
Kini semua maba ( mahasiswa baru ) sedang berkumpul di aula kampus. Mereka hari ini belum melakukan ospek hanya pengenalan area kampus dan juga memberi informasi apa saja yang akan dibawa besok.
"Baik semua nya untuk mahasiswa baru terima kasih sebelumnya karena kalian sudah memilih kampus ini. Sebelum nya saya ingin memperkenalkan diri saya Nalen ketua BEM disini. Seperti yang kalian ketahui kampus ini adalah kampus dengan akreditasi A. Kampus ini juga adalah kampus terbaik di kota kita. Kampus kita terkenal dengan mahasiswa dan mahasiswi yang memiliki atitude yang baik. Jadi kalian semua tidak salah dalam memilih kampus" ucap nalen Sebagai kata sambutan
Semua Maba bertepuk tangan mendengar sambutan nalen. Apa yang disampaikan nalen adalah kebenaran nya. Kampus ini memang kampus terbaik.
"Hari ini hanya ada pengenalan lingkungan kampus, untuk alat yang akan dibawa saat ospek besok aku kita sampaikan di grup yang sudah dibuat khusus selama kalian ospek" lanjut nalen
Mereka semua menganggukkan kepalanya serentak. Setelah itu nalen berbicara seperti biasa. Namun Farah dan Attar menyadari sesuatu. Sejak tadi ada yang terus melihat ke arah mereka. Mereka berdua memiliki kepekaan yang kuat terhadap sekitarnya.
"Ngapain dia lihat kesini terus" ucap Farah
"Aku gatau sayang, dari tadi juga aku merasa dia ngelihat kesini" sahut Attar
"Kayaknya mereka ngelihatin kita deh, sejak kita datang kan perhatian tertuju kepada kita" timpal devita
Mereka semua menganggukkan kepalanya. Mereka tidak menggubris dan hanya cuek saja. Bagi mereka sudah sangat biasa melihat orang-orang seperti itu.
Sedangkan disisi yang berlawanan ada sekelompok gadis yang memang sejak tadi melihat ke arah Farah dan yang lain. Entah apa yang membuat mereka memperhatikan Farah dan yang sahabat nya.
"Mereka maba disini? Pada cakep-cakep ya" ucap lala
"Iya, ga ada yang burik njir" sahut Dena
"Lihat deh itu si cowok yang pakai kemeja putih ganteng banget" timpal Zulfa
"Ck, mata lo ya kalo lihat cowok bening aja cerah" cibir Tata
"Diem!" Tegas cici
Mereka langsung terdiam saat mendengar suara cici. Sebenarnya mereka tidak terlalu berteman baik dengan Cici. Hanya saja karena 1 kelas dan sering 1 kelompok mereka jadi seperti sebuah geng.
"Cih baru masuk saja mereka sudah sombong! Mentang-mentang jadi pusat perhatian mereka jadi sok gitu" sinis cici
"Emang mereka sombong kenapa?" Tanya Lala
"Mereka pamer apa tadi?" Tanya tata
"Pamer kebucinan" jawab Dena asal
__ADS_1
"Oh kalo pamer kebucinan itu berarti sombong ya! Berarti mama sama papa gue sombong dong soalnya mereka sering pamer kebucinan didepan gue" sahut lala
Zulfa sudah menghela nafas pasrah saat lemot nya lala kembali. Sedangkan Dena sudah terkekeh melihat wajah pasrah teman nya itu. Kini semua Maba telah dibubarkan dan dibebaskan untuk melihat lingkungan kampus. Rombongan Farah berjalan melewati Cici dan yang lainnya.
"Hei! Hei! Stop!" Teriak lala
Farah dan yang lain berhenti melangkah lalu menoleh secara serempak kebelakang. Mereka tidak berbicara hanya diam saja menunggu orang yang memanggil bicara.
"Cuman mau bilang jangan pamer kebucinan! Kalian di bilang sombong sama Cici" ucap Lala membuat Cici dan yang lain melotot
Sedangkan Farah dan teman nya hanya menanggapi dengan wajah datar mereka. Tidak menyahut dan mereka langsung berbalik meninggalkan orang tidak jelas tersebut.
"Sayang kamu mau makan apa?" Tanya attar
"Apa aja" jawab farah
"Habis dari sini nongkrong yuk, udah lama banget kita ga nongkrong bareng" ajak Steven
"Boleh gass" sahut Winda semangattt
Mereka semua menganggukkan kepalanya. Saat ini mereka sedang berjalan menuju kantin. Sejak tadi banyak pasang mata yang selalu memperhatikan mereka. Namun mereka cuek saja.
•••
"Jadi begini sayang besok mas akan berangkat ke Kanada untuk menyelesaikan masalah dengan beni" ucap Danu membuka suara
"Kenapa kamu ga bilang mas, aku bisa packing pakaian kita suka banget sih dadakan begini" sahut Fani
"Sayang, maaf mas tidak bisa mengajak kamu pergi kesana. Disana terlalu berbahaya, mas juga tidak ingin mereka melukai kamu dan menjadikan kamu kelemahan mas" ujar Danu lembut
Fani langsung menatap ke arah suaminya. Danu tersenyum sambil mengelus lembut kepala istrinya.
"Mas kamu sudah janji sama aku, jika kamu mengizinkan aku untuk ikut. Lalu kenapa sekarang kamu malah bilang aku tidak boleh ikut. Aku ingin selalu berada disamping kamu mas" ucap fani
"Sayang, dengarkan mas jika kita semua pergi lalu siapa yang akan menemani Farah dirumah? Dia pasti akan merasa sedih sayang. Mas juga tidak sendiri mas pergi dengan Jhonson" sahut danu
Deg!
Viana yang dari tadi hanya diam menyimak langsung menoleh ke arah suaminya yang hanya diam dengan raut wajah yang sulit diartikan.
__ADS_1
"Mas kamu mau pergi?" Tanya viana
"Iya, mas harus menemani Danu untuk menyelesaikan masalah ini. Mas tidak ingin anak kita yang akan menjadi sasaran mereka nantinya. Kamu tahu saat resepsi Farah kemarin ada beberapa orang penyusup yang masuk dan mencoba melukai Danu dan juga mas. Namun mereka tidak bisa sehingga menja9 Farah sasaran nya. Untung saja Farah dan teman nya peka dan tahu jika ada yang aneh. Coba kamu pikir jika mas membiarkan Danu pergi sendiri kesana lalu terjadi apa-apa dengan dia bagaimana! Masalah ini timbul karena kita berdua jadi sudah seharusnya kita yang menyelesaikan" jawab Jhonson
Fani dan Viana sama-sama terdiam. Mereka tidak tahu harus menyahut seperti apa. Mereka juga tidak ingin suami nya kenapa-napa.
"Apa Farah sudah tau?" Tanya fani
"Belum, nanti akan mas beritahu dia" jawab Danu
"Berjanjilah untuk pulang dengan selamat tanpa kekurangan apapun" ucap Fani yang tiba-tiba meneteskan air mata.
Danu langsung memeluk istrinya. Ia tahu kekhawatiran istrinya. Ini lah yang harus dipertaruhkan jika bergabung dengan dunia bawah. Banyak musuh yang akan mengintai dan mencoba melukai orang terdekat mereka.
•••
Kembali lagi ke Farah dan yang lainnya. Saat ini mereka sudah duduk dikantin. Suasana kantin saat ini sangat ramai. Mereka tadi sudah memesan makanan dan tinggal menunggu makanan datang saja.
"Kalian ga honeymoon ni?" Tanya Steven
"Iya, biasanya pengantin baru mau honeymoon" sahut Winda
"Tunggu waktu yang pas aja" sahut farah
"Titip ponakan yang banyak ya" kekeh Devita
Attar tersenyum penuh arti kepada Farah. Ia mencolek tubuh istrinya itu. Farah menoleh dan terkejut melihat wajah Attar yang sudah dekat dengannya.
"Mimu dengarkan mereka pengen punya ponakan banyak jadi kita harus sering bikin biar cepat jadi mimo ny" bisik Attar namun teman ny masih bisa mendengar
Uhuk! Uhuk!
"Bhaaaaak ahahaha"
Pecah sudah tawa mereka saat mendengar panggilan sayang antara Attar dan Farah. Farah menundukkan kepalanya merasa malu. Sedangkan Attar masih tetap santai dengan wajah datar nya.
"Mimuuuu" ucap Steven
"Pipuuuuu" sahut bimo
__ADS_1
Mereka kembali tertawa mendengar ucapan Steven dan Bimo. Kini mereka benar-benar menjadi pusat perhatian.
Happy reading ♥️