
Hari ini adalah hari dimana Farah akan pulang ke mansion nya. Sejak tadi ia tak henti tersenyum. Ia sudah merasa bosan berada dirumah sakit ini. Ia juga sudah merindukan markasnya.
"Sayang kamu bahagia sekali Sepertinya" ucap Fani saat melihat anaknya itu terus tersenyum
"Hehehe aku udah ga sabar mom ingin bertemu kasur empuk ku" jawab Farah cengengesan
"Astaga kamu ini! Disini saja kamu sudah tidur terus sayang apa kamu tidak bosan" ucap Fani heran
"Tentu saja tidak mom dan semuanya jelas berbeda"sahut Farah
"Ya ya baiklah terserah kamu saja tapi ingat setelah ini kamu harus istirahat sampai kamu benar-benar pulih" ucap Fani tak terbantahkan
"Siap ibu negara" jawab Farah yang membuat Fani gemas dengan anaknya
Farah dirumah sakit hanya bersama keluarga nya saja. Para sahabat nya sedang bersekolah mereka tidak ingin meninggalkan pelajaran karena sebentar lagi ujian tengah semester.
Danu sudah tiba diruang rawat putrinya setelah tadi menembus obat diapotik. Danu juga sudah menelpon bawahan nya untuk mengawal mereka pulang. Terkesan berlebihan tapi itulah Danu ia tidak ingin ada kejadian buruk lagi yang menimpa keluarganya. Ia juga harus waspada kepada musuhnya dan juga musuh dari anaknya.
Menjadi seorang mafia tidaklah mudah. Mereka harus siap dengan semua resikonya. Mereka juga harus bisa menjaga diri dengan baik jika tidak ingin nyawa yang menjadi ancaman nya.
"Dad minggu depan aku ujian apa boleh setelah ujian aku pergi ke Paris? Aku ingin mengikuti acara perlelangan disana" ucap Farah
"Apa kondisi kamu sudah membaik? Jika belum maka tentu tidak akan Daddy izinkan. Kamu masih bisa mengikuti acara perlelangan tahun depan" jawab Danu tegas
"Aku sudah membaik kok dad menjelang 2 Minggu lagi pasti kondisi ku sudah pulih" ucap Farah yang masih membujuk daddynya.
Danu yang melihat wajah memelas putrinya pun tak tega. Ah! Putrinya ini bisa saja membuat ia merasa iba seperti ini.
"Akan Daddy pikirka" ucap Danu yang membuat senyum terbit diwajah putrinya.
Drt..drt..drt..
Telpon genggam milik bergetar menandakan ada telpon masuk. Farah melihat handphone nya dan disan tertera nama Arif. Farah langsung mengangkat telpon tersebut.
"Ya?" Ucap Farah
"Bawa keruang bawa tanah" desis Farah
"....." Ucap Arif disebrang sana
TUT!
__ADS_1
Farah yang tadinya ceria kini berubah menjadi dingin. Sorot matanya tajam, mukanya memerah pertanda ia sedang menahan emosi nya.
Danu dan Fani yang melihat itu pun yakin jika saat ini sedang ada masalah.
"Sayang kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Fani lembut
"Hanya tikus kecil mom" jawab Farah datar
Fani menghela nafas panjang. Jika sudah seperti Farah akan mirip sekali dengan Danu. Jika sedang emosi mereka akan berubah menjadi tembok.
"Ayo dad kita pulang" ajak Farah
"Belum sayang kita tunggu dokter dulu untuk melakukan pemeriksaan terakhir" ucap Danu yang membuat Farah mengerucut kan bibirnya
SMA ADIWIYATA B
Saat ini semua siswi sedang beristirahat dikantin. Angel Wings langsung duduk dikursi yang biasa mereka tempati. Sejak mereka masuk kantin pandangan siswa dan siswi tertuju kepada Mereka.
Sedangkan yang ditatap hanya diam saja dengan raut wajah datarnya. Hari ini putri tidak masuk karena ia sedang ada keperluan dipanti asuhan.
Suasana berubah hening ketika para inti Tirex memasuki kantin. Bukannya menuju tempat biasa mereka duduk mereka malah menuju ke tempat dimana para inti angel wings duduk.
Angel wings pun tidak merasa keberatan. Beberapa hari ini mereka sering bersama membuat mereka sudah sedikit lebih akrab.
Winda membuka handphone nya saat ada notifikasi masuk. Ia membaca pesan tersebut yang tak lain pengirim nya adalah Farah.
"Siapa?" Tanya Devita
"Queen" jawab Winda singkat ia masih berbalas pesan dengan Farah
"Kenapa sama dia?" Tanya Devita
"Huh! Dia nyuruh kita bantuin dia buat ngomong ke Daddy biar diizini pergi ke Paris buat hadir diacara perlelangan" jawab Winda
"Duh! Kalo udah berurusan sama daddy kayak nya ga bakal gampang deh. Apalagi kondisi Farah yang terbilang baru sembuh pasti Daddy akan lebih posesif lagi sama Farah" timpal Chelsea
"Iya bener aduh gue bingung jadinya harus mikir pakai cara apa biar diizini" keluh Winda
"Bilang aja ada Attar pasti om Danu ngizinin" sahut Alex
Ke 3 gadis itu pun menoleh ke arah Alex. Mereka melupakan kehadiran empat pria tampan didepannya saat ini. Lalu pandangan mereka beralih ke Attar yang kini sibuk bermain game di ponselnya.
__ADS_1
"Akan kita coba" ucap Chelsea
Setelah obrolan singkat makanan yang dipesan pun datang. Mereka langsung menyantap makanan mereka dengan tenang. Hingga suara seorang perempuan membuat selera makan mereka hilang.
"Hai Attar" sapa Fanya dengan senyum centilnya
"Gue boleh duduk disini kan?" Tanya Fanya kepada 3 gadis disana
Mereka tidak menjawab mereka masih asik memakan makanan mereka. Kan sayang kalo tidak habis. Merasa dicuekin Fanya pun mengepalkan tangannya emosi. Tanpa menunggu persetujuan dari orang-orang itu Fanya langsung mendaratkan bokongnya disebelah kanan bersampingan dengan Attar.
Fanya menatap kagum wajah tampan Attar. Ia tidak pernah bosan melihat wajah tampan ini. Wajah tampan yang mampu membuat jantung ny jedag-jedug.
"Tar besok setelah ujian kita jalan-jalan yuk" ucap Fanya
Namun Attar masih tetap diam dengan fokus bermain game di handphone nya. Kesal karena sejak tadi diabaikan Fanya dengan berani mengambil handphone Attar.
"Lo bisa ga sih kalo diajak ngomong itu dijawab! Lo ga budeg! Dan Lo juga ga bisu" ucap Fanya dengan nada tinggi
Semua orang menatap Fanya dengan berbagai pandangan. Apakah Fanya lupa siapa Attar? Berani sekali dia berbicara dengan nada tinggi kepada Attar.
Attar langsung menatap tajam Fanya. Mood nya langsung memburuk. Ia mendorong kursinya lalu menarik tangan Fanya. Fanya yang ditarik seperti itu pun langsung tersenyum. Tidak tahukah dia bahwa saat ini Attar sudah berada dalam emosi yang tinggi.
"Aaaakkkhh" teriak para siswi dikantin tersebut saat tiba-tiba Attar menarik rambut Fanya
Fanya yang mendapat perlakuan seperti itu meringis kesakitan kepalanya terasa nyeri akibat tarikan dari Attar.
"Siapa lo berani-beraninya marahin gue? Jangan Lo pikir gue diam itu ga bisa nyakitin Lo! Gue bahkan ga pandang bulu buat nyakitin orang yang udah berani ngusik ketenangan gue!"desis attar datar sorot mata tajamnya saat ini tengah menatap Fanya seperti ingin mengubur hidup-hidup Fanya.
Fanya yang baru sadar pun merutuki kebodohan nya. Ia baru sadar jika saat ini tengah berhadapan dengan Attar.
"Astaga! Fanya Lo bodoh banget! Bisa-bisanya nya lo cari masalah sama Attar.
"M-maafin g-gue awwshh t-tolong lepasin ini s-sakit" ucap Fanya memohon
"Kalo ga mau gimana?" Tanya Attar sambil tersenyum miring
Senyum yang mampu membuat semua orang bergidik ngeri.
"Awwwsh gila sakit banget anjir" ucap Fanya dalam hati
HALLO GUYS SEGINI DULU YA LANJUTIN NANTI SORE.
__ADS_1
JANGAN LUPA KOMEN YA BIAR AKU SEMANGAT NULISNYA.