
Deg!
Robbert dan Narendra terkejut mendengar suara dingin seorang perempuan. Ia menoleh dan membelalakkan matanya.
Ia tidak bodoh ia tau siapa gadis yang saat ini berdiri tidak jauh dari nya. Tubuhnya kaku untuk bergerak pun susah.
"Rencana apa?" Tanya Farah
"A-anu Anda salah dengar nona" jawab Robbert gugup
"Ah iya mungkin maafkan telinga saya hehe" kekeh Farah
"Maaf sebelumnya ada apa ya nona datang kemari"? Tanya Robbert
"Beginikah cara seorang pengusaha menyambut tamunya" ucap Farah
Skakmat!
Robbert merutuki dirinya sendiri. Bodoh! Ya dia memang bodoh dengan membiarkan anak dari pemilik perusahaan ini berdiri didepan pintu lift tanpa disuruh masuk dan duduk.
"M-maafkan saya nona mari masuk" ucap Robbert
Narendra yang melihat kelima gadis itu tersenyum cerah. Mimpi apa ia semalam bisa melihat gadis cantik ini. Dari kelima gadis tersebut ada satu gadis yang menarik perhatian nya. Ia tersenyum sambil memandang wajah gadis tersebut.
Merasa diperhatikan gadis itu pun menoleh dan menatap tajam Narendra yang kini sedang menatap kearahnya. Narendra terkejut melihat tatapan gadis tersebut.
Farah melangkah memasuki ruangan yang bertuliskan CEO. Farah mendudukkan pantat nya disofa yang ada diruangan tersebut diikuti oleh temannya.
"Ada apa ya nona kemari"? Tanya Robbert jujur saja entah mengapa perasaan nya saat ini tidak enak
"Apakah saya harus punya alasan terlebih dahulu untuk datang ke perusahaan ini"? Tanya Farah
Robbert terdiam mendengar jawaban dari gadis didepan nya saat ini. Lagi dan lagi ia merutuki dirinya sendiri. Bisa-bisanya ia melontarkan pertanyaan seperti itu.
"M-maafkan saya nona" ucap Robbert
"Hm tidak apa-apa, saya kemari hanya ingin memeriksa semua laporan perusahaan. Saya juga akan memeriksa kinerja para pegawai. Dan saya juga akan memeriksa pembangunan proyek yang sedang berlangsung sekarang" ucap Farah
Robbert yang mendengar itu pun terkejut. Ia panik karena baru saja pagi tadi ia mengambil uang perusahaan dalam jumlah besar untuk membayar arisan istrinya. Dan ia belum memperbaiki laporan tersebut.
"Hm maaf nona bukannya kemarin sudah dicek oleh tuan Danu" ucap Robbert menutupi kegugupannya.
Sayang seribu sayang semua itu sudah terlihat jelas Dimata para Angel Wings. Mereka tidak bodoh untuk membaca raut wajah lawan bicaranya saat ini. Putri pun perlahan mulai mengerti tujuan mereka datang kesini itu apa.
"Untuk kedepannya urusan perusahaan ini akan jatuh ke tangan saya! Karena daddy sedang sibuk mengurus beberapa perusahaan lainnya! Maka dari itu saya perlu melihat dan mempelajari semuanya" jawab Farah
"Maaf nona bukan nya saya tidak percaya tapi kelihatannya anda ini masih muda sekali apa nona paham tentang seluk beluk bisnis seperti ini" ucap Robbert yang masih mencoba untuk meruntuhkan niat Farah
"Tenang saja mengurus perusahaan seperti ini sudah biasa bagi dirinya. Bahkan ia juga yang biasanya memusnahkan para hama kecil yang ada diperusahaan nya" jawab Winda
Deg!
Robbert menegang! Hama kecil? Apa mereka sudah tahu bahwa selama ini Robbert menggelapkan dana perusahaan? Tidak! Ini tidak boleh terjadi.
"Em baiklah kalo begitu nona anda mau mulai dari mana" ucap Robbert gugup
"Laporan keuangan" jawab Farah santai
Glek!
Skakmat! Habislah sudah riwayatmu Robbert. Bodohnya dirinya kenapa ia tidak langsung memperbaharui laporan keuangan tersebut.
"Dan ya tolong langsung bawa laporan tentang pembangunan proyek" ucap Farah lagi
"Baik tunggu sebentar nona" ucap Robbert lalu berjalan keluar ruangan untuk mengambil laporan yang diminta oleh Farah.
"Anjir hahaha mukanya tegang banget kayak kolor baru beli" ucap Winda tertawa ngakak
"Heh bangsul gak ada perumpamaan lain apa kenapa mesti kolor" ucap Devita
"Lah gue cuman ingat nya sama kolor baru kan masih tegang ya gitu deh muka si pak tua itu" jawab Winda enteng
Putri,Farah dan Chelsea terkekeh mendengar jawaban Winda. Temannya satu itu memang memiliki tingkah ajaib. Lihatlah tidak kenal tempat ia masih sempat-sempatnya untuk melawak.
Ceklek!
Pintru terbuka kelima gadis itu langsung memasang muka datarnya. Perlu diakui bahwa putri ini tidak bisa memasang wajah datar. Ia terus tersenyum entah apa yang ada dipikiran nya.
__ADS_1
"Ini nona" ucap Robbert gemetar memberikan berkas tersebut
Farah menerimanya dan ia mulai membuka laporan tentang proyek pembangunan. Ia membaca dan mengamati semuanya. Sesekali kening nya berkerut melihat hasil laporan tersebut.
"Harusnya disini pada tanggal 25 Desember itu masuk bahan bangunan berupa pasir 5 mobil lalu mengapa laporan nya hanya 3 mobil"? Tanya Farah sambil menatap Robbert
Robbert yang mendengar itu pun lantas terkejut. Bagaimana bisa karyawan nya melakukan kesalahan seperti ini.
"Em mungkin itu salah ketik nona" jawab Robbert
"Lalu ditanggal 27 harusnya pembangunan pindah ke area belakang lalu mengapa ini masih stuck didepan"? Tanya Farah lagi
"Dan ini tanggal 30 harusnya masuk bahan bangunan semen dan batu lalu mengapa ini hanya masuk semen saja" ucap Farah lagi
Robbert terdiam ia tidak tau harus menjawab apa. Otak nya buntu pikiran nya entah kemana. Bagaimana bisa karyawan nya banyak melakukan kesalahan seperti ini.
"Jawab!" Ucap Farah dengan nada naik satu oktaf
Robbert terjengkit kaget mendengar suara Farah. Ia menelan ludahnya kasar saat melihat tatapan tajam dan wajah dingin gadis didepan nya saat ini.
"M-maafkan saya nona nanti akan saya tanyakan pada karyawan yang bertugas membuat laporan tersebut" jawab Robbert
"Apa anda tidak memeriksa nya terlebih dahulu? Apa yang anda kerjakan dikantor ini jika laporan ini saja banyak salahnya! Siapa yang akan bertanggungjawab atas pembangunan ini jika bukan anda! Dan mengapa juga anda membeli bahan bangunan dengan kualitas yang murah! Apakah uang perusahaan ini hanya mampu membeli bahan murah? Ingat dan dengarkan baik-baik! Anda harus tau posisi anda dimana sekarang! Anda juga harus tau jika perusahaan ini bukan milik anda! Jangan pernah coba-coba untuk membuat kesalahan jika tidak ingin saya usir secara tidak terhormat dari perusahaan ini!" Ucap Farah dingin
Deg!
Robbert terkejut mendengar ucapan Farah. Ia sedang berpikir apakah Farah mengetahui semuanya. Robbert berusaha untuk menetralkan wajahnya.
"Ehm maksud anda nona"? Tanya Robbert pura-pura tak mengerti.
"Anda tidak bodoh untuk menyimpulkan ucapan saya tadi" jawab Farah datar
Diluar ruangan ternyata sudah ada Erina dan kedua anaknya. Bagaimana bisa mereka ada dikantor? Ya mereka dihubungi oleh Narendra. Naren mengatakan jika ada ada empat orang gadis yang menemui Daddynya. Erina pun segera menuju kantor sang suami karena pikiran nya saat ini entah kemana. Fanya yang saat itu juga sedang bersama Erina pun juga turut ikut.
Tak perlu lagi Farah capek-capek untuk memberitahu ini semua ke keluarga molvin. Mereka datang sendiri untuk melihat kehancuran nya.
BRAKK!
Deg!
Erina dan Fanya terkejut ketika melihat siapa yang ada di dalam ruangan suami dan Daddy nya. Erina jelas mengetahui siapa gadis didepan nya saat ini. Fanya? Dia belum tahu siapa Farah sebenarnya.
"Apa kalian datang berniat untuk menggoda Daddy ku iya?" Bentak Fanya
Bagaimana reaksi Farah dkk? Oh mereka hanya menampilkan raut wajah datar nya saja. Putri yang memang kesal dan mempunyai dendam kesumat dengan Fanya pun menatap Fanya dengan tatapan remeh. Sebenarnya putri ini bisa untuk mengimbangi Farah dkk. Tapi ia tidak percaya diri.
"JAWAB SIALAN!" teriak Fanya
Plakk!
Robbert berdiri lalu menampar Fanya. Erina dan naren terkejut melihat aksi Robbert. Farah dan temannya hanya tersenyum miring.
"Apa yang kamu katakan Fanya" teriak Robbert
"Daddy menamparku hanya demi wanita ****** itu" ucap Fanya sambil menunjuk ke arah farah dkk.
"Ka- ucapan Robbert terputus oleh ucapan Winda.
"Sebelum menyebut orang lain ****** ada baik nya anda berkaca nona fanya. Dasar tidak sadar diri sekali anda cuih" ucap Winda kepada Fanya
Fanya gelagapan saat mendapatkan lontaran kalimat seperti itu dari winda.
"A-apa m-maksud lo hah" ucap Fanya gugup
"Duh gugup ya sante kali" ucap Devita yang asik dengan cemilannya
"Jangan gitu woi entar ketahuan gak dapat jajan lagi dong dia" kekeh Chelsea
"Ah jangan lupakan barang-barang branded nya besti" teriak putri girang
Farah dkk tertawa terbahak-bahak. Mereka puas telah membuat Fanya terdiam tak berkutik. Jangan ditanya bagaimana raut wajah Fanya? Pucat dan hanya bisa terdiam.
Robbert memandang ke arah Fanya. Begitu juga Erina mereka meminta penjelasan tentang ucapan Farah dkk.
"Jelaskan apa maksud nya Fanya"? Ucap Robbert emosi
"T-tidak dad mereka hanya memfitnah ku" bela Fanya
__ADS_1
"Aku tidak mau tau dad Daddy harus mengeluarkan mereka berlima dari sekolahan" ucap Fanya bodoh
Farah dan kawan-kawan lantas tertawa terbahak-bahak. Ah sungguh sangat lucu hahaha.
"Saya tidak ingin membuang-buang waktu lagi saya akan jelaskan maksud kedatangan saya kesini" ucap Farah dingin
Mereka semua duduk disofa dan menatap Farah dengan berbagai pandangan.
"Lo" tunjuk Farah pada Narendra
Narendra yang ditunjuk pun mengernyitkan dahinya pertanda tak mengerti.
"Kenapa gue" ucap naren ia sesekali mencuri pandang kepada salah satu teman Farah. Hayo siapa ni wkwkwk
"Lunasi semua pembayaran biaya rumah sakit orang yang sudah lo tabrak kalo engga gue akan bawa kasus ini kepolisi dengan tuntutan tabrak lari" ucap Farah datar yang mana membuat Narendra menegang ditempatnya.
Begitu juga dengan ketiga orang tersebut. Mereka juga sama terkejut mendengar ucapan Farah.
"Apa sih lo tabrakan apaan jangan asal nuduh deh" ucap naren membela diri
Devita langsung menunjukkan rekaman kejadian waktu Narendra menabrak satria. Disitu juga ada rekaman waktu naren membawa satria kerumah sakit. Dibagian resepsionis juga terpampang jelas wajah Narendra yang sedang membayar biaya rumah sakit.
Narendra terkejut ia tidak bisa lagi untuk mengelak. Semua nya sudah jelas! Bukti telah ada dan disitu juga jelas terlihat wajahnya.
Naren melirik ke arah orang tuanya yang juga sama terkejut nya. Bahkan Erina sudah mengeluarkan air matanya. Ia takut membayangkan jika anaknya mendekam dibalik jeruji besi.
"Dan Lo" tunjuk Farah kepada Fanya
Fanya yang melihat itu menelan salivanya susah payah. Ia takut! Takut apa yang di lakukan Farah kepada abangnya juga dilakukan pada dirinya.
"Berhenti menjadi sugar baby dari tuan Zidan dan pertanggungjawabkan ulah kamu yang sudah membuat istrinya koma! Jika tidak maka saya akan menyebarkan semua tingkah laku kamu selama ini kepada media dan akun sekolah!" Ucap Farah datar
Fanya ingin membantah namun terhenti ketika Winda berbicara.
"Jangan pernah membantah dan jangan mengelak semua sudah jelas *****!" Ucap Winda sinis
Winda menunjukkan rekaman disaat Fanya berada dibeberapa club' malam dengan menggunakan pakaian yang terbuka. Bahkan disitu juga ada rekaman Fanya yang sedang dirangkul oleh om-om. Tidak sampai disitu rekaman itu juga menunjukkan adegan panas Fanya dengan beberapa lelaki yang ia temui di club' malam.
Fanya menangis ketika melihat rekaman itu. Kenapa ia tidak sadar jika selama ini ada yang memantau dirinya. Erina kembali menangis melihat kelakuan putrinya. Jangan ditanya wajah Robbert. Wajah Robbert saat ini sudah merah padam menahan amarah.
"Kamu" tunjuk Farah kepada Sonia
Sonia pun bingung dan terkejut kenapa dirinya juga ditunjuk. Apakah ia juga membuat kesalahan? Seperti ia tidak menyadari nya.
"Setelah menikah dengan tuan Robbert 6 bulan pernikahan kamu bertemu dengan ayah kandung dari Narendra dan Fanya. Pria tua itu menanyakan keberadaan anaknya tapi kamu menjawab jika anak mu telah meninggal! Kamu juga sering mengambil uang perusahaan diam-diam hanya untuk memberikan uang itu kepada ayah kandung anakmu! Kamu juga pernah 3 kali pergi ke club' malam untuk menuntaskan nafsumu ketika tuan Robbert pergi perjalanan bisnis" ucap Farah menyeringai
Sonia menegang ditempatnya. Kelakuan nya selama ini diketahui oleh orang lain. Bagaimana bisa? Oh tentu ini sangat amat mudah bagi Farah dkk. Sonia melirik Robbert yang juga sedang meliriknya dengan tatapan tajam.
BRAKK!
PRANG!
Robbert mengamuk ha-ha-ha. Robbert menggebrak meja dan membanting pas bunga yang ada diatas meja.
"KALIAN BENAR-BENAR TIDAK TAHU DIRI! APA INI YANG KALIAN LAKUKAN SELAMA INI HAH! AKU TIDAK PERNAH MENDIDIK KALIAN SEPERTI INI! AKU BAHKAN SUDAH MATI-MATIAN MENAFKAHI KALIAN SEJAK KALIAN KECIL HINGGA KALIAN BERANJAK DEWASA SEKARANG! DAN KAMU BERANI-BERANINYA KAMU MENGAMBIL UANG PERUSAHAAN DAN MEMBERIKAN NYA KEPADA AYAH BIOLOGIS ANAKMU! KALIAN SEMUA BAJINGAN! teriak Robbert murka
Plakk!
Plakk!
Plakk!
Tamparan keras mendarat dipipi ketiga orang tersebut. Emosi Robbert sudah tak tertahankan lagi.
Fanya dan kawan-kawan menampilkan senyuman miring kepada keluarga didepan nya saat ini.
"Uh drama yang sangat bagus" ucap Farah dalam hati
"Wah ini bisa dijadikan pemain Indosiar dong jangan lupakan lagunya KUMENANGIS MEMBAYANGKAN JIKA JATUH MISKIN HAHAHA" Ucap Winda terkekeh sendiri
"Ck keluarga banyak drama" ucap Devita
"Ngantuk anjir pakai acara nangis-nangis segala lagi" ucap Chelsea
"Ah membosankan kenapa ga latihan aja sama Arif ya" ucap Putri tersenyum sendiri lalu ia menggelengkan kepalanya ketika sadar dengan pikiran nya.
WAH GUYS INI BAB TERPANJANG LOH! KALIAN HARUS KOMEN POKOKNYA WKWK.
__ADS_1
HAPPY READING:)