Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 85


__ADS_3

Tawa mereka menarik perhatian sekumpulan wanita yang ada dikantin tersebut. Sejak tadi Cici selalu memperhatikan Attar. Entah apa yang ada dipikiran nya saat ini.


"Siapa perempuan yang selalu berada didekat pria itu?" Batin cici


Lama mereka di kantin kini mereka kembali dikumpulkan diaula. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Attar,Farah, Chelsea dan Alex satu kelompok tidak lupa ada cici dan Lala.


Cici senang karena ia bisa satu kelompok dengan Attar. Raut wajah Cici sudah terbaca jelas oleh farah. Dia tau jika sejak tadi Cici selalu memperhatikan Attar. Cici dengan gaya centilnya mendekati Attar.


"Hai boleh kenalan ga?" Ucap cici dengan nada centil


Attar dan yang lain hanya menoleh sebentar lalu kembali fokus dengan kegiatan mereka. Cici yang merasa diabaikan pun menggeram marah. Ia ingin memegang tangan Attar namun lebih dulu ditangkap oleh Farah.


"Jangan sentuh milik gue! Kalo ga mau tangan ini gue pisahin dari tempatnya" desis Farah dingin


Glek!


Cici dengan susah payah menelan salivanya. Bukan hanya cici ternyata sejak tadi Attar dan Farah sudah menjadi pusat perhatian. Apalagi saat melihat Cici yang memang kecentilan.


"Bersihin tangan kamu sayang, kamu habis pegang kuman" ucap Attar santai tapi membuat cici dan yang lain melotot


"Apaa Lo bilang! Gue kuman? Heh gue ini bersih ya jangan sembarangan kalo ngomong" pekik Cici


"Lo emang kotor sangat kotor malahan" kekeh Chelsea


"Apa maksud lo hah" teriak Cici


Kini mereka semua menjadi pusat perhatian. Kegiatan tersebut terhenti karena mendengar suara keributan.


"Lo datang kesini dengan gaya centil Lo, mau godain Attar? Lu kira dia bakal mau sama cewek malam kayak Lo? Yang habis pakai buang!" Cibir Chelsea


Deg!


Cici terkejut mendengar ucapan Chelsea. Kini bisikan terdengar ditelinga mereka. Banyak dari mereka yang sudah paham akan kata-kata Chelsea.


"Lo salah kalo mau godain orang! Orang kayak Attar kan ga akan tergoda dengan tubuh hasil permak ini" sinis winda


Sedangkan Attar dan Farah masih terlihat santai bahkan kini Attar sedang memeluk pinggang istrinya itu.


"Terlalu membosankan disini sayang, mending kita pulang bikin saudara buat mimo" bisik Attar


Farah mendelik ke arah Attar. Sedangkan Attar hanya cengengesan.

__ADS_1


"Mimi masih sakit, pupu kemarin mainnya kasar" sinis Farah


"Maafin pupu ya, abis nya gimana ya" sahut Attar sambil menggaruk kepalanya


"Permak? Ini asli ya" kesal cici


"Lo ga usah ngelak kita udah sering liat orang kayak Lo! Muka lo aja bedak nya pasti berlapis-lapis kan" cibir Devita


"Iya benar bedak nya cici itu berlapis-lapis katanya biar jerawat dan komedo nya ga kelihatan" sahut Lala polos


Winda dan Steven tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan polos dan jujur dari Lala. Sedangkan cici kini wajah nya merah padam menahan malu. Ia langsung pergi dari sana diiringi tawa dari mahasiswa baru.


"Kita mau dilawan ck" cibir putri


Arif menghela napas panjang saat mendengar ucapan putri. Putri kini sudah terkontaminasi kata-kata kasar dari Winda. Putri juga sudah pandai julid terhadap orang lain.


Drt! Drt!


Ponsel Farah bergetar disaku celana nya. Ia merogoh ponselnya dan melihat nama sang mommy disana.


"Hallo mom" sapa Farah


"Sayang, kamu udah selesai belum? Daddy mau berangkat ke Kanada hari ini" ucap fani


"Kalo bisa sekarang kamu pulang saja nak" ucap Fani


"Oke mom kita pulang" ujar Farah


"Hati-hati dijalan sayang" ucap Fani lalu mematikan telpon nya


"Kenapa sayang?" Tanya Attar


"Kita pulang yuk, Daddy mau berangkat ke Kanada" ajak Farah


"Kak, kita udah boleh pulang belum? Ada urusan soalnya" teriak Steven pada salah satu anggota BEM


"Sudah, jangan lupa datang tepat waktu besok" sahut nya


Mereka pun akhirnya meninggalkan kampus. Selama diperjalanan Farah banyak diam. Entah kenapa ia merasa tidak rela melepaskan Daddy nya. Ada rasa tidak nyaman dihati nya saat ini.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan kini mereka semua sudah tiba di mansion mewah milik Bagaskara. Ternyata disana sudah ada Jhonson dan Viana.

__ADS_1


"Assalamualaikum" salam Farah dan yang lainnya


"Waalaikumsalam" jawab Danu dan yang lain


"Daddy mau pergi sekarang?" Tanya Farah


"Iya sayang, Daddy pergi bersama Daddy jhon kamu dirumah sama mommy ya" jawab Farah


Farah tidak menjawab ia langsung memeluk Daddy nya dengan erat. Entah kenapa perasaan nya menjadi tidak menentu. Tapi ia berusaha untuk menepis semuanya.


"Berjanjilah untuk segera kembali. Aku akan selalu menunggu disini, berjanji juga untuk tidak terluka. Dia adalah orang licik dia bisa melakukan apapun yang ia mau. Aku tidak ingin Daddy terluka, aku takut dad" lirih Farah dalam dekapan danu


"Sayang Daddy akan baik-baik saja! Kamu tidak perlu cemas seperti itu. Daddy sebenarnya tidak ingin pergi tapi Daddy harus melakukan itu agar hidup kita kedepan nya lebih aman. Kamu tahu sendiri bagaimana musuh kita diluar sana. Orang terdekat kita akan menjadi taruhan nya" sahut Danu


Ia tahu kekhawatiran putrinya. Ia tidak tahu akan hal apa yang terjadi disan nanti. Tapi ia mencoba untuk selalu tenang dan menenangkan anaknya.


"Attar, Daddy titip Farah dan mommy. Tolong jaga mereka dengan baik. Sampai nanti Daddy pulang, dan Farah Daddy akan membawakan sesuatu untuk putri Daddy ini" ucap Danu lalu mencium kening putrinya.


"Semoga ini hanya perasaan ku saja" batin farah


Setelah semua selesai kini mereka semua langsung mengantarkan Danu dan Jhonson ke bandara. Sejak dalam perjalanan tadi Farah selalu menempel dengan Daddy nya. Danu tidak mempermasalahkan itu.


"Daddy pasti merindukan momen seperti ini sayang" ucap Danu sambil mengelus kepada Farah


"Makanya nanti cepat kembali" sahut Farah


"Aku akan meminta orang-orang ku untuk mengawasi Daddy. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Daddy" batin Farah


~


Sedangkan di kanada kini ada seorang pria paruh baya yang sedang duduk dikursinya. Entah apa yang ia pikirkan saat ini.


"Aku yakin mereka akan tiba sebentar lagi" monolog nya


"Persiapkan semuanya dengan matang, jangan sampai ada celah yang akan dimanfaatkan oleh mereka nantinya. Minta orang kita disana untuk mengawasi rumah nya. Jika lenggang segera jalankan rencana kita" ucapnya sambil tersenyum miring


"Apa anda yakin tuan rencana kita akan berhasil?" Tanya asisten nya


"Aku sangat yakin! Sudah lama aku menanti hari ini! Aku yakin rencana kita akan berjalan lancar jika tidak ada yang membocorkan nya" jawab pria itu


"Baik tuan, semua sudah saya pastikan. Saya juga mendapat laporan dari anak buah saya jika saat ini mereka sedang menunggu ke bandara" sahut asisten tersebut

__ADS_1


"Tunggu kejutan dari ku" batin pria tersebut


Happy reading ♥️


__ADS_2