
Deg!
"Siapa Momo?" Tanya Farah
"Cebong yang akan menjadi baby diperut kamu mimu" jawab attar
"Ih kok Momo itu kan jauh beda sama nama kita pipu" sahut Farah cemberut
"Terus apa?" Tanya Attar
"Mimo" jawab Farah
Attar tertawa mendengar ucapan istrinya. Ah kenapa nama panggilan mereka jadi lucu seperti ini.
"Ayo sayang kita buat mimo junior" ucap Attar
Lalu setelah itu Attar langsung menggendong Farah. Farah terkejut jantung nya berdisko didalam sana. Ia tentu saja membayangkan apa saja yang akan terjadi malam ini.
Bruk!
Attar merebahkan tubuh mereka ke atas ranjang. Ia mengukung Farah. Attar menahan tawa melihat wajah gugup istrinya ini. Padahal ia saja belum mulai.
"Sayang, kamu mau kan menyerahkan semuanya malam ini"? Tanya Attar lembut
Ia tidak akan melakukan hal yang harus dilakukan dimalam pengantin jika sang wanita belum siap. Ia tidak ingin ada paksaan. Attar tidak akan egois. Jika Farah memang belum siap ia akan menunggu sampai Farah siap.
"Apakah itu sakit?" Cicit Farah
"Aku tidak tahu, tapi orang bilang memang awalnya sakit hanya sebentar lalu nanti akan hilang dan berganti dengan kenikmatan" jawab Attar sambil tersenyum mesum
Farah yang mendengar ucapan suaminya itu merasa malu. Wajah nya memanas sungguh ia rasanya ingin melompat saat ini juga.
"Aku tidak akan melarang kamu mengambil hak mu! Hanya satu yang aku minta lakukan dengan pelan dan lembut ini baru pertama untukku" sahut Farah sambil tersenyum
Attar menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Ia perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya. Farah sudah memejamkan matanya saat merasakan benda kenyal nan lembut menyapa bibirnya. Attar juga ikut memejamkan matanya meresapi setiap rasa yang baru ia dapatkan.
Attar terus melanjutkan aksinya, bahkan saat ini mereka sudah sama-sama naked. Farah menutupi bagian atas nya dengan sebelah tangan,lalu tangan satunya menutupi aset berharga nya dibagian bawah. Farah melihat ke arah Attar seketika ia membelalakkan matanya saat melihat sesuatu yang baru ia lihat.
"Huaaaaaaa itu apaaa" pekik Farah histeris
Attar terlonjak Kaget mendengar suara Farah. Bukan hanya Attar manusia yang ada diluar pintu pun juga terkejut saat mendengar suara Farah. Farah dan Attar saat ini menempati kamar baru karena kamar Farah akan direnovasi dulu sesuai keinginan sepasang pengantin baru itu.
"Sayang, ini yang akan membuat mimo junior nantinya" ucap Attar
"Apaa! Gimana masuknya? Itu pasti ga muat sayang" sahut Farah
"Kata siapa ga muat? Kamu belum nyoba sayang, aku lanjut ya" ucap Attar yang memang sudah tidak dapat menahan lagi
__ADS_1
Farah hanya menganggukkan kepalanya. Mau menolak juga tidak bisa sudah kepalang tanggung saat ini. Attar mendekatkan pisang turbo nya ke lembah indah milik Farah. Farah memejamkan matanya merasakan sakit pada pusat intinya. Tak terasa air matanya mengalir. Aset berharga yang ia jaga selama ini sudah ia serahkan kepada suaminy sendiri.
"Ahh" desah Farah saat sudah mencapai puncaknya
Attar pun juga ikut memejamkan matanya sejenak meresapi kenikmatan yang baru ia dapatkan. Rasanya sangat luar bisa dan bikin nagih hehe.
"Terimakasih sayang sudah menjaga semuanya untuk aku" ucap Attar lalu mencium kening Farah lama.
Lalu setelah pergulatan tadi mereka langsung tertidur tanpa membersihkan diri.
•••
2 Minggu setelah pernikahan Attar dan Farah kini semua orang kembali Disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Bahkan hari ini Attar,Farah berserta teman nya akan memasuki kampus.
Saat ini pasangan suami istri baru itu sedang bersiap didalam kamar. Mereka memakai baju berwarna senada. Attar memakai celana jeans sedikit robek pada bagian lutut nya. Dipadukan dengan baju kaos berwarna hitam tidak lupa jaket berwarna putih nya. Penampilan nya sangat tampan hari ini.
Farah juga tak mau kalah ia memakai celana jeans lalu dipadukan dengan baju berwarna hitam dan jaket lepis yang selalu menempel pada tubuhnya. Farah juga membiarkan rambut nya tergerai indah.
Setelah selesai mereka berdua langsung turun ke meja makan.
"Aduh kalian kok kompak gini sih benar-benar pasangan romantis" puji Fani saat melihat menantu dan anaknya
"Hehe iya mom sekarang lebih suka pake baju samaan gini" jawab Attar
"Kalian mau pakai mobil atau motor hari ini?" Tanya danu
"Mobil aja dad cuaca lagi panas kasian Farah" jawab Attar
"Terimakasih dad, padahal jika daddy memberikan seluruh harta Daddy kepada aku itu sudah cukup" kekeh farah
"Lah kan emang semua harta Daddy untuk kamu? Yang Daddy dan mommy punya hanya kamu jadi semua aset kami akan menjadi milik kamu" ucap Danu
Farah hanya tersenyum menatap kedua orang tuanya. Inilah yang membuat ia tidak ingin pindah rumah, ia tahu jika orang tuanya hanya memiliki dirinya. Ia juga tidak mungkin tega membiarkan orang tuanya sendirian.
"Kamu ambil jurusan apa nak?" Tanya Fani
"Bisni mom" jawab Farah
"Kalo kamu Attar?" Tanya Danu
"Bisnis juga dad, Daddy juga meminta aku mengurus perusahaan nya nanti" jawab Attar
"Bilang saja kamu ingin dekat dengan putri Daddy ini" ejek Danu
"Ya harus dong dad, mimu kalo dibiarin sendiri pasti masih dikira single" sahut Attar
Uhuk! Uhuk!
__ADS_1
Danu dan Fani terbatuk mendengar kata asing yang diucapkan Attar. Attar dan Farah memang tidak pernah memakai nama panggilan mereka.
"Dad kenapa?" Tanya Farah sambil menyerahkan air putih kepada Daddy dan mommy nya
"Mimu? Siapa dia?" Tanya Danu bingung
"Mimu itu panggilan sayang aku sama Farah dad, nanti Farah panggil aku pipu dan untuk cucu Daddy dan mommy mimo" jawab Attar sambil tersenyum
Sedangkan Farah hanya bisa menundukkan kepalanya malu. Ya jelas malu lah mungkin orang lain beranggapan panggilan mereka itu alay. Tapi Farah sangat menyukai panggilan seperti itu daripada panggilan sayang dan lainnya.
"Ya ampun jadi calon cucu mommy panggilan nya mimo?" Tanya Fani sambil terkekeh
"Antimo kali ah" sahut Danu terkekeh
Mereka tertawa bersama lalu Setelah itu mereka mulai memisahkan diri karena akan berlanjut ke aktivitas masing-masing. Attar dan Farah keluar dari mansion mewah mereka. Dihalaman sudah ada teman-temann mereka yang sudah duduk anteng diatas motor bersama pasangan masing-masing.
"Bukboss sama pakboss pakai motor atau mobil?" Tanya Steven
"Mobil" jawab Attar singkat
"Okee ayok berangkat hari ini kita ospek" sahut alex
Mereka semua langsung pergi menuju kampus mereka. Attar memang hari ini sengaja membawa mobil karena ia ingin memberikan kejutan nantinya untuk Farah. Jika pakai motor itu akan susah.
Jarak dari mansion Farah ke kampus hanya 45 menit. Kini mereka sudah sampai di gerbang kampus UAB. Keadaan kampus saat ini sangat ramai karena hari ini adalah hari pertama masuk.
Brum! Brum! Brum!
Kedatangan mereka menarik perhatian seluruh orang yang ada disana.
"Gila rame banget ini juga kenapa ya pada ngeliat kesini" heran bimo
"Udah biasa kita jadi pusat perhatian, ini aja belum buka helm" sahut Steven
"Sayang, jangan jauh-jauh dari aku ya! Kemana-mana harus sama aku" ucap Attar sebelum keluar dari mobil
"Iya pipu" sahut Farah sambil mengecup bibir Attar
Mereka pun keluar dari mobil. Seperti biasa wajah dan tatapan mereka datar tajam.
'ah anjir gilaaa tu cowok cakep banget'
'itu perempuan cantik banget Badas juga kayaknya'
'mereka cocok deh yang cowo cool kek badboy, yang cewek kelihatan baddas'
Banyak lagi celotehan lainnya yang terdengar ditelinga mereka. Mereka hanya santai seperti biasa. Lalu rombongan Steven juga sudah membuka helm keriuhan kembaliii terjadi. Mereka semua hanya memasang wajah datar masing-masing.
__ADS_1
"Mereka siapa sampai kehadiran gue ga jadi pusat perhatian" batin cici
Happy reading ♥️