Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 74


__ADS_3

Robbert merasa bahagia saat mendengar ucapan Fanya yang mengatakan akan membujuk Attar untuk menanam saham diperusahaan nya. Tidak tahukah dia ini semua adalah awal kehancuran mereka.


"Ada guna nya juga anak itu! Setidaknya ia bisa menarik orang yang berpengaruh seperti keluarga Jhonson kedalam kehidupan ku! Aku yakin jika Fanya menikah dengan Attar maka perusahaan akan semakin berkembang" ucap Robbert percaya diri


Ia sangat percaya jika semua nya akan berhasil dan akan berpihak pada mereka. Entah kehancuran seperti apa yang akan mereka dapatkan nantinya.


Tak jauh beda dengan Robbert kini Erina juga sedang berbahagia karena berhasil merayu suami nya. Ia pun juga bisa pergi untuk berkumpul bersama ibu-ibu sosialita.


"Aduh jeng Erina kirain ga datang loh" ucap seorang ibu dengan gaya yang glamor


"Pasti datang dong jeng saya ga mungkin ga Dateng tadi ada urusan dirumah biasalah sibuk suami dulu" sahut Erina


"Sibuk berdebat maksudnya" ucap Erina dalam hati


Setelah itu mereka mengobrol biasa sambil menunggu 2 orang yang belum datang.


"Haii maaf ya kita telat" ucap Fani dan Viana


"Gapapa kok jeng yuu duduk" sahut erina


Erina terus tersenyum memandang ke arah Viana. Viana yang melihat itu merasa risih. Ia sangat tidak suka ditatap seperti itu.


"Kenapa dia melihat ku terus? Jangan bilang dia belok?" Ucap Viana dalam hati sambil bergidik ngeri


"Aku tidak sabar akan menjadi besan mu nyonya! Aku bisa memanfaatkan ini semua untuk kesenangan ku kelak" ucap Erina dalam hati


Fani menyadari jika Erina selalu menatap ke arah Viana. Fani yang memang sangat malas sebenarnya untuk bergabung kedalam ibu-ibu sosialita ini pun pamit undur diri dengan alasan akan pergi karena ada meeting dengan pelanggan yang menyewa jasa butiknya.


"Saya pamit undur diri ya ibu-ibu saya mau meeting dengan pelanggan yang menyewa jasa butik saya" ucap Fani lembut


"Wah nyonya Bagaskara ini sangatlah sibuk! Pasti banyak yang memakai jasa butik anda nyonya" sahut ibu-ibu yang ada disitu


"Jangan terlalu sibuk nyonya kasian suami dirumah dianggurin!" Cibir Erina


"Saya tidak seperti orang-orang! Saya bisa mengatur waktu bekerja dengan keluarga! Tidak seperti orang-orang yang taunya hanya minta uang suami tapi tidak mengerti keadaan suami sendiri" sindir Fani


Jleb!


Erina merasa tersindir mendengar ucapan fani. Ia hanya diam tidak menjawab ucapan Fani. Ibu-ibu yang lain pun hanya mengulum bibir melihat wajah kesal Erina. Mereka juga tau bagaimana kehidupan erina sebenarnya.


"Saya permisi" pamit Fani


"Saya juga permisi" ucap Viana ikut pamit


Ibu-ibu disana hanya menganggukkan kepalanya ketika Fani dan Viana pamit pulang. Mereka tahu bahwa dua orang itu tidak nyaman dengan kehadiran erina.


"Oh ya jeng saya akan mengadakan acara tunangan anak saya dengan anak jeng Viana loh" ucap Erina


Mereka semua terkejut mendengar ucapan Erina. Apakah benar jika anak Erina bertunangan dengan anak Viana?


"Kamu tidak sedang bercanda kan jeng?" Tanya ibu-ibu sosialita tersebut

__ADS_1


"Engga! Tunggu aja nanti undangan nya calon menantu saya lagi keluar negri mengurusi perusahaan nya disana" jawab Erina percaya diri


Mereka semua hanya menganggukkan kepalanya malas sekali rasanya ketika harus meladeni orang seperti Erina.


"Kita lihat saja entah itu pertunangan atau acara kehancuran" ucap salah satu ibu sosialita


~


Sedangkan kini diparis sekumpulan remaja sedang bersiap-siap untuk pulang ke Indonesia. Liburan mereka telah usai dan besok adalah saat nya mereka memasuki sekolah seperti biasa.


"Gimana udah semua kan?" Tanya farah


"Udah,koper oleh-oleh pun udah siap"jawab Winda


Kini mereka duduk santai sambil menunggu para pria. Mobil yang mengantar mereka bandara juga sudah siap.


"Ayok guys berangkat" ucap Steven


"Ayok" jawab mereka serempak


Para pria membantu membawa koper para wanitanya. Mereka berjalan santai menuju loby hotel. Disana sudah ada beberapa anak buah Danu yang akan mengawal perjalanan mereka.


Mereka hendak masuk ke dalam mobil namun tiba-tiba ada seseorang yang memeluk tubuh Attar.


Grep!


"Aaaa kamu mau pulang ya! Ih jangan tinggalin aku dong" ucap wanita tersebut sok imut


Plak!


Sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipi Celine. Celine yang mendapat tamparan pun emosi.


"Celine" teriak pasangan paruh baya


"Heh! Kamu apa-apaan hah! Menampar anak saya! Dasar wanita ga benar" maki Arni mama nya Celine


"Seharusnya anda sadar diri! Siapa disini yang sebenarnya wanita tidak benar! Anak anda sudah lancang memeluk calon suami saya!" Ucap Farah dingin dengan sorot mata tajam nya


Deg!


Jantung Attar berdetak kencang saat mendengar Farah menyebut dirinya sebagai calon suami. Attar juga merasa kini pipinya memanas.


"C-calon suami?" Beo Celine


"Iya dia calon suami gue! Dan Lo udah lancang meluk calon gue! Udah bosan hidup hah? Kemarin gue masih diemin lo ya! Tapi sepertinya Lo makin ngelunjak"sahut Farah datar


"Heh! Lo itu bukan siapa-siapa ya! Dan ingat dia masih calon suami belum resmi jadi suami Lo! Jadi ga usah halu dia juga pasti kepaksa mau sama Lo" sinis Celine


"Minta maaf deh sebelum kalian menyesal!" Sahut Winda jengah


"Emang lo siapa nyuruh-nyuruh gue buat minta maaf hah! Ingat ya papa gue itu pengusaha ternama disini! Dia juga baru bekerja sama dengan perusahaan LY corp Bagaskara! Jadi jangan macam-macam" ucap Celine

__ADS_1


"Iya benar! Lebih baik kalian yang minta maaf sebelum saya dan suami saya akan membuat kalian menyesal" ucap Arni sinis


Winda dan yang lain pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Celine dan ibunya. Ah! Sepertinya manusia didepan nya saat ini tidak mengetahui jika perusahaan tersebut adalah milik perusahaan milik keluarga Farah.


"Kita lihat siapa yang akan memohon maaf" desis Farah


Farah berbalik kemobil karena ia merasa pusing. Ini adalah hari pertama nya datang bulan jadi ia enggan untuk terlalu berdebat dengan orang yang tidak penting.


Bruk!


Tanpa aba-aba Celine langsung menarik rambut Farah hingga terjatuh membentur tiang pembatas jalan yang ada didepan loby hotel. Farah merasakan sakit dikepala nya.


"Queen" teriak sahabat farah


Attar langsung belari ke arah Farah yang kini sedang meringis memegang kepalanya. Para pengawal milik Danu kini telah mengepung 3 manusia yang sudah menyebabkan nona muda nya terjatuh dan kesakitan.


"Queen Lo gapapa kan?" Tanya Winda cemas


"Shhhh kepala gue sakit" jawab Farah sambil meringis


"Cepat bawa kerumah sakit! Farah itu baru pulih dari kecelakaan nya! Jangan sampai ini membahayakan Farah" teriak Alex


Attar langsung menggendong tubuh lemah milik Farah. Attar selalu mengajak Farah untuk berbicara agar Farah tidak kehilangan kesadaran nya. Sedangkan tiga manusia tadi sudah dibawa oleh para pengawal Danu ke markas mereka. Mereka juga langsung menghubungi Danu memberitahu keadaan Farah.


30 menit perjalanan kini mereka sudah tiba dirumah sakit. Sudah ada dokter dan suster yang menunggu didepan rumah sakit. Attar langsung membaringkan tubuh Farah ke atas brankar.


Mereka berlari membawa Farah ke UGD. Farah sudah dalam keadaan pingsan karena tidak kuat dengan rasa sakit dikepala nya.


"Lihat saja setelah ini gue bakal balas kalian semua! Kalian sudah membangkitkan jiwa iblis ku bangsat" desis Attar emosi


Mereka mondar-mandir tidak tenang menunggu dokter yang belum keluar juga dari ruangan tersebut. Attar tidak bisa menutupi kecemasan nya. Ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga kekasihnya.


Ceklek!


Pintu terbuka mereka semua langsung bergegas menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan kekasih saya dok" tanya Attar


"Farah gapapa kan dok"? Tanya Winda


"Dokter! Sahabat saya gapapa kan dok"tanya Chelsea


"Baiklah semuanya saya akan menjawab pertanyaan kalian! Untuk saat ini kondisi nona Farah sedang lemah itu karena efek dari  kecelakaan dan benturan yang tadi dialaminya. Benturan tersebut membuat bagian kepala nona Farah memar. Tapi itu tidak apa-apa itu nona akan mendapatkan perawatan intensif selama 3 hari disini" ucap dokter tersebut menjawab pertanyaan mereka


"Benarkan dok tidak apa-apa? Saya takut jika gumpalan darah dikepala Farah berakibat fatal" tanya Winda cemas


"Untuk itu nanti akan saya periksa lagi nona! Memang jika gumpalan darah tersebut tidak segera ditangani itu akan berakibat fatal bagi pasien dan itu bisa menyebabkan pasien meninggal dunia" jawab dokter tersebut


Deg!


HAPPY READING ❤️

__ADS_1


__ADS_2