
Cici langsung mendorong seorang waiters yang hendak mengantarkan pesanan attar dan kawan-kawan. Ia duduk tepat dikursi samping attar. Dengan tidak tahu malunya ia menggandeng lengan attar.
"Lo apa-apaan si! Ga liat apa hah itu mbak-mbak mau naro makanan"marah steven
"Apasih ga usah marah-marah deh,lagian salah dia juga dong udah tau gue mau lewat"ucap cici tidak merasa bersalah
"Lepas" ucap attar datar
"Ga mau nanti kalo aku lepas pasti kamu mau lari kan"sahut cici semakin memeluk lengan attar
Brakkk
'Aaaaaaaaa'
Dengan sekali hentakan cici terjatuh dan menabrak meja. Cici merasakan sakit dibagian punggung nya,semua orang terkejut dengan kejadian cepat tersebut . Apalagi pelakunya adalah seorang pria.
"Udah diperingati tapi masih aja ngeyel mau gangguin attar! Lo murahan banget si ngedekatin laki orang"ucap winda tiba-tiba
Attar dan yang lainnya menoleh saat mendengar suara perempuan yang sangat mereka kenali. Attar juga melihat sang istri yang berdiri dengan bersedekap dada melihat ke arah cici yang masih terduduk dibantu oleh kedua temannya.
"Cara lo murahan!"cibir devita
"Menjijikan! Katanya anak salah satu pejabat tinggi tapi sifatnya kayak gini. Memalukan" ucap winda
"Sayang"panggil attar pada farah
Hap!
Farah melemparkan tisu basah yang dengan cepat ditangkap oleh farah. Tanpa bertanya lebih banyak attar sudah paham apa maksud dari sang istri.
"Gue perhatiin dari beberapa hari ini lo gencar mau ngedekatin attar ya? Dengan berbagai hal menjijikan! Lo perempuan jadi harus punya harga diri,jangan terlalu murahan seperti ini"ucap farah dingin
Deg!
Cici dan kedua temannya terdiam mendengar ucapan farah,mereka juga merasa merinding saat melihat tatapan tajam dan wajah dingin farah. Cici bahkan kini sulit untuk menggerakkan tubuhnya.
"Sekali lagi gue peringatkan! Jika lo masih berani dekatin attar gue patahin semua tangan dan kaki lo"ucap farah
Glek!
Cici menelan salivanya dengan susah payah saat mendengarkan kembali ucapan farah. Setelah itu farah pun pergi dari sana diikuti oleh para sahabatnya.
__ADS_1
"Cewek gilaaa ya itu si cacing"gerutu winda
"Siapa cacing sayang?" Tanya steven sambil merangkul bahu kekasihnya itu
"Itu si cici"jawab winda
"Kok cacing namanya?" Tanya steven lagi
"Iya cacinglah dia kan suka loncat sana sini"jawab winda
"Bukan nya yang kayak gitu ulat nangka ya"ucap steven
"Gatau sejenis la"sahut winda
Sedangkan kini attar sedang membujuk farah yang mungkin saja sedang marah. Karena sejak tadi farah tidak menjawab ucapan attar.
"Sayang maaf aku tidak macam-macam"ucap attar lagi
Farah masih diam bahkan sampai dia naik ke atas motor nya sendiri. Farah tidak memperdulikan attar dan teman-temannya.
Brum! Brum! Brummmmmmmm!
Farah langsung tancap gas tanpa memperhatikan suami dan sahabat nya yang melongo.
"Kejar bego"ucap attar sedikit berteriak
Mereka semua langsung naik kemotor masing-masing dan mengejar farah yang sudah hilang entah kemana. Sedangkan kini tak jauh dari tempat attar dan kawan-kawan tadi ada cici dan kedua temannya berdiri menatap mereka.
"Dia sangat tampan! Sangat sayang jika gue gabisa milikin dia"ucap cici
"Ci lo ga niat mau deketin dia lagi kan? Lo ga dengar omongan cewek tadi" ucap teman cici
"Kalian percaya sama omongan perempuan itu? Cih itu hanya trik agar gue berhenti gangguin suami dia. Dan gue punya cara tersendiri buat bikin dia malu"sahut cici tersenyum miring
Kedua teman cici saling tatap lalu menghela napas panjang. Cici adalah perempuan yang pantang menyerah sebelum keinginan nya tercapai. Ia akan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan apa yang ia mau.
"Terserah lo deh kita ga mau ikut campur"ucap teman cici lalu pergi dari sana
Cici menatap kedua temannya dengan pandangan datar.
"Kalau bukan karena gue butuh babu ga akan gue mau berteman sama mereka"batin cici
__ADS_1
~
Setelah menempuh perjalanan yang lama kini fani dana viona sudah sampai dikanada. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit dimana danu berada. Sepanjang perjalanan fani tak henti-hentinya menangis,karena sejak tadi perasaan nya benar-benar tidak karuan.
"Hei yang tenang dan sabar kita berdoa semoga danu baik-baik saja"ucap viona
"Aku takut vio,aku takut terjadi sesuatu dengan mas danu"sahut fani
"Kamu harus percaya jika suami mu itu kuat,kamu harus kuat fani"ucap viona
Fani tidak menyahut ia hanya memeluk viona. Tak butuh waktu lama kini mereka sudah tiba diarea parkiran rumah sakit. Fani langsung turun dan berlari untuk mencari ruangan suaminya. Benu sudah memerintahkan anak buah nya untuk menjemput fani dan istrinya,kini mereka diarahkan keruangan perawatan danu.
Ceklek!
"Masssss"pekik fani lalu memeluk tubuh kaku suaminya
Fani menumpahkan tangisnya diatas dada bidang danu. Benu dan viona membiarkan fani menemui suaminya. Fani memeluk tubuh danu dengan erat,ia menumpahkan segala gundah gulana hatinya.
"Kamu udah janji mas ga akan terluka,lalu apa ini mas? Kenapa kamu sampai seperti ini! Apa yang harus aku katakan pada putri kita mas,dia pasti sedih. Kamu juga sudah janji mas pada dia untuk tidak terluka,tapi lihatlah sekarang kamu bahkan tidak membuka matamu"ucap fani terisak
Benu dan viona mendekat,mereka juga merasa sedih melihat keadaan danu seperti ini.
"Danu koma karena beberapa syaraf pada otaknya berhenti bekerja,itu semua karena peluru yang bersarang pada kepalanya terdapat racun"ucap benu
"Apakah pria itu sudah mati? Dia mati kan? Dia pasti mati! Kamu pasti membuat ia mati kan karena telah melukai danu"sahut fani menggebu
"Maaf dia masih hidup"ucap benu lirih
"Kenapa? Kenapa kamu tidak membunuh dia! Dia sudah membuat suami ku seperti ini,kenapa kamu tidak membuat dia mati"teriak fani
"Aku lebih memikirkan danu yang membutuhkan pertolongan! Pria itu bisa kita urus nanti,tapi danu dia harus segera mendapatkan pertolongan"sahut benu
Fani kembali memeluk suaminya,ia menyentuh wajah danu yang terasa agak dingin. Ia mengecup dahi suaminya,air mata nya ikut menetes.
"Bangun mas! Kamu tidak boleh tidur terlalu lama. Kamu harus bangun sebelum putri kita menyadari semuanya. Kamu tidak ingin membuat dia kecewa kan mas,dia pasti akan marah jika tahu kamu terluka seperti ini."ucap fani
Namun tetap mau berbicara seperti apapun fani danu tidak akan merespon. Benu juga ikut memikirkan bagaimana caranya memberitahu farah,hal seperti ini tidak bisa ditutupi terlalu lama.
Ting!
"Tuan ada yang memantau ruangan tuan danu sejak tadi"
__ADS_1
Happy reading