Pasangan Mafia Kejam

Pasangan Mafia Kejam
Bab 41


__ADS_3

Malam ini cuaca sangat dingin. Sejak tadi sore hujan turun membasahi bumi. Seorang gadis sedang berdiri di balkon kamarnya menikmati suasana hujan yang menenangkan hati.


"Bagaimana caranya agar lepas dari bayang-bayang masalalu ini" keluh Farah dalam hati


"Apa aku harus membuka hati lagi? Tidak! Aku belum siap aku masih takut" ucap Farah lagi


Yah! Wanita yang sedang berada di balkon kamar nya tersebut adalah Farah. Ia sedang melamun memikirkan cara agar terlepas dari bayangan masalalu yang membuat dirinya harus ke psikolog dulu.


Ting!


Satu notifikasi berbunyi di handphone Farah. Farah segera berjalan masuk untuk mengambil handphone nya.


Besok gue jemput gak terima penolakan > Attar


Gak usah gue bawa motor sendiri aja > Farah


Gue mau ngomong sesuatu sama lo besok > Attar


Pokoknya gue jemput! Gue otw jam 06.00 > Attar


Good night Farah happy nice dream :) > Attar


Farah mendengus kesal membaca pesan dari Attar. Kenapa pria ini suka sekali memaksa. Dan apa yang ingin dia bicarakan? Ah entahlah Farah lelah hari ini ingin segera istirahat.


Sedangkan dilain tempat yakni disebuah apartemen seorang pria sedang mengotak Atik handphone nya entah apa yang ia cari.


"Ah kenapa tidak ketemu" frustasi Niko


Hooh! Niko sedang frustasi karena tidak menemukan akun sosial milik Farah. Lalu bagaimana cara dia menemukan Farah? Apa ia harus mendatangi kantor kemarin?


Karina dari tadi hanya diam ia tidak mengeluarkan suara sama sekali. Ia sedang hanyut dalam pikiran nya sendiri. Ia sedang memikirkan bagaimana cara meminta maaf kepada Farah dan keluarganya? Lalu apakah permintaan maaf nya nanti bakal diterima? Atau bagaimana jika Farah mau memaafkan Niko dan mau menerima Niko kembali? Semua pikiran itu terus memenuhi otak Karina.


"Jika Farah memaafkan kamu dan mau menerimamu lagi apa kamu akan meninggalkan aku dan Ciko"? Tanya Karina tiba-tiba


Niko yang mendengar pertanyaan seperti itu keluar dari mulut Karina terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Karina paham jika Niko tidak bisa menjawab pertanyaan nya.


"Jika bahagia kamu adalah Farah maka aku akan mengikhlaskan kamu untuk kembali dengan Farah, dengan syarat jangan lupakan Ciko" tutur Karina


"Aku tau selama ini kamu tidak pernah mencintaiku,kamu bertahan sampai saat ini juga demi Ciko. Maaf! Maaf karena obsesi ku kamu harus berpisah dengan gadis yang kamu cintai" ucap Karina dengan suara serak menahan tangis.


Karina sedih! Karina menyesal! Karina sakit! Semua dia rasakan saat ini. Obsesi nya kepada Niko membawa ia kejalan yang sulit. Bukan jalan Bahagia yang ia bayangkan.


Karina ingin menyerah! Tapi ia memikirkan Ciko anaknya. Anak yang tidak bersalah. Ia bimbang harus mengambil jalan seperti apa saat ini.


Greb!


Tangan kekar melingkar diperutnya. Untuk pertama kalinya ia merasakan pelukan hangat yang selama ini ingin ia rasakan. Karina meneteskan air matanya. Ia tak kuasa menahan gejolak dihatinya.


"Maaf! Karena memang saat ini aku belum bisa mencintaimu. Memang dihatiku saat ini masih ada nama Farah. Tapi aku akan mencoba untuk membuka hati ini untukmu. Beri aku waktu Karina" ucap Niko dengan masih memeluk Karina dari belakang.

__ADS_1


Apa yang Niko katakan sangat bertolak belakang dengan hatinya. Hatinya tetap menginginkan Farah! Jika diberi kesempatan ia ingin kembali kepada cinta pertamanya. Apa ia harus melakukan hal yang sama seperti dengan Karina kepada Farah? Tidak! Jangan bodoh Niko. Ia menepis pikiran kotornya.


~~


Suasana pagi dikediaman Bagaskara sedikit berbeda. Ya berbeda karena pagi ini sudah ada beberapa anak muda yang sedang duduk santai diatas motornya. Siapa lagi kalo bukan Attar dan kawan-kawan. Ah jangan lupakan Arif yaa hehe.


"Tumben kalian pagi-pagi udah kesini"? Tanya Danu


"Mau jemput Farah dan teman-temannya om" jawab Steven


"Yaudah masuk dulu kita sarapan bareng" ajak Danu


Karena merek memang belum sempat sarapann mereka pun lantas menerima ajakan dari danu.


Di meja makan saat ini sudah ada Fani yang sedang menyiapkan sarapan untuk keluarganya.


"Eh kalian ayo duduk sini" ucap Fani tersenyum


Mereka semua pun duduk dikursi tak lama setelah itu turunlah Winda, Chelsea,Devita dan Putri. Mereka terkejut ketika melihat para pria ini sudah duduk manis dikursi ini.


"Loh princess mana"? Tanya Fani yang tak melihat anak semata wayangnya turun


"Belum keluar mom dari kamar katanya duluan aja kebawah" jawab Chelsea


Mereka juga duduk dikursi mereka masing-masing. Sambil menunggu Farah mereka juga mengobrol ringan dan sesekali juga tertawa akibat candaan dari Winda dan Steven.


Telpon milik Danu berbunyi ia menatap telpon tersebut dan mengernyitkan dahinya.


"Siapa dad"? Tanya Fani


"Princess" jawab Danu


"Coba angkat dad jangan lupa louds speaker ya" ucap Winda yang kepo dengan tingkah temannya itu.


"Daddyyyyyyyyyyyy" teriak Farah yang mana membuat mereka semua terjengkit kaget


"Sayang ada apa kenapa kamu teriak-teriak" tanya Danu


"Huwaaaaaaa hiks Daddy" bukan nya menjawab pertanyaan Danu Farah malah menangis kencang.


Danu yang sudah kepalang khawatir pun langsung berlari menuju kamar putrinya. Sedangkan dimeja makan mereka semua masih mencerna kejadian ini.


BRAK!


Danu membuka pintu secara kasar ia mencari dimana putrinya berada. Hingga pandangan nya beralih disudut ruangan.


"Sayang hei kenapa" ucap Danu lembut


Farah yang mendengar suara lembut sang Daddy langsung berdiri dan melompat kearah danu. Untung saja Danu sigap menangkap tubuh mungil putrinya ini.

__ADS_1


"Huwaaa hiks Daddy a-ada kecoa hiks banyak banget hiks" ucap Farah dengan masih menangis


Seketika bahu Danu merosot.. ia kira ada hal yang membuat putrinya menangis pagi ini. Ah ternyata hanya kecoa. Yah! Farah ini memang takut sekali dengan yang namanya kecoa dan cicak.


"Sudah syut nanti Daddy suruh bibik buat bersihin kamar kamu ya sayang sekarang kita turun kebawah ya" ucap Danu lembut


Sebenarnya Danu ingin tertawa tapi ia tahan ia takut putrinya akan ngambek.


"Gendong ya" cicit Farah yang mengeratkan pelukannya dileher sang Daddy nya


Dengan senang hati Danu menggendong putri nya bak bayi koala. Ia juga mengambil tas milik Farah. Farah sendiri masih nyaman merebahkan kepalanya di bahu lebar Daddynya.


Ting! Suara lift terbuka. Danu melangkah kearah meja makan dengan Farah yang masih berada didalam gendongan nya. Farah juga belum sadar jika saat ini dirumahnya sudah ada para most wanted dari sekolahnya.


Ketika Danu sampai semua pandangan menatap ke arah nya. Mereka semua menatap Farah dengan wajah cengo dan mulut sedikit terbuka.


"Dad ada apa dengan Queen" ucap Fani khawatir


Danu menghela napasnya lalu ia menatap manusia yang ada dimeja makan saat ini. Ia terkekeh melihat wajah cengo mereka. Dan kini berubah menjadi wajah khawatir.


"Ada kecoa dikamar mom hiks banyak banget" jawab Farah sambil terisak


Seketika bahu mereka merosot. Jadi alasan Farah berteriak tadi hanya karena kecoa.


"Ck pegang senjata aja gak takut giliran sama kecoa takut" cibir Steven


Mereka semua mengulum bibir menahan tawa. Apa yang dikatakan oleh Steven benar juga. Farah yang mendengar suara cowok pun mendongakkan kepalanya. Ia terkejut melihat beberapa pria yang kini sedang duduk manis menatap ke arah sambil tersenyum mengejek.


Farah yang sudah kepalang malu menyembunyikan kepalanya didada bidang Danu. Mereka semua pun tertawa. Jarang bukan mereka melihat tingkah Farah yang seperti ini.


"Ternyata kamu juga bisa seimut ini" ucap Attar dalam hati


~~


"Kita harus mencari tahu alamat Farah hari ini" ucap Niko kepada Karina


"Kenapa tidak datangin saja perusahaan kemarin" ucap karina


"Yah kita akan kesitu terlebih dahulu" ucap Niko


"Semoga saja hari ini aku bisa bertemu kamu Farah" ucap Niko dalam hati


"Huh! Aku belum siap untuk bertemu kamu Farah tapi aku juga tidak akan menunda lagi sudah cukup selama ini takdir tidak berpihak kepada ku untuk menemuimu selama ini" ucap Karina dalam hati


SORRY GUYS BARU UPDATE HEHE:v


NANTI SORE AKU UP LAGI OKEY


HAPPY READING:)

__ADS_1


__ADS_2