Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 22


__ADS_3

Setelah kejadian beberapa waktu lalu saat ini Farah dan teman-temannya tetap melanjutkan kegiatan mereka berkeliling mall. Seperti tidak ada kejadian mereka tetap santai. Beda dengan putri yang masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


"Lo gak mau belanja"? Tanya Farah pada putri


"E-enggak kak" jawab putri


"Kenapa engga? Udah ayo lo harus belanja lo harus rubah penampilan Lo" ucap Farah sambil menarik tangan putri menuju salah satu pusat perbelanjaan


"Mbak tolong tunjukkan letak dres disini" ucap Farah kepada pegawai toko tersebut


"Mari nona" ucap pegawai tersebut ramah


Mereka segera mengikuti langkah kaki pegawai tersebut. Sedangkan teman yang lain memisahkan diri untuk mencari barang yang menurut mereka cocok. Attar tetap setia mengikuti kemana pun Farah pergi.


"Ini kak ini semua dress baru kak" ucap pegawai tersebut


"Cepat lo pilih dres yang lo mau" ucap Farah


"T-tapi kak" cicit putri


"Gak ada tapi-tapian put udah gue bilang kemarin kan" ucap Putri tegas


Yah jika sudah berbicara seperti itu putri tidak berani lagi membantah. Entahlah ia merasa takut saja jika Farah sudah bersikap tegas seperti itu.


Farah juga tak diam ia juga memilih beberapa dres yang dirasa cocok dengan dirinya.


"Ini bagus buat Lo" ucap Attar tiba-tiba


"Hm apa iya?" Tanya Farah lagi


"Iya udah ambil aja ini" ucap Attar


"Oke lo yang bayar" ucap Farah santai


"Tidak masalah bee" ucap Attar sambil tersenyum tipis


Farah yang mendengar nya pun seketika pipinya merona jantung nya berdetak tidak karuan.


"Cih jantung tidak tau diri malah berdisko didalam sana" ucap Farah dalam hati


"Udah?" Tanya Farah ketika melihat putri mendatangin dirinya


"Udah kak" jawab putri


"Yaudah ayok bayar" ajak putri


Mereka pun berjalan menuju kasir ternyata disana sudah ada teman-temannya yang sedang menunggu.


"Udah semua"? Tanya


"Udah Queen" jawab mereka serempak


"Tolong hitung semua ya mbak" ucap Farah


Kasir mulai menghitung semua belanjaan gadis didepan nya saat ini.


"Total nya semua 50 juta 550 nona" ucap kasir tersebut


Nominal yang disebutkan itu membuat mereka semua tercengang hanya beberapa baju tapi sampai 50 juta benar-benar keluarga Sultan.


"Bayar put" ucap Farah


"I-iya kak" jawab putri


Putri pun menyerahkan black card nya dengan segera kasir itu mengambil nya. Setelah selesai mereka langsung keluar dari toko tersebut.


"Mau kemana lagi gue udah lelah" ucap Winda


"Markas aja tapi kalo kalian mau langsung pulang juga gapapa" ucap Farah


"Kita ikut lo aja" jawab Chelsea


"Oke, oh iya lo masih kuat gak putri buat latihan hari ini" tanya Farah kepada putri

__ADS_1


Putri juga baru ingat jika dia sudah berjanji akan berlatih beladiri mulai detik ini. Dengan tekad nya untuk melindungi keluarga Bagaskara.


"Jadi kak" jawab putri semangat


Mereka pun ikut tersenyum melihat putri semangat. Latihan beladiri tidak segampang yang mereka kira. Jika fisiknya lemah makan dibutuhkan olahraga yang kuat untuk membentuk tubuh, kecepatan, ketangkasan dll.


Mereka berjalan keluar dan menuju motor dan mobil. Inti geng Tirex akan tetap ikut kemarkas Meraka bilang ingin melihat penyiksaan tersebut.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai juga dimarkas. Mereka disambut oleh anak buah Farah.


"Selamat datang Queenn" ucap Arif


"Hmm siapkan ruang latihan hari ini putri latihan" ucap Farah


"Baik Queen ada lagi"? Tanya Arif


"Kamu yang ngelatih tolong ajarkan dia teknik dasar saja untuk yang pertama ini" ucap Farah


"Baik Queen" ucap Arif


"Ikuti Arif ya put dia yang akan melatih kamu gantilah baju diruang ganti" ucap Farah


"Oke kak" jawab putri


"Semangat ya putri" ucap Winda sambil tersenyum


"Semangat okey" ucap Chelsea


"Iya terimakasih ya" ucap Putri sambil tersenyum


Putri dan Arif berjalan' menuju ruang ganti dan ruang latihan. Hari ini adalah hari pertama putri latihan beladiri.


"Jo" panggil Farah


"Iya Queenn" jawab Jojo


"Bagaimana keadaan pria itu" tanya Farah


"Dia masih ada diruang bawah tanah queen tadi sempat berontak tapi sudah diberi pukulan oleh Arif" jawab Jojo


Farah mulai melangkah keruang bawah tanah diikuti yang lainnya. Setelah sampai diruang bawah tanah tidak ada pencahayaan hanya gelap dan aroma anyir darah yang tercium. Ruangan bawah tanah ini sangat luas terdapat beberapa ruangan dilengkapi dengan alat penyiksaan.


"Hai bagaimana keadaan mu tuan" ucap Farah sambil tersenyum


"Lepaskan saya" ucap pria itu berteriak


"Oh jangan berteriak nanti tenggorokan nya sakit hihi" ucap Farah sambil terkikik


"Apa yang sudah anda dapatkan dari memata-matai saya hm" tanya Farah


"Cih kau itu masih anak dibawah umur mafia yang kau pimpin pun tidak ada apa-apanya dengan harimau hitam" ucap pria itu sinis


"Iya aku memang anak dibawah umur tuan dan aku memang pemimpin mafia baru yg aku sungguh takut dengan klan mafia harimau hitam" ucap Farah pura-pura ketakutan


"Saya pastikan anda akan mati nona karna sudah berani menyekap saya disini" ucap pria itu lagi


"Ah kalo begitu anda yang harus buat mati dulu bagaimana hm, setelah itu jasad mu akan saya kirim ke markas lain ya itu sangat menarik" ucap Farah sumringah


"Ambilkan catut" titah Farah kepada anak buah nya


"Ini nona" ucap anak buah Farah


"Bagaimana mau mulai darimana hm"? Tanya Farah sambil berjalan mendekat


"A-apa yang akan a-anda l-lakukan" ucap pria itu mundur


"Hei tenanglah aku tidak bisa memakai alat ini,ini hanya seperti gertakan hehehe" ucap Farah terkekeh


"Kemarilah tuan aku ingin tanganmu" ucap Farah dingin


"T-tidak pergi sana" usir pria tersebut


Saat ia sangat ketakutan apalagi setelah mendengar suara dingin Farah. Angel wing sudah biasa melihat itu semua. Hanya geng Tirex yang terlihat sangat penasaran.

__ADS_1


Farah menarik tangan pria itu secara kasar lalu mencabut satu persatu kukunya. Farah mengalir dari jari-jari pria tersebut.


"Aaakhh s-sakit brengsek" ucap pria tersebut berteriak kesakitan


"Teruslah berteriak aku sangat suka" ucap Farah tersenyum


"Ambilkan pisau" titah Farah


"A-apa lagi yang akan kau lakukan gadis kecil" ucap pria tersebut sambil meringis sakit


"Ini nona" ucap anak buah Farah


"Pipi mu mulus juga tuan hm aku sangat tertarik bolehkah aku minta sedikit dagingnya" ucap Farah


"T-tidak pergi sana pergi" teriak pria tersebut


"Cih badan saja yang gede baru segini saja sudah takut" ejek Farah


SREK!


SREK!


AAAKHHH


AAKHH


Wah sungguh Farah sangat menyukai jeritan dari musuhnya seperti ini. Darah mengalir deras dari pipi pria itu setelah dirobek oleh Farah menggunakan pisau lipat kesayangannya. Tidak sampai disitu Farah juga menggores kedua kaki pria tersebut bahkan salah satu jari kaki pria tersebut lepas.


Seperti ini kekejaman Farah disaat menyiksa musuhnya. Tidak ada ampun untuk musuhnya. Geng tirex yang melihat secara langsung bagaimana Farah menyiksa musuhnya hanya bisa diam mematung sungguh mereka tak menyangka dengan sifat kejam Farah.


"Bagaimana enak tidak hm" tanya Farah


"B-bunuh s-saja s-saya" ucap pria tersebut


"Oh ayolah apa ini tidak terlalu cepat" ucap Farah sendu


Begitulah Farah ia akan terus menyiksa musuhnya hingga musuhnya sendiri yang akan meminta kematian.


"A-aku m-mohon b-bunuh saja a-aku i-ini terlalu s-sakit" ucap pria tersebut terbata


"Ambilkan kapak" titah Farah


Semua yang disana terkejut saat Farah meminta kapak.


"Ini nona" ucap anak buah Farah


"Hm baiklah karna anda yang meminta sendiri akan dengan senang hati aku kabulkan" ucap Farah tersenyum


Farah mendekat dan mulai mengayun kapak yang ada ditangan nya.


KRAKK


KRAKK


SRETT


KRAKK


"Aakkhhhhhhhh" pria tersebut menjerit panjang disaat Farah memotong kedua kakinya. Tidak sampai disitu Farah juga memotong tangannya dan yang terakhir kepalanya.


Darah mengalir sangat deras bau anyir sangat tercium diruangan tersebut. Wajah dan tubuh Farah sudah penuh dengan darah. Farah tersenyum melihat pemandangan indah didepan mata nya saat ini.


"Kirimkan kepala pria ini ke markas harimau hitam tuliskan 2 kata didalam nya buat saja SALAM PERKENALAN" ucap Farah tersenyum miring


Farah membalikkan badan dan ia melihat temannya yang berdiri kaku. Bahkan wajah Steven sudah pucat.


"Hoekk" Steven mual dan segera berlari keluar diikuti Bimo dan Alex


Attar hanya menatap Farah dengan pandangan datar nya entah apa yang pria itu pikirkan.


"Kamu semakin terlihat cantik bee dengan darah yang ada di wajahmu" ucap Attar dalam hati sambil tersenyum miring


Maaf ya kemarin gak update lagi susah jaringan disini karna hujan:(

__ADS_1


HAPPY READING:)


♡♡


__ADS_2