Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 67


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pagi ini semua penghuni mansion mewah Bagaskara sudah bangun. Mereka juga sudah mandi dan berpakaian rapi.


Mereka akan berangkat pagi ini pukul 9. Koper-koper mereka sudah dimasukkan kedalam mobil. Fani sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk putrinya dan juga teman-teman nya.


"Ayo sarapan dulu!" Ucap Fani sedikit berteriak


Mereka semua menuju makan. Mereka duduk dikursi masing-masing. Tanpa banyak bicara mereka langsung sarapan.


Setelah sarapan kini mereka berkumpul diruang keluarga. Mereka akan berpamitan terlebih dahulu.


"Sayang kamu jaga diri baik-baik ya disana! Jangan telat makan! Tadi mommy juga udah masukin obat kamu ke dalam koper kalo kepalanya sakit obat nya langsung diminum ya" ucap Fani pada putrinya


"Iya mom,mommy tenang aja oke!" Sahut Farah sambil tersenyum


"Attar tolong jaga Farah yaa! Om percayakan dia sama kamu" ucap Danu sambil menepuk bahu Attar


"Iya om tenang aja" balas Attar


Mereka pun akhirnya berpamitan. Danu dan Fani tidak bisa mengantar mereka ke bandara karena mereka ada undangan.


"Hati-hati ya" ucap Fani sambil melambaikan tangan nya


Mereka pergi diantar oleh supir menggunakan 2 mobil. Selama perjalanan tidak ada yang berbicara mereka semua diam dengan pikiran masing-masing.


Setelah menempuh perjalanan 35 menit akhirnya mereka sampai di bandara. Mereka langsung menuju kearah dimana jet pribadi milik Danu berada.


Hari ini outfit attar terlihat seperti badboy. Celana jeans berwarna biru yang sedikit robek dibagian lutut dipadukan dengan koas berwarna putih. Tidak lupa kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.


Sejak mereka tiba semua perhatian tertuju kepada mereka. Mereka hanya cuek seperti biasanya. Setelah tiba mereka langsung naik kepesawat. Attar duduk bersama Farah. Winda dan Steven. Alex dan Chelsea,Arif dan Putri.


"Nanti kalo udah sampai di London mau kan jalan sama aku?" Tanya Attar sambil menggenggam tangan Farah


"Iya" jawab Farah singkat


Cup!


Attar mengecup tangan Farah. Farah yang mendapat perlakuan seperti itu wajah nya memerah sampai ketelinga.


"Ck! Hoby banget bikin jantung gue jedag jedug! Gerutu Farah dalam hati


Jarak Jakarta ke London adalah sekitar 16 jam 55 menit. Keadaan dipesawat cukup sunyi karena mereka semua tertidur dipundak pasangan masing-masing.

__ADS_1


Attar juga melihat ke arah Farah yang kini juga tertidur. Ia mengangkat tubuh Farah menuju kamar yang ada didalam jet tersebut. Ia hanya takut jika Farah merasa tidak nyaman jika tidur seperti itu.


Attar membawa tubuh Farah ke arah kasur dengan pelan. Ia takut membangunkan gadis nya. Ia menutupi tubuh Farah dengan selimut lalu ia mengecup kening Farah.


"Gue ada disini buat Lo! Cepat sembuh dari trauma sialan itu ya! Gue janji bakal bantu lo buat sembuh" ucap Attar bersungguh-sungguh


Lalu ia pergi ke arah sofa dia akan tidur disana. Ia cukup sadar diri jika hubungan dengan farah saat ini masih abu-abu. Ia juga tidak ingin merusak kepercayaan orang tua Farah.


Akhirnya mereka semua pun tertidur lelap selama penerbangan. Mereka memang bangun pagi sekali tadi hingga rasa kantuk itu masih terasa.


Jika Farah dan yang lain sedang dalam penerbangan menuju london. Maka sama hal nya dengan Niko dan Karina yang saat ini juga sedang dalam penerbangan menuju Bali. Sangat terlihat sekali diwajah Niko senyum yang merekah karena ia berpikir tujuan nya saat ini sama dengan Farah.


Karina hanya bisa menghela napas panjang melihat tingkah Niko. Sudah lama ia bersama Niko tapi nyatanya tetap saja hati Niko masih ada nama farah. Karina juga tidak bisa apa-apa ia hanya mengikuti alur ini semua.


"Aku ga sabar banget buat ketemu Farah" ucap Niko antusias


"Apa kamu yakin jika Farah juga berlibur kesana" tanya Karina


"Aku sangat yakin! Aku masih ingat dengan jelas jika Farah itu sangat ingin berlibur ke Bali" jawab Niko semangat


"Jika memang benar! Apakah Farah mau menemui mu? Sejujurnya aku juga ingin meminta maaf tapi aku hanya takut jika kehadiran ku akan membuat keadaan semakin runyam"ucap Karina dalam hati


~


Hoekk,,hoekk


Sejak tadi pagi Bella terus muntah. Apa yang ia makan selalu saja keluar! Tubuhnya saat ini juga terasa lemas. Ia saat ini sedang berada di rumah nya sendiri. Pernikahan mereka 2 Minggu lagi. Walaupun awalnya terjadi perdebatan antara orang tua Erlangga dan Bella tapi tetap saja akhirnya dimenangkan oleh Erlangga.


"Sayang! Kita kedokter saja ya mama ga tega lihat kamu begini" ucap Kartika


Walaupun ia kecewa pada anaknya itu tidak menutup kemungkinan ia juga merasa kasihan kepada putrinya. Diumur nya yang masih muda ia sudah harus menjadi calon ibu.


"Tidak usah ma, aku istirahat aja pasti nanti mendingan kok" sahut Bella lemah


Kartika pun membantu sang putri berbaring di ranjang nya. Bella langsung merebahkan tubuhnya dan ia pun langsung terpejam. Rasa mual dan pusing membuat ia enggan membuka mata. Kartika mengelus kepala putrinya. Ia mendaratkan satu kecupan dikening anaknya.


Erlangga saat ini sedang berada di perusahaan Daddy nya. Ia dipanggil kesana katanya ada yang ingin dibicarakan oleh Daddy nya.


Ceklekk!


Pintu terbuka dan masuklah Erlangga. Ternyata didalam ruangan Daddynya sudah ada mommynya.

__ADS_1


"Ada apa dad" tanya Erlangga langsung


"Kamu saat ini sudah berhenti sekolah! Jadi sekarang kamu akan Daddy tempatkan disalah satu perusahaan Daddy yang ada di Prancis!" Ucap nya


"Kenapa jauh sekali! Kenapa tidak perusahaan yang disini saja" ucap Erlangga sedikit protes


"Dengerin mommy! Kami melakukan ini semua demi kebaikan kamu dan juga calon istri kamu itu! Jangan salah paham dulu! Kami meminta kamu mengurus perusahaan disana agar kamu tidak lagi mendengar caci makian dari orang-orang" jelas nya


Erlangga terdiam mendengar ucapan Daddy dan mommynya. Ia sedang mencerna semuanya.


"Ck! Kalo gue kesana otomatis gue ga bisa dong dekatin Farah! Gue bangun perusahaan sendiri kan biar bisa leluasa dekat sama Farah" gerutu Erlangga dalam hati


"Akan aku pikirkan mom dad" jawab Erlangga malas


Setelah mengatakan itu Erlangga langsung keluar dari ruangan Daddy nya. Ia sedikit kesal akan permintaan Daddy nya ini. Ia pun melajukan mobil nya kearah rumah Bella.


Ia sedikit rindu pada gadis itu. Haiss! Apa yang sudah ia pikirkan saat ini.


~


"Mom ayolah! Mintakan uang pada Daddy aku ingin liburan mom" rengek Fanya sejak tadi


Erina hanya diam saja! Ia pusing sejak tadi anaknya ini merengek meminta uang. Jangan kan untuk Fanya. Untuk dirinya saja ia kekurangan.


"Ck! Aku benar-benar hampir gila jika seperti ini!" Oceh Fanya kesal


"Sebaiknya kamu kerja saja! Agar kamu punya uang dan bisa memberikan mommy uang juga" ucap Erina


"Kenapa jadi malah menyuruh aku! Mommy saja yang kerja sana" sungut Fanya kesal lalu meninggalkan dapur


Ia berjalan menghentakkan kakinya kesal. Ia sudah hampir gila jika hidup seperti ini. Dulu saja ia selalu foya-foya tapi kini uang bulanan saja tidak ia dapatkan lagi.


Tekad Fanya sudah bulat ia akan membuat Attar bertekuk lutut padanya. Hanya Attar lah satu-satunya yang bisa menjadi ATM berjalan untuknya.


"Aku yakin kucing akan tergoda jika diberi umpan ikan asin" ucap Fanya kini tersenyum lebar


Ia sangat percaya diri jika rencana nya akan berhasil. Ia sudah membayangkan jika ia hidup bersama Attar pasti akan Sangat bahagia!


Ah! Baru membayangkan saja ia sudah merasa bahagia. Bagaimana jika semua itu terjadi.


HAPPY READING:)

__ADS_1


__ADS_2