
Setelah penculikan berlalu keadaan sudah mulai membaik , Alden bocah yang riang juga sudah Kemabli lagi . Bukan hanya merasa bangga kerena dia bisa bertahan tapi juga merasa tenang selama dia bersama sang sahabat .
Berbeda dengan keadaan keduanya yang tenang kini disebuah kantor polisi , Zero bukan hanya menyerahkan Romy tapi juga menyerahkan Hamdan dan Soraya kepada pihak berwajib .
Kedua orang itu dilepas karena memang sudah waktunya. Keluarga Oliver yang asli akan kembali .
" Kau yakin kan menyerahkan semau nya kepada polisi. ?" Anton sekali lagi bertanya kepada Zero yang kini berdiri disampingnya .
" Yah ... sudah waktunya aku sudah bosan bermain dengan mereka . Jika mereka menolak aku bisa meminta cairan itu lagi apa Erik ." Jawab Zero dengan dingin .
Dia masih ingat betul bagaimana keduanya memohon kepadanya saat cairan berwarna merah itu memasuki tengorokkan keduanya.
" Baik lah mari pergi aku rasa mereka juga sudah memproses tindak kejahatan yang selama ini dilakukan .Tapi untuk Romy akan sedikit sulit kami belum memliki bukti yang mampu membuatnya berdiam diri dipenjara ." Sambung Anton sambil melihat berkas yang ada ditangannya .
" Apa ini cukup membuat orang tua itu mendekap bertahun tahun disana .?" Zero bertanya sambil memberikan sebuah map kepada Anton . Mata pria itu membelalak saat melihat nya .
" Luar biasa dari mana kau punya bukti yang begitu banyak seperti ini .?" Anton bertanya dengan penuh minat .
__ADS_1
" Dunia bawah .... jadi jangan bertanya lagi .Buat pria itu mendekam cukup lama dengan itu semua dan juga bisa
menangkap jaringan mereka . " Sahut Zero ." Jadi kau yang mengurus aku malas berhadapan dengan mereka. " Lanjutnya sambil berlalu pergi begitu saja . Anton hanya bisa menghela nafas kasar saat melihat keterlibatan Romy di berbagai khasus termasuk prostitusi dan penjualan anak .
" Kau sudah keterlaluan kali ini paman jadi jangan salah kan aku jika kau tidak akan bisa bebas dengan mudah ." Gumam Anton melangkah pergi . Xavier pria itu sudah menyerahkan semua kepada Anton dai tidak mau lagi berurusan dengan Romy.
Apa lagi setelah pria paruh baya itu mengaku jika dia lah yang membuat sang papa kecelakaan bertahun tahun lalu . Yang membuatnya harus kehilangan orang tau.
" Sayang apa kau sudah selesai ... ayo kita harus berangkat sekarang .?" Ajak Xavier kepada sang istri , meski dengan perasan yang tidak baik Xabier tetap berusaha tersenyum . Apa lagi kali ini mereka akan berangkat menuju rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan Ay .
" Sabar mas ....ini loh baju Ay ku tidak ada yang muat ." Sahut Ay yang kini hanya bisa berdiri didepan tumpukan baju yang sudah tidak muat kepadanya .
" Sayang kalau kau menggoda ku saat ini aku rasa kita harus ubah jadwal untuk melihat baby ."Ucap Xavier dengan lirih tepat ditelinga Ay yang membuat wanita hamil itu merinding.
" Mas .... Jangan Aahh .... kita harus pergi ." Jawab Ay dengan menahan suaranya . Dia tidak akan kuasa menolak jika suaminya itu sudah memulai . Entah sejak kapan dia semakin menyukai sentuhan sang suami .
" Eemm .... salah sendiri menggoda ku saat ingin pergi ." Sahut Xavier dengan suara berat. Dengan mata yang sudah berkabut gairah, Xavier membawa Wanita hamil itu keranjang untuk olah raga ranjang .
__ADS_1
" Aahh...mas kita harus kerumah sakit ." Jawab Ay dengan setengah sadar jika sudah mengudang harimau lapar itu .
" Mereka bisa menunggu sayang tapi mas tidak ...." Jawab Xavier sambil terus mencumbu yang istri .
Tak lama hanya suara erangan tertahan Ay lah terdengar dan juga rancauan Xavier yang entah apa , yang memenuhi kamar itu .
Hampir 1 jam berlalu kedua nya kini sudah berbaring diranjang dengan peluh yang masih membasahi tubuhnya .
" Mas ... aku capek kerumah sakitnya kita tunda dulu ya.... aku benar benar lelah ." Ucap Ay sambil memeluk tubuh kekar sang suami .
" Yah aku tahu .... sebentar lagi mereka akan datang mengirim baju .Jadi sekarang tidur lah dulu aku akan mengerjakan sedikit perkerjaan. " Sahut Xavier sambil beranjak dari ranjang .
" Mas .... " Panggil Ay sambil mengigit bibirnya membuat pria yang masih polos tanpa benang itu menoleh .
" Apa masih kurang sayang ..?" Tanya Xavier menggoda Ay dia tahu jika sejak hamil Ay selalu bisa membuatnya puas dan juga liar .
" Eemm .... tapi aku lelah mas. " Jawab Ay dengan mata tidak berkedip saat melihat junior Xavier yang masih berdiri tegak .
__ADS_1
" Ha ha ha ..... nanti lagi sayang kau harus istirahat dulu oke." Jawab Xavier dengan tawa yang Indah . Jika saja ada wanita yang melihat pasti akan terpesona tapi sayang semau itu hanya bisa dilihat dan dinikmati sendiri oleh wanita hamil itu .
" Tidur yah... nanti mas kasih . Mas mah tentu mau saja sayang tapi kasihan kamu pasti lelah lihat punya mas masih berdiri tegak .," Jawab Xavier dengan santainya .Jika bukan karena keadaan Ay yang tengah hamil mungkin Xavier sudah menerkam Ay lagi dan lagi .