Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 51


__ADS_3

Hari ini adalah hari weekend. Semua orang mungkin akan bersantai ria atau akan pergi untuk menenangkan pikirannya di hari libur ini.


Sama halnya dengan para sahabat Farah. Mereka saat ini sedang bersantai ria diruang perawatan Farah. Yah karena Farah belum boleh pulang. Ia masih harus melewati tahapan pemilihan dahulu.


"Kenapa si lo kemarin betah banget tidurnya" tanya Winda kepada Farah


Farah yang sedang asik memakan buah pun mengalihkan perhatian nya pada Winda.


"Gapapa gue gabut aja" jawab Farah santai


Mereka semua dibuat melongo mendengar jawaban Farah. Apa dia bilang? Gabut? Heh! Omong kosong apa itu. Tidak tahukah dia bahwa orang-orang menangisi dirinya.


"Anjir ya! Jawaban apa itu lu ga tau apa kita semua nangisin lo Mulu tiap hari" gerutu Winda kesal


"Gue kan gak nyuruh kalian nangis" jawab Farah kelewat santai


Winda yang mendengar nya pun sudah memasang wajah kesal. Mereka semua terkekeh melihat raut wajah kesal Winda. Saat ini hanya ada mereka berlima dirumah sakit ini. Orang tua Farah sedang pulang kemansion. Attar dan temannya sedang ada urusan dimarkasnya. Tenang saja para bawahan Danu masih berjaga didepan ruang rawat Farah.


"Sekarang perasaan lo gimana si queen"? Tanya Chelsea


"Perasaan apa?" Tanya Farah tak mengerti


"Iya perasaan lo saat ini ada rasa takutkah? Atau gimana gitu?" Sahut Chelsea


"Takut kenapa?" Tanya Farah lagi


Entahlah! Sejak sadar dari koma otak cerdas Farah lambat loading. Apa karena efek koma?


"Ck! Ya takut kalo si Niko itu datang nemuin Lo lagi secara kan dia belum dapat mendapatkan jawaban dari permintaan maaf dia" jawab Chelsea sedikit kesal


Farah terdiam mendengar perkataan Chelsea. Ia bingung dengan arah topik pembicaraan Chelsea saat ini.


"Niko siapa sih?" Tanya Farah bingung


Mereka yang mendengar ucapan Farah barusan menatap Farah dengan tatapan yang sulit diartikan. Mereka saling pandang beberapa detik lalu kembali menatap Farah.


"Lo gak tahu siapa Niko?" Tanya Winda


"Enggak emang siapa?" Tanya Farah lagi


"Kalo Karina? Apa lo tau?" Tanya Winda lagi yang seakan belum puas dengan jawaban Farah


"Ck! Siapa lagi itu? Temen gue? Tapi kok gue ga ingat ya" bingung Farah


Mereka berempat terdiam mendengar jawaban Farah. Benarkah Farah tidak mengingat Niko dan Karina? Apakah ini yang dimaksud oleh dokter kemarin? Masih ingatkah kalian? Saat dokter mengatakan ada kemungkinan jika Farah kehilangan setengah ingatanya. Jika memang benar apakah mereka harus senang?


"Em yaudah lupain aja gak penting juga" ucap Chelsea

__ADS_1


Tok! Tok!


"Permisi nona maaf menganggu didepan ada teman nona Farah ingin menjenguk" ucap salah satu bawahan yang sudah ditempatkan oleh Danu


"Siapa?" Tanya Winda dengan kening berkerut


Belum juga pengawal tersebut menjawab orang yang ingin menemui Farah pun langsung masuk dan membuat mereka terkejut.


Deg!


"Hallo Farah" Sapa Erlangga kepada Farah


Farah hanya menatap datar pria didepannya saat ini. Ia tidak membalas sapaan dari Erlangga.


"Hai heii kok diam" tanya Erlangga lembut


"Lo siapa sih sok akrab banget" ucap Farah ketus


Deg!


Erlangga terkejut mendengar ucapan Farah. Apa Farah tidak mengenal dirinya? Erlangga menoleh ke arah sahabat Farah bermaksud meminta jawaban namun mereka juga sama dengan Erlangga. Sama-sama terkejut.


"Kamu ga kenal aku?" Tanya Erlangga


"Gak" jawab Farah singkat lalu merebahkan tubuhnya


Tanpa menjawab ucapan Winda Erlangga langsung pergi dari ruangan Farah dengan hati yang dongkol. Ia kesal sendiri saat mendengar ucapan Farah yang tidak mengenali dirinya. Dia harus mencari tahu semuanya.


Winda melihat Farah yang sudah tertidur pulas dengan deru nafas yang beraturan. Lalu ia menatap ke arah temannya yang kini memasang wajah bodoh.


"Beneran Farah ga ingat sama Erlangga?"tanya Devita


"Kalo kak Farah lupa ingatan kenapa cuman sama mereka aja?" Tanya putri yang juga bingung


Hening! Tidak ada yang bersuara. Mereka sedang berkelana dengan pikiran masing-masing. Hingga suaea pintu terbuka membuyarkan lamunan mereka.


Ceklek!


Muncullah Danu dan Fani dari balik pintu tersebut. Fani dan Danu tersenyum saat melihat putrinya sedang tertidur pulas. Lalu mereka beralih menatap sahabat farah. Mereka berdua mengernyitkan dahi saaar melihat wajah bingung gadis didepan mereka saat ini.


"Kalian kenapa?" Tanya Fani


Merek terdiam lalu berpandangan sejenak. Winda menarik napasnya dalam.


"Tadi kita ga sengaja nanya ke Farah tentang perasaan nya saat ini. Apakah ia takut jika bertemu dengan Niko? Mommy dan Daddy tahu apa jawaban dari Farah?" Tanya Winda


"Enggaklah mommy dan Daddy kan baru datang gimana sih kamu" jawab Fani yang gemas dengan Winda

__ADS_1


Winda pun terkekeh bodoh saat mengingat pertanyaan tadi. Sahabatnya yang sudah mendengus kesal menatap Winda.


"Ehm! Bukannya menjawab pertanyaan kita Farah malah balik bertanya siapa Niko? Karena aku merasa ga puas aku tanya lagi deh apa dia kenal Karina? Dan dia juga menjawab tidak kenal" papar Winda


Danu dan Fani terkejut ketika mendengar cerita Winda. Mereka lalu menatap ke arah Farah yang kini sedang tidur nyenyak.


"Dan tadi ada temannya nya Farah eh bukan teman lebih ke pria yang terobsesi sama Farah datang buat jengukin dia. Dan mommy tau saat tu cowok nyapa farah, Farah malah menjawab dengan jawaban yang sama ia tidak kenal dengan pria itu" cerita winda lagi


Danu langsung berdiri ia ingin menemui dokter yang kemarin merawat farah.


"Daddy mau kemana"? Tanya Fani saat melihat suami nya hendak keluar


"Daddy mau menemui dokter mom Daddy ingin menanyakan soal ini" jawab Danu


"Mommy ikut" timpal Fani


Mereka pun meninggalkan ruang rawat Farah lalu menuju ruangan dokter tersebut. Eh ternyata mereka malah bertemu di ujung ruangan Farah.


"Dokter" panggil Danu


"Iya tuan? Ada yang bisa saya bantu?" Tanua dokter tersebut


"Saya ingin bertanya tentang kondisi anak saya. Apakah kemarin anda sudah memeriksa kondisi kesehatan anak saya keseluruhan nya?" Tanya Danu


"Iya sudah kok tuan memang ada apa? Apa nona Farah mengeluh sakit lagi?" Tany dokter tersebut cemas


"Tidak dok tadi saat saya pulang Farah saya titipkan kepada sahabat nya. Mereka mengobrol seperti biasa lalu mereka mulai menanyakan pertanyaan yang sedikit sensitif kepda Farah. Disini yang ingin saya sampaikan adalah anak saya tidak mengingat siapa orang yang sudah membuat ia trauma lalu ia juga tidak mengingat teman sekolahnya yang datang menjenguknya tadi" papar Danu


Dokter bernama tag Olivia tersebut dibuat terkejut mendengar cerita Danu. Apakah ia melewatkan sesuatu?


"Sebelumnya masfkan saya tuan nyonya mungkin saya sedikit keliru saat memperiksa kondisi nona Farah. Namun disini saya akan menjelaskan sedikit tentang jawaban dari cerita yang tuan ceritakan barusan. Jika nona Farah tidak mengingat sebagian orang atau hilang nya setengah ingatan itu dinamakan amnesia Retrograde. Amnesia retrograde adalah dimana pasien kesulitan untuk mengingat ingatan dimasa lalunya. Hilangnya sebagian ingatan ini itu karena cedera atau benturan dikepalanya yang membuat hilangnya sebagian ingatannya. Tapi tuan dan nyonya tidak usah khawatir itu semua tidak akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan yang lain. Hanya saja jika disuruh mengingat ingatan masa lalunya itu akan membuat kepala terasa sakit"jelas dokter tersebut


Danu dan Fani terdiam mendengar penjelasan dokter tersebut. Mereka bingung untuk mengekpresikan ini semua. Haruskah mereka senang? Atau mereka sedih?


"Apa Daddy seperti orang jahat nak jika Daddy senang kamu melupakan masalalu kamu karena lupa ingatan" ucap Danu dalam hati


"Apa mommy harus berdoa sayang agar kamu tidak bisa sembuh dari amnesia retrograde ini? Agar kamu tidak mengingat lagi trauma sialan itu!" Ucap Fani dalam hati


Tak mereka sadari jika sejak tadi ada seseorang yang mendengar pembicaraan Mereka. Orang tersebut pun tersenyum miring.


"Haruskah aku memanfaatkan lupa ingatan mu ini Farah"? Ucap orang tersebut dalam hati


HALLO GUYS MAAF YAAA SEMALAM GA UPDATE HEHE LAGI SIBUK BANGET.


SEGINI DULU YA NANTI SORE SAMBUNG LAGI. INGAT JANGAN LUPA KOMEN! KALO SEPI GA JADI UPDATE! 


JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL TERBARU AKU JUDULNYA "CINTA TULUS SEORANG ABDI NEGARA"

__ADS_1


HAPPY READING:)


__ADS_2