
Seperti yang dikatakan oleh Attar semalam bahwa ia akan menjemput Farah. Dan kini mereka semua sudah dalam perjalanan menuju sekolah dengan berboncengan.
Tidak ada yang berbicara. Farah juga asik menikmati udara pagi yang sangat menyejukkan. Attar terkekeh dibalik helm full face nya saat melihat tingkah Farah.
BRUM BRUM BRUM
Kelima motor sport tersebut memasuki area sekolah. Semua siswa siswi yang melihat kedatangan mereka pun kini memusatkan perhatian nya kepada segerombolan para most wanted.
Bella yang melihat itu pun langsung memasang wajah kesalnya. Ia berjalan menghampiri Attar dan kawan-kawan nya.
"Kak Attar" panggil bella sok imut
Attar dan yang lainnya pun melihat ke arah Bella dengan pandangan datarnya. Bella yang ditatap seperti itu menciut. Tapi ia dengan cepat merubah raut wajahnya.
"Kak nanti pulang bareng aku ya,soalnya aku ga ada yang jemput" ucap Bella sambil memegang lengan Attar
Attar pun menepis tangan Bella dari lengannya. Sudah berapa kali Attar katakan! Bahwa ia tidak suka dirinya disentuh sembarangan orang.
"Hadeh bim lu hidup dizaman apa si sekarang" tanya Steven kepada Bimo
Bimo yang mengerti akan ucapan Steven pun tersenyum. Lalu ia juga memainkan perannya.
"Gue hidup di zaman purbakala" jawab Bimo santai
"Ck! Perasaan ni ye jaman sekarang udah canggih. Mau makan tinggal pencet hp datang! Mau beli baju pencet-pencet datang! Nah kemarin gue mau nganterin Mak gue beli garem di warung tetangga karena gue malas yaudah gue pesan aja grab akhirnya datang juga" ucap Steven dengan muka julidnya
"Yaiyalh lu kek gatau aja manusia itu suka modus" jawab Bimo sambil mengorek lubang hidung nya
Bella yang merasa tersindir pun memasang wajah merah menahan kesal. Ia lalu beralih menatap ke arah Farah dengan tatapan tajamnya. Sedangkan Farah hanya menatap Bella dengan datar.
"Lu udah miskin ya gak bisa bawa mobil lagi kesekolah? Sampai harus nebeng sama kak Attar" ucap sinis Bella
Mereka masih berada diarea parkir sehingga ucapan Bella menarik perhatian seluruh siswa siswi.
"Kasian banget sih kemarin aja sok Gonta ganti mobil motor eh sekarang malah nebeng" cibir Bella lagi
Sebenernya ia kesal karena tak mendapatkan jawaban dari Farah. Kenapa jadi balik dirinya yang mengoceh sendiri.
"Heh kalo gue ngomong tu dijawab!" Ucap Bella dengan nada yang sedikit tinggi
"Gak usah teriak-teriak mulut lo bau terasi" ucap Farah datar lalu meninggalkan area parkir
Sontak saja perkataan Farah membuat mereka semua tertawa. Steven sudah tertawa ngakak ditempatnya. Bella? Jangan ditanya lagi saat ini wajahnya memerah menahan malu dan marah. Ia pun langsung berlari menuju kelasnya diiringin sorakan dari siswa siswi SMA ADIWIYATA B.
"Anjir! Hahahaha pagi-pagi perut gue udah kram aja" ucap Steven yang masih cekikikan ditempatnya
__ADS_1
"Jarang ngomong sekalinya ngomong langsung kena usus" timpal Alex
"Buaahahhaha anjir! Sumpah ya mana mukanya pas ngomong kek gitu kayak orang yang gak punya dosa" sahut Steven yang lagi-lagi tertawa.
"Udah ayok ke kelas" ajak Alex
~~
"Permisi" ucap niko sopan
"Iya tuan ada yang bisa saya bantu"? Tanya satpam tersebut
"Em maaf pak saya mau tanya pemimpin perusahaan ini siapa ya"? Tanya niko bermaksud untuk mengetahui apa benar perusahaan ini milik Farah atau bukan
"Oh maaf pak saya kurang tahu soalnya saya satpam baru" jawab satpam tersebut jujur
"Ah! Baiklah terima pak" ucap Niko lesu
"Gimana"? Tanya Karina yang menunggu dimobil karena anaknya sedang tidur
"Dia gak tahu! Dia satpam baru" jawab Niko lemas
"Hah! Harus kemana lagi ya mencari dia" ucap niko frustasi
Ia juga sudah meminta bantuan temannya untuk meretas data farah namun hasilnya nihil. Data Farah sulit untuk ditembus.
~~
"Masuk" jawab orang didalam sana
"Lapor tuan" ucap orang tersebut
"Ada apa"? Tanya Danu
Yah! Kita beralih ke kantor Danu dulu ya. Ada yang harus author katakan pada hot Daddy tersebut hehe.
"Maaf tuan kemarin saya tidak sengaja melihat seseorang sedang memantau nona muda. Dan hari ini pria tersebut juga datang keperusahaan menanyakan siapa pemilik perusahaan tersebut" lapor orang tersebut
"Siapa orang nya"? Tanya Danu
Orang tersebut pun menyerahkan foto yang ia dapat saat ia memantau dari jauh nona mudanya. Orang tersebut adalah pengawal bayangan yang memang ditugaskan oleh Danu untuk selalu memantau dan mengikuti kemana pun putrinya.
Deg!
Jantung Danu berdetak kencang setelah melihat foto tersebut. Rahangnya langsung mengeras. Tatapan matanya menajam. Seketika aura diruangan tersebut mencekam.
__ADS_1
"Berani sekali bajingan ini datang kemari!" ucap Danu penuh penekanan
"Perketat pengawasan untuk putriku jangan sampai pria ini menemui putriku! Terus pantau dia" ucap Danu pada pengawal bayangan tersebut.
"Baik tuan kalo begitu saya permisi dulu" ucap pria tersebut
Sorot mata Danu masih memancarkan emosi yang tinggi. Sekelebat bayangan dimana putrinya berteriak dan menangis memenuhi pikiran nya. Tidak! Dia tidak akan membiarkan pria tersebut bertemu dengan putrinya. Dia tidak mau trauma putrinya kembali lagi.
"Daddy harap kamu tidak pernah bertemu dengan dia Queen, Daddy akan berusaha untuk melindungi kamu" ucap Danu dalam hati.
~~
Kring! Kring! Kring!
Bel tanda istirahat pun berbunyi. Semua siswa siswi berbondong bondong keluar kelas. Didepan pintu Farah sudah berdiri Attar dan temannya.
"Gue mau ngomong berdua" ucap Attar to the point
"Ngomong apaan? Gue lapar mau makan" jawab Farah datar
"Biar nanti Steven yang nganterin" ucap Attar lalu langsung menarik tangan Farah menuju rooftop.
Steven yang mendengar namanya disebut menggurutu kesal. Namun ia juga tidak bisa menolak perintah bosnya.
~~
"Ada apa"? Tanya Farah
Jujur saja ia sudah bosan berada disini sejak tadi Attar tidak kunjung berbicara.
"Gue suka sama Lo" ucap Attar langsung
Farah terdiam mendengar ucapan Attar. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Saat ini yang Ia pikirkan adalah penghianatan yang pernah ia terima. Sakitnya masih terasa.
"Gue tau lo bingung! Gue juga tau Lo ngerasa gak percaya sama pria manapun kecuali Daddy Lo! Tapi izinkan gue buat buktiin semuany far, gue sebelumnya gak pernah jatuh cinta gini! Ini pertama kalinya dan sama Lo! Plis kasih gue kesempatan buat buktiin dan ngeyakinin Lo" ucap Attar tulus
Farah masih diam mencerna ucapan attar. Otak nya tidak bisa diajak untuk berpikir. Lidahnya juga kelu hanya untuk mengucap sepatah kata saja ia tidak mampu.
Farah memejamkan matanya sejenak. Lalu ia menatap Attar yang kini sedang menatap ke arah nya. Tatapan mereka bertemu. Farah merasakan gelenyar aneh dalam hatinya. Tapi ia tidak tahu ini apa!
"Lu udah tau jawaban gue" hanya itu yang terlontar dari mulut farah
"Gue paham! Dan gue akan nunggu saat dimana lo bisa Nerima kehadiran gue! Dan gue mohon tolong jangan menghindar dari gua" ucap Attar
"Gua belum siap tar! Gue belum siap buat buka hati gue! Gue gak mau ngerasain rasa sakit yang sama! Gue gak mau! Argh sial! Kepala gue sakit" ucap Farah dalam hati
__ADS_1
HAPPY READING:)