Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 77


__ADS_3

Setelah 1 Minggu berada di Paris kini mereka semua sudah tiba di mansion masing-masing. Kondisi Farah pun sudah mulai membaik.


"Ah gue kangen banget sama kasur empuk ini" ucap Farah lalu merebahkan dirinya di atas kasur empuk miliknya


"Besok pernikahan Bella sama Erlangga! Gue malas banget datang" monolog Farah


Drt!Drt!


Handphone Farah bergetae pertanda ada telpon masuk. Ia meraih handphone nya dengan malas dan mengangkat Video call dari Attar.


"Sayang! Kamu lagi ngapain?" Tanya Attar


"Aku lagi rebahan! Kamu ganggu aja sih" jawab Farah


"Ck! Ga puas apa seminggu lebih rebahan diatas kasur" sahut Attar


"Itu beda loh! Itu kasur rumah sakit ini kasur empuk aku" ujar Farah


"Sama aja itu sama-sama kasur" sahur Attar


"Ck! Terserah ada apa kamu nelpon aku? Kangen ya" ucap farah sambil terkekeh


"Iya aku kangen banget sama kamu! Aku gabisa jauh dari kamu! Kita nikah yu" sahut Attar serius


"Apasih masih sekolah! Ga boleh bahas nikah" oceh Farah menutupi kegugupannya


"Sayang kita sebentar lagi mau lulus! Setelah itu kita kuliah! Jadi ga ada salahnya kita nikah" sahut Attar enteng


"Udah deh tujuan kamu nelpon aku apa?" Tanya Farah


"Nanti malam kita ke acara undangan Bella ga? Kamu dapatkan undangan nya?" Tanya Attar


"Iya dapat! Yaudah jemput aja" jawab Farah


"Yaudah nanti aku kesana ya sayang" ucap Attar sambil tersenyum


"Hm aku mau tidur dulu" sahut Farah lesu ia sangat mengantuk saat ini


"Astaga! Telpon nya belum dimatiin dia udah ditidur aja" oceh Attar


Attar membiarkan saja Telpon tersebut ia pun juga ikut tidur karena juga mengantuk dan lelah.


Dilain tempat tepatnya disebuah gedung mewah kini tengah ramai oleh pihak WO yang membantu mengurus semua acara pernikahan dan resepsi Bella dan Erlangga.


"Aku bersyukur karena Erlangga mau bertanggung jawab untuk anak yang ada didalam kandungan ku ini" monolog Bella


"Kamu sudah siap sayang? Kamu cantik sekali" ucap mama Bella


"Sudah kok ma! Aku sudah mandi tinggal menunggu tukang make up nya datang" jawab bella


"Mama ga nyangka sayang! Diusia kamu sekarang yang terbilang masih muda kamu sudah menikah dan akan menjadi seorang ibu" ucap Kartika


"Maafin aku ya ma! Kalo selama ini aku jadi anak yang selalu menyusahkan mama! Maaf karena semua kelakuan aku mama harus menanggung malunya" ucap Bella menangis


"Sudah jangan menangis sayang! Janji sama mama ya! Ini yang terakhir kamu bersikap seperti ini! Jangan pernah melakukan sesuatu yang akan merugikan diri kamu sendiri! Tidak semua hal didunia ini harus kamu miliki" ucap Kartika kepada putri nya


"Iya ma! Aku ga akan ngelakuin hal bodoh seperti ini lagi! Aku menyesal ma pernah melakukan hal seperti itu! Dan akhirnya aki sendiri yang kena" sahut Bella


Kartika memeluk tubuh putrinya. Ia memang kecewa atas perbuatan putrinya. Tapi ia juga tidak sanggup untuk membenci putrinya sendiri.


~


Disebuah hotel kini ada seorang wanita yang tengah memilih sebuah gaun.


"Gue harus cari gaun yang terbuka ni! Agar nanti saat gue beraksi Attar akan semakin gencar dekatin gue" ucap Fanya


Wanita tersebut adalah Fanya! Dia sudah merencanakan semuanya sejak lama. Obsesi nya kepada Attar akan membuat hidup nya berakhir.


"Obat ini yang akan buat gue dapatin lo Attar! Jika dengan cara baik-baik gue ga bisa dapatin lo! Maka inilah caranya" monolog Fanya

__ADS_1


~


Danu dan Fani juga mendapatkan undangan dari orang tua Bella. Kini mereka sudah bersiap.


Farah juga sama kini ia sedang merapikan rambutnya. Ia memakai dress berwarna silver dengan taburan kristal di bagian dadanya. Penampilan Farah saat ini sangat menawan. Ia terlihat seperti gadis dewasa.


Tok! Tok!


"Masuk" sahut Farah dari dalam tanpa bertanya siapa orang nya


Grep!


Farah terlonjak ketika tangan kekar melilit pinggang nya. Ia sudah tau siapa orang tersebut.


"Kamu ngagetin aja sih, kalo aku jantungan gimana? Mau kamu aku mati mendadak" omel Farah


"Aku kangen" sahut Attar dengan masih menyembunyikan wajahnya diceruk leher Farah


"Baru beberapa jam kita ga ketemu kamu udah ngomong kangen aja" cibir Farah


"Aku ga bisa jauh dari kamu sayang! Apalagi liat penampilan kamu kayak gini! Aku rasanya mau ngurung kamu aja" ucap Attar


"Udah deh sana dulu! Aku mau pakai makeup habis itu kita berangkat" ucap Farah sambil mendorong tubuh Attar


Dengan malas-malasan Attar melepaskan pelukan nya. Ia menatap wajah kekasihnya yang terlihat sangat cantik malam ini.


"Ck! Gue harus waspada nanti! Cewe gue cantik banget lagi" ucap Attar dalam hati


Setelah beberapa menit menunggu kini Farah dan Attar turun kelantai bawah. Mereka sangat serasi dengan pakaian yang melekat pada tubuh mereka.


"Sayang kamu cantik banget sih" ucap Fani sambil tersenyum


"Mommy juga cantik banget! Daddy juga tampan" sahut Farah memuji kedua orang tuanya


"Iya jelas dong! Kamu itu hasil cetakan Daddy dan Mommy jadi kecantikan kamu itu karena kami" ucap Danu


Plak!


"Sudah-sudah ayo berangkat! Sahabat kamu sudah didepan bersama pasangan masing-masing" ajak Danu


Mereka pun langsung pergi untuk menuju ke tempat acara. Selama diperjalanan tidak banyak yang berbicara. Farah juga terlihat gelisah entah apa yang terjadi.


"Kenapa perasaan gue ga enak gini ya" ucap Farah dalam hati


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam kini mereka telah tiba digedung yang sudah terlihat ramai. Danu dan Fani berpisah dengan anak-anak mereka. Sedangkan Farah dan yang lain pun memasuki aula gedung tersebut.


Mereka memilih meja dibagian tengah agar bisa leluasa melihat ke arah pengantin nantinya.


Setelah melewati berbagai acara kini mereka dibebaskan untuk menikmati hidangan. Attar berjalan ke arah tempat minuman ia mengambil 1 minuman. Tanpa sadar ada seseorang yang sudah menukar minuman tersebut saat attar membenarkan jas nya.


Attar menegak minuman tersebut hingga habis. Seseorang yang tak lain adalah Fanya sedang tersenyum lebar saat ini. Ia tinggal menunggu waktu obat tersebut bereaksi.


"****! Ada apa sama tubuh gue! Kenapa jadi gerah dan panas gini" ucap Attar dalam hati


Ia segera pergi ke toilet untuk menetralkan tubuhnya. Tidak Attar sadari Fanya sedang mengikuti mereka dari belakang.


"Sial! Siapa yang udah taro obat bajingan ini ke minuman gue" ucap Attar setelah sampai di toilet


Fanya langsung masuk ke toilet ia mengunci pintu toilet tersebut ia berpura-pura sedang membenarkan gaunnya yang sengaja ia buka.


Attar yang melihat itu tubuh nya semakin bereaksi tapi ia sekuat tenaga menahannya.


"Eh Attar kamu ngapain disini" tanya Fanya sambil berjalan mendekat kearah Attar


"Stop! Jangan mendekat" desis Attar menahan gejolak di dadanya


Bukannya berhenti Fanya semakin menjadi dengan mendekati Attar ia bahkan sudah mengalungkan tangannya pada leher Attar.


"Aku tau kamu kesusahan karena ini kan? Ayo aku bantu kamu" ucap Fanya dengan nada sensualnya

__ADS_1


Fanya menarik tangan Attar dan membawanya ke arah kamar yang sudah ia siapkan. Attar memberontak tapi tubuhnya merespon lain.


Farah yang sejak tadi menunggu attar yang tak kunjung kembali menjadi resah. Saat ini mereka semua sedang berkumpul bersama orang tua Farah dan Attar.


"Permisi" ucap seseorang


"Erlangga" beo mereka semua


"Soryy saya kesini cuman mau ngasih tau! Kalian harus segera menyelamatkan Attar dari rencana licik Fanya. Fanya sudah punya rencana untuk mengikat Attar agar mau menikahi dirinya dengan cara menggunakan obat perangsang. Mungkin saat ini Attar sudah terpengaruh oleh obat tersebut" ucap Erlangga


Mereka yang mendengar itu semua terkejut. Viana sudah emosi mendengar anaknya yang ingin dijebak oleh fanya.


Brak!


Farah menggebrak meja dengan kuat hingga mendapatkan perhatian dari semua orang.


"ANGEL WINGS" Teriak Farah


Para inti angel wings langsung sigap mendekati farah. Tidak lupa Winda menekan tombol yang ada dijam tangannya. Tanpa menunggu lama beberapa pria berpakaian hitam datang.


"Cari kesetiap ruangan yang ada disini! Periksa semua kamar hotel yang berada disamping gedung temukan Attar secepatnya" titah Farah tegas


Kesabaran Farah telah habis! Selama ini Farah memang memantau keluarga fanya. Ia masih memberi mereka kesempatan tapi tidak untuk kali ini.


"Queen Attar ada dikamar hotel 230" teriak Winda disebrang sana


Mereka semua mengikuti langkah kaki Farah menuju kamar tersebut. Terlihat jelas raut wajah nya yang menahan emosi. Robbert dan Erina berdiri dengan wajah pucat saat Danu menatap mereka. Danu juga memerintahkan anak buah Farah untuk menjaga mereka berdua agar tidak kabur.


BRAK!


Sekali tendang pintu tersebut terbuka. Mata Farah memerah menahan amarah saat melihat Fanya yang sudah setengah telanjang! Sedang memeluk tubuh Attar yang masih menyisakan kemeja putih nya.


Attar yang melihat Farah pun langsung berlari ke arah nya.


"S-sayang k-kamu j-jangan marah ya! A-aku ga macam-macam sama dia! Dia ngasih aku o-obat sayang" ucap Attar yang berusaha menjelaskan semuanya agar kekasih nya tidak salah paham


Farah memejamkan matanya sejenak ia melirik ke arah Jhonson. Jhonson yang mengerti akan tatapan Farah pun mengangguk. Ia berjalan ke arah Attar yang kini sedang berusaha menahan hasratnya.


"Tenang boy! Rileks oke biar Farah yang menyelesaikan dia" tunjuk Jhonson pada Fanya yang kini berdiam mematung


Plak! Plak! Plak! Plak!


Empat tamparan yang kuat mendarat diwajah Fanya. Pelakunya adalah Farah. Ia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


"Dasar manusia ga tau diri! Udah gue kasih kesempatan kepada Lo dan keluarga untuk berubah tapi malah semakin jadi! Dan sekarang Lo berani-berani nya ngejebak tunangan gue! Dasar ******" teriak Farah menggelegar


Farah merogoh tasnya ia mengambil belati yang memang selalu ia bawa kemana pun ia pergi. Ia mendekat ke arah Fanya yang kini beringsut mundur ketakutan.


"M-maafkan g-gue! G-gue mohon jangan sakiti gue hiks" tangis Fanya


Namun Farah tidak terpengaruh ia dengan santai nya menggoreskan belati tersebut kepipi Fanya kiri dan kanan.


"Ini belum seberapa! Tunggu siksaan selanjutnya! Bawa dia jangan pakaikan baju nya! Seret dia dalam keadaan seperti itu" titah Farah pada angel Wings


Semua orang yang ada disana tidak ada yang mengeluarkan suara. Steven dan yang lain pun hanya bisa terdiam dan berdecak kagum melihat kerjasama intu angel Wings.


Farah berjalan' ke arah Attar yang kini menatap nya dengan pandangan sayu. Tak terasa air mata Farah menetes. Ia cengeng jika berhadapan dengan Attar.


"A-aku tidak kuat lagi menahan ini semua" ucap Attar lirih


"Dad bolehkah Farah membantu Attar" pinta attar pada Danu


Mereka semua mengerti akan arah ucapan Attar. Danu tidak tahu harus berkata apa. Sepertinya obat yang digunakan Fanya tadi dalam dosis yang sangat tinggi. Attar termasuk hebat mampu menahan hasratnya.


"Daddy serahkan pada Farah! Maafkan Daddy nak! Bukan maksud Daddy untuk merusak kamu! Tapi sepertinya dosis itu sangat tinggi! Berjanjilah pada Daddy Attar setelah ini segera nikahi putri Daddy" sahut Danu sendu


"Apaa! Astaga! Apa gue akan belah durian malam ini? Ga mau! Woi aelah tolong" jerit Farah dalam hati


HAPPY READING ❤️

__ADS_1


__ADS_2