
Setelah menempuh perjalanan hampir 45 menit mereka sampai di rumah sakit . Dan disana mereka sudah ditunggu dokter Maura dan juga dokter Andre yang nota bene sahabat Xavier .
" Selamat datang kembali tuan dan nyonya muda ... mari kita lihat perkembangan sekecil ini.." Sapa dokter Maura dengan ramah .
" Terima kasih dokter .. kami juga sudah tidak sabar untuk melihatnya lagi ." Jawab Ay dengan senyum yang menghiasi bibirnya .
" Mari kita masuk ..... " Ajak dokter Maura .
Keduanya mengikuti dokter Maura memasuki ruangan yang akan digunakan untuk pemeriksaan .Langkah Xavier terhenti saat menoleh kebelakang melihat adanya dokter lain yang ikut masuk .
" Mau apa kau .... kenapa malah ikut masuk .?" Xavier bertanya dengan sinis .
" CK.... yah tentu saja untuk mengikuti perkembangan keponakan ku ." Jawab Dokter itu dengan santai seolah pertanyaan Xavier tidak lah berarti .
"Keluar kau jangan harap bisa memandangi istri dan anak ku ..." Ucap Xavier dengan sarkas .
" Dasar posesif .... pelit sekali kau aku juga ingin melihat keponakan ku ." Sahut dokter itu menggerutu . Yang akhirnya tetap keluar setelah mendapatkan ocehan dari Xavier .
Diluar Anton yang menunggu hanya bisa tertawa melihat Andre yang diusir keluar Xavier .
" CK ... kau ini cari masalah saja emang enak kena semprot .." Ucap Anton yang melihat Andre keluar dengan menggerutu tidak jelas .
" Kau ini ton tidak kasihan kepada ku apa ..." Jawab Andre sambil duduk disebelah Anton .
" Ngomong ngomong .... bagaimana keadaan wanita mu itu sekarang ton." Lanjut nya bertanya.
__ADS_1
" Dia sekarang ada dirumah dan hasil malam itu liar biasa aku punya putra berusia 5 tahun sekarang." Jawab Anton menerawang jauh dimasa lalu ." Tapi sampai sekarang aku tidak berani mengatakan yang sebenarnya .Aku takut dia akan semakin terluka sudah cukup sekarang dia menjadi janda ." Lanjut Anton dengan sedih .
" Apa kau akan menikahinya sekarang ton ..." Tanya Andre .
" Yah .... setelah ayahnya keluar dari penjara aku akan melamarnya .." Jawab Anton tegas .
Sedangkan didalam ruangan dokter Maura saat ini Ay sedang melakukan pemeriksaan .
Suster mengoleskan gel diperut Ay yang belum terlihat jelas .
" Baik lah..... mari kita lihat sedang apa sikecil ini ." Ucap dokter sambil memegang alat yang akan digunakan untuk USG .
Xavier dan Ay memperhatikan monitor yang kini terlihat sebuah kantung dan juga gumpalan .
" Wah.... lihat perkembangannya sangat bagus dan dia juga sangat kuat .." Ucap dokter Maura .
" Terima kasih sayang... " Bisik Xavier yang mengegam erat tangan Ay .
" Mas .... lihat dia masih sangat kecil mas ." Ucap Ay dengan mata berkaca kaca .
" Mari kita pindah ...nyonya ." Ucap dokter Maura dengan nada canggung .
" Aahh .. iya dokter terima kasih. " Jawab Ay bangkit dari brankar yang ditempatinya . Ay dibantu Xavier untuk turun dengan pelan agar tidak terjatuh .
" Keadaan janin sangat baik nyonya jadi tidak perlu khawatir anda hanya perlu menjaga pola makan yang sehat saja ." Ucap dokter amura menjelaskan keadaan janin .
__ADS_1
" Saya akan meresepkan vitamin untuk anda nyonya .... dan apa kah tuan muda masih mual sampai sekarang ." Dokter Maura bertanya .
" Masih dok jika mencium bau parfum yang menyengat dan juga jika tidak suka dengan makan yang ada ." Jawab Xavier .
" Ha ha .... itu berarti si kecil sensitif terhadap bau orang lain ." Jawab Dokter Maura dengan canggung ." Eemm.... apa perlu saya resep kan juga obat mual tuan ." Lanjut Dokter Maura .
" Sepertinya tidak perlu dok... karena itu juga tidak terlalu sering ." Jawab Xavier ." Eemm... itu dok apa kita bisa melakukanya jika kandungan Ay baik baik saja ." Xavier bertanya dengan tenang .Ay yang mendengar pertanyaan suami nya ingin rasanya sembunyi dari hadapan dokter Maura .
" Bisa tuan .... tapi anda harus hati hati dan juga usahakan untuk tidak menindih perut nyonya ." Jawab Dokter Maura dengan tersenyum ini adalah pertanyaan yang umum bagi pasangan suami istri .
" Mas... Malu tahu .." Bisik Ay yang masih didengar dokter Maura yang membalasnya dengan senyuman .
" Baiklah dok ... kami permisi terlebih dulu ." Jawab Ay tersenyum ramah .
" Mari nyonya .... kita bertemu kembali bulan depan ." Jawab Dokter Maura .
Keduanya keluar dari ruang dokter yang sudah ditunggu oleh kedua pria tampan yang sedang duduk didepan ruangan .
🌼🌼🌼🌼
Guys .... jangan lupa like comen dan vote ....
yuk kita lanjutkan lagi biar ngak penasaran ..
Tunggu aja ...
__ADS_1
Next ....
bye bye.....