
Pagi hari nya dikanada danu sudah rapi dengan pakaian formalnya.Begitu juga dengan jhonson,kedua pria yang sudah tidak muda itu tetap hot pada usia sekarang.
"Apa kau benar-benar sudah memantau mereka?"tanya danu entah untuk keberapa kalinya
"Ck! Sudah aku bilang semua sudah siap. Kita akan berperang,perang yang selama ini kita tunggu-tunggu. Aku sudah tidak sabar lagi ingin melihat apakah kemampuan dia berubah atau tetap seperti dulu"kekeh jhonson
"Ayo berangkat"ajak danu
Entah kemana tujuan mereka saat ini yang jelas saat ini mereka tengah berada dalam perjalanan. Raut wajah mereka sangat serius.
"Bersiap ditempat turunkan 500 anggota kita"ucap danu
"Siap tuan"
Sedangkan ditempat yang berbeda kini seorang pria paruh baya tengah duduk santai dikursinya. Bibirnya terus menyunggingkan senyuman miring,raut wajahnya terlihat senang.
"Aku sudah tidak sabar menunggu kedatangan mereka"ucap pria tersebut
"Menurut laporan mereka sedang dalam perjalanan tuan"sahut tangan kanan pria tersebut
"Ambilkan surat-surat itu! Kita lihat dia lebih memilih klan mafia nya atau keluarganya"kekeh pria tua itu
Jack Brotolius seorang pemimpin klan mafia yang cukup disegani di kanada. Sejak dulu jack sangat menginginkan wilayah kekuasaan milik klan mafia Red devils. Bahkan dengan gila nya jack ingin menukarkan istri dan anaknya dengan wilayah tersebut. Danu yang saat itu masih mengambil alih klan mafia miliknya tidak menerima tawaran apapun itu. Beberapa tahun yang lalu,jack menyerang markas red devils,namun saat itu kekuatan anggota jack tidak sekuat anggota red devils. Dan berakhirlah perang tersebut dimenangkan oleh red devils. Setelah itu jack menghilang tanpa jejak,markasnya pun kosong tidak berpenghuni. Ada suatu kelegaan bagi danu kala itu,jack adalah orang yang gila kekuasaan apapun akan ia lakukan untuk mencapai keinginannya.
"Tuan mereka sudah tiba digerbang utama"ucap mathew tangan kanan jack
"Ayo kita sambut mereka"tawa jack
~
Ckit!
Jhonson memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu gerbang sebuah bangunan tua. Danu mengernyitkan dahinya bingung ketika tidak melihat adanya penjagaan.
"Apa kamu tidak merasa curiga?"tanya danu menoleh ke arah jhonson
"Tenanglah! Ini adalah salah satu jebakan mereka. Tetap waspada"jawab jhonson
Krekkkkkk!
"Wah wah lihat siapa yang datang saat ini"kekeh seseorang setelah pintu gerbang tersebut terbuka
Danu dan jhonson menatap pria dihadapannya ini dengan pandangan datar namun menusuk. Mereka tidak menyahut ucapan pria dihadapan nya ini karena bagi mereka itu tidak penting.
"Baiklah! Baiklah kalian sepertinya sudah tidak sabar ya. Keinginan ku masih sama serahkan wilayah kalian atau aku hancurkan keluarga kalian"ucap jack datar
"Orang bodoh mana yang akan menyerahkan wilayah mereka kepada orang seperti kau jack! Ternyata kau tidak berubah ya masih saja gila ingin memiliki wilayah kekuasaan ku"sahut danu sinis
"Hahaha aku tidak akan menyerah sampai apa yang aku inginkan ada dalam genggamanku"ucap jack tertawa
"Ah aku punya penawaran bagus bagaimana jika wilayah kekuasaan itu aku tukar saja dengan istrimu yang sangat cantik itu"sambung jack terkekeh
Danu mengepalkan tangannya ketika istrinya disebut. Jhonson masih diam dengan wajah datarnya,namun siapa sangka jika saat ini ia sedang melalukan komunikasi dengan danu lewat bola mata.
"SERANGGGGG!" teriak jhonson membuat jack dan tangan kanan nya terkejut
"Bangsat ternyata mereka jauh lebih licik"marah jack
__ADS_1
Anggota jack juga langsung keluar ketika mendengar perperangan itu terjadi. Jack merasa marah,karena kini anak buah nya hanya ada 200 orang.
Danu tak menghiraukan raut marah jack,ia terus memberikan pukulan-pukulan kepada jack. Danu akui jika saat ini kemampuan jack sudah jauh dari yang dulu.
Bugh!
Bugh!
Brakk!
Krakk!
Pukulan,tendangan,bantingan,hingga suara patah mematah pun memenuhi suasana saat ini. Danu tersenyum miring saat melihat hampir separuh anggota jack tumbang.
"Ingin menyerah? Sebelum aku kirim kau ke neraka"kekeh danu
"Badebah! Aku tidak akan menyerah bangsat. Jika aku mati kau harus mati"pekik jack sambil terus menyerang danu
Jhonson pun kini sibuk bertarung dengan mathew. Anggota jack sudah tinggal beberapa orang lagi. Mathew tidak menduga hal ini sebelumnya.
Dorr!
"Bangsattt" murkaa jack ketika mendapatkan tembakan pada kakinya
"Ups aku sengaja"kekeh danu
"Bajingan! Kau harus mati danu. Gara-gara kau aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku mau termasuk istrimu"ucap jack yang masih berusaha memancing amarah danu
Dor!
Dor!
"Sshhh dia juga harus mati"lirih jack lalu menoleh satu titik dan mengangguk
Dorrr!
"Danuuu" teriak jhonson
"Brengsek mati kau badebahh!"murka jhonson
Bugh!
Bugh!
Dor!
Dor!
Jhonson membabi buta menyerang jack yang sudah berada diambang kematian. Setelah itu ia berlari ke arah danu yang sudah terjatuh dengan kepala yang berlumuran darah.
"T-tolong jaga anak dan istriku"lirih danu sebelum ia menutup mata
"Bangun brengsek! Apa kau tidak takut putrimu marah hah"bentak jhonson
"Cepat kita kerumah sakit sekarang"teriak jhonson
Semua orang bergerak dengan tugas masing-masing. Jhonson memangku danu yang sudah menutup mata. Darah terus mengalir dari kepalanya.
__ADS_1
"Awas saja jika kau tidak bangun aku akan membunuh monyet kesayanganmu"batin jhonson
•••
Sedangkan kini diindonesia,tepatnya disebuah restoran ada beberapa anak muda yang sedang duduk santai.
"Queen lo kenapa diam aja?" Tanya winda
Semua orang menoleh ke arah farah yang memang sejak tadi banyak diam.
"Gue gapapa kok emang lagi agak pusing aja"jawab farah
"Engga boongkan?" Tanya devita
"Engga ayo pesan lagi nanti dibayarim suami gue"kekeh farah
Attar tersenyum dan mengecup pipi istrinya. Para sahabat mereka memutar bola matanya malas.
"Bisa ga si ga usah tebar keuwuuan disini anjirt"kesal steven
"Bacot"sahut attar datar
"Haii boleh gabung gak?" Ucap seseorang
Mereka semua menolehkan kepalanya ke arah sumber suara,setelah itu mereka menghela napas jengah.
"Kenapa si dimana-mana selalu ada lo! Sepet ni mata gue liat lo mulu"ketus winda
"Ini tempat umum kalo lu lupaa"sahut cici tak kalah ketus
"Dan disini banyak tempat kosong kalo lo ga buta! Ngapain harus duduk disini hah"cibir winda
"Suka-suka gue la mau dimana"sahut cici dan duduk disamping attar dengan tak tahu malunya
Cici juga sengaja menarik sedikit rok ke atas,agar paha nya terlihat.
"Trik murahan"ucap farah
"Attar nanti malam temeni guee yuu kepesta"ucap cici lemah lembut udah kayak upil
Attar hanya diam,fokusnya saat ini adalah pada perut rata sang istri. Ia rasanya sudah tidak sabar ingin mendengar kabar jika kecebong nya tersangkut.
"Attar ih"rengek cici lagi
"Bangsat gue geli banget anjir dengan omongan lo sok lemah lembut kayak upil gue ni"pekik winda sambil mengorek lubang hidungnya
"Iyuhhh lo jorok banget sih"ketus cici lalu pergi dari sana
Winda tertawa ngakak padahal ia belum memberikan upilnya kepada cici,tapi wanita itu sudah langsung lari saja.
"Senjata gue ni kalo tu dedemit gatel lagi tinggal kasih upil"tawa winda
Steven meringis dan menggelengkan kepalanya menatap tingkah bar-bar kekasihnya.
"Semoga gue kuat menghadapi wanita setengah makhluk halus ini tuhann!"batin steven
Hallo hihi Attar farah kembali:) maafyaa sempat berhenti
__ADS_1