini tidak ada jam pelajaran karena guru sedang melakukan rapat. Ke 9 most wanted SMA ADIWIYATA B sedang duduk dikantin dengan raut wajah yang tidak ada semangat nya. Mereka disekolah tapi pikiran nya menuju ke Farah.
"Kak Attar" panggil Bella
"Boleh aku duduk disini" tanya Bella pada mereka
Namun mereka tidak menjawab dan hanya menatap datar Bella. Mereka sedang banyak pikiran jadi enggan untuk membuka suara yang akan membuat emosi mereka memuncak.
"Kak, kakak kenapa sih? Kakak ada masalah ya? Cerita aja sini sama aku,aku siap kok jadi pendengar cerita yang baik un- ucapan Bella terhenti mendengar bentakan dari Attar
__ADS_1
"DIAMM!" Bentak attar yang sukses membuat para sahabat dan orang dikantin terkejut
Jangan tanya kondisi Bella saat ini tubuhnya sudah menegang ditempatnya. Ia tidak menyangka akan mendapatkan respon seperti itu dari attar.
"K-kakak b-bentak a-aku" ucap Bella terbata
"Seharusnya lo sadar diri! Udah berapa kali diri lo ditolak sama Attar ngaca seharusnya! Ga punya malu banget jadi cewek. Punya harga diri lah sedikit! Berkali-kali ditolak masih aja ngejar kayak ulat bulu" ucap sarkas Steven
Deg!
Bella terdiam mendengar kata pedas yang diucapkan oleh Steven. Ia merasa malu karena saat ini semua perhatian memusat pada dirinya.
"Kenapa si kalian tu selalu aja jahat sama aku! Padahal aku hanya ingin berteman sama kalian. Apa karena aku ga cantik jadi ga boleh berteman sama kalian? Atau karena kalian sudah dihasut cewek sok cantik itu kalian jadi seperti ini" ucap bella mencari muka
"Siapa yang kau bilang cewek sok cantik *****!" Desis Winda
Jika sudah seperti ini Winda tidak ada beda nya dengan Farah. Ia akan bersifat absurd dengan orang yang ia anggap asik. Namun jika dengan orang seperti Bella ia akan menunjukkan sifat aslinya.
"Siapa lagi kalo bukan Farah. Asal kalian tahu ya gara-gara dia kak Attar jadi ga pernah ngelirik aku! Sok kecantikan banget tu orang" jawab Bella sinis
Belum juga Winda menjawab tiba-tiba datang seseorang yang membuat Winda dan temannya menatap malas.
"Hei aku ingin bertanya apakah benar Farah mengalami kecelakaan dan koma?" Tanya Fanya lembut
Bella yang mengetahui fakta itu pun terkejut. Tak lama setelah itu ia pun tersenyum miring. Senyum yang tak sengaja dilihat oleh Attar.
"Hm" jawab Winda berdehem
"Em turut prihatin ya semoga cepat sadar kalo ga mati juga gapapa kok UPS!" Ucap Fanya sambil berlagak menutup mulutnya
"Jaga ucapan lo! Sebelum gue robek mulut busuk lo itu!"desis Attar lalu pergi meninggalkan kantin diikuti yang lainnya
Fanya mengepalkan tangannya. Ia kesal karena Attar selalu saja membela Farah.
"Lo liat aja apa yang bakal gue lakuin sama lo Farah! Ucap Fanya dingin
Ternyata obrolan mereka tadi didengar oleh Erlangga. Erlangga terkejut saat mengetahui jika Farah mengalami kecelakaan dan koma.
"Gue akan jenguk lo bby! Bertahanlah" ucap Erlangga dalam hati
~
"Kita mau kemana? Rumah sakit aja ya" ajak Winda
"Iya ayok gue saat ini cuman pengen dekat sama Farah" sahut Devita
"Yaudah ayok" timpal Chelsea diangguki oleh putri
"Kalian mau kemana?" Tanya Alex
"Rumah sakit" jawab Chelsea
"Kita ikut" ucap mereka
Mereka segera melajukan motornya menuju rumah sakit. Mereka sudah seperti orang yang tidak bergairah. Sejak tadi tidak ada senyuman dan candaan yang terlontar. Hanya wajah datar yang mereka tunjukkan.
__ADS_1
~
"Arif om percayakan pada kamu untuk menjaga markas Red Devils selama Farah masih koma. Laporkan semua nya kepada om jika terjadi sesuatu" ucap Danu pada Arif
Arif hari ini memang tidak masuk sekolah karena ia ada urusan. Semua anggota Red Devils sudah mengetahui jika queen mereka sedang koma. Mereka juga tak henti berdoa untuk kesembuhan Farah.
Mereka juga merasa sedih saat orang yang selama ini berjasa dalam hidup mereka sedang terbaring lemah tak berdaya dirumah sakit.
RUMAH SAKIT
Saat ini para sahabat Farah sudah tiba dirumah sakit. Mereka juga sempat singgah ke mall untuk membeli pakaian. Mereka berjalan beriringan menuju ruang perawatan Farah.
Saat tiba diujung ruangan mata tajam attar tak sengaja melihat seseorang pria berpakaian serba hitam sedang mengawasi ruangan Farah. Dengan insting yang kuat Attar berlari mengejar pria tersebut saat pria tersebut juga sadar jika Attar melihat nya.
Para inti Lion king terkejut saat melihat Attar berlari ia memperhatikan semuanya dan melihat seseorang yang saat ini yang menjadi target kejaran Attar.
"Lo masuk sekarang keruangan Farah" ucap Alex kepada Winda dan yang lain
Belum sempat mereka bertanya para inti Lion king langsung berlari mengejar Attar. Mereka juga penasaran siapa sebenarnya pria yang dikejar oleh Attar.
BRAK!
Attar menendang tubuh pria tersebut yang membuat pria tersebut tersungkur membentur tembok. Merasa keadaan menjepit pria tersebut langsung mengeluarkan semprotan air cabai ke arah attar. Semprotan tersebut mengenai mata Attar. Ia menggunakan kesempatan tersebut untuk kabur melalui jalur kanan.
"Arrghhh bajingan!" Maki Attar
"Tar Lo kenapaa?" Tanya Alex
"Cari tau siapa pria tersebut" ucap Attar dengan mata yang masih terpejam
"Iya nanti kita cari tau sekarang obatin dulu mata Lo" ucap Alex
Mereka langsung membawa Attar keruang perawat. Attar langsung diberi tetes mata oleh suster tersebut.
Setelah selesai mereka langsung menuju ruangan Farah.
Ceklekk!
Pintri terbuka dan terlihat Danu yang kini sedang duduk disamping brankar putrinya. Hanya sendiri! Entah kemana perginya Fani dan gadis lainnya.
"Mata kamu kenapa tar?" Tanya Danu
"Om sebaiknya om perketat penjagaan didepan ruangan Farah,karena tadi saya melihat seorang pria berpakaian hitam sedang mengawasi ruangan Farah. Saya sudah mengejarnya namun ia lolos" bukannya menjawab pertanyaan Danu Attar malah memberitahu hal yang membuat ia terkejut
Danu memang tidak meletakkan penjagaan diruangan farah. Karena ia berpikir jika ia selalu ada didalam ruangan tersebut. Tapi sepertinya ia akan menerima saran dari Attar ini semua demi keselamatan putrinya.
"Baik terimakasih saran kamu" ucap Danu
"Daddy tidak akan membiarkan orang lain memiliki celah untuk mencelakakan kamu sayang" ucap Danu dalam hati
HAYO GIMANA? KOMEN YA KALO ENGGA BENERAN LOH INI AKU UP NYA 1 AJA SEHARI
TERUS NANTI FARAH NYA AKU BIKIN
... EHM
__ADS_1
HAPPY READING:)