
Mendengar ucapan suster tersebut semua orang menegang. Fani sudah jatuh pingsan lagi. Ia tak sanggup saat mendengar jika putrinya mengalami penurunan.
Tak lama setelah itu dokter pun keluar dengan memberikan informasi yang sama. Dimana kondisi Farah semakin kritis akibat pendarahan dan benturan dikepalanya.
"Lakukan apapun untuk putri saya berapapun biaya nya akan saya bayar!" Ucap Danu pada dokter tersebut
"Kami akan mengusahakan yang terbaik tuan untuk nona Farah mohon doanya juga" sahut dokter tersebut
"Kalo begitu saya permisi dulu" pamit sang dokter
"Bertahanlah princess! Jangan tinggalkan mommy dan Daddy. Jika kita bisa bertukar Daddy siap menggantikan kamu disana sayang" ucap Danu dalam hati.
"Lo harus kuat Farah,Farah yang gue kenal itu orang yang kuat. Lo aja bisa ngehadapin musuh lo. Lo juga harus kuat buat ngehadapin ini semua" ucap Attar dalam hati
"Queen maafin gue ya! Gara-gara gue ngajak ke mall ini semua terjadi sama lu maafin gue ya" ucap Winda dalam hatiĀ
"Dad maafin aku ya! Coba aja tadi aku ngajak ke mall pasti Farah ga akan ketemu kadal dan buaya yang membuat Farah jadi seperti ini" ucap Winda sambil menangis
Mereka semua mengernyitkan dahi saat Winda menyebutkan kata kadal dan buaya Apa itu?
"Kadal dan buaya maksud lo apa"? Tanya Devita
"Tu dua orang itu gue malas nyebut namanya jadi gue panggil kadal dan buaya aja" jawab Winda
Mereka semua ingin tertawa tapi ditahan. Tidak etis sekali disaat keadaan seperti ini mereka malah tertawa.
Danu pun menggelengkan-gelengkan kepalanya mendengar ucapan winda. Tak habis pikir juga ia dengan sahabat putrinya itu ada saja tingkah absurd nya.
"Tidak apa-apa ini sudah takdir tuhan kita juga tidak bukan? Jadi jangan menyalahkan diri kamu sendiri" Jawab Danu bijak
"Ma ma" suara anak kecil mengambil perhatian mereka
Mereka melihat anak kecil laki-laki yang sedang berlari kearah mereka. Karina yang melihat anaknya pun segera merentangkan tangan. Ah! Karena memikirkan Farah ia sampai lupa pada putranya.
"Sayang kamu kenapa disini, ini rumah sakit tidak boleh kesini nanti kamu ketularan virus disini" ucap Karina lembut
"Ko ndu" ucap bocah tersebut
"Maafin mama ya sayang mama melupakan Ciko" ucap Karina sendu
__ADS_1
Ciko hanya menganggukkan kepalanya entah mengerti entah tidak. Ciko mengedarkan pandangan nya melihat sesekelilingnya.
"Pa pa" panggil ciko pada Niko
"Sayang maafin papa ya papa melupakan putra papa ini" ucap Niko mengambil alih tubuh mungil putranya
Ciko hanya membalas dengan cengiran nya.
"Pa" tunjuk Ciko pada Danu
Karina yang mengerti arti ucapan anaknya pun langsung berkata jika itu bukan opa nya.
"No sayang! Itu bukan opa,opa sedang berada dirumah" ucap Karina lembut
"Pa hiks" ucap Ciko sambil menangis
Sejak tadi karina dan niko menjadi pusat perhatian mereka semua. Danu juga baru tahu jika Niko sudah mempunyai anak. Ah! Apakah itu anak yang dibuat saat dirumahnya. Mengingat itu rahang Danu mengeras. Emosi nya kembali muncul namun sekuat tenaga ia tahan karena ada kecil disana.
Ciko meronta-ronta minta diturunkan. Dengan terpaksa Niko menurunkan Ciko. Ciko langsung berlari ke arah danu dan memeluk kaki Danu. Ia juga merengek sambil mengangkat tangan nya minta digendong.
Karina dan Niko terkejut melihat tingkah anaknya. Niko pun langsung mengambil Ciko agar tak sembarangan meminta gendong dengan Danu.
"Kemarilah" ucap Danu pada Ciko
Sedangkan didalam ruangannya Farah dokter dan suster pun sibuk dengan aktivitas nya.
"Bagaimana sus" tanya dokternya tersebut
"Pasien sudah melewati masa kritis nya dok, tapi tubuhnya belum merespon" jawab suster tersebut
"Bagaimana dengan kondisi mental nya dok" tanya dokter tersebut kepada dokter psikolog
"Mental nya cukup terguncang, trauma nya kembali. Sebenarnya pasien belum sembuh total dari rasa traumanya. Dan menurut informasi tadi Pasien kembali bertemu dengan orang yang membuat dirinya trauma. Dan itu membuat rasa trauma pada pasien Kembali" tutur dokter tersebut
"Kasian sekali diusia muda ia sudah dihadapkan dengan rasa trauma seperti ini" ucap dokter tersebut kasihan
"Baiklah saya akan keluar dulu untuk memberikan informasi kepada keluarganya" ucap dokter tersebut
Ceklek!
__ADS_1
Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian mereka semua. Ciko sudah tertidur dalam dekapan Danu dan sudah dipindahkan ke ruangan khusus keluarga Danu. Walaupun ia benci dengan Niko dan Karina tapi anaknya tidak punya kesalahan dan sangat tidak pantas jika ia juga membenci bocah kecil yang tidak tau apa-apa.
"Dokter bagaimana keadaan putri saya" tanya Danu langsung
"Pasien sudah melewati masa kritis nya" jawab dokter tersebut membuat mereka semua lega
"Tapi,, ucapan dokter tersebut membuat mereka semua kembali cemas
"Tubuh pasien belum merespon. Alam bawah sadar menolak respon yang kami berikan jika sampai besok pasien tidak sadar maka dengan berat hati saya mengatakan bahwa pasien mengalami koma" ucap dokter tersebut membuat semua orang menunduk lemas
"Apa putri saya tidak bisa sadar secepatnya dok?" Tanya Danu lemah
"Seharusnya pasien akan sadar dalam beberapa jam kedepan tuan setelah melewati masa kritis. Tapi disini juga berpengaruh terhadap rasa trauma yang ada dalam dirinya. Menurut dokter psikolog rasa truama nona Farah belum pulih sebenarnya Selama ini ia pandai membawa dirinya. Dan karna kejadian tadi maka rasa trauma itu muncul lagi dan itu berpengaruh terhadap mentalnya dan membuat alam bawah sadar sulit merespon" tutur dokter tersebut menjelaskan
"Sampai kapan dok anak saya akan koma?" Tanya Danu lirih
"Kita tidak bisa menentukan kapan pasien akan sadar biasanya pasien mengalami koma selama beberapa bulan bahkan ada juga yang bertahun-tahun itu tergantung bagaimana alam bawah sadar nya merespon. Pasien akan saya pindahkan ke ruang perawatan agar keluarga bisa mengajak pasien mengobrol dan itu membantu pasien untuk cepat sadar. Berikan juga rangsangan terhadap pasien" ucap dokter tersebut
"Lakukan apapun yang terbaik untuk putri saya dok" ucap Danu
"Baik tuan itu sudah menjadi tugas kami kalo begitu saya permisi dulu" pamit dokter tersebut
Semua yang ada disana hanya bisa mendoakan kesembuhan Farah.
"Kamu lihatkan! Apa yang terjadi pada putri saya! Sejak dulu ia mengalami trauma dan ternyata ia belum sembuh tapi ia selalu bisa membawa dirinya. Dan setelah bertemu dengan kalian berdua anak saya kembali merasakan trauma! Anak saya kecelakaan! Anak saya koma! Apa ini belum cukup juga untuk hah! Belum cukup juga kalian membuat hidup putri saya menderita! Jika sampai terjadi apa-apa pada putri nyawa kalian taruhannya" teriak Danu emosi
Ayah mana yang tidak terluka saat putri satu-satunya terluka. Ayah mana yang tidak rapuh saat putri kecilnya mengalami ini semua. Dia mati-matian membahagiakan putrinya. Selalu membuat putrinya tersenyum. Tapi! Orang lain malah membuat putrinya seperti ini. Membuat putrinya lemah! Membuat putrinya terbaring tak berdaya diranjang rumah sakit.
Danu bahkan menetes air mata. Ia menangis! Ia merasa sedih melihat keadaan putrinya. Ia merasa gagal menjadi sosok ayah! Ia gagal melindungi putri kecil nya.
Attar yang melihat Danu menangis pun mendekat merangkul mencoba menenangkan padahal ia juga sama kalutnya. Walaupun hubungan dan Farah belum memiliki alur yang jelas namun tak bisa dipungkiri bahwa Attar mencintai Farah.
"Om sabar ya aku tau ini semua berat buat om. Om jangan sedih ya nanti kalo Farah tau dia bakal marah. Masa Daddy nya yang berotot ini menangis" ucap Attar
"Om merasa gagal tar om gagal menjaga putri kecil om, om bahkan bodoh om tidak mengetahui jika trauma putri om masih ada" ucap Danu sambil menangis
Semua orang yang ada disana merasa iba melihat Danu menangis. Orang yang mereka anggap kuat. Orang yang selama ini tegar ternyata rapuh jika sudah berurusan dengan putrinya.
"Bangun nak! Bangun jangan buat Daddy seperti ini, jika bisa ditukar Daddy siap menukarkan nyawa Daddy dengan mu asal kamu bisa bangun dan bisa bahagia disini nak" ucap Danu dalam hati
__ADS_1
HIKS MAAF KALO BUAT KALIAN SEDIH:( AUTHOR JUGA SEDIH KASIHAN DANU:( AYO BERDOA SEMOGA FARAH CEPAT SADAR
HAPPY READING:)