
Setelah ujian selesai mereka tidak langsung pulang. Mereka pergi ke salah satu caffe ternama dijakarta. Caffe yang dipenuhi oleh anak muda.
"Kamu sama aku" ucap Attar pada Farah
"Hmm" jawab Farah berdehem
Mereka pun langsung tancap gas menuju caffe tersebut. Caffe yang jarak nya tidak terlalu jauh dari sekolahan mereka.
Brum! Brum!Brum!
Motor sport milik mereka telah terparkir rapi di area parkir caffe Panorama. Semua perhatian terpusat pada mereka. Namun mereka tetap memasang wajah datar nya.
Mereka masuk ke caffe decak kagum pun terdengar ditelinga mereka. Banyak kaum hawa memuji ketampanan Attar dan sahabat nya. Begitu juga dengan kau Adam memuji kecantikan Farah dan sahabat nya.
Attar yang tidak suka milik nya dilihat orang lain pun memasukkan kepala Farah kedalam jaketnya. Jelas saja aksi nya membuat semua orang terkejut. Berbeda dengan para sahabatnya yang sudah mendengus kesal.
"Ck! Lihat tuan posesif ini tidak suka miliknya dilihat orang lain" sinis Steven
"Hahahaha gue baru tau ternyata Attar bisa seposesif ini juga" ucap Winda sambil tertawa
"Lo kenapa sih ih pengap tau" gerutu Farah dari balik jaket Attar
"Diam! Gue ga suka mereka ngelihat Lo" jawab Attar datar
"Mereka punya mata ya bebas dong mau ngelihat siapa saja" ucap Farah dengan nada kesal nya
"Ga! Gue mau milik gue dilihat orang lain!" Jawab Attar tetap kekeh
"Ck! Posesif banget sih ni orang belum juga jadi pacar Gimana ntar kalo udah jadi pacar coba" gerutu Farah dalam hati
Mereka pun akhirnya sampai ditempat yang sudah mereka reservasi. 3 sofa panjang dengan meja ditengah nya. Tempat yang mereka ambil saat ini langsung berhadapan dengan hutan yang lebat dan hijau. Pemandangan yang menyegarkan mata.
"Permisi tuan,nona mau pesan apa" ucap seorang karyawan perempuan yang pakaian nya sedikit terbuka
"Kamu mau pesan apa" tanya Attar pada Farah yang wajah nya masih terlihat kesal
"Steak dan jus jeruk" jawab Farah singkat
"Steak nya 2 jus jeruk nya 2" ucap Attar pada karyawan tersebut
Sedangkan yang lain juga menyebutkan pesanan mereka. Tapi Chelsea menyadari sesuatu. Sejak tadi pegawai ini terus memperhatikan Alex kekasih nya.
"Mata nya tolong dijaga! Kalo ga mau gue pisahin dari tempat nya" ucap Chelsea dengan suara datar nya
Semua orang jelas terkejut,kepada siapa Chelsea berbicara. Sedangkan sang pegawai langsung menundukkan kepalanya ketika ketahuan menatap pria yang tak lain adalah Alex.
Farah yang memang peka pun menoleh ke arah pegawai tadi. Ia pun tersenyum miring.
"Saya rasa teman-teman saya sudah menyebutkan pesanan nya lalu kenapa anda masih disini?" Tanya Farah datar
__ADS_1
Pegawai merutuki dirinya yang bodoh! Bisa-bisanya dia berdiam diri disini.
"A-ah i-iya maafkan saya nona" ucap pegawai tersebut lalu pamit pergi
Chelsea sudah memasang wajah masam nya. Ia tidak suka milik nya dilihat cewe lain.
"Sayang udah dong wajahnya jangan ditekuk! Aku kan ga ngelihat dia" ucap Alex membujuk Chelsea
"Ih! Makanya punya wajah itu ga usah cakep-cakep banget" gerutu Chelsea
Mereka semua hanya bisa diam mendengar ocehan dari bibir Chelsea. Alex pun juga tidak tahu harus berbicara apa lagi. Ia hanya mengusap tangan Chelsea.
Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun tiba. Mereka langsung makan karena ini sudah menunjukkan jam makan siang. Selama makan tidak ada yang berbicara.
Setelah selesai makan mereka tidak langsung pulang. Mereka masih nongkrong di cafe tersebut. Steven dan Winda saling bertatapan seperti memberi kode.
"Ehem" dehem Steven cukup keras
"Apaan si lo" tanya Bimo
"Gue mau ngomong sama kalian" ucap Steven langsung
"Mau ngomong apaa lo kayak serius banget" sahut Bimo
"Hm gue mau ngasih tau kalo gue sama Winda udah jadian" ucap Steven
1 detik..
3 detik..
Hening! Tidak ada yang berbicara. Mereka semua mencoba mencerna omongan dari Steven.
"APAAAAA!" Teriak Chelsea nyaring
Mereka semua terlonjak Kaget mendengar teriakkan Chelsea. Winda saat ini hanya bisa menunduk ia tidak sanggup melihat wajah kaget para sahabatnya.
"Sejak kapan" tanya Farah
Ia juga sama dengan yang lain merasa kaget mendengar ucapan Steven. Huh! Apa ini? Dua sahabatnya sudah pacaran saja.
"2 Minggu sebelum lo kecelakaan" jawab Steven santai
"Ck! Kemarin Alex sekarang Steven besok siapa lagi" ucap Bimo berdecak
"LO!" Ucap mereka semua serempak sambil menunjuk Bimo
Bimo sendiri tercengang ia pun berdecak.
"Ck! Jodoh aja belum kelihatan ini malah bilang gue duluan! Bisa jadi si putri dan Arif tu! Lihat mereka kalo ketemu diam-diam doang. Siapa tau mereka sekarang lagi menjalin hubungan" ucap Bimo sambil menunjuk Arif dan Putri yang memang sejak tadi diam saja.
__ADS_1
"Emang boleh" tanya putri polos
Mereka semua menepuk jidat mendengar pertanyaan putri. Steven sudah tertawa ditempat nyaa.
"Ngapain Lo nanya boleh atau engga" tanya Winda
Putri hanya diam tapi matanya melirik ke arah Farah. Farah yang sadar akan lirikan putri pun mengangkat satu alis nya.
"Ck! Ngapain Lo lirik Farah! Takut Lo sama dia heh" ucap Steven
"Gue ga larang kalian buat jalin hubungan! Gue cuma mau bilang ke Kalian para pria tolong jangan sakiti sahabat gue! Gue orang pertama yang aku ngebunuh kalian kalo sempat gue lihat temen gue nangis. Pacaran boleh asal jangan lupa sama kewajiban kalian! Disini gue ga bermaksud buat nasehatin kalian kayak orang tua! Gue cuman nyampein apa yang pernah disampein Daddy dan Mommy" ucap Farah panjang
Para pria yang mendengar ancaman Farah menelan salivanya susah payah. Ngeri sekali berteman dengan Farah ini.
"Em gue ga bis janji tapi gue bakal buktiin kalo gue serius sama Chelsea" ucap Alex tegas
"Gue juga sama ga mau janji karena bisa jadi gue khilaf tapi gue berusaha buat ngebahagiin Winda" sahut Steven tak kalah tegas
Farah tersenyum mendengar jawaban dari teman nya. Mereka sudah bersama sejak lama Farah pun sudah menganggap mereka semua keluarga nya.
"Udah kasih tau mami papi win?" Tanya Devita
"Udah kok ya awalnya ga dibolehin katanya takut gue aneh-aneh. Tapi ya Steven berusaha buat dapetin restu dari mami papi akhirnya mereka ngebolehin dengan catatan pas liburan nanti Steven diminta untuk nemuin mami papi" jawab Winda
"Loh berarti kita ke London dong?" Tanya Chelsea
Devita dan winda yang mendengar pertanyaan Chelsea pun terdiam. Mereka melirik ke arah Farah yang kini menatap mereka santai. Mereka baru ingat jika negara itu adalah negara yang sudah menorehkan luka buat Farah.
"Kenapa lihatin gue?" Tanya Farah heran
"Em gapapa kok mwehehe" jawab Winda cengengesan
"Yaudah pulang yuk" ajak Alex
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore mereka terlalu asik sampai lupa waktu.
~
"Brengsek!" Teriak Fanya
"Gue ga bisa diam gini aja! Gue ga rela kalo Farah dekat sama Attar" ucap Fanya marah
Ia sudah mengetahui kedekatan Farah dan Attar. Walaupun ia masih melihat sikap cuek dan dingin Farah kepada Attar tapi tak menutup kemungkinan Farah juga bakal suka pada Attar.
Ia harus memikirkan rencana untuk menjauhkan Attar dari Farah.
"Gue ga mau kehilangan Attar! Terlebih sekarang hidup gue udah ga semewah dulu! Gue harus bisa dapatin Attar biar gue tetap bisa foya-foya" ucap Fanya licik
Ternyata ia punya maksud lain untuk mendekati Attar. Ck! Itu bukan cinta namanya. Tidak ada cinta yang seperti itu apalagi sudah berniat mau memanfaatkan orang lain untuk kesenangan diri sendiri.
__ADS_1
JANGAN LUPA KOMENNYAA YAA!
HAPPY READING:)