Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 76


__ADS_3

Malam ini Farah akan melakukan operasi dibagian kepalanya. Tindakan ini dilakukan agar tidak membahayakan Farah. Kini mereka semua menunggu Farah didepan ruangan operasi.


"Attar bisa Daddy bicara dengan mu sebentar?" Tanya Danu


"Bisa dad" jawab Attar


Danu memang menyuruh Attar memanggil dirinya dengan sebutan Daddy. Karena ia merasa tidak nyaman dengan panggilan om.


Merekan berjalan ke arah ujung ruangan operasi. Danu menatap Attar yang kini juga sedang menatap dirinya.


"Daddy tahu jika kami Farah sudah resmi pacaran! Untuk itu Daddy meminta kepada kamu tolong jaga Farah! Lindungi dia jangan sampai dia terluka lagi" ucap Danu membuka suara


"Tanpa Daddy minta atta akan melakukan itu semua dad! Attar minta maaf jika tadi Attar lengah" sahut Attar dengan nada menyesal


"Tidak apa-apa itu juga bukan kesalahan kamu! Daddy menitipkan putri-putri Daddy kepada kamu dan teman mu! Daddy dan Mommy akan pergi dalam waktu yang tidak bisa ditentukan! Ada urusan dimasalalu yang harus kami selesaikan!" Ucap Danu


"Daddy mau kemana? Apa Daddy sudah bilang pada Farah"? Tanya Attar


"Daddy akan pergi ke Kanada! Daddy ingin menyelesaikan suatu masalah dimasalalu! Daddy tidak ingin ini semua berimbas kepada Farah nantinya! Maka dari itu tolong jaga putri daddy!" Pinta Danu


"Daddy belum mengatakan ini kepada Farah! Daddy takut jika ini akan membuat dia sedih! Daddy akan menunda keberangkatan menjadi bulan depan sampai kondisi Farah benar-benar pulih" sambung Danu


"Baiklah dad! Selama Daddy pergi aku akan menjaga Farah dan sahabat nya!" Sahut Attar


"Terimakasih boy!" Ucap Danu tersenyum


Lalu mereka kembali lagi keruangan operasi Farah. Mereka semua menunggu dengan keadaan cemas. Sudah 3 jam Farah berada didalam ruangan tersebut.


Ceklekk!


Pintu terbuka dan membuat mereka seketika mengerumuni dokter tersebut. Dokter tersebut menghela napas melihat mereka semua.


"Operasi lancar dan kondisi nona Farah sudah stabil! Setelah ini pasien akan kami pindahkan ke ruang perawatan" ucap dokter tersebut membuka suara sebelum ia pusing sendiri nantinya


"Alhamdulillah" ucap syukur mereka semua


"Kalo begitu saya permisi dulu" pamit dokter tersebut

__ADS_1


Mereka semua kini bisa bernapas lega karena mengetahui kondisi operasi Farah berjalan lancar. Kini mereka hanya menunggu sampai Farah dipindahkan ke ruang rawatnya.


~


Saking asiknya sama Farah kita sampai melupakan Niko dan Karina.


Saat ini Niko dan Karina sudah dalam perjalanan pulang ke London. Selama 3 hari mereka disana mereka tidak menemukan Farah.


Niko merasa marah dan kecewa harapan nya untuk bertemu Farah hilang begitu saja. Ia hanya bisa menghela napas pasrah saat ini.


"Sudahlah Niko! Sudah berapa kali kau menghela napas seperti itu" ucap Karina malas


"Lupakan Farah dan kamu harus bisa menerima takdir jika Farah dan kamu tidak bisa bersatu lagi!"sambung Karina


"Ya! Dan ini semua karena kamu! Kamu yang sudah membuat hidupku hancur Karina! Jika saja kamu menggodaku aku tidak akan mungkin berpisah dari Farah" sahut Niko marah


"Jangan hanya menyalahkan ku Niko! Kamu disini juga salah! Kamu tidak menolak sama sekali! Jadi stop buat menyalahkan diriku" tekan Karina


Tentu saja ia tidak terima jika dirinya disalahkan! Disini Niko juga salah karena tidak menolak saat Karina mencium nya. Ia malah terbuai akan Nafsu masa muda nya.


"Apa aku harus mengikhlaskan ini semua Farah! Aku menyesal dan aku rindu kamu Farah" ucap Niko dalam hati


~


"Bagaimana apa yang gue minta udah ada kan?" Tanya Fanya


"Udah ini obat dengan dosis tinggi gue jamin Attar ga bakal bisa berkutik" jawab seseorang


"Oke! Ingat ya gue ga mau sampe ini gagal lagi! Gue harus bisa dapatin Attar! Gue udah terlanjur janji sama Daddy gue bilang kalo akan bantu supaya Attar mau menanam saham nya diperusahaan Daddy" ucap Fanya lagi


"Lo juga jangan lupa! Gue mau Farah jadi milik gue!" Sahut orang tersebut


"Ck! Udah mau jadi bapak aja masih nekad ngejar cewe sok cantik itu" sinis Fanya


"Heh! Dia emang cantik ya ga kayak lu dilapisi banyak tepung" cibir pria tersebut


"Udahlah ingat ya! Kalo sampe gagal! Awas aja Lo" ancam Fanya

__ADS_1


"Jangan ngancam gue! Gue lebih bisa buat lu tunduk sama gue!" Desis Erlangga


Yaa! Yang berbicara barusan adalah Fanya dan Erlangga. Mereka sedang merencanakan sesuatu entah apa. Erlangga seperti tidak ada kapoknya. Fanya juga merasa percaya diri dan menganggap bahwa apa yang ia rencanakan ini akan berhasil. Tidak tahu saja dia bahwa rencana nya ini akan menghancurkan dia atau bahkan membuat dia M-A-T-I.


"Kamu akan menjadi milikku sebentar lagi Attar! Aku bakal buat kamu tunduk dihadapan ku!" Ucap Fanya dalam hati


"Jika bisa kenapa harus 1! Aku akui saat ini perasaan ku pada Bella sudah ada tapi aku juga tidak bisa melupakan Farah" ucap Erlangga dalam hati


~


"Sebentar lagi Attar akan kuliah apa kira-kira dia akan mengambil jurusan bisnis pa?" Tanya Viana


"Papa tidak tahu ma! Itu semua terserah pada Attar! Papa tidak mau memaksa dia untuk menggeluti dunia bisnis jika ia tidak mau! Biarlah ia mengejar cita-citanya"jawab Jhonson


Memang Jhonson sudah memutuskan untuk tidak memaksa Attar mempelajari Dunia bisnis. Biarlah Attar mengejar cita-citanya. Ia tidak ingin menjadi orang tua yang lebih mementingkan diri sendiri tapi tidak mengerti dengan keinginan anaknya.


"Setelah Attar dan Farah lulus kita langsung Farah ya pa" ucap Viana sambil tersenyum


"Apakah ini tidak terlalu cepat mah? Mereka masih sangat muda" sahut Jhonson


"Tidak apa-apa pa! Anak muda sekarang juga tidak dibisa dibiarkan terlalu lama pacaran nanti mereka malah melakukan hal yang tidak-tidak! Dan juga mama itu udh ga sabar buat punya mantu cantik dan mandiri kayak Farah" ucap Viana


"Sayang Attar belum tentu mau Kao disuruh nikah muda" sahut Jhonson


"No dad! Attar pasti mau anak kamu itu udah bucin banget ya sama Farah" sanggah Viana


"Ya belum tentu juga Farah nya mau ma" ujar Jhonson lagi


"Ck! Itu biar jadi urusan mama dan Fani dad! Mama udah pengen punya cucu! Ah pasti kalo mereka menikah anak mereka lucu-lucu dan pasti ganteng juga cantik" ucap Viana sambil tersenyum


"Kita harus bicarakan ini dulu ma sama Danu! Mama tau sendiri bagaimana posesif pria tua itu kepada putrinya" cibir Jhonson pada Danu


Plak!


"Jangan ngomongin orang tua! Papa juga sadar dong papa itu sudah tua" sinis Viana


"Ya ya aku akan diam saja jika berdebat dengan wanita" ucap Jhonson dalam hati

__ADS_1


HAPPY READING ❤️


__ADS_2