
Farah sudah tiba di mansion nya 30 menit yang lalu. Ia saat ini sedang berada di kamarnya sambil melihat rekaman cctv dimarkasnya. Saat dirumah sakit Farah mendapatkan laporan dari Arif jika ada seseorang yang melakukan penghianatan.
Rahang Farah mengeras saat melihat rekaman cctv dimarkas nya. Ia melihat seseorang membuka ruangan rahasia dimarkas tersebut. Berulang kali ia gagal namun akhirnya ia berhasil.
Farah kembali melihat cctv didalam ruangan tersebut. Orang tersebut sedang mencari sesuatu didalam lemari penyimpanan data-data penting. Farah melihat orang tersebut memegang map berwarna biru.
"Bajingan! Berani-beraninya dia berhianat kepadaku! Apakah selama ini aku terlalu baik kepada mereka? Sehingga mereka bersikap seperti ini!" Ucap Farah emosi
Farah keluar dari kamar nya menuju kamar Winda ia akan mengajak mereka untuk kemarkas.
BRAK!
"Anjing" ucap Winda spontan
"Monyet ayam" ucap Chelsea
"Bangsat" ucap Devita
Sedangkan putri sudah terjengkang karena terkejut. Mereka semua menatap ke arah orang yang sudah berani mengagetkan mereka.
Mereka menelan salivanya susah payah saat melihat wajah seseorang yang membuka pintu secara kasar. Mereka mendadak bergidik ngeri saat melihat tatapan tajam dan raut wajah emosi milik Farah.
"Astaga! Apa dia tahu ya kalo gue pakai ****** ***** dia"ucap Winda dalam hati
"Anjir mukanya nyeremin! Omo-omo apa dia marah karena gue ga jadi buatin dia brownies" ucap Chelsea dalam hati
"Alamak! Apa dia marah ya karena ga ngajakin dia gibah" celoteh Devita
Sedangkan putri sendiri masih mengusap pantatnya yang terasa sakit. Sangat tidak estetik sekali jatuh nya. Putri juga melihat wajah Farah yang penuh emosi. Ia jadi merinding sendiri.
"Ikut gue kemarkas sekarang" ucap Farah dingin lalu langsung berbalik
"Gue tunggu dibawa 3 menit kalo telat gue potong usus kalian" ucap Farah lagi
Mereka semua melototkan mata saat mendengar ucapan Farah. Mereka bergegas turun kebawah menyusul Farah.
"Dad,mom" panggil Farah
Secara serempak mereka menoleh ke arah farah.
Glek!
Mereka menelan salivanya susah payah saat melihat wajah merah Farah. Danu yang melihat wajah sang putri seperti itu menyimpulkan ada sesuatu yang membuat putrinya marah.
"Sayang kamu kok turun? Ada apa nak"? Tanya Fani lembut
"Farah mau ke markas sekarang" jawab Farah dingin
Jika sedang emosi seperti ini Farah sangat susah mengontrol nya. Rasanya semua akan meledak dalam bersamaan. Namun sekarang sekuat tenaga menahan emosinya.
"Pergilah dan hati-hati,kamu akam diantarkan sopir Daddy" sahut Danu yang membuat mata Fani melotot
"Mas kamu apa-apaan sih, Farah itu baru sembuh ini udah diizinin saja pergi begitu" gerutu Fani
__ADS_1
"Sayang kamu tidak melihat wajah dan aura yang dikeluarkan putri mu hm? Dia sedang dalam emosi yang tinggi pasti sedang terjadi sesuatu dimarkas ya" jawab Danu
Fani pun menoleh ke arah putrinya yang saat ini memandang nya dengan pandangan datar. Fani pun mengangguk memberikan izin. Tak lama setelah itu para sahabat Farah turun dengan tergesa-gesa.
"Kalian juga pergi?" Tanya Fani
Mereka menjawab dengan anggukan karena masih mengontrol deru napasnya.
"Daddy titip queen tolong jaga dia" ucap Danu
"Siap dad" jawab mereka serempak
Lalu mereka mengikuti langkah kaki Farah keluar mansion. Mereka langsung masuk tanpa banyak bicara. Bahkan saat ini sang sopir sudah berkeringat dingin melihat wajah dan sorot mata tajam Farah.
"Astaghfirullah! Ternyata nona muda lebih menyeramkan" ucap sang sopir dalam hati
MARKAS RED DEVILS
Sedangkan dimarkas saat ini tepatnya di ruang bawah tanah ada seseorang yang sudah pucat Pasih. Tubuhnya bergetar ketakutan membayangkan apa yang akan dilakukan queennya. Ia menyesal telah tergiur oleh omong kosong orang tersebut.
Ia sudah pasrah akan hidupnya saat ini. Untung saja ia belum menikah dan tidak memiliki keluarga jadi tidak ada yang merasa kehilangan jika ia mati. Ia juga akan bertemu orang tuanya diatas sana.
"Tak kusangka ternyata kau berani melakukan penghianatan seperti ini" ucap Arif sinis
"Apa selama ini Queen kurang baik padamu hah! Kurasa tidak! Queen sangat amat baik kepada kalian semua! Dan kau berani-beraninya menghianati dia bangsat!" Ucap Arif emosi
Pria tersebut hanya terdiam menunduk. Ia bodoh! Ia menyesal telah berkhianat kepada orang yang selama ini membantunya bahkan sudah menganggap ia keluarga nya sendiri. Andai waktu bisa di putar ia tidak akan mau melakukan ini semua. Namun apalah daya nasi sudah jadi bubur.
BRAK!
Farah berjalan dengan wajah emosi. Walaupun ia baru keluar dari rumah sakit tapi itu tak jadi penghalangnya. Para anak buah nya tidak berani menatap atau menyapa farah. Mereka memilih menundukkan kepalanya.
Ceklek!
Farah membuka kamarnya yang berada di markas ini. Ia mengganti bajunya dengan stelan berwarna hitam. Ia juga mengambil sarung tangan berwarna hitam.
Setelah dirasa selesai Farah keluar dari kamarnya. Ia melihat ke arah para sahabat nya yang kini sedang berdiri kikuk.
"Ikut gue" ucap Farah datar
Tanpa banyak bicara mereka langsung mengikuti langkah kaki Farah. Putri yang memang baru sekali datang ketempat seperti ini merapatkan tubuhnya ke Chelsea. Chelsea yang tahu jika putri takut pun menggenggam tangan dingin putri.
"Ga usah takut ada gue! Gue harap lo ga kaget nantinya" ucap Chelsea berbisik
Putri yang mendengar itu pun entah mengapa perasaan nya jadi tidak menentu.
Ceklekk!
Pintu terbuka Farah langsung berjalan lebih dalam lagi untuk sampai ditempat penghianat tersebut. Putri merasa mual saat menginjakkan kaki nya disini. Bau amis darah tercium dihidungnya. Suara rintihan kesakitan terdengar pilu ditelinga nya. Rasanya ia ingin berlari keluar tapi ia takut saat mengingat wajah emosi Farah.
"Queen" sapa Arif
Farah hanya diam ia sedang menatap tajam pria yang kini duduk dikursi sambil diikat. Farah menoleh ke arah Arif lalu menoleh lagi ke arah putri. Farah memberi isyarat kepada Arif untuk mendekati putri. Farah tau jika putri belum pernah masuk kesini. Ia sengaja mengajak putri kesini untuk melatih mentalnya.
__ADS_1
"Tatap gue!" Desis Farah dingin
Pria tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau. Ia takut untuk sekedar menatap Farah.
"TATAP GUE SEKARANG!" TERIAK FARAH MENGGEMA
Mereka semua berjengkit kaget mendengar teriakkan Farah. Pria tersebut semakin bergetar ketakutan. Perlahan ia mendongakkan wajahnya lalu menatap ke arah Farah.
Deg!
Jantung nya berdetak tidak beraturan saat melihat wajah emosi farah. Tubuhnya menegang dengan bibir yang sudah bergetar.
"M-maafkan s-saya Q-queen" ucap pria tersebut terbata
"Apakah pernah saya mengatakan ada maaf untuk pengkhianat?" Ucap Farah datar
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Farah dingin
Pria tersebut terdiam ia ingin menjawab tapi ia takut. Orang tersebut sudah mengingatkan dia untuk tidak menyebutkan nama nya.
"SIAPA!"Teriak Farah emosi
Tidak tahu kah pria ini Farah mati-matian menahan emosinya. Ia ingin mendengarkan dulu siapa yang sudah menyuruh pria didepan nya ini menjadi pengkhianat.
"L-luis Q-queen" jawab pria tersebut terbata
Farah mengernyitkan dahinya mengingat nama tersebut. Sepertinya Farah tidak mengenal orang tersebut.
"Aku tidak mengenal nya" ucap farah datar
"D-dia mafia dari Inggris Queen saya mengenal nya saat tahun lalu menghadiri acara perkumpulan mafia" jawab pria tersebut sambil menunduk
"Dimana berkas itu" tanya Farah dingin
Pria tersebut terdiam. Ia takut untuk menjawab pertanyaan Farah.
"Jawab!" Desis Farah
"S-sudah saya kirimkan kepada dia Queen" cicit pria tersebut
Rahang Farah mengeras mendengar pengakuan pria tersebut. Itu adalah berkas yang cukup penting bagi Farah. Ia sudah menyiapkan itu semua dari lama. Dan sekarang seenaknya saja pria ini memberikan nya kepada orang lain.
"APA KAU TAU HAH! ITU ADALAH BERKAS PENTING UNTUKKU! LANCANG SEKALI KAU MEMASUKI RUANGAN KU!"Bentak Farah menggelegar
Semua orang yang ada disana terkesiap mendengar suara Farah. Tidak ada yang berani membuka suara. Para sahabat Farah hanya bisa terdiam. Sebenarnya pemandangan seperti ini sudah biasa bagi mereka.
Ctak!
"Akkkkhhhhh" teriakan pria tersebut menggema
HALLO AH PAYAH KALIAN GA MAU KOMEN! SEBEL! UPDATE 1 KALI AJA AH
HAPPY READING:)
__ADS_1